NovelToon NovelToon
Dikiranya Numpang Hidup, Padahal Aku Bos Suamiku

Dikiranya Numpang Hidup, Padahal Aku Bos Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:82.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Mas bilang jatah uang belanja Nisa dipotong dua juta untuk Sisil. Nisa pikir, kalau Sisil sudah dapat uang tunai dua juta dari Mas Rian, buat apa lagi dia pakai kartu kredit atas nama Nisa? Lagi pula, Nisa kan cuma wanita bodoh yang nggak punya penghasilan. Nisa takut nggak sanggup bayar tagihan kartu kredit itu bulan depan."


Demi cinta yang ia kira tulus, Annisa yang baru berusia 24 tahun itu rela menyembunyikan identitas aslinya. Ia berpura-pura cuma gadis yatim piatu biasa saat dipersunting Rian, pria yang kini berumur 28 tahun. Annisa cuma ingin menguji—apakah Rian benar-benar mencintainya atau cuma mengincar hartanya.

Dan suatu hari, jawaban dari ujian itu makin jelas kelihatan.

Tiga tahun pengorbanannya. Tiga tahun penyamarannya. Tiga tahun kesabarannya menahan hinaan mertua dan ipar demi menjaga harga diri Rian ... semuanya dibalas dengan pengkhianatan murahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Terputusnya Ikatan

"Tindakan Anda berlutut dan berteriak-teriak di depan umum seperti ini tidak akan mengubah fakta hukum satu milimeter pun," lanjut Fandi dengan nada suara yang sangat halus namun tajam menusuk. "Jika Anda terus membuat kegaduhan dan mengganggu ketenangan Komisaris Utama kami, tim pengamanan akan mengawal Anda keluar secara paksa atas tuduhan perbuatan tidak menyenangkan di dalam ruang sidang."

DEG!

Kata-kata Fandi menghantam ulu hati Bu Rini dan Sisil hingga tak tersisa.

Dua orang petugas keamanan pengadilan bersama Pak Danu segera maju, memasang barikade untuk menjauhkan Bu Rini dan Sisil dari jalur berjalan Annisa.

Annisa merapikan kerah blazer kremnya dengan gerakan yang sangat lembut. Ia menatap Bu Rini dan Sisil untuk terakhir kalinya—sebuah tatapan yang menyiratkan kepastian bahwa pintu pengampunan telah terkunci rapat dan kuncinya telah dibuang ke dasar samudra.

"Mari kita keluar, Mas Fandi," ucap Annisa dengan suara lembut namun tegas pada Fandi.

"Mari, Annisa," sahut Fandi tenang, memandu Annisa berjalan melewati barisan pengunjung dan wartawan.

Annisa melangkah dengan anggun menyeberangi ruang sidang. Setiap ketukan sepatu hak tingginya berdenting teratur di atas lantai marmer, seolah menginjak-injak sisa-sisa manipulasi emosional yang dicoba oleh keluarga mantan suaminya.

Di belakangnya, Rian Hidayat hanya bisa berdiri membeku di dekat pintu tahanan. Air mata penyesalan yang teramat dingin merembes deras membasahi pipinya yang kotor.

Ia menyaksikan ibunya meraung-raung di lantai dan adiknya menangis histeris di tengah cemoohan para pengunjung sidang. Rian melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana ketamakan, kesombongan, dan rasa tinggi hati keluarganya dulu kini terbayar tunai dengan kehancuran harga diri yang seluas-luasnya.

"Nisa," desis Rian parau di tengah isakan tangisnya yang pecah.

Namun Annisa Septiani terus melangkah maju tanpa pernah menoleh lagi ke belakang. Ia berjalan beriringan bersama Fandi Prasetyo menembus pintu keluar utama, menyongsong kilatan lampu kamera dan masa depan barunya yang gilang-gemilang sebagai penguasa Vantara Land.

***

Beberapa hari kemudian...

Sinar matahari pagi menembus kaca patri ruang sidang Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Suasana di dalam ruangan berpendingin udara itu jauh lebih hening dan sakral dibandingkan keriuhan pengadilan negeri. Bau harum kayu jati bercampur aroma kertas berkas mendominasi ruangan.

Di balik meja hijau yang megah, Majelis Hakim Pengadilan Agama duduk berderet dengan jubah hitam berkerah hijau.

Annisa Septiani duduk di bangku penggugat bersama Pak Danu. Annisa mengenakan setelan blazer berwarna putih bersih dengan celana bahan berpotongan anggun. Wajah cantiknya tampak sangat tenang, matanya jernih memancarkan kedamaian batin dari seorang wanita yang telah sepenuhnya berdamai dengan masa lalunya dan siap menutup lembaran kelam hidupnya.

Di sudut ruangan, Fandi Prasetyo duduk sebagai saksi dan pendamping profesional. Pria itu tampil begitu rapi dan gagah dalam balutan setelan jas tiga lapis berwarna biru dongker. Kehadiran Fandi yang selalu siap mendukung posisi Annisa memberikan aura ketenangan tersendiri di dalam ruang sidang.

Sementara itu, di bangku tergugat, Rian Hidayat duduk dengan dikawal ketat oleh dua orang petugas kejaksaan. Pria berumur 28 tahun itu mengenakan rompi tahanan berwarna oranye di atas kemeja putihnya. Tangannya terikat borgol besi yang dingin. Wajahnya yang biasa dipenuhi kesombongan kini tirus, matanya merah dan cekung, dihiasi lingkaran hitam pekat akibat penderitaan batin di dalam sel.

Tok! Tok! Tok!

Hakim Ketua Pengadilan Agama memukul palunya dengan ketukan yang mantap, membuka sidang pembacaan putusan perkara perceraian.

"Sidang Pengadilan Agama Jakarta Selatan yang memeriksa perkara gugatan cerai nomor 882/Pdt.G/PN.Jkt.Sel antara Annisa Septiani binti Yusuf Al Ghazali sebagai Penggugat melawan Rian Hidayat bin Sutrisno sebagai Tergugat, dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum," ucap Hakim Ketua.

Hakim Ketua menarik napas panjang, membacakan pertimbangan hukum dan amar putusan akhir secara perlahan dan jelas:

"Menimbang bahwa Tergugat telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran atas janji taklik talak, melakukan perselingkuhan, serta terlibat dalam kasus tindak pidana penggelapan dan pencucian uang...

Mengadili:

Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya.

Menjatuhkan talak satu ba'in sughra Tergugat (Rian Hidayat) terhadap Penggugat (Annisa Septiani binti Yusuf Al Ghazali).

Memerintahkan Panitera untuk menerbitkan Akta Cerai secara resmi setelah putusan ini berkekuatan hukum tetap."

Tok!

Ketukan palu Hakim Ketua bergema nyaring di seluruh sudut ruangan.

Suara dentuman kayu itu bagaikan pedang tajam yang memutus seluruh tali ikatan pernikahan yang telah terjalin selama tiga tahun terakhir. Dalam satu ketukan, ikatan hukum dan agama antara Annisa Septiani dan Rian Hidayat resmi hancur tanpa tersisa.

Annisa menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan. Ada rasa lega yang luar biasa yang merayapi dadanya. Beban berat dan penderitaan dari pernikahan yang dipenuhi kepalsuan serta rasa rendah diri Rian kini telah terangkat sepenuhnya dari pundaknya.

Di bangku tergugat, Rian terduduk lemas. Kepala Rian terkulai pasrah ke dada. Air mata yang hangat dan dingin merembes deras dari balik kelopak matanya, membasahi rompi tahanan oranye yang mengenakan tubuhnya.

*/"Sah ... Kami resmi bercerai ...," batin Rian menjerit dalam keheningan yang menyiksa. "Nisa bukan lagi istriku ... Nisa sudah benar-benar pergi."

Pak Danu membungkuk sopan pada Hakim. "Terima kasih, Majelis Hakim yang Mulia."

"Sidang perkara gugatan cerai selesai dan dinyatakan ditutup," ucap Hakim Ketua seraya mengetuk palunya sekali lagi.

bersambung...

1
Nisa Via
skakmat 😂😂😂
Nisa Via
weeeehhh dah miskin duit miskin kesadaran diri pulak tuh laki"🙃🙃
Kar Genjreng
harusnya si waspada ya kalau sudah perasaan nya enak terus terang sama si pengawal ke naapa harus sungkan ya namanya juga mau celaka kan ga ada permisi,,
Halimah
Anisa ini pdhl udah punya feeling ga enak...Harusnya ditunda dl
vania larasati
lanjut
Mutaharotin Rotin
aduuuh Anisa sembrono 🫣🫣
Mutaharotin Rotin
kok cuma 1 bab Mak ghin 🥰🙏
Nar Sih
cerita mommy slalu bagus👍🥰
Nar Sih
semoga fandi bisa sgra menyelamat ksn mu anisa
Oma Gavin
feeling mu sudah bener kenapa tetap nekat jalan tanpa prasangka buruk
iqha_24
deg2an, mommy lanjuut
I Pehh
lanjut mom, sllu d tunggu upnya💪
Halimah
Udah ga waras nih Rissa
Cicih Sophiana
Rissa dari pada uangdi buang sia sia kan lebih baik untuk bersenang senang... misal nya belanja, ke salon atau jalan jalan ke luar negri kan asik... ini kok malah di buang sia sia ngasih makan orang jahat...
Teh Euis Tea
si rissa bodoh bgt punya uang bukannya hidup tenang pergi jauh dan memperbaiki diri ini malah di pake buat bayar orang untuk nyelakain anissa, mudah2an anissa dan calon bayinya selamat ya dan si rissa membusuk di penjara
Nar Sih
jgn sampai risa berhssil niat jht nya untuk mencelakai anisa
Wiek Soen
semoga saja Anisa selamat
Wiek Soen
rissa menggali kuburnya sendiri ❤️
Herman Lim
waduh moga aja GPP
vania larasati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!