Nidia seorang gadis yg cerdas dan mudah bergaul yang hidup disebuah kota kecil. dia juga ramah dan perhatian terhadap orang-orang yang ada disekitarnya. meski kecantikannya dianggap rata-rata, tp dia banyak disukai karena kepribadiannya.
suatu ketika, dia memilih meninggalkan kampung halaman karena pria yang bertunangan dengannya selama setahun, menghamili temannya sendiri.
orang tua Sopian tunangannya itu, memaksa Sopian untuk tetap menikahi Nidia dan hanya memberikan biaya saja kepada anak yg dikandung Sopian dr wanita lain. tapi Nidia menolak. dia tidak mau menikah lagi dengan pria yg nyata-nyata tidak setia bahkan sebelum menikah.
kisah hidupnya dimulai saat dikota besar, meski dia hanya berharap mampu menjalani hidup yang sederhana tp segalanya terasa menjadi rumit.
mulai dari pertemuannya dengan Bu Saraswati dan Putranya Haikal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mitha Rhaycha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Carikan satu untukku
Suasana makan terasa sangat canggung. Nidia makan dengan tak nyaman karena haikal selalu menatap kearahnya. untunglah Bu Saraswati tidak terlalu memperhatikannya karena dia masih merasa marah dengan sikap haikal sejak semalam.
"Kalau kondisi mama semakin membaik, kita berdua akan pulang kerumah besar"ucap bu Saraswati disela makannya sambil menoleh kearah Nidia"mama mulai nggak betah disini"
"em.. Nidia ikut apa kata mama"jawab Nidia sambil tersenyum kearah Bu Saraswati.
"mama akan tetap disini"sela Haikal. tapi wanita paruh baya itu bersikap tak perduli
"kamu akan mama ajak ke kantor, kamu bisa lihat-lihat dan pilih pekerjaan apa yang kamu suka di Mall"Bu Saraswati menambahkan. Haikal mendesah kesal. begini ni mama kalau lagi ngambek. sekarang bahkan lebih parah lagi ngambeknya karna ada Nidia yang jadi teman curhat.
"baiklah... aku mengalah.."haikal menyela ibunya dan wanita itu menatap heran
"mengalah soal apa?"
"mama pilih kan satu wanita untukku, yang siap jadi istriku" Bu Saraswati menatap tak percaya apa telinganya salah mendengar? Nidia juga menatap Haikal dengan heran
"kamu serius?"tanya bu Saraswati
"tentu saja... "Haikal melanjutkan makannya. melalui sudut matanya, dia mampu menangkap sang mama mencolek gadis disampingnya seraya tersenyum. tapi dia berpura-pura tak menyadari.
"Baiklah... kita sudah sepakat, ada Nidia sebagai saksi. dan juga... bik.. bik sumi, bik Asni kemari sebentar"panggil Bu Saraswati kearah dua pembantu yang sibuk di dapur. seketika mereka bergegas mendekat karena merasa heran.
"ada apa nyonya?"tanya bik sumi
"nih.. tuan muda kalian menyerahkan masalah calon istrinya sama saya. kalian jadi saksi bahwa siapapun yang aku pilih buat jadi istrinya dia tidak ada alasan untuk menolak"bik Sumi dan bik Asni saling berpandangan. apakah akhirnya pak haikal bisa melepaskan nona bela?
"Pilihan Nyonya pasti yang terbaik"jawab bik Asni bersemangat dijawab anggukan oleh bik Sumi.
"Baiklah.. ini sudah final, tak ada alasan buatmu untuk menolak..."wajah Bu Saraswati mencari cerah seketika. "Makan yang banyak Nak, kamu harus kuat dan sehat untuk menghadapi hari esok"kata bu Saraswati kearah Nidia seraya menyendok beberapa potong daging sapi dan sayuran kedalam piring Nidia.
"Nidia sudah kenyang, Ma."sela Nidia saat mendapati piringnya kini terisi penuh kembali.
"Makanlah.. sudah mau sebulan kamu disini tapi makanmu hanya sedikit. lihatlah kamu sangat kurus" Nidia kehabisan kata-kata. bagaimana bisa dia sekarang menjadi kurus dimata Bu Saraswati? perasaan tubuhnya sedang-sedang saja. tidak gemuk dan tidak juga kurus.
Melihat Nidia yang bengong malah membuat Haikal jadi gemas "ada syarat untuk bisa menjadi istriku" ucap haikal sambil tidak melepaskan pandangannya pada Nidia.
"syarat apa yang mau kamu ajukan?"tanya bu Saraswati
"Dia harus cantik..."
"Sudah pasti. pilihan mama bukan hanya cantik, tapi juga baik dan sholehah"ucap Bu Saraswati dengan penuh keyakinan.
itu bukan aku..batin Nidia. akukan tidak cantik
"Dia harus pintar.."tambah Haikal
"Tenang saja... Dia lulus sarjana dengan nilai akademik terbaik, sudah pasti dia pintar"Bu Saraswati menambahkan penuh keyakinan. dia sudah menyelidiki pendidikan Nidia, dan dia adalah seorang Sarjana Pendidikan islam.
Haikal menopang dagunya dengan kedua tangannya "ada yang paling penting" katanya seraya menatap lekat Nidia "Dia harus siap memberikan anak yang banyak untukku"
uhuk..uhuk
Nidia tiba-tiba tersedak mendengar ucapan Haikal "pelan-pelan Nak.."Bu Saraswati menepuk-nepuk punggung Nidia. kemudian dia melotot pada Haikal"kamu keterlaluan, mana ada gadis sekarang yang siap melahirkan banyak anak?"
Haikal menghela nafas menampilkan ekspresi kecewa" padahal aku berharap mendapatkan wanita yang siap melahirkan banyak anak untukku "katanya dengan nada kecewa
"tidak ada gadis yang seperti itu sekarang"Bu Saraswati membentak marah"bilang saja kamu belum siap melupakan wanita itu"
"Maa.. ini tidak ada hubungannya dengan Bela. bukankah aku sudah mengikuti kemauan mama? "haikal sudah berdiri dari duduknya" semalam aku bermimpi ada gadis yang mengatakan siap melahirkan banyak anak untukku"katanya sambil memeluk bu Saraswati dari belakang. matanya menatap lekat pada Nidia yang hanya mampu menunduk dengan gelas ditangannya. dia bahkan sudah lupa berapa gelas air yang diminumnya pagi ini" mama harus carikan untukku. kalau mama menemukannya, aku siap menikah dengannya hari ini..."
"pergilah... kamu bikin mama tambah stres.."bu Saraswati menepis tangan putranya dengan kesal. Nidia pasti sudah ketakutan sekarang karena mendengar soal melahirkan banyak anak untuk haikal. Anak ini benar-benar tidak waras gerutu Bu Saraswati.
Nidia menunduk, tak berani menatap Haikal. pria itu tersenyum melihat wajah Nidia yang memerah. Dia berlalu dari meja makan saat Pak Sabar datang menyampaikan bahwa Ferdi sudah tiba untuk menjemputnya berangkat ke kota B.
Stlh baca komen²ny, baru tau klo ini adat Sulawesi Utara.
Thor, sedikit saran..utk nama kota/lokasi tdk perlu lah ditulis inisial kota A, daerah B dst...lebih baik ditulis lgsg dg jelas...agar kita sbg pembaca lebih paham..😄😄😄😄
masya Allaah....
orang baik maka akan d mudahkan oleh Allaah......
makasi umi.......
jd ingat cerita2 yg dikau buat dulu saat masih SMK.... menjadi penggemar setia yg selalu menunggu kelanjutan kisah dari novel yg d tulis d catatan buku akuntansi mu....
sayang dlu tidak seperti sekarang ya.../Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/