NovelToon NovelToon
Masuk Ke Tubuh Selir Terlupakan

Masuk Ke Tubuh Selir Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Elara terjebak dalam novel–bukan sebagai pahlawan, bukan juga sebagai penjahat, melainkan selir yang bahkan namanya kerap terlupa.

Lebih dari itu, ia adalah orang yang hanya ingin hidup tenang, bermalas-malasan, bahkan terlalu malas untuk melafalkan dialog yang ditetapkan untuknya.

Oleh sebab itu, sebagai tokoh pendukung yang bangkit dari kematian, ia tak berniat menuntut balas? Ia memilih tak ikut campur sedikit pun.

Namun, bagaimana jika alur malah berbalik dan membuatnya menjadi tokoh utama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Elara menatap Valerius. Ia harus berhati-hati. Jika ia menjawab dengan salah, ia bisa dituduh sebagai penyihir atau orang yang kerasukan. Dan di dunia ini, hukuman untuk itu jauh lebih buruk daripada dibakar di tiang pancang.

"Inkuisitor Agung," ucap Elara, suaranya terdengar sangat tulus dan sangat malas pada saat yang sama. "Apakah Anda percaya bahwa Dewa Matahari menciptakan alam semesta ini?"

"Tentu saja."

"Dan apakah Anda percaya bahwa Dewa Matahari Maha Tahu?"

"Tentu saja."

"Dan apakah Anda percaya bahwa Dewa Matahari bisa memberikan wahyu kepada siapa pun yang Dia pilih, kapan pun yang Dia mau?"

Valerius menyipitkan matanya. "Ya.. Itu adalah doktrin dasar."

"Kalau begitu," Elara menguap lebar, "mengapa Anda begitu terkejut bahwa Dewa Matahari memilih untuk memberikan wahyu tentang sistem pembukuan yang efisien kepada seorang selir yang hampir mati? Mungkin Dewa melihat bahwa sistem keuangan kerajaan ini sangat berantakan, dan Dia merasa perlu turun tangan. Apakah Anda sedang menuduh Dewa Matahari memiliki selera humor yang buruk?"

Valerius terdiam. Mulutnya terbuka sedikit, lalu tertutup lagi.

Elara melanjutkan, nadanya semakin malas. "Dengar, Inkuisitor. Saya hampir mati karena racun. Jantung saya berhenti. Secara teknis, saya sudah berada di ambang alam baka. Mungkin di sana, saya melihat sekilas kebijaksanaan ilahi. Atau mungkin saya hanya berhalusinasi karena kekurangan oksigen. Tapi yang pasti, hasilnya nyata. Kas negara surplus. Rakyat senang. Kuil mendapat sumbangan dari Guild Sutra. Apakah Dewa Matahari marah? Saya rasa tidak, karena kalau Dia marah, Dia bisa langsung membunuh saya lagi. Tapi Dia tidak melakukannya. Jadi, saya berasumsi Dia mengizinkannya"

Elara menatap Valerius dengan tatapan datar. "Apakah Anda ingin menentang keputusan Dewa Matahari yang secara eksplisit tidak membunuh saya?"

Aula itu meledak dalam gumaman. Beberapa pendeta tua langsung berlutut dan mulai berdoa. Logika Elara memang terdengar sesat, tapi secara teologis, argumennya sangat sulit dibantah. Jika Dewa memang Maha Kuasa dan Maha Tahu, maka fakta bahwa Elara masih hidup setelah seharusnya mati bisa diinterpretasikan sebagai kehendak ilahi.

Valerius menatap Elara dengan mata yang menyala-nyala. Ia tahu bahwa wanita ini sedang memutarbalikkan logika teologis untuk melindungi dirinya sendiri. Tapi ia juga tahu bahwa jika ia memaksakan hukuman sekarang, ia akan terlihat seperti orang yang menentang kehendak Dewa di depan ratusan saksi.

"Sidang ditunda," putus Valerius tiba-tiba, suaranya terdengar sangat tertahan. "Pengadilan Suci memerlukan waktu untuk.. Merenungkan argumen teologis Selir Elara. Kau dibebaskan untuk sementara waktu, tapi jangan meninggalkan ibukota."

Elara langsung berdiri, membungkuk cepat, dan berjalan menuju pintu keluar dengan langkah yang jauh lebih cepat dari biasanya.

Namun, sebelum ia mencapai pintu, suara yang familiar menghentikannya.

"Tunggu."

Kaisar Lucian berdiri di ambang pintu kuil. Ia mengenakan jubah hitam formal, dan di belakangnya, berdiri dua puluh pengawal kerajaan bersenjata lengkap. Matanya menyapu aula kuil dengan tatapan yang membuat para pendeta gemetar.

"Yang Mulia Kaisar!" Valerius langsung berdiri dari kursinya. "Kami tidak mengharapkan kehadiran Anda.."

"Aku tahu," potong Lucian dingin. "Karena kau sengaja tidak mengundangku. Kau ingin mengadili penasihatku secara diam-diam, tanpa perlindungan kerajaan."

Lucian melangkah masuk ke dalam kuil, jubahnya menyapu lantai marmer. Ia berjalan langsung ke arah Elara, lalu berdiri di sampingnya, menghadap para hakim gereja.

"Mulai hari ini," ucap Lucian, suaranya bergema di seluruh aula, "Selir Elara von Clervant berada di bawah perlindungan langsung Takhta Aethelgard. Setiap penyelidikan terhadap dirinya harus melalui persetujuanku terlebih dahulu. Jika Gereja Matahari ingin menuduhnya lagi, kalian harus mengajukan bukti tertulis ke kantorku, bukan menyeretnya ke kuil seperti penjahat."

Valerius menelan ludah. "Yang Mulia, ini adalah urusan internal Gereja.."

"Dan Elara adalah urusan internal istanaku," balas Lucian tajam. "Kecuali Dewa Matahari sendiri yang turun dari langit dan memberitahuku bahwa dia bersalah, aku tidak akan membiarkan siapa pun menyentuhnya."

Lucian menoleh ke arah Elara, dan tatapannya langsung melunak. "Kau baik-baik saja?"

Elara menatap Lucian. Matanya sedikit berkaca-kaca, bukan karena haru, tapi karena ia sudah sangat mengantuk dan stres.

"Yang Mulia," bisik Elara, "saya lapar. Dan kaki saya sakit karena berdiri terlalu lama di depan podium itu. Bolehkah kita pulang? Saya janji besok saya akan merancang sistem perpajakan untuk kuil-kuil agar Gereja tidak perlu lagi memeras rakyat kecil untuk biaya pemeliharaan."

Lucian tertawa kecil, lalu mengulurkan tangannya. "Ayo pulang. Koki sudah menyiapkan bubur truffle untukmu."

Elara langsung memegang tangan Lucian dan membiarkan dirinya dituntun keluar dari kuil.

Di belakang mereka, Aurelia menatap punggung Elara dengan kebencian yang nyaris meledak. Dan Valerius? Valerius menatap Elara dengan sesuatu yang jauh lebih berbahaya dari kebencian.

Rasa ingin tahu.

"Dia bukan orang biasa," bisik Valerius pada dirinya sendiri, matanya menyipit. "Pengetahuannya, cara berbicaranya, logikanya.. itu bukan dari dunia ini. Dan jika dia bukan dari dunia ini, maka dia adalah anomali yang harus diperbaiki."

Valerius menatap simbol Matahari Terbalik di dadanya.

"Kita butuh rencana yang lebih besar. Bukan racun. Bukan sidang. Kita harus menghancurkan sumber kekuatannya."

1
Wega Luna
disini elara harus mematuhi peraturan novel kah? lah kalo emang gitu ngapain harus dihidupkan lagi di novel ? kan aneh sudah ditime travel eh GK boleh ngerubah alur ceritanya,🙏
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Wega Luna
ternyata yg gelap itu putri mahkota aurelia sendiri🤣🤣🤣🤣🤣apa pendetanya buta semua yh,,,,wahai dewa matahari tunjukkan kuasamu untuk menghukum si aurelia gelap ini
Wega Luna
sederhana jawabannya dari awal kamu masuk ke tubuh ini seharusnya sudah berfikir dampak nya jika berbeda jiwa dan berbeda sifat ,kamu memilih menjadi diri sendiri tapi tidak berfikir dampaknya, jawab saja saya dihidupkan dewa lagi
Ray
🤣🤣🤣
Ray
🤭🤭🤭
Wega Luna
yg mau gimana lagi ,kamu sendiri lebih mentingin tidur daripada waspada , setidaknya harus bisa jaga diri apalagi hidup di kerajaan.
Ray
🤣🤣🤣
Ray
😄😄😄😄😄
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣GK takut gemuk kah nih anak makan tidur makan tidur GK aktivitas lain gitu
Wega Luna
akhirnya nira sekarang naik tingkat menjadi asisten pribadi elara sudah bawa buku dan pena kemana mana🤣🤣🤣🤣🤣🤣, mencatat hal hal random ,jadi ingat pertama kali jadi sekertaris🤣🤣🤣🤣diajak bos rapat atau ketemu klien harus ada memo pad dan stylus pen🤣🤣🤣jadi kebiasaan sampai sekarang,malah sekarang pake iPad 🤣🤣🤣dan kebiasaan itu nurun ke anak anak ku🤭🤭
Wega Luna
lucian itu kosakata bahasa modern,,,sebagai orang jaman purba kamu tidak akan paham🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
ayo digas elara,,,, keluarga mu itu perlu diberi kursus privat sedikit🤣🤣🤣🤣
Rina Yuli
gitu donk thor kalau punya cerita yang sering kocaknya biar kagak stres 🤭🤭🤭🤭
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kayaknya nanti sampai ending kalo kocak gini seru banget loh no drama drama ,selir elara harus pintar ngedrama biar lucian panjang umur kasian stress mikirin haremnya🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
ayo elara,,,kita bully selir badut ini🤣🤣🤣🤣🤣 tunjukkan kekuatan mu
Wega Luna
mantap ,👍👍👍ayo elara ajari mereka yg namanya perekonomian, pembukuan,dan bisnis 🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣itu adalah pelajaran pembukuan sederhana versi anak smk,,,,,lucian 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
lebih cocok jadi penasehat kerajaan daripada selir🤣🤣🤣🤣🤣
👑Lenny💣
Di tunggu kepanjutan nya, semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!