NovelToon NovelToon
Dua Sisi Sangkar Emas

Dua Sisi Sangkar Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Tulus

Lampu kristal yang menggantung di ruang tengah kediaman keluarga Arkatama tidak pernah benar benar mampu menghangatkan dingin yang membeku di antara Kyna dan Julian. Lima tahun pernikahan seharusnya menjadi perayaan tentang kesetiaan namun bagi Kyna itu adalah lima tahun pengabdian dalam sunyi yang mencekam. Tepat pada malam peringatan pernikahan mereka sebuah kebenaran pahit terkuak melalui celah pintu kamar mandi yang tertutup rapat. Di sana di bawah kucuran air yang menderu Kyna mendengar suaminya menggumamkan satu nama yang selama ini menjadi hantu tak kasat mata dalam hidup mereka yakni Elara sang cinta pertama yang baru saja menginjakkan kaki kembali di tanah air.

Julian adalah pria yang membangun tembok es di sekeliling hatinya namun bagi Elara pria itu bersedia menjadi api yang menghangatkan. Setiap kali Julian pergi dengan alasan membantu seorang teman yang sedang kesulitan Kyna hanya mampu menjawab dengan seulas senyum tipis dan kata kata pendek yang menyembunyikan luka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Tulus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 28

Pintu kamar tamu itu akhirnya ditutup dengan deburan yang tidak terlalu keras, namun gemanya terasa begitu memekakkan di dada Kyna. Suara langkah kaki Aldrian yang menjauh, perlahan menghilang di balik pintu kamar utama, meninggalkan keheningan yang mencekam dan dingin di dalam ruangan.

Kyna masih terbaring kaku di atas ranjang. Matanya menatap kosong ke langit-langit kamar, sementara napasnya memburu, menyisakan rasa sesak yang menghimpit paru-parunya. Tangan Kyna yang gemetar perlahan bergerak menyentuh kerah gaun tidurnya yang robek, menatap kain yang terkoyak itu dengan tatapan kosong.

Ada rasa perih yang menjalar di kulitnya akibat gesekan gesper ikat pinggang Aldrian tadi, namun rasa sakit fisik itu sama sekali tidak sebanding dengan rasa muak yang bergejolak di dalam perutnya.

“Nara yang kembali nggak akan ancam posisimu. Tapi, aku harap kamu juga tahu batasannya.”

Kata-kata Aldrian kembali terngiang di telinganya, terdengar begitu pongah, begitu egois, dan teramat menjijikkan. Pria itu benar-benar mengira bahwa status sebagai "Nyonya Wibowo" adalah sebuah anugerah tak ternilai yang sangat ditakutkan Kyna akan hilang. Dia mengira Kyna sedang melakukan trik tarik-ulur, menggunakan kecemburuan untuk menarik perhatiannya, bahkan menuduhnya berkomplot dengan orang lain hanya untuk mendapatkan validasi.

Aldrian tidak pernah paham, dan tidak akan pernah mau paham, bahwa Kyna sudah lama mati rasa. Dia tidak sedang memperebutkan posisi apa pun dengan Anara. Dia hanya ingin bebas dari neraka berlapis emas ini.

Dengan sisa tenaga yang dimilikinya, Kyna bangkit dari tempat tidur. Langkah kakinya yang tidak stabil membawanya menuju kamar mandi. Di bawah kucuran air pancuran yang dingin, Kyna menggosok kulitnya dengan kasar, mencoba menghapus setiap sisa sentuhan Aldrian, aroma embun malam, dan wangi parfum Anara yang seolah menempel di tubuhnya.

Setelah berganti dengan pakaian tidur yang baru dan menutup robekan di kulitnya dengan plester, Kyna kembali ke kamar. Dia tidak lagi melirik ke arah ranjang yang berantakan. Sebaliknya, dia berjalan ke arah meja rias, mengambil ponselnya yang sempat terabaikan di atas nakas.

Layar ponselnya menyala, menampilkan beberapa pesan yang belum terbaca. Salah satunya adalah pesan dari Mentari Arunika, mahasiswi tari yang begitu ceria di pesta tadi:

"Kak Kyna! Tadi aku senang sekali bisa mengobrol denganmu. Oh ya, aku sudah membagikan video latihan lama kita di grup alumni, semua orang sangat merindukan 'Gadis Walet' kita! Jaga kesehatan ya, Kak!"

Kyna tersenyum tipis, sebuah senyuman yang kali ini membawa sedikit kehangatan di hatinya yang beku. "Gadis Walet," bisiknya lirih pada diri sendiri. Panggung, keringat, dan kebebasan mengeksplorasi gerakan tubuh—itulah jati dirinya yang sesungguhnya, bukan wanita rapuh yang dikurung di dalam apartemen mewah ini demi menebus rasa bersalah seorang pria egois.

Kyna melirik ke arah kalender digital di ponselnya. Angka penanda waktu itu seolah berkedip, mengingatkannya bahwa sisa waktunya di rumah ini tinggal 29 hari.

Aldrian memberi waktu satu malam untuknya menenangkan diri dan memaksanya kembali ke kamar utama besok? Kyna mencibir dalam hati. Pria itu bisa bermimpi sesukanya, karena dalam waktu kurang dari sebulan, jangankan kamar utama, nama Kyna Jurnadi pun tidak akan ada lagi di dalam silsilah keluarga Wibowo.

Dia kemudian membuka laptopnya, mengabaikan rasa lelah yang menggelayuti matanya. Kyna mulai mengetik barisan kalimat untuk bab ketiga novelnya. Setiap ketukan papan tik menjadi pelampiasan atas seluruh emosi yang berkecamuk di dalam dadanya. Dia menulis tentang perpisahan, tentang seorang wanita yang akhirnya mengepakkan sayapnya dan terbang meninggalkan sangkar yang telah mematahkan kakinya.

Fajar mulai menyingsing di ufuk timur Kota Hatam ketika Kyna akhirnya menutup laptopnya. Cahaya matahari pagi yang samar mulai menembus celah gorden kamar tamu, membawa hawa baru yang hangat.

Kyna berdiri di dekat jendela, menatap ke bawah. Mobil mewah Aldrian masih terparkir di halaman bawah, menandakan pria itu belum berangkat ke kantor. Namun, ketenangan pagi itu tidak berlangsung lama.

Dari balik pintu kamar tamu, Kyna lamat-lamat mendengar suara keributan yang berasal dari ruang tamu utama. Suara melengking dari ibu kandung Aldrian terdengar samar, diikuti oleh suara pecahan barang yang kembali terdengar nyaring.

Kyna membuka pintu kamar tamunya sedikit untuk mencari tahu apa yang terjadi. Di ruang tengah, ia melihat ibu Aldrian sedang berteriak histeris sambil melemparkan majalah ke arah Aldrian, sementara Aldrian berdiri terpaku dengan wajah pucat pasi memegang dokumen pengadilan. Di antara teriakan panik ibunya, Kyna mendengar sebuah rahasia besar yang sengaja disembunyikan selama lima tahun ini: surat panggilan dari kepolisian luar negeri terkait pembukaan kembali kasus tabrak lari lima tahun lalu, di mana pelaku sebenarnya yang menabrak Kyna malam itu bukanlah orang asing, melainkan adik kandung Anara yang sengaja dilarikan ke luar negeri menggunakan uang kompensasi milik Kyna.

1
falea sezi
sejauh ini. muter doank ini novel🤣 pret rugi baca nya gue😒
falea sezi
jahat bgt si bangsat😒
falea sezi
bukannya Julian kok jd andrian
Emi Sudiarni
bgusvsib ceritanya. tpi bingung bacanya kerna bolak balik dsk beraturan
Emi Sudiarni
sdih bngat ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!