NovelToon NovelToon
Yogyakarta Dan Ararya

Yogyakarta Dan Ararya

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:540.7k
Nilai: 5
Nama Author: margaretha.chi

Yogyakarta selalu menjadi saksi hubungan percintaan seorang gadis bernama Clara Audra.

Perbedaan keyakinan, restu orangtua, dan perselingkuhan mewarnai perjalanan cintanya.

Kini hatinya tertambat pada sahabatnya sendiri, seorang arsitek tampan bernama Daniel Ararya.

Namun, masa lalu Ararya yang selalu hadir di tengah hubungan mereka, membuat Clara menaruh keraguan dengan apa yang telah ia jalani selama ini.

Gagalnya rencana pernikahan Ayu (sahabat perempuannya) karena sebuah perselingkuhan, juga menjadikan Clara semakin ragu untuk melangkah maju di detik-detik menuju pernikahannya dengan Ararya.

Akankah Ararya mampu meyakinkan hati Clara untuk sepenuhnya menerima dirinya menjadi pasangan hidup?

Ataukah Ararya akan kembali kepada masa lalunya dan menorehkan luka yang sama pada hati seorang Clara Audra?

Kisah ini diangkat berdasarkan dari beberapa kisah nyata serta dari beberapa sudut pandang yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon margaretha.chi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terimakasih Bagas !

Jakarta,

Siang ini Jakarta tampak mendung menggelayut. Dua orang sahabat itu telah menginjakkan kaki mereka di hotel bergaya klasik itu.

Clara

"Kita nginap di sini Ra? Serius?" tanya Ayu yang agak terkejut dengan pilihan hotel sahabatnya itu.

Bukan masalah meragukan finansial Clara, namun biasanya mereka lebih memilih tidur di hotel yang lebih biasa.

Walaupun mereka berasal dari keluarga berada, tapi untuk masalah gaya hidup, mereka biasa saja cenderung sederhana dan bisa di mana saja.

"Iya, aku udah dipesanin hotel ini." ucapnya sambil menuju meja resepsionis.

Ayu mengerucutkan bibirnya sambil memandangi interior hotel itu. Walaupun ia tidak terlalu mengerti desain, tapi ia juga memiliki darah seni yang mengalir di tubuhnya.

"Saya mau ambil kunci kamar 304 atas nama Daniel Ararya, katanya tadi dititipkan di resepsionis."

"Baik bu, mohon maaf dengan ibu siapa?"

"Clara Audra." jawabnya singkat.

"Baik bu Clara, istri dari bapak Araraya ya, kalau begitu sesuai dengan note yang ditinggalkan oleh Bapak Ararya." ucap resepsionis itu sambil menyerahkan kuncinya.

Seketika ia membelalakan matanya saat mendengar kata "istri". Memang kekasihnya itu selalu saja seenaknya memberikan label kepada dirinya.

Ia tersenyum manis, "Terimakasih mbak."

Ia menyeret kopernya dan mengajak Ayu yang sedari tadi di sampingnya untuk mengikutinya.

"Uhhmm pantes, nginepnya di sini, ternyata suami tajir melintir yang booking kamar di sini." cibir Ayu.

"Bawel deh ahh.." ucapnya sambil masuk ke lift dan menekan angka 3.

................

Tiiingg...

Kedua perempuan itu segera bergegas menuju kamar 304. Clara menempelkan kartunya di pintu itu.

Seketika ia menoleh ke kamar yang ada di belakangnya saat ini. Kamar yang mungkin atau pasti akan membawa senyum sahabatnya menjadi tangis dan amarah.

Clara lalu menutup pintu kamarnya itu.

"Lhah, Arya tidur di sini? Hei, jangan gila ya, aku suruh liat kamu enak-enakan sama Arya." gerutu Ayu ketika melihat sudah ada koper dan sepasang baju tidur lelaki yang tertata rapi di atas ranjang.

"Nggak lah, tenang aja, nanti Arya pindah kamar kok. Dia juga lagi ada meeting di sini." jawab Clara menutupi semua rencana yang telah ia dan Arya susun.

"Yaudah, aku mau berendam dulu ya, badanku rasanya capek banget. Kemarin seharian ngurusin kebaya. Eh, sekarang udah diajak paksa ke sini." ucap Ayu sambil masuk ke kamar mandi.

Clara hanya menatap sahabatnya itu. Ia sangat tampak bahagia mempersiapkan hari pernikahannya.

Namun, di kota lain, di sini lebih tepatnya, calon suaminya malah tidur sama perempuan lain.

Seketika air matanya mulai menetes, ia tidak tega dengan sahabatnya itu.

Clara

Tiittt..ceklek..

Ia mendengar suara pintu terbuka dari kamar di depannya. Matanya langsung mengintip melalui door viewer.

Seorang perempuan yang bertubuh ideal, berkulit putih bersih, dan berambut panjang ikal coklat tampak masuk ke kamar itu. Perempuan itu kelihatan habis bekerja, karena pakaian kerja formal melekat di tubuhnya.

Ia membalikkan badannya dan bersandar pada pintu itu dan mengusap wajahnya pelan. Ia memijat pelipisnya, pening itu yang ia rasakan.

Tiiitt..ceklek..

Badannya tiba-tiba terhuyung ke depan ketika pintu terbuka.

"Ehh maaf yang, aku nggak tahu kamu di situ." Arya sudah masuk ke kamar itu.

Ia tak menjawab apapun, ia langsung memeluk erat tubuh kekasihnya itu.

"Everything will be okay !" ucap Arya sambil mengelus punggungnya.

Ia takut Ayu histeris melihat apa yang ada di depan matanya.

"Aku udah lihat perempuan itu barusan." bisiknya pelan.

Arya hanya tersenyum mendengarnya dan menuntunnya untuk duduk di ranjang.

"Ayu mana?" tanya Arya karena tidak mendapati keberadaan perempuan itu.

"Baru berendam, capek katanya. Kenapa, kamu mau pipis?"

Arya terkekeh, "Nggak kok, cuma tanya aja."

"Kamu udah makan?" tanya Arya lagi kepada dirinya yang masih duduk di ranjang sambil memandangi dan memainkan jari-jari kakinya.

"Udah sih tadi sebelum berangkat."

Arya

Ia melepaskan kemejanya dan menggantinya dengan kaos, lalu menaruh sepatunya di bawah luggage rack.

Ceklek..

Kepalanya langsung menoleh ketika pintu kamar mandi terbuka.

Sahabat perempuannya itu sudah keluar dari singgasana untuk melepas rasa capeknya.

"Ya..udah pulang kamu? Kamu nggak tidur di kamar ini kan? Bisa gila aku kalau kamu sekamar, aku bisa-bisa cuma jadi penonton." sapanya sambil menggerutu seperti biasanya.

Ia tersenyum melihat ke arah Ayu,

"Nggak dong, aku tidur di kamar lain, tapi Clara aku bawa." jawabnya sambil terkekeh pelan.

Dalam situasi seperti ini pun, ia masih bisa mengeluarkan akal jahilnya.

"Heiii! Tahu gitu aku nggak usah ikut ya!" teriak Ayu yang disambut tawanya yang meledak.

"Kalau nggak aku suruh Bagas ke sini aja deh, kan dekat sama kos nya." ucap Ayu tiba-tiba.

Deg...

Seketika Clara bingung mendengar ocehan Ayu,

"Kamu udah bilang Bagas kalau mau ke Jakarta?" tanya Clara dengan sok polos.

"Udah sih, cuma aku belum bilang nginap di mana. Kamu kan bilangnya, kerjaanmu di utara, jadi Bagas mungkin nyemperin tapi sekali. Soalnya kan jauh, macet lagi. Ehh, ternyata hotelnya malah dekat kos nya." ocehnya yang masih belum tahu apa-apa.

"Ehmm..mending jangan dikasih tahu deh Yu, nanti kita ke kos Bagas aja langsung, surprise gitu. Baru nanti kalau kamu mau bawa Bagas ke sini nggak apa-apa. Gimana?" kali ini dirinya yang memegang kendali permainan ini, karena Clara pasti sudah kelimpungan.

"Waahh..ide bagus tuh! Oke deh..!" ucap Ayu semangat.

................

Hujan mengguyur kota Jakarta malam ini.

Mereka memutuskan untuk makan malam menggunakan room service saja, baru nanti naik taxi ke kos Bagas.

Itu rencana palsu yang Arya ucapkan kepada Ayu.

Sambil menunggu makanan mereka datang, Arya mencoba mengajak ngobrol Ayu.

"Yu, tau Geya Permata nggak? Model majalah dewasa itu?"

Arya sudah mencari tahu siapa itu Geya Permata melalui internet tentunya.

"Ohh ya aku ingat, Geya Permata itu model Ra. Yang cantik itu kan? Yang bohay itu kan?"

"Iyaa.."

"Kenapa gitu? Waahh jangan bilang klien kerjamu dia." selidik Ayu.

"Nggak lah, senang dong aku kalau dapat klien dia." goda Arya, sengaja membuat Clara cemburu.

"Ohh gitu? Jadi senang ya?" kekasihnya itu sudah tampak memanas.

"Bercanda yang, gitu aja serius..nggak main aku sama begituan.." jelasnya sambil memeluk pundak Clara.

"Tuhh orangnya nginap di depan kamar, sama cowok." jelasnya lagi kepada Ayu.

"Oiya? Nanti aku mau lihat ahh.." ucap Ayu kepo.

"Cowoknya kayak nggak asing deh Yu, cuma siapa ya? Nanti kalau orangnya datang, kita lihat ya, siapa tahu kamu ngerti. Tapi kalau kamu tahu siapa dia, kamu harus jaga diri kamu ya." ucapnya sambil tersenyum. Clara meremas tangannya.

"Haa? Urusannya apa sama aku?"

"Ya siapa tahu kamu kenal, kan aku seperti nggak asing gitu. Takutnya kamu syok histeris, siapa tau idola kamu kan." jelasnya lagi sambil tersenyum.

"Ahh jadi penasaran aku, jadi nggak enak nih perasaanku."

"Everything will be okay, Yu!" Arya terkekeh palsu, padahal perasaannya sudah campur aduk saat ini. Tapi ia harus menjadi orang yang paling bisa menjaga emosi saat ini.

tingg tonggg.. room service..

"Biar aku aja, kalian di sini." ia tak mau Ayu langsung menangkap basah Bagas, kalau pas bersamaan datang.

Dirinya melangkah cepat membuka pintu.

"Bawa masuk aja mas," ucapnya sambil membuka pintu.

Makanan sudah tertata rapi di meja.

"Nanti dibayar pas check-out sekalian ya mas. Terimakasih." ucap Arya sambil menyerahkan invoice yang sudah ditandatangani dan memberikan uang tip.

"Baik pak, terimakasih."

Pegawai itu sudah meninggalkan kamarnya, ketika ia akan menutupnya, ia menangkap bayangan lelaki yang terpantul dari cermin di seberang jalan kamarnya, sedang keluar dari lift dan menuju sebuah kamar.

Seketika ia langsung memanggil Ayu.

"Ayu..cepat sini ! Cepat !"

Ayu berlari secepat kilat, pasti ini tentang Geya atau cowok yang tidur bersama Geya.

Langkah kaki Ayu belum sampai di ujung pintu, namun seketika Ayu berhenti dan terdiam.

......................

1
ika
bapak ma anak berasa teman
suka dech
eMakPetiR
berusaha mngingat teman2nya Clara
sakha putra
reno-teman sakha
ardhana- kkak angkat Clara
narendra
arya


akeh e 😅
eMakPetiR
lompat dimari nih aq
Rosdiana Niken
cerita yang sangat bagus 👍👍👍
Lia Kiftia Usman
indah...u dinikmati.., baca ulang ini yg ke 2..masih tetap indah bacanya, karna saya juga dikelilingi sahabat2 terbaik hingga kini dari putih biru... rasa bahagia mempunyai sahabat ... tak ternilai.
Nani Desmiwati
keren
Ara
bahasanya jadi kangen teman2 kuliah 😭😭
haniaz
eng ing eng,,,,,
siapa ituuuuu,,,,,
jreng jreng jreeeeeeeeengggggggg😜😜😁😁
haniaz
waaahhh cucoookkk
gooodds
gue suka gaya lo mas bro arya😜
Regita Regita
sampai di bab ini,ceritamu bagus,tata bahasanya enak,penulisannya rapih.alur ceritanya ringan dan mudah di mengerti ,bacanya juga enjoy.jadi good..aku suka sampai lanjut terus bacanya marathon.terimakasih Author.💖
Rizkha Nelvida
makasih mbak 🤗
Rizkha Nelvida
mampir,,karena nengok ada komen dr Mak sephinasera👏☺️
trisep
kesini gara2 mak sera. ceritanya ringan. asik sihh.. keren abis.
ada Rendra jadi inget sama Anggi 🤭
salam kenal kayanya seru nih ngingetin pas jaman sekola 🤭
Siti Fajar Herlina
Lanjut Asa Lara Narendra
Siti Fajar Herlina
Ayu klw emang blm bisa terima apa yg Bagas lkkn dulu lbh baik dilepaskan sj benahi DL hatimu. bukan DG jalan gitu tp hatimu bimbang Dan ragu ngak baik klw dilanjutkan kalian akan sama2 terluka nantinya...
Siti Fajar Herlina
Asik Kali ya pny calon kyk Arya lucu ketawa trs...
Siti Fajar Herlina
Wah wah lanang hobi ghibah jg tho... pas baca awal Ora ngudeng "menarik" opo iki ternyata eh ternyata dasar ya...
Siti Fajar Herlina
ikutin Mak Sera ah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!