"Kita tidak saling mengenal satu sama lain dan aku juga tidak mencintaimu dustin" Ucap Indira.
"Tapi aku mencintaimu saat ini maupun sampai aku menghembuskan nafas terakhirku ,dan aku akan membuat kamu mencintaiku " jawab Dustin.
________________. • .__________________
Menceritakan tentang perjalanan cinta antara Dustin dengan Indira yang penuh cobaan di awal pernikahan mereka karena sebuah perjodohan,Indira yang tidak mencintai dustin,namun Dustin mencintai Indira pada pandangan pertama.
Bagaimana kisah akhir cinta antara Dustin dengan Indira ,apakah pada akhirnya Indira akan mencintai dustin seperti dustin yang mencintai Indira ataukah Dustin menyerah untuk mencintai Indira ......
SELAMAT MEMBACA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24
"Dustin kamu bisa pergi sekarang ,ayah dan kakek menunggumu" ucap Indira tegas pada Dustin.
Dustin mengelengkan kepalanya ,"Tidak akan,aku tidak akan meninggalkanmu hanya berdua dengan orang ini" ucap Dustin.
"Dustin,jika kamu tidak menuruti perintahku ,aku akan membatalkan ucapanmu ,aku akan berbicara pada kakek atau paling parahnya aku akan melarikan diri ,cepat pergi " ucap Indira.
Dustin mengepalkan tangannya dan menatap Danial dengan tatapan tajam ,Dustin keluar dari ruang Indira dengan perasaan marah . Indira menghembuskan nafasnya kasar melihat kepergian Dustin.
Danial menatap ke arah Indira ,"Indira katakan padaku,kenapa pria tadi mengaku jika dia adalah calon suamimu,kamu merahasiakan sesuatu padaku" tanya Danial pada Indira.
Indira menatap Danial Sendu,"Bukan maksudku merahasiakannya padamu ,hanya aku bingung harus mengatakannya padamu ,di satu sisi aku tidak ingin menyakitimu tapi di sisi lain aku terpaksa Danial " ucap Indira.
Danial mengerutkan dahinya ,"Maksudmu apa Indira ,jangan jangan alasanmu menolakku saat aku mengajakmu menikah kemarin karena ini ,karena kamu memiliki pengantiku yang lebih kaya " ucap Danial marah.
Indira menggeleng ,"Tidak Danial ,kamu salah paham ,aku dijodohkan kakekku ,aku tidak mencintainya aku hanya mencintaimu Danial ,percaya padaku " ucap Indira.
"Tapi kamu akan menikah dengannya ,walaupun kamu tidak mencintainya tapi kamu akan menikah dengannya ,sedangkan aku ,aku harus menunggumu hingga berapa lama lagi Indira " frustasi Danial.
Indira menangis,"Maafkan aku Danial ,mungkin hubungan kita harus berhenti sampai di sini saja,jalan ini sangat sulit untuk kita ,semoga kamu mendapatkan pengganti ku yang lebih baik " ucap Indira.
Danial tersenyum remeh ,"Begitu saja kamu membuangku ,ingat hubungan kita sudah berapa lama Indira ,kamu bisa move on dariku sebegitu cepatnya ,kamu melepaskanku untuk perempuan lain dengan mudahnya " ucap Danial .
Indira menggeleng ,"Sebenarnya aku tidak mau begini Danial, tapi keadaan yang memaksakan kita mengambil jalan ini ,aku juga sangat bingung ,Danial " ucap Indira sambil menangis sesegukan.
Danial yang merasa tidak tega pada Indira pun memeluk Indira ,"Baiklah aku mengerti ,tapi aku tidak akan mencari perempuan lain ,yang aku mau hanya kamu Indira ,hanya kamu ,jadi jangan paksa aku untuk mencari penggantimu" ucap Danial.
Indira menatap mata Danial ,"Tapi sampai kapan kamu akan menungguku ,aku tidak bisa memastikan pernikahan ini sampai kapan " ucap Indira.
"Aku akan menunggumu " jawab Danial.
Indira tersenyum lalu memeluk Danial dengan tangan kirinya yang tidak sakit.
"Aku akan mencari cara untuk membatalkan perjodohan ini " ucap Indira yakin.
"Kamu yakin ingin menentang kakekmu?"tanya Danial pada Indira.
Indira mengangguk ,"Aku yakin ,aku sangat mencintaimu ,dan aku tidak akan membuatmu menungguku dengan waktu yang tidak bisa aku pastikan ,aku akan membatalkan perjodohan itu semampuku " ucap Indira.
Danial mengangguk ,"Aku akan selalu menunggumu " ucap Danial.
Saat Danial dan Indira sedang berpelukan ,Dustin yang belum pergi melihat dengan mata kepalanya ,Dustin melihat dari jendela ruang perawatan Indira.
Dustin mengepalkan tangannya marah , "Aku tidak akan membuat Indira jatuh dalam perangkap mu ,aku akan membuka mata Indira agar tahu sifat aslimu yang sebenarnya ,tunggu saja" ucap Dustin lalu meninggalkan tempat itu.
Indira dan Danial melepaskan pelukan mereka lalu Indira menyeka air matanya ,Indira melihat kue yang dibawa Danial untuknya.
"Apa kue itu untukku?" tanya Indira sambil menatap Danial .
Danial tertawa ,"Hahaha tentu saja ,untuk siapa lagi aku membawanya ,aku akan membukanya untukmu" ucap Danial lalu membuka box berisi kue itu.
Indira menunggu Danial membuka nya dengan antusias , setelah Danial membukanya ,Danial mengambil sendok lalu menyendoknya dan menyuapkannya pada Indira ,
"Ayo aaaa, buka mulutmu" ucap Danial.Indira tersenyum malu lalu membuka mulutnya ,
"emmmm ini sangat enak sekali,kamu tahu kalau aku suka kue rasa melon " ucap Indira.
Danial mengangguk ,"Apa sih yang aku tidak tahu tentang pacarku ini" ucap Danial.
Danial dan Indira tertawa bersama.