NovelToon NovelToon
Menikahi Pangeran Nakal

Menikahi Pangeran Nakal

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: micemicu

Pangeran Nicholas Veer Ralph, putra bungsu dari Raja Luther pemimpin Kerajaan Tharvis, terkenal sebagai seorang yang angkuh, pemarah, dan pemberontak. Bahkan reputasinya sebagai seorang pemain wanita telah tersebar luas di seluruh negeri. Sikapnya yang sangat berbeda dari kedua saudara kandungnya membuatnya menjadi sorotan. Demi mengubah perilakunya, Raja Luther berencana menjodohkannya dengan Putri Madeleine, dengan harapan bahwa pernikahan akan membawa perubahan. Namun, Nicholas menolak dengan keras dan malah mencari pasangan yang bisa dia kendalikan. Dalam pencariannya, Nicholas bertemu dengan Anastasia Rosalie, seorang perempuan baik hati dan lembut dari kalangan bawah. Dia menjebak Anastasia agar mau menikah dengannya untuk memenuhi ambisi pribadi, tanpa memikirkan konsekuensi yang mungkin akan terjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon micemicu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lepas Kendali

...⚜️⚜️⚜️...

Selain tradisi pembatasan hidangan daging tertentu pada hari Sabtu, ada satu agenda krusial lagi yang rutin dilaksanakan pada hari yang sama di Negeri Tharvis, yaitu turnamen ketangkasan di Arena Arion. Pertarungan persahabatan ini bertujuan untuk mengasah keterampilan bela diri para kesatria dan prajurit garis depan, memastikan mereka selalu berada dalam kondisi siap tempur jika sewaktu-waktu terjadi pergolakan dari dalam maupun serangan dari luar wilayah kekuasaan sang raja.

Biasanya, para kesatria akan mengenakan baju zirah lengkap dan menunggangi kuda-kuda perang yang gagah. Turnamen ini juga selalu dihadiri oleh Raja Luther yang sangat menggemari seni bertarung sebagai hiburan utamanya.

Tak hanya baginda raja, jajaran bangsawan tinggi juga berbondong-bondong memadati tribun untuk menyaksikan laga, sekaligus secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan mempertaruhkan koin emas demi mendukung kesatria jagoan masing-masing.

Bagi Nicholas, menyaksikan pertunjukan semacam itu sama sekali tidak membawa manfaat. Ia teramat membencinya. Namun, karena Anastasia terpancing oleh ajakan langsung dari Raja Luther yang membuatnya penasaran, Nicholas terpaksa mengalah dan sudi menemaninya bergabung di area tribun.

Anastasia dan Nicholas duduk berdampingan di area tribun khusus keluarga kerajaan yang dilapisi kain beludru merah. Berbeda dengan Pangeran William yang tampak ramah menyapa jajaran bangsawan dengan senyum sopannya dan wibawanya, Nicholas memilih mematung dengan raut dingin. Tatapan matanya lurus ke depan, memancarkan aura benci dan ketidakpedulian yang pekat terhadap sekelilingnya.

"Nicholas, tersenyumlah sedikit. Wajahmu terlihat seperti orang yang sedang terlilit utang besar," bisik Anastasia yang mulai lelah melihat suaminya terus merengut sejak tiba.

"Senyumanku terlalu berharga, Stasia. Aku hanya menyediakannya khusus untukmu," sahut Nicholas datar tanpa mengalihkan pandangannya. Jemari kekarnya bergerak meraih tangan Anastasia, menggenggamnya erat di atas paha sang istri.

Anastasia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala mendengar alasan klise itu.

Jauh di lubuk hatinya, Nicholas punya alasan. Ia menolak keras untuk berpura-pura ramah di hadapan kaum bangsawan yang dianggapnya munafik. Mereka semua hanya akan melempar senyum palsu kepada Nicholas demi menghormati posisi Raja Luther, namun di belakang? Mereka akan mencela tabiatnya habis-habisan. Di mata Nicholas, mereka semua tidak lebih dari sekumpulan sampah berwujud manusia.

Beriringan dengan dibunyikannya trompet tanda dimulainya turnamen, Eknath, Agast, dan Ramond tiba di tribun dan mengambil posisi duduk tepat di baris belakang kursi Nicholas.

"Selamat sore, Putri Anastasia," sapa Ramond ramah, yang langsung dibalas oleh Anastasia dengan anggukan kepala dan senyuman manis.

Nicholas hanya melirik ketiga sahabatnya dari sudut mata dengan tatapan mengintimidasi. Beruntung, jajaran lord muda itu sudah terbiasa dengan temperamen buruk sang pangeran, sehingga tidak terlalu ambil pusing.

"Psst..." Agast menyenggol pelan kaki Eknath dan Ramond menggunakan ujung sepatunya.

"Ada apa?" bisik Ramond jengah.

"Lihat ke depan. Perhatikan jemari Nicholas yang menggenggam erat tangan Putri Anastasia di atas pahanya," tunjuk Agast dengan gerakan dagu.

Eknath menoleh, mengikuti arah pandang Agast. Netranya menangkap bagaimana sepasang tangan itu saling bertautan erat tanpa jarak.

"Lalu, apa masalahnya?" tanya Ramond bingung.

"Sejak kapan seorang Nicholas yang angkuh mau memamerkan kedekatan fisik seperti itu di depan publik? Apakah dia sedang dalam kesadaran penuh, atau hanya sedang berpura-pura?" tanya Agast keheranan.

"Mana aku tahu. Kalau kau penasaran, tanyakan saja langsung pada orangnya!" ketus Ramond, sedikit kesal karena mengira Agast akan membisikkan informasi rahasia yang penting. Atau melihat di sekitar mereka ada wanita cantik.

Sementara itu, Eknath hanya memilih bungkam di tempatnya. Berbagai spekulasi berkecamuk di dalam kepalanya. Sejak berinteraksi dekat dengan Anastasia, Eknath menyadari betul bahwa wanita itu memiliki hati yang teramat suci. Rasanya tidak adil jika Nicholas, pria yang kerap bermain-main dengan kehidupan liat dan serampangan bersama wanita-wanita, mendapatkan ketulusan sebesar itu.

Namun, Eknath juga terjebak dalam dilema. Hatinya didera rasa bersalah yang teramat besar, mengingat ide awal untuk menjodohkan Anastasia dengan Nicholas bersumber dari mulutnya sendiri.

Gemuruh sorak-sorai dan tepuk tangan riuh seketika membubung tinggi dari arah tenda penonton yang memadati sekeliling arena. Babak pertama yang menampilkan laga tombak berkuda telah menemukan pemenangnya. Tombak milik kesatria berjubah kuning patah menjadi dua bagian akibat hantaman keras, membuatnya terhempas jatuh dari pelana. Sebaliknya, kesatria berjubah biru yang berhasil mempertahankan posisinya di atas kuda dengan kokoh dinyatakan sebagai pemenang.

Turnamen berikutnya adalah laga uji pedang, yang merupakan puncak acara yang paling dinantikan oleh seluruh penonton. Pertarungan ini akan mempertemukan Kesatria Stephen dan Kesatria Eilish, dua sosok kesatria terkuat yang dimiliki Tharvis saat ini. Semua orang tahu bahwa keduanya merupakan prajurit emas yang berulang kali menerima penghargaan kehormatan tertinggi dari Raja Luther.

Atmosfer arena kian memanas saat terompet perak ditiupkan. Stephen dan Eilish melangkah keluar secara bergantian ke tengah lapangan pasir, menggenggam pedang perak dan perisai baja mereka. Kedua kesatria itu tampak teramat memukau, baju zirah mereka bersinar gemerlap memantulkan kilauan cahaya mentari sore. Stephen mengambil posisi di sisi kiri, sementara Eilish bersiap di sisi kanan.

Nicholas melirik dari sudut matanya, menangkap ekspresi Anastasia yang mendadak berubah penuh kekaguman dan senyuman bangga saat menyaksikan kemunculan kedua kesatria itu.

Detik itu juga, gelombang kekesalan yang hebat kembali membakar dada Nicholas. Sudah berapa kali ia memperingatkan istrinya untuk tidak melemparkan senyuman kepada pria lain, terlebih kepada orang-orang seperti Stephen? Apakah Anastasia terlampau bebal untuk memahami perintahnya? Bodohkah dia?

Dengan gerakan gusar, Nicholas melepaskan genggaman tangannya dari Anastasia secara sepihak. Ia bersedekap dada dengan wajah mengeras, memancarkan sorot mata yang tajam bagai belati. Namun, Anastasia yang terlanjur terkesima dengan atmosfer arena masih belum menyadari perubahan drastis pada sikap suaminya. Pandangan matanya tetap terpaku penuh pada aksi seru pertarungan di bawah sana. Hal itu membuat Nicholas kian meradang.

"Wah!" Anastasia berseru kagum sembari menepuk kedua tangannya dengan bersemangat, terpesona oleh teknik pedang Stephen yang berhasil memanfaatkan kelengahan kecil Eilish untuk memenangkan laga puncak tersebut.

Arena Arion seketika berguncang oleh sorak-sorai para penonton yang memenangkan taruhan, kontras dengan sumpah serapah dari mereka yang harus kehilangan koin emasnya karena jagoannya tumbang.

"Kesatria Stephen benar-benar luar biasa. Aku tidak menyangka ia bisa menundukkan Eilish dengan gerakan secepat itu," puji Anastasia antusias dengan senyuman lebar. Namun, begitu ia menoleh ke samping, senyumnya seketika pudar perlahan melihat Nicholas tengah menatapnya dengan pandangan yang teramat mengerikan.

"Memang tidak salah Kerajaan Tharvis mengandalkan Kesatria Stephen yang begitu hebat dan gagah. Benar kan, Ni—"

Kalimat Anastasia terputus di udara. Tatapan mata Nicholas tampak menyala merah bagai bara api yang siap membakar apa saja, dengan rahang yang terkatup teramat rapat menahan murka.

"Aku juga bisa melakukan hal remeh seperti itu, bukan hanya dia!" bentak Nicholas kasar dengan suara tertahan. Pria itu seketika bangkit berdiri dari kursinya, lalu melangkah pergi meninggalkan tribun dengan tergesa-gesa.

"Nicholas! Kau mau ke mana?" Anastasia ikut panik dan bergegas bangkit untuk mengejarnya sebab ia tak mengerti apa yang terjadi pada suaminya, namun pergerakannya tertahan oleh jajaran lord di belakangnya.

"Putri Anastasia, ada apa sebenarnya?" tanya Agast kebingungan melihat ketegangan pasutri tersebut.

"Aku... aku rasa Nicholas sedang marah, tapi aku tidak tahu apa kesalahanku," jawab Anastasia gugup, matanya mulai berkaca-kaca.

"Putri Anastasia, tenanglah dan duduk kembali di tempat Anda. Biarkan aku yang mengejarnya ke bawah," tawar Ramond bergegas mengambil tindakan.

Mengingat kerumunan massa yang membeludak, langkah kaki Ramond tentu akan jauh lebih lincah dan fleksibel untuk mengejar sang pangeran.

Anastasia akhirnya mengangguk pasrah.

Namun belum sempat Ramond melangkah jauh, seisi Arena Arion mendadak dikejutkan oleh suara gemuruh riuh yang tidak biasa. Entah apa yang tengah terjadi di tengah lapangan pasir, hingga membuat ribuan penonton tiba-tiba berdiri dan berteriak histeris, padahal agenda turnamen telah resmi ditutup.

"Astaga... apa yang dilakukan Nicholas di bawah sana?!" seru Agast dengan wajah pucat, menunjuk ke tengah arena di mana Nicholas tampak tengah mengayunkan pedang pinjaman secara membabi buta ke arah Stephen.

"Apa dia sudah kehilangan kewarasannya?" Eknath menggeleng tidak percaya. Ia tidak menyangka Nicholas senekat itu turun ke lapangan pasir dan menantang kesatria terbaik kerajaan bertarung tanpa mengenakan pelindung zirah apa pun.

Apa yang sebenarnya berkecamuk di dalam kepala Nicholas? Apakah ia lupa bahwa kemampuan pedangnya tidak sebanding dengan Stephen? Ini murni tindakan bunuh diri!

1
Red Blossom
Thor biar Anastasia pergi dulu untuk menenangkan diri dan Nicholas menyadari kesalahannya yg fatal dan berjuang untuk mendapatkan maaf dari Anastasia
micemicu: bagus jg idenya wkwk
total 1 replies
noni hayati
ayo stasia..tinggalin..mengungsi..biarkan nicholas dgn kebodohannya
micemicu: wkwk ide yg baguss
total 1 replies
noni hayati
hbs nyakitin trus bersenang senang dgn org lain
micemicu: huhuhu iya nih parah nicholas
total 1 replies
Mymy Zizan
q nunggu Anastasya tau kelakuan nik
micemicu: wait and see kak😍
total 1 replies
Red Blossom
Thor Anastasia biar sama Lord Alfred aja.
micemicu: 🤭 nanti ceritanya jadi kisah cinta yg berbeda dong kak.. tp entar dipikirkan yaa
total 1 replies
paijo londo
kyaknya yg bakalan jadi budak cinta nih pangeran Nicholas deh sekarang kelihatan yg posesif sama Anastasia istri polosnya🤭🤭🤭
micemicu: iyaa nih, mulai rada rada diaaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!