NovelToon NovelToon
Istriku Mantan Pembunuh Bayaran

Istriku Mantan Pembunuh Bayaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:23.8k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Update santai sesuai mood Othor 😋

Di rumah dia hanyalah ibu rumah tangga biasa, wanita lembut yang sayang anak dan cekatan mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Namun, bagaimana bila ternyata dia menyimpan rahasia yang tak biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#28

#28

“Sini,” pinta Papi Daniel pada keponakan cantiknya. 

Mayra terlihat keberatan menyerahkan kartu hitam sakti milik uncle kesayangannya itu, hingga keduanya sama-sama saling tarik menarik dengan alot. “Aku belum pakai, Uncle,” rengek Mayra, tak lupa memasang wajah super memelas agar Papi Daniel iba. 

“Waktu pakaimu sudah habis.” Papi Daniel menarik kembali kartu berwarna hitam tersebut. 

Tapi Mayra juga tak mudah menyerah, saat Papi Daniel menarik dengan kuat, maka tugas Mayra adalah mempertahankannya seratus kali lebih kuat lagi. “Nggak mau, minimal aku harus belanja satu benda, ada sepatu yang lagi aku incar, Uncle. Pliiiss—” Mayra kembali memohon. Tapi—

“Bang, jangan terlalu memanjakannya, dia tak akan pernah dewasa bila Abang terus menerus menuruti kemauannya,” cetus Bunda Adhis, seperti bom yang menghancurkan harapan setinggi gunung yang baru saja disusun oleh Mayra. 

“Bunda—” protes Mayra, wajahnya merengut manyun. “Bunda emang nggak pernah sayang aku, sayangnya cuma sama Abang dan Karl aja.” 

“Hush! Jangan bicara sembarangan, nggak boleh bicara begitu sama bunda kamu.” 

“Habisnya, Uncle. Bunda, tuh, kayak nggak pernah seneng liat anak gadisnya bahagia, selalu dilarang, lah. Diprotes, lah. Sebenarnya aku anak Bunda atau anak nemu di jalan, sih!” 

“Heeiii— ngomongnya dijaga,” tegur Daniel sekali lagi. “Mau jadi anak durhaka?” 

Mayra menggeleng, biar bagaimana tegasnya didikan sang bunda, Mayra tetap menyayangi wanita itu. Apalagi, menurut cerita orang-orang di sekitarnya, begitu panjang perjuangan yang harus dilalui Bunda Adhis agar bisa menimang bayi, yaitu dirinya. 

“Jangan suka marah-marah begitu sama bunda, nanti kalau bunda tiada, baru, deh menyesal.” 

“Oke, Uncle, terus kartunya gimana?” Ditengah haru, Mayra tetap menanyakan kartu sakti yang bukan miliknya. Papi Daniel geleng-geleng kepala, ia pun menyodorkan ponselnya pada Mayra. 

“Yeay! Thank you, Uncle!” pekik Mayra girang langsung memeluk dan mencium sang paman. 

Gadis itu bahagia bukan main, seperti anak-anak yang hanya diizinkan main game roblox di hari minggu. Tapi Mayra berbeda, di depan Bunda Adhis, Papi Daniel tetap menjaga marwahnya sebagai ibu yang harus dihormati. Tapi di belakang layar, Papi Daniel tetap tak bisa menolak permintaan sang keponakan. 

Mayra bersandar manja di pelukan sang paman, jemarinya lincah langsung berselancar di bawah pengawasan si pemilik ponsel. Tanpa ragu ia masuk ke situs jual beli online di official store brand sepatu yang sedang diincarnya. 

Lalu— 

Kling! 

Check out barang selesai, sepatu limmit edition seharga 30 juta, akan segera meluncur ke pemiliknya. 

“Sudah?” 

Mayra mengangguk senang, sekali lagi ia peluk dan cium uncle kesayangannya itu, “Tanks Uncle, pokoknya I love you full.” 

“Bukan karena ada maunya, kan?” 

“Nggak, dong. Pokoknya cintaku seluas angkasa raya.” 

Gombal sekali ABG absurd ini, meski begitu Papi Daniel senang bisa membahagiakan keponakannya. 

“Kalau Daddy?” Dean tiba-tiba ikut nimbrung. 

“Apaan, Daddy cuma patuh sama Bunda,” cibir Mayra. Sesungguhnya ia cemburu berat, karena sang daddy tak mencintainya sebesar pria itu mencintai istrinya. Jadi sikap Mayra pun biasa saja. 

Padahal selepas kepergian Mayra, ponsel Daddy Dean membunyikan notifikasi, pria itu pun membuka ponselnya. Dan— ta— da— surat tagihan masuk ke ponselnya. 

“Dasar semprul!” maki Daddy Dean. 

“Jangan lupa transfer, ya? Aku tak mau disalahkan istrimu karena memanjakan anak kalian. Bisa repot kalau dia marah, dan lagi aku tak berhak merayunya jika terlanjur marah, karena yang berhak merayunya cuma kamu. Tahu, kan, maksudku?” seringai Papi Daniel. 

Daddy Dean melempar bantal sofa hingga mengenai wajah kakak sepupu tengilnya itu. Usia boleh menua, bahkan sudah bercucu, tapi kelakuan masih suka berantem seperti saat mereka kanak-kanak. 

•••

“Aku yakin ada jalan keluar, kali ini percayalah padaku, karena sehebat apapun kamu di luar sana, saat di dekatku jangan coba membahayakan dirimu sendiri.” 

Lizie mengangguk haru, rasanya ingin ia cium sekarang juga pria itu, sayang nya suasana belum memungkinkan baginya untuk melakukannya. Karena mereka kini benar-benar terdesak, tak bisa melarikan diri, tapi melawan pun terdesak pasokan amunisi. 

Dua kubu masih saling tembak, kini ruangan di rumah Alan benar-benar sudah berbau asap mesiu dari senjata api yang digunakan sebagai alat pertempuran. 

“Komandan, ini benar-benar gawat, kita nyaris kehabisan peluru. Sementara diluar sana pasukan Alan semakin bertambah. Zion berpikir sambil melihat ke sekitar, tak ada yang bisa dijadikan senjata selain apa yang mereka bawa sebelum berangkat kemari. 

Lizie pun melakukan hal serupa, terlalu lama bersembunyi di balik punggung sang suami membuat kedua tangannya gatal ingin melakukan sesuatu, apa saja asal ampuh untuk menyelamatkan mereka. 

Louis berdiri untuk menembak, akan tetapi lengannya justru menjadi sasaran peluru yang melintas, “Akh!” pekik Louis, lalu kembali menunduk di tempatnya semula. 

“Kau tak apa-apa?” tanya Zion khawatir.

Beberapa saat kemudian, Lizie kembali dengan senapan baru. Wanita itu memanfaatkan senapan milik Alan yang dipajang di etalase salah satu ruangan. “Mubazir sekali, jika benda sebagus ini hanya dijadikan pajangan.” 

“Sayang, kamu dari mana?” 

“Aku tak bisa tinggal diam,” jawab Lizie. Tangannya dengan cekatan memeriksa peluru yang berada di dalam senapan. “Ada lebih dari cukup peluru, cukup untuk melumpuhkan beberapa orang,” kata Lizie yakin. 

“Aku bilang jangan lakukan apapun!” geram Zion. 

“Lalu kamu pasrah, kita semua terkubur di sini?” 

“Shit!” Zion mengumpat kesal, karena disaat begini ia terpaksa menyetujui keinginan istrinya. 

“Kalian berdua lindungi aku dengan sisa peluru yang kalian miliki.” 

“Sayang— biar aku yang melakukannya.” Zion terlihat masih keberatan dengan usulan istrinya. 

“Tak ada waktu lagi, jika tak segera dibereskan kita benar-benar akan terkubur di rumah ini.” 

Aksi saling tembak berhenti sejenak, karena dua kubu sama-sama saling menghemat amunisi. Asap yang semula mengepul tebal di udara, perlahan menipis hingga pandangan mereka tak lagi samar-samar. 

Zion melirik anak buahnya, dan ia merasa lega karena formasi mereka masih komplit. Meskipun, ada beberapa yang tertembak tapi syukurlah tidak di area vital yang membahayakan nyawa. Namun, jika tidak lekas mendapat pertolongan, maka mereka akan kehabisan darah juga. 

Lizie melongok sejenak dari balik persembunyian, lalu mengangguk memberi kode pada Zion dan Louis bahwa ia telah siap. 

Beberapa orang ikut mengangguk tanpa kata, lalu—

Zion, Louis dan yang lainnya menyerang lebih dulu, hasilnya beberapa orang anak buah Alan tertembak. Setelah itu, Lizie berdiri membidik lawan dengan senapan di tangannya. 

Jleb! 

Jleb! 

Jleb! 

Jleb! 

Tembakannya sungguh akurat, tepat mengenai lawan hingga langsung membuat mereka seketika terkapar. Termasuk asisten pribadi Alan. Lalu terakhir Alan sendiri yang roboh setelah peluru Lizie menembus perutnya. 

Namun, di sisa hela nafas terakhirnya, Alan mengarahkan tembakan pada Zion, Lizie melihat hal itu, namun, peluru terakhirnya sudah ia tembakkan. 

“Tidak!” lizie menjerit, ia melompat ke pelukan suaminya, hingga peluru Alan yang ditujukan untuk Zion justru bersarang di punggung Lizie yang tidak mengenakan rompi anti peluru. 

Dor! 

Dor! 

Dor! 

1
Shee_👚
wah kayanya zea bakalan punya adik inu
Shee_👚
ini kalau udah gese persis mayra kayanya, atau lebih2 dari mayra
Shee_👚
kayanya ada dendam tersembunyi zea sama Romeo🤣
Shee_👚
ampun bu gulu sampai hapal😂
Dozky 2 Crazy
😁😁😁 jgn cpt gede y Zea gemesss deh
Dozky 2 Crazy
😁😁😁 gemess deh
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sepertinya kalian berdua hamil 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
mantap nih 🤤
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
wah 🤣🤣🤣
vania larasati
lanjut
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
tertarik*
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
akhirnya nambah up jg🤭
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸: SEMANGAT KAK OTHOR 💪💪💪
total 4 replies
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
semangat up othor
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Habisin dulu baksonya,ga enak kl dingin 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul banget🤭🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 🤣🤣🤣
🌷Vnyjkb🌷
wowwwwww🙏🙏🙏🙏🙏💪💪💪💪💪❤️❤️❤️❤️❤️
🌷Vnyjkb🌷
👍👍🙏🙏❤️❤️❤️❤️❤️
Shee_👚
siap
Shee_👚
zain itu baksonya boleh buat aku gak🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!