NovelToon NovelToon
KETIKA AKU HARUS MEMILIH

KETIKA AKU HARUS MEMILIH

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Balas Dendam
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: Five Vee

Serafina Olivia mencintai Ravin Haryaka Arthadipa sejak ia berusia 17 tahun. Pria yang setahun lebih tua darinya itu, merupakan anak dari rekan bisnis sang papa. Tumbuh dan besar di lingkungan yang sama, membuat Sera semakin menyukai Ravin. Hingga suatu hari, rencana perjodohan dua keluarga pun terdengar. Tanpa berpikir dua kali, Sera pun menerima perjodohan itu demi bisa hidup bersama pria pujaan hatinya. Bahagia hanya terasa di awal cerita. Semuanya berubah, saat rahasia hati Ravin terungkap. Pria itu tidak pernah mencintai Sera. Hatinya hanya untuk wanita lain. Di tengah lelah menanti cinta Ravin yang tak kunjung berlabuh padanya. Sera pun di hadapkan pada dua pilihan. Bertahan dalam ketidakpastian dan sakit hati. Atau pergi untuk membebaskan hati dengan cinta yang baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Misi Pertama Yang Gagal.

“Non, bukannya itu mantan kekasih pak Ravin?”

Sera hendak membuka sabuk pengamannya saat Wira memberhentikan mobil di pelataran gedung apartemen. Namun, ucapan pria itu membuat Sera menghentikan tangannya, lalu menatap keluar jendela.

“Dimana, mas?” Tanya gadis itu penasaran dengan pandangan mengedar jauh.

“Itu. Baru saja keluar dari lobby apartemen.” Wira menunjuk ke arah pintu gedung.

Sera pun menajamkan penglihatannya. Mata gadis itu pun membola sempurna, saat melihat Rania berdiri tak jauh dari pintu masuk gedung apartemen bertingkat 20 itu. Kemudian naik ke dalam sebuah mobil taksi yang baru berhenti di hadapannya.

“Apa yang dia lakukan disini?” Gumam Sera.

Gadis itu teringat dengan pesan masuk ke ponsel Ravin semalam. Ada orang yang mengirim bahan makanan ke unit apartemen pria itu. Padahal, sudah lama tidak di tempati.

Kalau memang penyewa baru, kenapa harus melapor pada Ravin?

Apa mungkin Rania yang tinggal di apartemen Ravin?

“Tidak.” Teriak Sera, sehingga membuat Wira tersentak.

“Non. Ada apa? Nona baik - baik saja?” Wira memutar sedikit tubuhnya untuk menatap Sera dengan lekat.

Gadis itu menggelengkan kepalanya. “Mas. Kita ikuti taksi wanita itu.” Perintah Sera.

“Lalu bagaimana dengan urusan nona di gedung ini?” Tanya Wira.

Pria itu tentu hanya berpura - pura. Ia sudah mengetahui, jika tujuan Sera datang ke apartemen ini adalah untuk mencari tau tentang Rania.

“Rania lebih penting sekarang. Kita datang lagi nanti.” Ucap Sera.

Wira pun menuruti perintah sang nyonya. Ia melajukan mobilnya meninggalkan pelataran gedung apartemen. Kemudian mengikuti taksi yang di tumpangi oleh Rania.

Untung saja mobil itu belum jauh, sehingga Wira masih bisa mengejarnya.

“Jangan sampai kita kehilangan jejak dia lagi, mas.” Ucap Sera.

Wira mengangguk pelan.

“Non. Apa saya boleh bertanya sesuatu?” Tanya pria itu.

“Hmm.. apa, mas?”

“Apa nona mencari seseorang di gedung apartemen itu? Tidak mungkin bertemu klien sepagi ini ‘kan?” Tanya Wira kemudian.

Sera menghela nafas panjang. “Di sana ada unit apartemen milik kak Ravin, mas.” Ucap gadis itu kemudian.

“Lalu? Apa ada barang nona yang tertinggal?” Tanya Wira lagi. Ia tetap fokus mengikuti kemana taksi di depannya melaju.

“Saya hanya ingin tau, apa ada orang yang tinggal di apartemen kak Ravin sekarang? Karena semalam, saya melihat pesan masuk di ponsel kak Ravin, ada yang mengirim bahan makanan kesana.”

Sera memilih bercerita pada Wira. Karena kedepannya, pria itu yang akan selalu menemaninya untuk mencari tau tentang rahasia Ravin.

Tidak mungkin terus bersandiwara. Hanya akan membuat Wira semakin curiga dan melapor pada Ravin.

“Apa nona mencurigai mantan kekasih pak Ravin?” Tebak Wira.

Kening Sera berkerut halus. “Kenapa mas Wira bisa berpendapat seperti itu?”

Wira menyunggingkan sudut bibirnya. “Gadis itu baru saja keluar dari lobby gedung itu. Apa nona tidak menaruh curiga padanya? Ya, atau mungkin, dia memang memiliki tempat tinggal disana.”

Sera tak menjawab pertanyaan sang sopir. Ia tampak memikirkan sesuatu.

“Mas Wira. Apa mas mau membantu saya?” Tanya Sera kemudian.

“Tentu saja, non. Saya siap melakukan apapun perintah nona.” Wira kembali menyunggingkan sudut bibirnya.

‘Sepertinya kamu mulai mengijinkan aku untuk masuk, Sera. Aku pasti akan membantu kamu.’

“Setelah mengantar saya ke kantor nanti. Mas kembali lagi ke gedung apartemen tadi. Tolong cari tau, penghuni unit kamar 707.” Ucap Sera kemudian.

“Baik, non. Akan saya laksanakan.”

“Tetapi, mas Wira jangan menagatakan apapun pada kak Ravin.” Imbuh Sera.

“Nona tenang saja. Saya ada di pihak nona.”

Wira kembali memfokuskan dirinya pada mobil di depannya.

“Mau kemana dia?” Gumam Sera.

“Si-al.” Umpat Wira dan Sera pun terkejut mendengarnya.

“Ada apa, mas?” Tanya gadis itu.

“Taksi itu menerobos lampu lalu lintas, non. Dan kita kehilangan jejaknya.”

Sera menghela nafas panjang. Kali ini Rania lolos lagi. Ia harus segera mencari tau tentang wanita muda itu.

“Sekarang kita kemana, non?” Tanya Wira setelah lampu lalu lintas berwarna hijau.

“Ke kantor saja, mas. Perjalanan kita cukup jauh dari kantor. Saya ada meeting pagi ini.” Sera menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi.

Misi pertamanya gagal. Ia tidak mendapatkan hasil apapun.

“Maafkan saya, non. Saya janji, akan memberikan hasil penyelidikan apartemen itu hari ini.” Wira merasa bersalah melihat kekecewaan Sera.

“Tidak apa - apa, mas. Mereka yang salah karena menerobos lampu merah.”

.

.

.

Setelah mengantarkan Sera tiba dengan selamat di depan gedung Mahendra Corporation, Wira pun pergi untuk melakukan tugasnya.

Namun, ia tidak kembali ke gedung apartemen itu. Melainkan menghubungi seseorang yang selama ini di tugaskan untuk memantau Ravin.

Wira pun menepikan mobilnya di sebuah taman yang tak jauh dari gedung Mahendra Corp.

Pria itu membuka pintu mobil, namun ia tetap duduk di dalamnya. Wira kemudian menyalakan sebatang rokok, sembari menunggu panggilan teleponnya terjawab.

“Ada perintah apa, bos?” Ucap seorang pria dari seberang panggilan.

“Kirim gambar wanita yang tinggal di unit apartemen adikku. Mulai dari lobby, hingga masuk ke dalam apartemen. Dia sedang keluar. Pastikan kamu mendapatkan foto dengan kualitas terbaik.”

“Siap, bos. Apa ada perintah lain lagi?”

“Kirim sebelum makan siang. Kirim juga data tertulis, sejak kapan dia tinggal di apartemen itu.” Wira mengepulkan asap ke udara.

“Bukannya bos sudah mengetahuinya? Kenapa meminta lagi?”

“Lakukan saja yang aku perintahkan. Aku membutuhkan laporan tertulisnya. Kirim semua sebelum makan siang.” Nada bicara Wira naik satu oktaf.

Tegas dan tak terbantahkan.

“Baik, bos. Akan saya lakukan.”

Wira pun memutuskan panggilan secara sepihak. Ia kemudian menatap puntung rokok di tangannya.

“Ma. Sebentar lagi mereka semua akan hancur, ma. Aku akan membalaskan rasa sakit hati mama. Irene dan putranya harus merasakan apa yang mama dan aku rasakan. Dan si tua bang-ka itu, dia harus menebus kesalahannya sebelum dia ma-ti.”

Wira meremat sisa rokok ditangannya. Ia sama sekali tidak terpengaruh oleh rasa panas akibat sisa api di ujung gulungan tembakau itu.

Semuanya seakan sudah mati rasa. Bahkan semenjak ia berusia 10 tahun.

1
Naufal Affiq
hancur lah smuanya ravin
Elsker
karma will hit you hard...apa yang kamu tanam, itu yang kamu tuai
Elsker
cup cup cup kembang kuncup
Ilfa Yarni
sedikit LG kehancuran mereka ayo Raditya jg seta hancurkan mereka aku ga sabar nunggu mrk terlempar kejalanan terutama si jalang iirene
Ilfa Yarni
hsncurkanmereka Raditya sampe benar2 hancur
Naufal Affiq
kau harus sadar ravin,perbuatan mu sudah membuat sera untuk hidup bersama mu lagi
Aretha Shanum
ngapa berbelit"
sunaryati jarum
Seruuu.Ayo up rutin Thoor,tak tahu kelanjutan dan kehancuran Ravin
Ilfa Yarni
manfus kau ravinsrmoga saja Rajendra tmbh syok liar berita itu
sunaryati jarum
Ya harus sabar menunggu melihat reaksi Ravin dan Irene saat pengkhianatan Ravin di unggah.Semoga hari ini viral
sunaryati jarum
Pertarungan ibu anak ini bisa jadi celah Raditya dan Sera untuk memulai balas dendam.
Naufal Affiq
perang sudah di mulai,tinggal menunggu kehancuran keluarga mu ravin
Lee Mba Young
seru 🔥🔥
Elsker
seruuu nih pertarungan
Ilfa Yarni
bags bertsnfkarlah Malian sample slab satu kalian mati dan memudahkan wira bla dendam
Elsker
seruuu nih pertarungan ibu anak
Naufal Affiq
bertarung ibu dan anak untuk mengalah kan satu wanita.lanjut kan siapa yang menang pertarungan kalian
Elsker
kasih paham tuh suami laknat...enak ajah
Naufal Affiq
cerai aja cepat sera gak ada gunanya berlama-lama sama manusia yang gak pernah kita dianggap
sunaryati jarum
Kehancuran Irene ,Ravin dan Rania dimulai,kamu harus tegas dan membentengi diri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!