SINOPSIS Gara-gara kesetrum kabel charger HP yang ngelupas pas lagi marathon baca novel roman picisan jam 3 pagi, Aira (18 tahun)—cewek slakan, blak-blakan, dan hobi tawuran—terlempar masuk ke dalam dunia novel "Cinta Di Balik Seragam". Aira nggak bertransmigrasi jadi tokoh utama cewek yang polos dan teraniaya, melainkan jadi Aira Shena, tokoh figuran yang nasibnya tragis: mati dikeroyok geng motor di bab 20 karena dijebak sama antagonis utama. Ogah pasrah sama takdir, Aira bertekad acak-acak alur cerita asli. Dia yang tadinya pemalas dan tukang resek, mendadak berubah jadi cewek paling red flag, jago berantem, tapi cerdasnya ngga ngotak. Namun, aksinya malah bikin Langit, male lead dingin dan physco-lite yang harusnya benci setengah mati sama Aira, malah ketagihan ngejar-ngejar dia. Konflik makin rumit saat rahasia kelam keluarga besar mereka, perebutan tahta bisnis raksasa, tuduhan pembunuhan palsu, hingga pengkhianatan sahabat terdekat menghancurkan kehidupan sekolah mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IRISVEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 Makan malam?
BAB 28: "MAKAN MALAM ROMANTIS & BAYANGAN BARU"
Malam makin larut di kawasan Jimbaran, Bali. Deburan ombak melandai menghantam garis pantai berpasir putih, membawa hembusan angin laut yang sejuk. Di sudut private beach yang telah disewa khusus oleh Langit, sebuah meja makan bundar beratap kain kelambu putih berdiri di antara puluhan lilin kecil yang tertancap rapi di atas pasir, menciptakan suasana candle-light dinner yang amat hangat dan romantis.
Aira melangkah mendekati meja makan dengan gaun malam tipis berwarna hitam elegan yang membalut tubuh rampingnya, membiarkan punggung mulusnya terekspos tipis. Sementara Langit tampak luar biasa tampan mengenakan kemeja linen putih yang kancing atasnya sengaja dibuka santai, dipadukan dengan celana kain krem.
"Ini tempat yang lu maksud nggak ada tantangannya?" goda Aira seraya menduduki kursi kayu yang ditarikkan oleh Langit.
Langit menyunggingkan senyum tipis, menyiramkan jus anggur non-alkohol ke dua gelas kristal di atas meja. "Gue cuma mau lu ngerasain gimana rasanya diperlakukan kayak Ratu sejati, Shena. Tanpa ada desing peluru atau bau bensin dari motor."
"Dih, sok manis," cetus Aira, walau matanya tak bisa berbohong memancarkan rona kebahagiaan.
Makan malam berlangsung penuh kehangatan. Mereka berdua menikmati olahan seafood bakar khas Bali sambil berbincang santai—membahas masa depan sekolah, rencana kuliah Aira yang ingin mengambil jurusan hukum, hingga candaan tentang tingkah konyol Bimo dan Kenzo di Jakarta. Untuk pertama kalinya, tidak ada topik tentang pembunuhan, dendam, atau keluarga Adhitama yang merusak suasana.
Namun, ketenangan itu mendadak terganggu ketika Aira berpamitan sebentar untuk pergi ke toilet di restoran utama yang tak jauh dari pantai.
Saat Aira sedang membasuh tangannya di wastafel marmer toilet restoran, telinganya yang tajam mendengar suara langkah kaki mengendap-endap dari arah luar lorong yang sepi. Refleks insting bertarungnya yang terasah sejak kehidupan lalunya langsung menyala!
SREK!
Sebuah bayangan pria berjaket tebal serba hitam secara tiba-tiba menerobos masuk dari pintu samping, mencengkeram kain sapu tangan beraroma bahan kimia pembius dan mencoba menyergap Aira dari belakang!
Aira tidak panik sedikit pun. Dengan gerakan refleks secepat kilat, dia menundukkan kepalanya, menyikut perut pria itu dengan sikut kanannya—BUAK!
Pria itu meringis kesakitan, terdorong mundur dua langkah. Belum sempat pria itu menarik senjata dari balik sikat jaketnya, Aira memutar tubuhnya, mencengkeram pergelangan tangan musuh, lalu menghantamkan wajah pria itu ke tepi meja wastafel batu marmer hingga hidungnya berdarah!
BAM!
"Ngadangan cewek di toilet? Taktik murahan dari mana lagi nih?!" bentak Aira dingin sambil mengunci leher pria itu di lantai marmer menggunakan lututnya.
Pria itu meringis kesakitan di bawah tekanan lutut Aira, lalu menyunggingkan senyum licik bersimbah darah dari bibirnya. "Lu... lu pikir dengan nangkep Bramantara Adhitama... permainan udah selesai, Aira Shena?"
Aira menyipitkan matanya, mempererat kuncian di leher pria itu. "Lu anak buah Vanguard yang tersisa?"
"Vanguard cuma kaki tangan kecil!" desis pria itu terbatuk-batuk. "Di atas Bramantara... masih ada Sindicat Crimson... kelompok yang megah di seluruh jaringan bawah tanah Asia! Dan bos kita... baru aja ngeluarin sayembara lima puluh miliar buat kepala lu dan Langit!"
DEG.
Dada Aira berdesir tegang. Sindicat Crimson? Sebuah nama organisasi raksasa yang bahkan dalam cerita novel aslinya tidak pernah disebutkan secara gamblang! Jadi, kehancuran Bramantara rupanya justru membuka kotak Pandora yang jauh lebih berbahaya dan berskala internasional!
KLIK!
Pintu toilet mendadak didobrak dari luar. Langit melangkah masuk dengan raut wajah panik, diikuti oleh beberapa petugas keamanan restoran. Begitu melihat Aira sedang mengunci seorang pria bersenjata di lantai, mata Langit langsung memancarkan aura membunuh yang sangat pekat.
"Shena! Lu gak apa-apa?!" seru Langit, melangkah cepat dan langsung menarik pria itu dari lantai, menyudutkannya ke dinding dengan cengkeraman mematikan di tenggorokan.
"Gue gak apa-apa, Langit," tahan Aira santai seraya mengibaskan tangannya yang sedikit kotor. "Pria gila ini cuma kroco sewaan yang bawa kabar kalau ada organisasi bernama Sindicat Crimson yang mau nyawa kita berdua."
Langit membeku mendengar nama tersebut. Cengkeramannya di leher pria itu makin mengeras hingga pria itu hampir kehabisan napas.
"Crimson..." bisik Langit dingin. "Mereka bener-bener mau main-main sama gue."
Aira mendekati Langit, meraba lengan otot cowok itu untuk menenanginya. Aira menyunggingkan senyuman savage khasnya yang tak pernah pudar, menatap lurus ke dalam iris mata Langit yang siap meledak.
"Calm down, Kanebo," kata Aira mantap. "Mau Sindicat Crimson atau apa pun nama organisasinya... kalau mereka berani menyentuh ketenangan kita berdua, kita bakal bikin mereka bernasib sama persis kayak Bramantara dan Valerie!"
see you next bab 29
jangan lupa like dan komen jika suka cerita ini
dr deoaj baca agak bingung..
bukannya yang tau dia trans hanya si lajgit..kenzo & 1 nya lupan tadi namanya ?