NovelToon NovelToon
Hati Seorang Wanita

Hati Seorang Wanita

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Aliansi Pernikahan / Tamat
Popularitas:835.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Triana mutia

Mengisahkan tentang seorang gadis bernama Rania Subagiyo, yang terpaksa menikah dengan seorang pria kaya demi biaya pengobatan ibunya

Sang pria yang bernama Galang Baskoro menikah untuk mendapatkan harta warisan, sedangkan sang pria sudah memiliki kekasih. Tetapi karena sebuah alasan dia tak bisa kembali pada saat itu

Hanya tiga bulan Rania terus meyakinkan dirinya bahwa dia harus bertahan dengan semua perlakuan kasar di rumah tersebut

Tanpa Galang sadari hatinya telah tercuri oleh Rania, sedangkan Rania benar-benar telah memberikan seluruh hatinya kepada Galang

Sang ibu yang menjadi penguat hati Rania meninggal dunia, dan kekasih Galang kembali dengan berbagai tipu muslihat, membuat Galang melakukan hal yang sangat menyakitkan bagi Rania

Sedangkan ada seorang pria lain di luar sana yang bersedia memberikan sebuah cinta yang tulus kepada dirinya

Dan semua kisah belum berakhir masih ada kejadian yang terus menimpa dalam hidupnya..


Apakah cinta bisa mengalahkan rasa benci ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triana mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Galang Dan Rania

Rania memutuskan untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu karena seluruh tubuhnya sudah lengket dengan keringat, bagaimanapun juga dia telah melakukan perjalanan yang cukup jauh untuk tiba ke kota asalnya tersebut

Rania mulai merebahkan tubuhnya di atas kasur lalu mulai mengaktifkan ponselnya, dia hanya berharap ada sebuah pesan yang masuk dari Adrian untuk memberikan sedikit penjelasan kepadanya. Tetapi itu semua tak terjadi tak ada panggilan ataupun pesan yang di kirimkan oleh Adrian

Rania mulai meletakkan ponselnya di meja samping tempat tidurnya, dan dia berusaha untuk bisa memejamkan matanya. Seluruh tubuhnya terasa lemas tetapi rasa kantuk tetap enggan untuk menghampiri dirinya

Ting.. Sebuah notifikasi dari ponselnya berbunyi, dengan cepat Rania langsung menyambar ponselnya

" Rania ini kak Revan, Adrian udah cerita masalah kalian, kamu sekarang ada di mana ? "

" Aku sementara di penginapan kak " dengan perasaan sedikit kecewa Rania membalas pesan tersebut

" Ya udah kamu istirahat aja dulu, besok kakak jemput ya "

" Ga usah kak nanti aku jadi ngerepotin kak Revan "

Melihat balasan sebuah penolakan Revan langsung menghubungi Rania

Tut.. Tut.. Tut..

" Ya kak "

" Besok kak Revan jemput, kamu bisa tinggal sama kakak aja "

" Aduh.. Ga usah kak "

" Ya udah kalo kamu segan, kak Revan punya apartemen yang udah lama ga di pake. Sementara kamu bisa tinggal di situ "

" Tapi kak.. "

" Rania dengerin apa kata kak Revan, kakak ga perduli apapun yang terjadi antara kamu sama Adrian. Tapi anak dalam kandungan kamu itu ponakan kakak " dengan tegas

" Tapi Kak, anak ini kan " ragu-ragu

" Sekalipun kamu mau bilang itu anak dari Galang, Galang itu sahabat kak Revan. Jadi kak Revan tetap punya kewajiban buat jaga kalian berdua "

" Maaf kak tapi aku ga mau ngerepotin "

" Kamu salah Rania, kamu ga pernah ngerepotin harusnya kakak yang ucapkan terima kasih sama kamu. Karena kamu.. " lirih

" Aduh hampir aja keceplosan, semoga aja Rania ga curiga "

" Maksud kakak ? aku kenapa kak ? " terselip perasaan penasaran di dalam hati Rania

" Kamu telah memberikan kebahagiaan kepada Adrian di detik-detik terakhirnya "

" Ya kan kakak udah nikah sampe sekarang kakak masih belum punya anak, jadi kan bisa sekalian kakak dan istri kakak belajar buat ngurusin anak " gugup

" Kenapa aku ngerasa ada yang aneh sama kak Revan ? "

" Pokoknya besok kak Revan jemput kamu ya, kamu pilih aja mau tinggal di rumah kak Revan atau apartemen "

" Iya kak, makasih ya kak " dengan berat hati

" Ok " Revan langsung memutuskan sambungan teleponnya

Rania kembali mencoba memejamkan kedua bola matanya, sambil terus terbayang ucapan apa yang tadi hampir terlontar dari bibir Revan ? karena terlalu lelah akhirnya Rania berhasil juga terlarut ke alam mimpinya

" Hai sayang "

Adrian memeluk tubuh mungil Rania dari belakang dan mengelus perut Rania

Rania membalikkan tubuhnya dan langsung memeluk tubuh Adrian dengan sangat erat, Rania benar-benar merindukan sebuah kehangatan yang selalu di berikan oleh Adrian. Tiba-tiba saja air mata terjatuh dari pelupuk mata Rania

" Kakak jahat " lirih

" Maaf ya sayang " dengan lembut dan mulai melepaskan pelukannya

" Rania kamu harus kuat, kamu harus jaga anak kita dengan baik ya "

Rania menjawab dengan anggukan kepalanya

" Ya udah kakak pergi dulu ya " Rania sempat menggenggam tangan kanan Adrian

" Jangan pergi kak, Nia tau Nia salah di hati Nia masih ada orang lain. Tapi Nia udah janji Nia akan selalu temanin kakak " dengan air mata yang sudah mengalir deras

" Maaf sayang kakak harus pergi "

Adrian mulai melepaskan genggaman tangan Rania dan melangkahkan kakinya menjauh dari Rania, Rania terus berlari mengejar Adrian dan berteriak memanggil nama Adrian. Hingga suara teriakan yang terlepas dari bibirnya membangunkan Rania dari tidurnya

" Ga.. Ga mungkin ini pertanda yang sama kayak ibu kan ? "

Rania menghapus air matanya yang keluar dengan sendirinya, dan melihat ke arah jam ternyata menunjukkan pukul sembilan malam. Dengan cepat Rania mencari ponselnya dan langsung menghubungi Adrian

Tut... Tut.. Tut... Panggilan pertama tak mendapatkan respon apapun dari Adrian

" Ga.. Aku yakin kak Adrian baik-baik aja, dia orang baik. Aku mohon kak jawab telpon aku "

Tut.. Tut.. Tut.. Rania kembali menghubungi Adrian

" Ya Nia "

" Terima kasih Tuhan ternyata hanya mimpi, mungkin aku aja yang terlalu terbiasa di samping kak Adrian "

" Maaf kak kalo aku ganggu kakak malam-malam begini, apa kakak baik-baik aja ? "

Tanpa sadar pertanyaan itu terlontar dari bibir Rania

" Apa kamu ngerasain sesuatu sayang ? maaf ya kalo aku udah bohongi kamu. Aku ga mau kamu jadi depresi seperti mama aku dulu, aku tau hati kamu belum sepenuhnya untuk aku. Tapi kamu yang sekarang sudah bergantung sama aku sayang, aku ga mau kamu akan sedih melihat kepergian aku untuk selamanya "

" Aku baik-baik aja, apa kamu butuh sesuatu di sana ? "

Adrian mencoba menutupi segala kesedihannya

" Oh ga kak, aku ga butuh apapun. Ya udah kalo gitu kak, selamat malam "

" Malam Nia, selamat istirahat "

" Ya kak "

Rania langsung memutuskan sambungan teleponnya

" Aku harus kuat demi anak aku, aku ga bisa terlalu bergantung dengan kak Adrian. Kak Adrian juga berhak bahagia "

Rania merasakan sedikit lega di dalam hatinya mendengar Adrian baik-baik saja, tetapi tak dapat dia pungkiri ada perasaan yang mengganjal di dalam hatinya

Sedangkan di seberang sana setelah mendengar suara Rania, hati Adrian merasakan bahagia dan sedih bercampur menjadi satu. Tanpa terasa air mata Adrian keluar dengan sendirinya

" Aku kangen banget sama kamu sayang, Nia aku tersayang. Aku akan selalu doakan kamu bahagia hingga nanti Tuhan tak lagi membiarkan jantung ini berdetak " lirih

Detik demi detik berlalu entah mengapa malam itu Rania tak dapat lagi melanjutkan tidurnya, perasaan mengganjal itu tak kunjung hilang dari dalam hatinya. Rania yang merasa jenuh di dalam kamarnya, memutuskan untuk keluar dari penginapan tersebut dan langsung mencari taksi

Rania meminta supir taksi tersebut mengantarkan dia ke sebuah taman kota tak jauh dari tempat penginapan tersebut, Rania benar-benar membutuhkan sebuah ketenangan

Rania turun dari taksi setelah membayar ongkos dan ada mobil Galang yang baru saja melintas, Galang melihat Rania yang baru saja turun dari taksi. Dengan cepat Galang langsung menghentikan mobilnya

" Apa gw ga salah liat ? itu Rania. Ngapain dia di sini sendirian malam-malam begini ? "

Rania mulai melangkahkan kakinya ke arah salah satu bangku di taman tersebut, sedangkan Galang langsung menepikan mobilnya dan turun dari mobilnya. Dan tanpa Rania sadari ternyata dari kejauhan ada dua pasang mata terus saja mengawasi Rania

Galang yang sedikit cemas dengan keadaan Rania seorang diri dengan perut yang sudah nampak membesar berlari kecil hingga berada tepat di hadapan Rania

" Rania " Rania hanya bisa terdiam dan membulatkan kedua bola matanya karena terkejut

" Kenapa bisa ada kak Galang di sini ? "

Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊

Terima kasih 🤗

Mampir yuk kak ke karya aku Zahra Anak Yang Tak Berdosa S2 🤭

1
Darmawangsyah Dhamar
luar biasa .knpa baru ketemu novel begini..
Darmawangsyah Dhamar
bukan galang tapi adrian
Renova Simanjuntak
adrian,,kamu jd lakik koq,,ga jelasss giniii🤔
Darmawangsyah Dhamar
semoga tdk ada kekerasan fisik
Sur Tok
tdk lanjut, sdh malas bacanya
Darmawangsyah Dhamar: sama,malas juga.tpi semoga endingnya tdk mengecewakan.klu sampai raina jdi milik galak.maka ini akan jdi novel Kak Triana yang paling ....
total 2 replies
Jetva
si Revan ini sutradar atw apa..?? gue bingung ama ni cerita...sebenarx tokoh utama Rania apa Revan sih..??
Jetva
ini si Revan knapa aih..??
Jetva
REVAN TO LOL BIN O ON...
Shifa Burhan
ciri novel hasil dari pola pikir egois novelisnya
*pelakor dilaknat pebinor dipuja2
*jika pemeran utama pria (suami) menyakiti perasaan pemeran utama wanita (istri) adalah kesalahan fatal tapi ketika istri menyakiti perasaan suami dianggap biasa2 saja, bukan kesalahan
*kisah istri dengan peran lelaki lain diceritakan romantis tapi kisah suami dengan peran wanita lain diceritakan menjijikan
*istri ketika disakiti tegas pergi dan tidak mudah memaafkan dan mencari lelaki lain sedangkan suami ketika disakiti kayak pengemis malah dia balik yang mengemis kayak tidak ada wanita lain saja

novel ini memang disukai banyak reader wanita jablay dan egois karena karakter suami dibuat kayak lelaki bodoh dan pengemis
tapi 100% novel tidak akan disukai reader lelaki dan reader2 wanita yang menghormati dan menghargai suaminya
Raja Rosnenty
Luar biasa
falea sezi
anak dia ma istri laine mana
falea sezi
uda telat nenek, lampir knp guang trima secara galang ma istri nya dlu uda nyobain lah rania ma andrian g pernah di sentuh gk adil bgt kan
Marulak Siagian
👍👍👍👍👍
Only you
Biasa
triana 13: maaf ya kak kalau kurang memuaskan ceritanya...


karena itu baru2 belajar nulis
total 1 replies
Siti Rofiatin
Lanjut thoor
triana 13: Terima kasih dukungan nya kak


mampir kak ke cerita aku yang lain🤭🤭

ada beberapa cerita aku yang sudah tamat dan ada dua cerita yang sedang berjalan Kaka

terima kasih
total 1 replies
Eka Rauf Ginting
jdi mlas bacanya, di saat Adrian dtg rania terenggut kesuciannya,, miris bngt thor
Eka Rauf Ginting
ceritanya sllu wanita yg lemah,,murahan
Renova Simanjuntak
HAPPY ENDING...
triana 13: aku lebih suka cerita yang happy ending kak 😅
total 1 replies
Renova Simanjuntak
kpn..rania dan galang bikin anak??kan ga ada adegan tidur seranjang ama galang??
triana 13: di hari terakhir kak
total 1 replies
Idku Nursaman
padahal di saat kita sakit ada orng yg menyayangi kita bikin kita lebih semangat untuk sembuh...
triana 13: ya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!