NovelToon NovelToon
My Perfect Teacher

My Perfect Teacher

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:6.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: lisaautmptri

Alesha Az-Zahra jatuh cinta pada pandangan pertama dengan guru SMA nya yang tampan, setahun memendam perasaan suka pada guru itu akan kah Alesha memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaannya?

"Hm," jawaban pak Rezel yang singkat padat dan tidak jelas itu membuat Alesha ingin menembaknya dengan serius, menembak dengan pistol, senapan atau sniper kalau perlu.

Mencintai pak Rezel itu melatih kesehatan mental Alesha, selain sikap nya yang galak dan menyebalkan dia juga kalau bicara sangat tidak jelas. Bicara pendek menyebalkan, bicara panjang malah lebih menyebalkan!

Di mata seorang Alfarezel Savian, Alesha adalah seorang gadis yang terlihat sangat mirip dengan seseorang di masalalu nya. Hal itu membuat nya cukup tertarik pada gadis itu, sampai suatu hari gadis itu datang dan menyatakan perasaan pada nya.

Siap mengikuti cerita mereka? Jangan lupa klik favorit terlebih dahulu agar mendapat notifikasi saat update :)
follow akun ig @_lisaautmptri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisaautmptri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyebalkan Lagi

Alesha jadi teringat, gadis itu menepuk dahi nya sendiri.

“ Yuk nonton, dia bisa marah nanti kalau kita gak lihat dia tampil.” Alesha menarik tangan Ani semangat, dua gadis itu masuk kedalam aula sekolah yang sudah di sulap menjadi

panggung lengkap dengan kursi penonton yang berjejer rapi di hadapan nya. Alesha menarik Ani duduk di kursi paling depan untuk menyemangati Tina.

“ Ale, calon suami kamu.” Tunjuk Ani pada pak Rezel yang baru masuk ruangan dengan map merah di tangan nya, dia bersama dengan Ratih si wakil ketua OSIS dan Anggi yang

menjabat sebagai sekretaris umum dan beberapa murid lain dari SMA tetangga yang

tidak Alesha kenal, Alesha mendengus saat pak Rezel menoleh ke arah nya, padahal pemuda itu tersenyum tadi, tapi karena Alesha sudah lebih dulu buang muka jadi dia tidak melihat senyuman pak Rezel itu.

Mereka duduk di kursi untuk para juri dan pembawa acara yang bertugas sudah memanggil peserta pertama untuk bernyanyi.

Alesha mengepalkan tangan nya geram saat melihat pak Rezel berbisik entah apa pada Ratih, kurang ajar sekali! Sengaja apa dia mau membuat Alesha lebih kesal, pakai

berbisik-bisik sok mesra begitu. Si Ratih juga, kecentilan dan kentara sekali kalau sedang mencuri kesempatan dalam kesempitan untuk mendekati pak Rezel.

Alesha rasa nya ingin segera keluar dari tempat ini karena sudah tidak sanggup menahan kesal, namun karena Tina yang belum tampil, maka dia harus bertahan di tempat ini sedikit lebih lama lagi.

Giliran untuk Tina tampil, Alesha berdiri dan meneriak kan suara Tina sekeras mungkin untuk memberinya semangat. Suara teriakan nya sampai membuat para juri ikut menoleh,

tapi biarkan saja.

Bukan Alesha nama nya kalau merasa malu hanya karena jadi perhatian banyak orang. Tina menyanyikan lagu wajib Nasional yang sudah di tentukan dan satu lagu pilihan bebas, gadis itu menyanyikan lagu “Berkibarlah Bendera milik grup band cokelat” dengan semangat, setelah selesai bernyanyi Alesha

bertepuk tangan paling heboh lalu meneriakkan semangat terakhir untuk Tina.

Setelah gadis itu turun panggung, Alesha juga menarik Ani untuk keluar. Tugas mereka sudah selesai dan dia tidak ingin lebih lama disini melihat pak Rezel yang menyebalkan itu.

Alesha jadi tertarik ikut menonton pertandingan futsal yang masih belum berakhir, gadis itu menarik tangan

Ani ke tribun buatan yang sudah disiapkan para panitia. Ternyata yang bermain adalah SMA tetangga, tapi Alesha tetap menonton dengan semangat daripada keluyuran tidak jelas di sekolah.

Setelah permainan berakhir, kini sekolah mereka yang bertanding, Alesha jadi semangat lagi saat melihat Ipul di antara para pemain yang sedang bersiap di pinggir lapangan.

“ Ipul semangat. I love you pul” teriak nya kencang dan disambut tawa para adik kelas yang juga sedang menonton.

“ Ayo dong kasih semangat sekolah kita,” ujar nya mengajak yang lain ikut berdiri.

Cukup lama Alesha teriak-teriak menyanyikan yel-yel sekolah mereka, teriakan nya menjadi lebih semangat saat tim mereka berhasil membobol gawang lawan. Setelah cukup lama, pertandingan babak pertama berakhir dengan skor yang sama. Alesha kembali

duduk, gadis itu memegangi tenggorokan nya yang terasa gatal setelah teriak tidak tahu malu.

“ Capek?” tanya Ani yang sejak awal hanya diam saja, entah dia menonton atau tertidur. Tidak ada reaksi sama sekali selama pertandingan berlangsung, padahal yang lain akan berteriak heboh saat bola membobol gawang lawan atau gawang tim, tapi dia tidak

menunjukkan reaksi apapun. Sepertinya dia ini sebelas dua belas dengan pak Rezel, beda nya kalau Ani pemalu kalau pak Rezel menyebalkan.

“ Capek banget,” suara Alesha terdengar serak.

“ Heboh banget kamu teriak, suara nya sampai di sebelah sana!” suara Dio yang mengagetkan dua gadis itu. Alesha dan Ani kompak menoleh belakang, Dio berdiri dengan dua botol minum

di tangan nya.

“ Ini minum, biar semangat lagi teriak nya di babak kedua.”

Alesha dan Ani menerima dengan semangat, Dio mengambil posisi di tengah antara dua gadis itu. Dia mengenakan seragam rapi lengkap dengan almamater sekolah, sekarang dia sedang bertugas sebagai anggota OSIS sekaligus panitia acara, tapi karena perlombaan di ruang tenis meja sudah selesai jadi dia memilih ke sini dan ikut menjadi

pendukung.

Permainan kembali di mulai, Alesha sudah siap berteriak memberi semangat lagi.

“ Aaaa Ipul semangat, Ipul ganteng semangat sayang!” teriak Alesha sembari tertawa geli dengan ucapan nya sendiri, beberapa orang menatapnya kesal. Dio dan Ani yang menanggung malu karena ulah nya. Dio berdiri lalu merangkul dan membekab mulut Alesha yang teriak tidak tahu tempat itu.

“ Apa sih, aku kan ngasih semangat.” Alesha tertawa setelah melepaskan tangan Dio dari mulut nya.

“ Malu Ale, kamu tuh kalau teriak gak lihat tempat.” Dio merangkul nya semakin erat karena gemas.

“ Lepasin ah aku mau kasih semangat buat Ipul,”

“ Diem gak atau mulut kamu ku jual nanti,” Dio kembali membekab mulut nya saat gadis itu ingin berteriak.

“ Ekhem!” suara deheman keras membuat beberapa orang menoleh, termasuk Dio dan Alesha yang sedang bertawa geli dan saling merangkul.

Pak Rezel terlihat berdiri di belakang bersama beberapa anggota OSIS yang tadi, Alesha mendengus tidak perduli lalu kembali menoleh ke depan.

“ Eh pak,” sapa Dio tersenyum sopan. Pak Rezel hanya mengangguk saja, lalu ikut memantau jalan nya pertandingan.

Alesha bisa mendengar suara pak Rezel berbincang dengan Ratih dan beberapa murid perempuan yang lain, cih berbeda sekali saat bicara dengan Alesha. Sekarang pemuda itu terdengar bicara santai, bahkan Alesha beberapa kali mendengar suara tawa pak Rezel, sial dia saja hanya sekali melihatnya tertawa dan sekarang pemuda itu dengan mudah nya tertawa dengan gadis lain padahal pacar nya ada di depan.

Alesha ingin sekali menoleh ke belakang dan melototi pak Rezel yang kecentilan, tapi

akhirnya dia memilih fokus pada jalan nya pertandingan saja daripada mendengarkan obrolan di belakang yang hanya membuat gerah hati.

Setelah pertandingan berakhir, Alesha mencari cara untuk menyelinap keluar sekolah dan pulang, dia terlalu malas melihat pak Rezel terlebih setelah kejadian tadi.

Gadis itu memilih pulang dan beristirahat dirumah mempersiapkan diri untuk pertandingan besok. Ponsel nya bergetar, gadis yang sudah memejamkan mata beberapa menit di atas kasur itu kembali membuka mata nya lebar. Panggilan dari pak Rezel, Alesha melempar ponsel nya menjauh dan mengabaikan panggilan itu. setelah beberapa lama akhirnya mati sendiri, namun ponsel berdenting menandakan pesan masuk.

“ Kamu dimana?” pesan dari pak Rezel, kalimat pendek dan menyebalkan seperti biasanya. Alesha sengaja hanya membaca tanpa membalas nya, biar pacar menyebalkan nya itu tahu rasa.

“ Saya tunggu di perpustakaan,” pesan kedua kembali masuk, Alesha masih tetap tidak berniat membalasnya. Gadis itu kembali melempar ponsel nya menjauh lalu menarik selimut sampai menutupi kepala.

Terserah kamu Rezel, mau nunggu sampai besok pagi juga aku gak perduli!

Pagi kembali datang, Alesha sudah bersiap dengan sempurna. Memakai sun cream dan make up yang cukup tebal dari biasa nya, hari ini dia akan tampil di pertandingan basket, tentu saja dia harus berdandan rapi dan cantik, Alesha sengaja membawa parfume mahal

hadiah ulang tahun dari bunda nya agar nanti setelah selesai bermain dia tidak bau asem seperti yang selalu di katakan abang nya.

“ Semangat dek, abang doain kamu menang dan bawa piala nanti!” Andri mencium pipi adik nya untuk memberi semangat, Alesha menyahut senang lalu berlari setelah mencium tangan abang nya.

1
Hyeon0_0
serius gaada bosen"nya baca novel ini karna novelnya sebagus itu dan seseru itu,, kalo di hitung" mungkin ini yg ke8 kalinya aki baca novel ini🥰🥰
Murni Cimuu
novel yg ini kemana ya kk
ratu qingyi 😌
pengen nge reward lagi
ratu qingyi 😌
kak novel yang ini kemana ya
Hyeon0_0: yahh kenapa di unpublish sihh kak padahal mau ngulang lagi bacanya karna suka banget sama cerita ayu dan ananta
total 5 replies
Dwi Antika
seruuuu
Cucun Sukmawati
entah sudah ke berapa x nya q baca kisah rezel sama alesha,,g ada bosen bosennya🥰🥰🥰
Renjani Soraya
author ny kurang pandai mencari visual sesuai karakater ya, kembangkan lagi daya halu ny ya thor hikk.. hikk.. hik
Renjani Soraya
diihhh ga cocok ah rezel ny kurang macoo
tanty yana
udah baca beberapa kali dan ga bosan
Afani Famela
baca ke 4 kali cuma beda2 akun aja😂
Zunia Momy Arshya
ok
Selvinahaechan
omg eunwoo😭😍
Fitri Talib Jelani
Payah Reza egois, Shinta tak punya malu.
Selvinahaechan
novel yg bagus dngn jln cerita yg mnarik, dan visual yg sngt oke bagi aku yg pecinta drama Korea, china, jepang, dan Thai
semangat thor 😊
Fitri Talib Jelani
Kenapa sih Rezel janji akan menemui Sinta di apartemennya.
niranirauci srileilafauziah
ya ampun ngakak abis sambil ngebayangin si joni jd pemandu suara sumpahh ajaib ampe tangan yg kaku bisa bisa kesleo gegara melambay lambay ga jelas ..
niranirauci srileilafauziah
seru banget ni cerita,😍😍😍
niranirauci srileilafauziah
ya ampun ampe pegel nih pipi ketawa mulu gara gara tingkah alesya..neng jual mahal dikit siapa tau guru tersayang mu yg gantian nyariin 🤣🤣🤣🤣
Cucun Sukmawati
entah keberapa x q baca novel ini,,g ada bosannya 🥰🥰🥰🥰🥰
Ika Ratna
yang mbeb.. kiss me plis 😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!