NovelToon NovelToon
Koki Kesayangan Raja Naga

Koki Kesayangan Raja Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Li Yunru tiba-tiba bertransmigrasi ke zaman kuno setelah memakai cincin naga perak berisi ruang spiritual misterius. Bukan itu saja, dia juga menjadi koki spiritual yang mampu menyembuhkan segala jenis penyakit dan keracunan.

Berkat cincin naga perak juga, Li Yunru ditakdirkan menjadi pasangan sang raja naga putih penguasa wilayah utara—Bai Muzhi. Pria berwajah dingin yang jiwanya terluka akibat pedang antar benua ratusan tahun lalu itu, akhirnya menemukan satu-satunya penyembuh yang mampu mengobatinya. Perlahan, perasaan cinta tanpa sadar tumbuh di antara keduanya.

Rupanya kemunculan Li Yunru bukan hanya mengungkap banyak rahasia masa lalu, tapi juga membuat musuh di kegelapan mulai mengincar kekuatan tersembunyi dalam dirinya. Menghadapi misteri ribuan tahun lalu yang mulai tersingkap, mampukah Li Yunru melewati cobaan tersebut sampai akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Asing

Lan Peijun segera menangkap burung hitam sebesar ayam jago yang tanpa sengaja menabrak wajahnya. Burung itu ternyata seekor elang hitam berparuh kuning yang sangat dikenalnya. Bulu-bulu hitamnya tampak sedikit kusut.

Begitu mengenalinya, Lan Peijun langsung kesal. "Hei Sanfeng?! Apa yang kamu lakukan di sini? Masih sempat-sempatnya menabrakku?"

"Bersyukurlah yang menabrakmu adalah raja ini. Siapa tahu wajah putih kecilmu jadi lebih maskulin sepertiku."

"...."

Bukankah Bai Muzhi lebih pantas disebut wajah putih kecil daripada aku? pikir Lan Peijun.

Namun ia tidak berani mengucapkannya. Jika Bai Muzhi sampai mengetahuinya, mungkin nasibnya akan lebih buruk daripada sekadar ditabrak burung. Tatapannya lalu beralih ke kepala elang itu. Setelah mengamatinya beberapa saat, sudut bibirnya perlahan terangkat.

"Oh, benar saja. Kamu masih botak."

Kata botak menjadi hal paling sensitif bagi Hei Sanfeng saat ini. Tubuhnya langsung bergetar kecil, lalu meronta di tangan Lan Peijun seperti ikan yang dilempar ke darat.

"Diam! Siapa yang kamu bilang botak? Seluruh keluargamu botak!" teriaknya.

Bukannya Hei Sanfeng tidak ingin segera menumbuhkan bulu di puncak kepalanya yang gundul. Masalahnya, ia terlalu malu meminta bantuan siapa pun.

Jika raja elang hitam wilayah Heishin ketahuan mencari obat penumbuh bulu, orang-orang di wilayahnya pasti mengira ia kalah bertarung hingga kehilangan bulu. Lebih parah lagi, mereka mungkin diam-diam menertawakannya.

Sungguh memalukan!

Lan Peijun akhirnya melepaskan elang hitam itu karena khawatir ikut tertular kesialan. "Mengapa kamu di sini?" tanyanya datar.

"Humph! Wajar jika raja ini mengunjungi sepupunya sendiri."

Lan Peijun menatapnya tidak percaya. Alisnya sedikit terangkat. Sejak dulu Hei Sanfeng selalu sombong dan gemar berdebat dengan Bai Muzhi. Bagaimana mungkin sekarang tiba-tiba mengaku sebagai sepupu dengan penuh kasih sayang?

Lan Peijun langsung menyimpulkan bahwa elang jelek itu pasti memiliki niat terhadap Li Yunru, tetapi terhalang hubungan kekerabatannya dengan Bai Muzhi. Semakin dipikirkan, ia semakin yakin.

"Hei Sanfeng, jangan kira raja ini tidak tahu. Kamu pernah menculik gadis manusia itu, tapi tetap tidak bisa menjadi selirnya. Sayangnya, aku berbeda. Aku tidak punya hubungan darah dengan Bai Muzhi, jadi raja ini masih punya kesempatan mendekatinya. Kamu, elang kepala botak, benar-benar bernasib sial."

Baru saja selesai pamer, Lan Peijun merasakan hawa di sekitarnya berubah. Saat menoleh, Hei Sanfeng sudah bertengger di atas pagar gazebo sambil menatapnya tajam.

Sesaat Lan Peijun tertegun. "... Kenapa kamu menatapku begitu? Bukankah itu fakta? Jangan marah—AHHH!!!" Ia langsung melompat dari kursinya sambil mengelus punggung tangan yang memerah. "Botak, apa yang kamu lakukan? Mengapa mematuk tanganku?!" protesnya marah.

Rupanya Hei Sanfeng sudah lama menahan amarah. Ia langsung menyerang membabi buta tanpa belas kasihan dan kembali melayangkan beberapa patukan.

"Sudah kubilang jangan panggil aku botak! Apa telingamu tuli? Lagi pula, Hong Maxing saja tidak masuk ke mata gadis manusia itu, apalagi burung merak yang hanya tahu bertelur sepertimu!"

Lan Peijun buru-buru melindungi wajahnya dari serangan elang yang menggila. Tak tahan lagi, ia langsung keluar dari gazebo dan menjauh. "Saudaraku, kita para jantan tidak mungkin bertelur!" serunya.

Hei Sanfeng tak mau kalah. Ia langsung terbang mengejar. "Siapa saudaramu?! Kamu merak dan aku elang. Suku kita bahkan berbeda!"

"Bukankah kita sama-sama burung?"

"Hanya satu kelompok burung! Jangan mengaku saudara!"

Keduanya sama sekali tidak sadar bahwa Bai Muzhi dan Li Yunru sudah meninggalkan gazebo menuju tepi sungai. Ruu juga enggan berurusan dengan dua raja narsistik itu dan diam-diam mengikuti Li Yunru.

Sementara di belakang mereka, suara teriakan dan makian masih terus bersahutan. Saat Lan Peijun dan Hei Sanfeng akhirnya menyusul, Bai Muzhi sudah selesai membersihkan dua ekor ayam besar.

Di sisi lain, Li Yunru mulai menyiapkan bumbu untuk melumuri ayam. Dua ekor ayam itu masing-masing berbobot lebih dari delapan jin, sehingga bumbu yang dibutuhkan juga cukup banyak.

"Tidak mungkin memarinasi ayam selama lebih dari dua batang dupa. Jadi kita panggang saja sambil dioles bumbu," kata Li Yunru setelah memikirkan beberapa cara.

"Selama kamu yang memasak, tidak masalah," jawab Hei Sanfeng.

Baginya, ayam panggang tetaplah ayam panggang. Mana mungkin rasanya bisa seperti ayam goreng?

Tanpa membuang waktu, Li Yunru mencampurkan saus tomat, cuka, gula, kecap asin, dan bawang putih cincang ke dalam mangkuk besar. Setelah diaduk rata, terbentuk saus merah kecokelatan dengan aroma asam-manis yang menggugah selera.

Ia langsung melumurkan saus marinasi ke seluruh permukaan ayam hingga tampak mengilap. Sesekali tangannya membalik ayam agar bumbu merata sampai ke bagian bawah. Sambil menunggu api unggun menghasilkan bara, bumbu itu dibiarkan meresap sejenak.

Tak jauh dari gadis itu, Hei Sanfeng dan Lan Peijun bertugas menambah kayu bakar ke api unggun. Keduanya memastikan bara tetap cukup untuk memanggang dua ekor ayam.

Lan Peijun diam-diam memperhatikan wajah Li Yunru cukup lama. Semakin lama dilihat, semakin kuat pula perasaan aneh di hatinya. Ia merasa pernah melihat wajah seperti itu, tetapi tidak mampu mengingat di mana.

"Cantik, pernahkah aku melihatmu di suatu tempat? Mengapa rasanya kamu tampak familier?"

Li Yunru langsung menggeleng yakin. Ia baru tiba di dunia ini belum lama, jadi tidak mungkin pernah bertemu Lan Peijun. "Kita tidak pernah bertemu," jawabnya.

Lan Peijun masih tampak tidak percaya. "Oh, benarkah? Memangnya dulu kamu tinggal di mana?"

"... Sangat jauh. Jangan tanya," jawab gadis itu sengaja menghindar. Hanya Bai Muzhi dan Ruu yang tahu dari mana ia berasal, ditambah Nenek Caolan yang mengenali nenek kandungnya.

Melihat Lan Peijun terus mengajak Li Yunru berbicara, Bai Muzhi mulai mempertimbangkan mengusir burung merak itu setelah makan malam. Tatapannya sempat melirik pria itu sebelum kembali memperhatikan api unggun.

Langit semakin gelap dan udara dingin mulai menggigit kulit. Li Yunru dan yang lain berkumpul mengelilingi api unggun yang menerangi wajah mereka.

Elang hitam jelmaan Hei Sanfeng mendorong sepotong kayu bakar ke dalam api hingga percikan bara beterbangan. Ia masih kesal dengan rasa percaya diri konyol Lan Peijun.

"Burung jambul, jangan-jangan kamu mau bilang dia adalah pasangan takdirmu?" tuduhnya.

Sudut mulut Lan Peijun berkedut. "Jangan samakan aku dengan si tukang rayu Hong Maxing. Serius, Si Cantik ini terasa tidak asing bagiku."

Tiba-tiba Lan Peijun teringat sesuatu. Jika Li Yunru berambut hijau muda, gadis itu akan sangat mirip dengan seseorang yang pernah dilihatnya saat kecil. Namun ingatan itu sudah hampir memudar hingga wajah orang itu tidak lagi jelas di benaknya.

Hei Sanfeng sama sekali tidak merasa Li Yunru mirip siapa pun. "Jangan bohong! Aku tidak percaya!"

Lan Peijun memutar bola matanya. Lupakan saja. Berbicara dengan burung jelek itu hanya membuatnya ikut bodoh. Namun instingnya tidak pernah salah. Ia tetap merasa Li Yunru mirip dengan orang itu.

Saat itu usianya masih sangat kecil dan lebih sering menghabiskan waktu bermain, sehingga banyak kenangan masa kecilnya mulai kabur. Samar-samar, ia teringat seorang wanita tua bertelinga runcing dari ras peri hutan yang pernah datang ke suku merak ratusan tahun lalu. Meski wajahnya telah dipenuhi keriput, beberapa kemiripannya dengan Li Yunru sulit diabaikan.

Wanita tua itu juga pernah memasakkan hidangan spiritual untuknya. Masakannya sangat lezat. Bahkan setelah ratusan tahun berlalu, Lan Peijun masih mengingat cita rasanya.

Ia kembali menatap Li Yunru yang sibuk melumuri ayam dengan bumbu di dekat api unggun. Aroma bumbu yang mulai dipanggang perlahan membangkitkan kenangan lama di benaknya.

Mungkinkah semua ini hanya kebetulan?

Bisakah seseorang benar-benar memiliki kemiripan yang nyaris sama dengan orang lain?

1
Fatma nurhapsari
👍👍👍
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sepertinya sulur itu itu baik deh, kira-kira apa ya yang akan dia berikan pada Yunru🤔
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: wahhh, gak sabar menunggu mereka bertemu🙀
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
aduhh, novel horor🙀, pasti bikin merinding nih kalau novel horor, ahhh aku gak berani baca, takut kebawa mimpi 😭
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: kenapa gak bikin lanjutan cerita anaknya Li Chang Su sama Mu Xianzhai kak?? 🤭
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
tempramen sekali Xuan Bing, apakah Xuan Bing ini wujudnya seorang kakek-kakek🙀 ahhh kalau begitu aku mau cari yang lain aja, gak mau sama kakek-kakek🤣🤣😭
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: tapi sekarang kan dia udah kakek kakek kak/Scream/, masa aku suka sama kakek kakek 😭😭
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
pedang itu yaa, ohhh jadi namanya Xuan Bing /Shy/ wujudnya seperti apa tuh? apakah tampan?? /Awkward/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: 🤣🤣kan kalau mau dapatin Bai Muzhi udah gak bisa kak, soalnya dia kan pasangannya Yunru, jadi aku ngincer Xuan Bing aja, siapa tau dia juga tampan, soalnya kan Muzhi juga tampan 🤣😭🤣🤣
total 4 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
kalau gitu, sana tidur sama Bai Muzhi aja 🤣🤣 dia kan pasanganmu🤣🤣
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Yunruuuu/Curse//Curse/ bisa-bisanya kamu memikirkan uang disaat sudah diizinkan untuk menyentuh tubuh naga nya Muzhi/Facepalm//Facepalm/ yaampun, tapi kalau gak gitu, bukan Yunru namanya/Facepalm//Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
jadi seperti 🤣, kok aku merasa, bulunya tumbuh dengan lebat 🤣ataukah bulunya berbentuk keriting 🤣😭/Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: padahal lucu loh kak kalau nanti bulunya jadi keriting😭🤣🤣
total 2 replies
Erni Sasa
jangan ka biar aku blajar juga resep masakanya kebetulan aku belum pandai masakan china😌
Author Risa Jey: Oke deh, walaupun resepnya gak akan jauh-jauh dari kecap asin sih /Smirk/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
apakah sulur itu baik ataukah jahat?? tapi, semoga aja itu sulur bisa membantu Yunru /Slight/
Author Risa Jey: Baik kok harusnya. Penuh misteri /Casual/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
enggak kak, malah udah pas itu, kita jadi tau resep lain buat masak 🤭
Author Risa Jey: /Ok//Ok//Ok//Ok/
total 1 replies
ER
enggaa masalah thorr
mungkin kita juga bisa mencoba resepnyaa 😂
Author Risa Jey: Coba bikin, takaran kira-kira sendiri ya/Hey//Hey/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
aduhhh, gemes banget sama Muzhi yang tiap hari malu malu kucing sampai telinganya merah 🤣 ayo Yunru, buat Muzhi salah tingkah lagi 🤣🤣kalau bisa, tidak hanya telinganya saja yang merah, tapi juga wajahnya ikut merah 🤣🤣
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: tapi daripada dikasih sama mereka, lebih baik dijadikan kelinci panggang, kan lumayan tuh pasti dagingnya banyak🤣😭
total 9 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣pikiran macam apa itu
Author Risa Jey: /Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
akhirnya Muzhi jatuh cinta pada Yunru yeayyy, kalau nenek Caolan tau, wahhh, apa yang akan terjadi ya ketika melihat cucu nya ini dengan telinga yang memerah /Chuckle/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: 🤣🤣 boleh tuhhh, aku setuju🤣🤣
total 4 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣🤣ada" saja pilih dua duanya lah kalau bisa
Author Risa Jey: Oh, tidak bisa /Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
ayo usut tuntas Feiyu/Determined//Determined/
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣😭maak aku lagi badmood iih malah di pantatin
Author Risa Jey: /Smirk//Smirk//Smirk//Smirk/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
harusnya kamu tendang saja tuh si Ruu nya Yunru, biar dia naik tangga lagi, biar jadi kurus 🤣
Author Risa Jey: Yang ada mungkin pingsan duluan /Sweat/
total 1 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣heiii baru sadaar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!