Terjerat akan pesona CEO tampan di kantor nya membuat Amel pusing sendiri menghadapi tingkah laku bos nya yang berubah -rubah
" BOS, sadarrrr kita hanya berdua di siniii, saya tidak mau ada karyawan lain yang melihat dan salah sangka."
" untuk malam ini, saya tidak akan membiarkan mu lepas Amel."
bulu kuduk Amel seketika berdiri dan mulai berjalan mundur, namun dia terhenti karena ada meja yang menghalangi nya.
" ayoo Amel, aku sudah tak sabar."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @cece riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab.28
Bintang kembali melangkah kan kaki nya ke dalam kantor penampilan nya kini sangat miris, dengan tubuh yang kurus, mata yang sudah berkantung, penampilan nya jauh dari kata baik.
Bintang terus melangkah dan pandangan nya tertuju kepada mejah Amel Bintang pun tersenyum sangat tipis " apakah anak kita sudah besar?" tanya nya dalam hati, namun setelah itu Bintang langsung masuk dan duduk di depan berkas-berkas yang hampir dua Minggu ini tak dia lihat, karna Bintang menyuruh langit untuk menggantikan nya selama dia tidak masuk.
Bintang menoleh ke arah orang yang membuka pintu dan ternyata langit.
" bang, " sapa langit Bintang hanya mengangguk saja, langit pun duduk di depan Bintang.
"bang, Lo jangan gini terus dong, papa khawatir kk Naya juga pasti sedih liat Lo gini terus, Lo setiap malam ngebunuh orang lebih dari satu bang, itu sih gak masalah bagi kita keluarga pesikopat, tapi liat ke adaan Lo bang, Lo sekarang jelek banget badan kurus mata berkantung, rambut panjang pokok ny Lo jelek deh." ujar langit panjang lebar untuk menyadarkan Abang nya, Roy dan Devan sudah sering menasehati nya, Bintang pun hanya mengangguk saja.
Setelah langit panjang lebar berbicara, Bintang pun mendekat ke arah langit, " maaf gue udah bikin kalian semua cemas." ucap bintang menepuk bahu adik nya itu.
Langit pun langsung memeluk Abang nya " gue tau Lo kuat bang, dan sekarang mending Lo pergi aja dulu untuk menenangkan diri Lo, dan memikirkan semua ucapan gue ." bintang pun mengangguk dan segera pergi Semua ucapan langit selalu terlintas di kepala nya .
" Mungkin memang udah saat nya, ingat bin, Naya gak mau liat Lo sedih dia rela pergi untuk nutupin penyakit nya, supaya Lo gak sedih jadi Lo harus bisa." ucap bintang menyemangati diri nya sendiri.
Di sini lah bintang sekarang, tengah duduk bersamaan air di bawah kaki nya, merasakan sejuk nya air.
Bintang merenungkan semua ucapan langit dan semua isi surat dari Naya.
Sekilas terlintas bayangan, di mana dia tengah duduk bercanda tawa beberapa tahun lalu bersama Naya, Bintang pun meneteskan air mata nya.
" bin kalau aku udah gak ada, kamu jangan sedih ya, karna kamu adalah tawa bagi aku bin."
Bintang pun tersenyum mengingat perkataan Naya, Bintang pun bangkit dari duduk nya sambil tersenyum.
" aku gak akan sedih lagi nay, karna kamu tetap ada di hati aku." ucap Bintang langsung pergi entah ke mana, namun hati nya sudah cukup tenang.
Sudah hampir 5 bulan Amel pergi meninggalkan nya, dan tak terasa sudah 4 bulan Naya ikut pergi meninggalkan Bintang.
Bintang sekarang sudah seperti semula, namun dia selalu menyendiri dan hanya berbicara bila ada perlu nya saja, namun langit bersyukur melihat ke adaan Abang nya, yang sudah tak sekurus dulu.
Bintang, memandang jendela luar apartemen nya, melihat langit sore yang sudah menggelap dengan rintihan hujan dan inilah saat yang dia senangi membunuh di saat hujan , mendengar rintihan kesakitan bersamaan dengan perih oleh guyuran hujan.
Bintang tengah memakai baju serba hitam dengan sarung tangan dan pisau kecil kesayangan nya, dia melihat ada Wanita cantik tengah duduk di halte bis .
" kelihatan nya ini seru." Bintang melancarkan aksi nya, hingga teriakan terakhir dan mata korban itu pun tertutup untuk selamanya.
" aku menyukai seni ku malam ini." ujar Bintang tersenyum puas, bagaimana pun dia memberhentikan kebiasaan nya, namun itu tak bisa terlahir dari seorang yang berjiwa pesikopat justru membuat bintang semakin senang membunuh begitupun dengan sepupu-sepupu nya, mereka merupakan vampir haus darah.
bintang pulang dengan banyak bercakan darah dia pun segera mandi dan merebahkan diri nya di kasur.
Karna kelelahan dia pun tertidur sangat pulas.
" Amel....!!" teriak Bintang bangun, dia bermimpi bertemu dengan Amel dia lupa janji nya untuk mencari Amel.
Bintang meminum air sampai habis berpikir sebentar dan dia pun kembali tidur, dia pasti akan mencari Amel, tekat nya sudah bulat.
Bintang, hari ini nampak jauh lebih beda dia sangat rapi dan terlihat bahagia, Bintang memasuki kantor nya dengan senyuman dan lihat lah para karyawan Bintang tengah menatap nya tak berkedip karna bos nya itu sangat tampan.
" Pak Bintang, Aaa calon laki gua noh." halu para pekerja nya.
Bintang pun melewati mereka, dengan satu senyuman.
Di sisi lain.....
Lia tengah sibuk melayani para pembeli Lia berkerja di restoran di suatu daerah pelosok yang cukup jauh namun pemandangan di sana tak ada dua nya sangat indah.
Restoran yang lumayan besar, dengan gaya klasik yang membuat banyak muda mudi yang menghasilkan malam nya di sana sambil memandang pemandangan tepi pantai yang sangat indah.
" Mami..." panggil anak kecil itu, Lia pun menengok dan tersenyum lebar melihat putri nya yang sudah terbangun dari tidurnya.
" Baik-baik ya sama bibi d rmh mami kerja dulu." ucap Lia anak kecil itu pun mengangguk.
Lia mencium pipi kanan dan kiri nya lalu pergi berjalan untuk sampai di tempat nya bekerja.
" hello smua." sapa nya seperti biasa .
" loh kok muka kalian sedih gitu?" tanya Lia heran Karna tak biasa nya mereka berwajah seperti itu.
" restoran kita akan di jual dan...kita akan pengangguran." ucap Elfa teman baik Lia.
Lia pun menjatuhkan tas yang dia pegang karna sangking terkejut nya, Lia pun cemas karna hanya di sini tempat dia mencari sesuap nasi dan membesarkan anak nya.
" kok bisa." ucap nya gemetar.
" Ada perusahaan besar yang membeli restoran kita dengan harga yang sangat mahal dan akan di buat seperti tempat wisata gitu." jelas Elfa, Lia pun mundar mandir sambil menggigit kuku nya gelisah.
" Kapan mereka ke sini?" tanya Lia emosi.
" Dua hari lagi li, gimana dong nasip kita." ucap Elfa sama seperti Lia yang terlihat cukup cemas.
" tenang aja fa, gua akan temui bos nya akan gue unyek-unyek kek ayam geprek." Emosi Lia, lihat saja dua hari lagi, Lia pastikan wajah orang yang membeli restoran ini akan sama persis seperti ayam geprek.
Sedangkan di sisi lain, bintang tengah rapat, untuk kepergian nya dan semua ke untungan dan kerugian jika dia membangun objek wisata di sana.
" wah kau sangat hebat bang, ke untungan kita sangat besar jika semua nya berjalan lancar." ucap langit.
" Dan ke untungan nya akan menjadi 3 kali lipat dalam setahun." sambung Devan berbicara.
Setelah lama berdiskusi tekat Bintang sudah bulat dan dua hari lagi dia akan segera pergi.
Tentang Mencari Amel, sekarang Bintang mungkin belum seutuhnya karna dia ingin pokus bekerja dulu dan membangun sesuatu di saat dia sudah menemukan Amel.
Hayo, akan kah Amel ketemu sama bintang yang kepo jangan lupa spam komen ya heheh
vote like karna author sangat berterimakasih kepada kalian semua yang udah setia baca cerita ini maaf up nya sedikit karna masih ujian dan dua hari lagi selesai pasti up banyak kok
5/Rose/
biar lama bacanya/Facepalm/
hehe.
kembang 2 sama kopi buat sarapan
eh emang kuntu/Facepalm//Facepalm/
tapi ga bisa komentar banyak banyak ya/Sneer//Sneer/