NovelToon NovelToon
Rahasia Perjodohan Anak SMA

Rahasia Perjodohan Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Teen
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Apa kita berdua dijodohkan!" Celia dan Alfian sama-sama terpeki kaget ketika orang tua mereka merencanakan Perjodohan di masa muda mereka.
"Benar sekali," sahut Darius.
"Ini tidak masuk akal. Pa, kami berdua masih sekolah dan bahkan kami tidak akrab," sahut Alfian.
"Tenanglah Alfian, justru perjodohan ini akan membuat kalian akrab dan belajar untuk menuju hidup di masa depan," aahhh Darius.

Alfian dan Celia benar-benar tidak menyangka bahwa mereka akan dijodohkan, mereka sudah mencoba untuk protes, tetapi para orang tua itu menginginkan hubungan mereka diikat dalam ikatan pertunangan.
Alfian dan Celia saling bertukar cincin sebagai ikatan diantara mereka berdua jika ada hubungan spesial yang tidak akan terpisahkan oleh apapun.

Raut wajah Alfian dan Celia terlihat murung, tidak memiliki pilihan selain menuruti permintaan orang-orang dewasa.
Celia terpaksa melakukannya agar memiliki akses lebih luas untuk bisa sekolah di luar negeri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3 Perang Di Konser

Celia sore-sore keluar dari kamarnya, terlihat sudah cantik menggunakan rok berwarna pink dipadukan dengan blouse berwarna biru dengan hijabnya berwarna coklat. Penampilan anak ABG zaman sekarang dengan trend hijab yang sering dijuluki anak-anak cegil.

"Anak Bunda sore-sore begini sudah harum sekali, tumben cepat mandi dan biasanya mandi selalu malam," tegur seorang wanita memakai hijab memperhatikan penampilan putrinya.

"Celia mau jalan sama Chaca dan Chika," jawabnya.

"Mau jalan ke mana sore-sore seperti ini?" tanya Bunda.

"Nonton konser Exo," jawabnya tampak semangat.

"Konser, artinya akan pulang malam hari?" Bunda mencoba untuk menyelidiki putrinya.

"Konser dimulai jam 07.00 malam. Nanti Celia dan teman-teman akan sholat magrib di area konser, disediakan kok, terus pulang sebelum jam 09.00 malam," jawab Celia meyakinkan bundanya.

"Bahaya Nak, harus naik motor malam-malam pulang," ucap Bunda.

"Kan bareng-bareng sama Chika dan Chaca," sahut Celia.

"Ya sama aja kalian bertiga ini cewek," sahut Bund.

"Celia ayo buruan!"

Tin-tin-tin -tin-tin

Suara klakson motor yang khas itu sudah terdengar beserta suara teriakan yang terdengar begitu nyaring.

"Bunda Celia pamit dulu. Assalamualaikum!" Celia buru-buru mencium punggung tangan sang Bunda dan kemudian langsung pergi.

"Iya-iya hati-hati," sahut Bunda.

"Om!" Celia juga mencium punggung tangan seorang pria sekitar berusia 40 tahunan yang baru saja memasuki rumah.

"Hati-hati naik motornya!" teriak Darius pada keponakannya itu yang sudah mengendarai motornya begitu cepat bersama dengan teman-temannya.

"Anak ABG zaman sekarang benar-benar tidak ada takutnya," ucap Darius geleng-geleng kepala.

"Kamu sudah pulang Darius?" tanya Bunda Ratih.

"Sudah. Mbak, mau ke mana Celia dengan teman-temannya?" tanya Darius.

"Nonton konser katanya, Mbak juga lupa bertanya konser apa," jawab Ratih.

"Mbak sudah mengatakan kepada Celia tentang kemarin?" tanya Darius.

"Darius, Celia itu masih SMA, usianya masih muda dan masih labil jika harus membicarakan masalah pernikahan. Mbak juga tidak tahu harus memulai cerita dari mana, masa iya anak-anak yang sedang menikmati masa muda dan fokus pada sekolahnya tiba-tiba harus membicarakan perjodohan," sahut Ratih.

"Mas Argantara juga tidak meminta untuk mereka menikah, ini hanya perjodohan dan bertunangan biasa, dan mereka juga akan dinikahkan ketika usia mereka sudah benar-benar matang dan siap, lagi pula seperti apa yang saya katakan kemarin bahwa ini juga demi kebaikan Celia, bukankah pendidikannya harus lanjut dan Mbak juga memiliki biaya untuk memasukkan pada sekolah kedokteran?" sahut Darius.

Ratih terdiam mengingat banyaknya impian dari putrinya dan lagi-lagi orang yang berkecukupan seperti mereka hanya bisa mendengarkan keinginan dari anak-anak yang memiliki impian yang tinggi.

"Ya sudah, nanti Mbak akan bicarakan dengan Celia," sahut Ratih.

"Ya lebih baik lebih cepat untuk dibicarakan," sahut Darius.

******

Lokasi konser menjelang magrib tampak dipenuhi dengan pengunjung yang buru-buru melewati pintu menuju konser dengan pemeriksaan yang sangat ketat mulai dari tiket dan printilan-printilan lainnya.

2 mobil seperti biasa sudah berhenti di parkiran yang luas yang telah disediakan pihak panitia konser.

Satu persatu terlihat kaki yang sudah menapak bumi, terlihat betapa keren-kerennya anak remaja tersebut dengan penampilan mereka yang menarik di acara konser. Valery khas menggunakan rok mini lipat sepanjang pahanya.

Penampilan yang tidak jauh berbeda dengan Kania dan sementara Alfian dengan kedua temannya selalu menggunakan jaket dengan brand terkenal.

"Kok sepi!" ucap Diego melihat di sekelilingnya.

"Apa kita telat?" tanya Valery.

"Tidak mungkin, konser dimulai pukul 7, baru setengah 7, jadi mana mungkin telat," jawab Kania dengan yakin.

"Pak ayo dong pak izinkan kita masuk!"

"Iya. Pak, kita sudah menabung satu tahun sebelumnya untuk membeli tiket konser ini!"

"Pak!"

"Pak!"

Suara berisik yang terdengar begitu nyaring membuat fokus mereka hilang dengan melihat beberapa meter dari tempat mereka berdiri tampak tiga gadis berhijab yang mencoba memaksa untuk memasuki area pagar yang dihalangi 2 satpam.

"Bukankah itu gelang cegil alay," ucap Yogi.

"Di mana-mana selalu membuat keributan," ucap Valery dengan geleng-geleng kepala.

"Kalian tidak boleh masuk, tiket kalian calo, tiket tidak benar!" tegas pak satpam tersebut.

"Ya, berarti bukan kesalahan kami pak. Kami membeli dengan harga normal," sahut Celia.

"Tetap saja kalian tidak boleh masuk!" tegas pak satpam.

"Jadi tiketnya calo, tiket palsu!" tiga gadis tersebut membalikkan tubuh.

Celia bersama dengan kedua temannya saling melihat satu sama lain, ketika melihat 5 orang tersebut selalu ikut campur dengan urusan mereka.

"Ya, sekolah saja sekolah negeri yang pas-pasan, mana mungkin mampu membeli tiket konser," ejek Kania.

"Ha-ha-ha-ha-hah!" Diego dan Yogi tertawa terbahak-bahak dan sementara Alfian hanya diam dengan wajah datar.

"Eh nggak usah ikut campur, meski kita sekolah negeri, tetapi kita masih punya uang untuk beli tiket memang kalian aja yang bisa nonton konser hah!" sahut Chaca.

"Buktinya tiketnya calo," sahut Valery dengan tersenyum penuh ejekan mengangkat kedua bahunya.

"Minggir- minggir, kita mau masuk, nanti kita telat lagi," sahut Kania terlihat membuka jalan sampai menggeser tubuh Celia dan juga Chaca yang membuat mereka kesal bagaimana 5 orang itu melewati mereka.

"Issss!" Chaca sudah terpancing emosi dan rasanya ingin meninju orang-orang tersebut.

"Dasar orang kaya sombong!" umpat Chaca.

"Ya, sekarang kita bagaimana dong, kita sudah bersusah payah 1 tahun menabung untuk membeli tiket konser, eh ternyata kita ditipu admin-admin tidak jelas," sahut Celia tampak lesu.

"Ini. Pak, tiket kami berlima. Tiket VVIP yang pasti tidak palsu," Kania dengan percaya diri memberikan tiket tersebut sembari matanya melihat kepada tiga gadis yang saat ini tampak lesu karena mendapatkan tiket yang palsu.

"Saya cek sebentar," pak satpam kemudian mengambil 5 tiket tersebut.

"Maaf Nona, tiket ini juga palsu," ucap pak satpam membuat kelima orang.

"Hah, hah apa!" Kania tidak percaya dengan mata melotot.

"Ya, ini calon dan meski VVIP tetapi tetap saja ini bukan tiket yang asli," jelas pak satpam.

"Mana mungkin!" Kania bersama teman-temannya sudah mulai panik.

"Ha-ha-ha-ha-ha-hah!"

Tiba terdengar suara tawa yang membahana dan siapa lagi jika bukan Celia bersama dengan kedua temannya yang tertawa terbahak-bahak.

"Kehabisan buat nongkrong sih duitnya, makanya kalau mau nonton konser itu duitnya ditabung, eh ternyata beli tiket calo juga," celetuk Chaca dengan sindiran dan mereka tertawa terbahak-bahak.

"Kania apa-apa sih ini!" tanya Valery betapa harga dirinya turun karena tidak bisa melihat konser boyband favoritnya hanya karena permasalahan tiket.

"Ini asli dan tidak mungkin juga aku harus membeli tiket palsu," ucap Kania.

"Ini asli, tidak mungkin juga membeli tiket palsu, bilang aja korupsi uang teman-temannya!" Chaca memang paling pintar menirukan suara Kamis dalam kepanikan dengan ejekannya.

"Eh jaga yang mulut Lo," sambar Kania tidak terima dengan tuduhan yang didapatkan.

"Apa kalian yang yang mulai duluan, ikut campur terus urusan orang lain," sahut Chika.

"Apa Lo semua hah!"

"Apa!"

Geng Celia dan Alfian kembali sama-sama tidak ada yang mau kalah dengan adu bacot satu sama lain dan sementara Alfian paling frustasi jika ada keributan.

Bersambung ....

1
Alex
cie...
Japa Yipo
yang kelihatan sempurna blm tentu benar menurut orang yang jalanin🙃 ya memandang sesuatu Jang hanya satu cara saja
Emi Sudiarni
mantap kak
Emi Sudiarni
bgus, kak snang bca klw membuat novel. tentang. sma atau khidupan di kampus
Enz99
bagus
Oma Gavin
ortu egois yg ada valery gila
Herman Lim
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!