mira seorang istri dari pandu, mira hanya seorang ibu rumah tangga dulu nya ia bekerja di salah satu perusahaan menjadi staf biasa . tetapi setelah menikah dengan pandu, ia di larang untuk bekerja.
***
pandu dan mira masih tinggal bersama kedua orang tua pandu dan adik nya. ibu nya melarang pandu untuk pergi dari rumah nya, gaji pandu juga kebanyakan ibunya yang ngatur. mira selalu bersabar dengan sikap pandu dan keluarganya. namun saat mira tahu pandu mengkhianatinya dengan tetangga barunya yang berstatus janda. Mira tak lagi memperdulikan pandu, ia juga tidak lagi meminta uang dan mira juga tidak menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isy_yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehidupan baru
Mira dan tika tidak menyaksikan pernikahan pandu dan tari, mereka lebih memilih untuk ke rumah bu Denok untuk mengambil barang barang milik mira.
Sesampai di rumah, pintu terbuka di ruang tamu doni sedang bersantai memainkan handphonenya.
"mbak mana yang lainnya , kok aku pulang gak ada orang sama sekali? " tanya doni saat melihat kakak iparnya pulang bersama tika
"ada di balai kampung. tik gua ke kamar dulu ya" jawab mira, lalu melihat ke arah tika.
"ok. gua tunggu sini. " ucap tika
Mira langsung pergi ke kamarnya, ia membuka pintu kamar tersebut. sebenarnya hati mira sakit, bohong kalau dia tidak merasakan sakit di saat pernikahannya hancur.
"terimakasih untuk selama ini mas, walaupun kamu jarang membuat aku bahagia di dalam pernikahan ini" lirih mira dengan getir.
Mira langsung mengambil koper nya memasukkan barang barang nya tak lupa ia juga mengambil surat surat nikahnya. mira akan mengurus surat perceraiannya jika menunggu pandu , mira tidak yakin pandu akan mengurus nya.
****
Sedangkan di ruang tamu, tika menungu mira sambil memainkan handphonenya . tak lama kemudian beberapa suara langkah mendekat ke dalam rumah.
"dasar warga kampung yang gak ada akhlak nya. ibu masih gak Terima anak ibu di arak seperti itu" sewot bu denok
pandu hanya diam, ia tidak bisa membalas perkataan ibunya. sedangkan pak pardi sedari tadi melirik terus ke arah mantu barunya.
"ehh ngapain kamu di rumah ku, mau maling ya! " tuduh bu Denok kepada tika
Tika hanya memutar bola matanya dengan malas, ia langsung menaruk handphone ke dalam tas kecil nya.
"hello , sorry yaa gak ada kerjaan banget gua maling di rumah situ. lagi pula nohh ada anak ibu di depan gua. " ucap tika, sambil menunjuk ke arah doni yang sedang kebingungan.
"apa sih bu, ini temen nya bak mira. dari tadi dia ada di sini kok" kata doni
"kalian darimana sih? aku pulang malah gak ada orang, lapar nih baru pulang dari futsal" kesal doni kepada keluarganya.
"diam kamu doni, kalau mau makan tinggal ceplos telor. " ucap bu Denok
tak lama itu, mira keluar sambil membawa kopernya, semua orang melihat ke arah mira. pandu mencoba mendekati mira.
"mir, kamu mau kemana? " tanya pandu dengan tampang bodohnya.
"keluar , kan aku sudah gak jadi istrimu. jadi aku keluar dari rumah ini" jawab mira santai
"bagus lah kalau kamu sadar, sana pergi.pasti langsung jadi gembel. tanpa anak ku kamu tidak bisa apa apa" ketus bu denok
"terserah bu denok saja" ucap mira
"ayo tik, kita pergi" ajak mira.
"mir tunggu" cegah pandu, namun tari langsung menarik tangan suaminya.
"mas, ngapain di cegah. ingat mbak mira bukan istrimu lagi, yang jadi istrimu itu aku sekarang" ucap tari manja
"maaf ya mbak, kalau mas pandu lebih memilih aku. yaa gimana ya.. mas pandu sudah tergila gila dengan ku" ucap tari pura pura sedih di hadapan mira.
Mira dan tika saling berpandangan
"aku malah berterimakasih sama mbak, sudah mengambil laki laki yang gak pantes untuk di pertahankan. cocok sih kalian sama sama menjijikkan" ucap mira, lalu ia melangkah pergi ke luar bersama tika.
tari mengepalkan tangannya, ia tidak Terima dengan perkataan mira.
"huhh sok kuat, aku yakin dia nangis bawang. mana mungkin kalau suaminya di gondol cewek lain gak akan nangis, tchihh" batin tari.
****
Sedangkan di mobil
"anterin gua cari kontrakan tik buat sementara, sampai gua nemu rumah yang tepat buat gua beli! " pinta mira, tika menoleh ke arah mira
"lu gak mau tinggal bareng gua buat sementara? " tawar tika kepada sahabatnya ini
"enggak mau lah, gua gak mau tinggal sama lu dan suami lu yang ada gua di jadikan obat nyamuk terus. gua lebih tinggal di kontrakan aja" tolak mira
"tinggal cari pacar lah, lu kan single sekarang. biar gak jadi nyamuk" goda tika
"bangke lu, baru gua di talak sama pandu. udah di saranin buat cari cowok. " kesal mira
mereka berkeliling mencari kontrakan yang nyaman dan dekat dengan rumah produksi piyama. setelah setengah jam mereka mendapatkan kontrakan yang strategis. tika membantu mira untuk pindahan ke kontrakan tersebut, untungnya kontrakan sudah terisi dengan semua peralatan peralatan yang lainnya.
"oiya tik, gua besok kayaknya agak telat buat ke rumah produksi. rencananya gua mau beli sepeda motor " ucap mira
"wihhh sepeda motor baru ini, kenapa gak beli mobil aja. gua yakin tabungan lu pasti cukup" goda tika
"gak lah, tujuan utama gua beli rumah dulu. kalau motor gua memang butuh buat kemana mana" ujar mira
"iya iya , yaudah gua cabut dulu. suami gua udah nungguin gua di rumah" pamit tika
"iya. makasi ya buat bantuin gerebek pandu dan sudah bantu cari gua kontrakan" ucap mira
"iya, sama sama. "
Setelah berpamitan tika langsung pulang dari kontrakan mira. sedangkan mira, ia merebahkan tubuhnya ke kasur single yang berada di kontrakan tersebut.
"akan ku buktikan kalau aku bisa tanpa mas pandu " batin mira, saat mengingat perkataan bu Denok tadi.
Mira langsung mengambil Handphonenya untuk melanjutkan menulis novel.
Bersambung...
...****************...
Hay para kawand kawand jangan lupa di like dan komen ya, biar tambah semangat nulis nya. hehehe. terimakasih sudah membaca