Lusia Irene seorang dokter yang sedang sekolah spesialis onkologi di salah satu rumah sakit polisi. Karena dokter pembinanya adalah seorang polisi. Di usianya yang sudah dua puluh tujuh tahun Lusia belum perna membuka hatinya buat hadirnya seorang laki - laki. Karena traumanya atas rumah tangga orangtuanya yang berpisah karena adanya orang ketiga. Papanya berselingkuh di usianya sudah enam belas tahun. Apakah Lusia Irene bisa merasakan cinta hadir di kehidupannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tamat
Gio dan Lusy besoknya menyusul keluarga mereka ke Singapore. Tidak ada perayaan besar pada ulang tahun Kellen Lemo anaknya Kak Rahel dan Dokter Ronald Lemo Direktur utama rumah sakit Siloam. Hanya syukuran makan bersama teman - temannya disekolah. Namun Kellen merasa bahagia diusia lima belas tahun, ada adek, oma, opa serta uncle dan antienya juga. Gio dan Lusy tidak terlambat mereka pun bisa merasayakan kebahagiaan keponakan mereka.
Kallen meminta jalan - jalan ke studio universal, bersama adiknya Liu mereka menikmati semua wahana disana.Sebagai kakak dimenjaga adiknya dengan baik. Dari pagi sampai sore mereka ada di studio universal. Bermain, berbelanja dan makan. Orangtua mereka, bahkan oma dan opa membolehkan mereka berbelanja sepuasnya, namun kedua anak ini, tidak serakah ketika diberi kebebasan.
Keluarga Abraham menempati property mereka disana. Unit apartemen mewah tiga keluarga bisa ada di unit ini. Kebersamaan sangat di rasakan oleh Samuel Abraham, melihat istri, anak - anak, cucu serta menantunya, dia menyesali puluhan tahun yang lalu jauh dari istri dan anak - anaknya. Masa tuanya dia mau menebus semua yang dia lakukan. Selalu bersama keluarganya itu kerinduannya. Bahkan perna papi dan mami Gio pergi berlibur hanya membawa kedua cucunya.
"Gimana dek, profesi baru kamu."
"Kurang ada adrenalin pi. Biasanya aku kan tembak- tembak. Sekarang hanya duduk di balik komputer dan setiap dokumen."
"Tetapi papi dapat informasi Lusi selalu ada di kantor kamu."
"Itu wajib pi. Aku harus memicu adrenalin ku biar tetap semangat dalam bekerja."
"Kak nasehati adekmu jangan dia siksa istrinya terus."
"Aku sudah ingati mami, tetapi banyak saja alasannya akhirnya aku menyerah."
"Mana bisa Lusi menolak permintaan suaminya yang ganteng ini."
Makan malam bersama, serta membahas bisnis keluarga. Saran dari mami, papi, kakak dan adek sangat penting dalam membangun usaha keluarga mereka.
LIMA TAHUN KEMUDIAN
Gio dan Lusi Tuhan percayakan memiliki satu anak laki - laki lagi yang diberi nama Lucio Giovani Abraham yang sekarang berusia lima tahun. Sedangkan kakaknya Giorgio Luigi Abraham sudah berusia dua belas tahun.
Sedangkan kakak Rahel diberi anugerah dua anak kembar cewek yang diberi nama Hanna Lemo dan Debora Lemo. sedangkan Kellen baru saja menjadi dokter umum. Hanna dan Debora baru berusia satu tahun. Dikeluarga Abraham, Hanna dan Debora adalah rebutan semua kakak laki - lakinya menjaga dan menyayangi mereka. Cio yang baru usia lima tahun, menjalankan peran sebagai kakak dengan baik.
Papi membangun rumah yang besar buat kami semua, rumah itu jadi papi meminta kami semua tinggal di rumah itu. Karena papi tidak mau kami terpisah, bahkan dia mengaji kepala koki dan puluhan pelayan untuk membantu pekerjaan mami. Sedangkan kami anak - anak dan menantu hanya tugasnya pergi bekerja. Setiap malam kami akan makan di rumah bersama. Keinginan papi terlaksana. Di hari tuanya dia tampak bahagia. Bahkan dia bisa berlibur dengan kelima cucunya dengan membawa suster mereka. Kami orangtua mereka hanya menyusul.
Lusi sangat bahagia bisa ada dalam keluarga Abraham, dia disayangi oleh suami, mertua bahkan kakak iparnya. Kasih sayang Gio dengan kakaknya tertular kepada pasangan mereka masing - masing.
Gio sudah terbiasa dengan profesi barunya. Setidaknya setiap pulang kerja, tidak ada luka - luka di badannya, dia sudah tidak lagi mengkuatirkan orangtua bahkan istrinya dokter Lusia Irene Pong. Dia tidak berhadapan dengan musuh - musuh negara.