NovelToon NovelToon
Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Ilyar Justina dijatuhi hukuman pengasingan setelah dituduh merencanakan pembunuhan terhadap ayahnya sendiri, Raja Tyraven. Ia dikirim ke Dakrossa—penjara paling kejam di Kekaisaran Eldrath, tempat para penjahat paling berbahaya dibuang. Semua orang yakin gadis lemah lembut yang bahkan tak bisa bertarung itu tak akan bertahan lama di sana.

Namun, tahun-tahun berlalu, dan Ilyar kembali. Bukan sebagai sosok yang sama, melainkan seseorang dengan aura dingin dan kegilaan yang mengendap di balik senyumnya. Di hadapan saudara-saudaranya yang dipenuhi kebencian, ia hanya tersenyum tipis. “Sepertinya kalian sangat senang dengan kepulanganku.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

Seharusnya Morvak dimasukkan ke dalam tahanan tingkat bahaya, bukan kelas tahanan tinggi.

Namun, petugas yang menangani hal ini telah menerima suap dalam jumlah besar. Solomon sudah tahu sejak awal serta memberi sanksi berat pada oknum tersebut.

Setiap kali dia meninggalkan Dakrossa untuk waktu lama, selalu saja ada masalah semacam ini, apalagi jika tahanan ada hubungannya dengan bangsawan tertentu.

"Kenapa Anda tidak menempatkannya di lantai sepuluh?"

Di dalam ruang pada lantai dua yang tidak jauh dari ruang administrasi, Solomon duduk menyandar pada punggung kursi sembari menaruk sepasang kaki yang diselonjorkan di atas meja. Kaus linen hitam bertali yang dikenakannya terbuka lebar, menampakkan dada bidang menonjol dihiasi bulu-bulu tipis sementara pada sudut bibir penuh hitamnya menjepit sebatang cerutu yang mengepulkan asap tebal, membubung memenuhi ruangan.

"Tidak menyenangkan membiarkan orang macam dia mati dengan mudah," jawab Solomon.

Heidan mengerutkan dahi, tidak paham maksud Solomon. Bagaimana pun, mau dikurung di lantai tingkat tinggi atau bahaya pada akhirnya Morvak akan dieksekusi mati sesuai hasil pengadilan. Hanya saja, jika ditahan pada lantai sepuluh, penjahat itu tidak akan membahayakan tahanan lain.

Melihat raut wajah anak buahnya semakin mengerut, Solomon tertawa pelan lalu menjejal ujung cerutu pada asbak batu. "Dia akan dieksekusi sebelum waktunya dan itu bukan dengan cara digantung atau dipenggal. Dia akan menerima eksekusi yang jauh lebih menyakitkan."

"Jadi Anda akan mengeksekusinya hari ini?"

"Bukan aku." Solomon menyeringai.

"Lalu siapa?"

"Kamu tidak akan menemukan jawabannya dengan berada di sini."

Heidan menelan ludah, sekujur tubuhnya menegang serta meremang. Tanpa membuang waktu, rasa penasarannya yang memuncak membuatnya segera meninggalkan ruang kerja Solomon. Dia bergegas untuk diam-diam memantau pergerakan Morvak. Namun, apa yang dia dapati saat mengikutinya?

Perhatian Heidan berpaling cepat pada Ilyar yang mengendap-endap setelah mengalihkan perhatian Adrene, Rubia, serta Valeris. Sejujurnya itu tidak terlalu mengejutkan, tapi Ilyar secara terang-terangan memancing perhatian Morvak untuk mengikuti kemana dia pergi. Tanpa banyak bicara, Heidan segera mengikuti keduanya dan berakhir di area terpencil yang memang jarang dikunjungi kecuali saat dibutuhkan, yakni gudang penyimpanan.

"Apa dia cari mati? Haruskah aku kembali dan melapor?"

Heidan menimbang keputusan sembari mengintip dari celah kotak-kotak kayu yang menumpuk pada sudut gudang penyimpanan, memandangi Ilyar dan Morvak yang berdiri berhadapan. Atmosfernya menjadi lebih menegangkan karena suasana di gudang penyimpanan saja sudah sangat sepi dan mencekam.

Permukaan dinding gudang yang kasar dan lembap dilapisi lumut, di depan pintu yang terkunci borgol banyak sekali peti dan kotak kayu dan sebelumnya itu disesaki jerami, kayu bakar, gandum, ransum tua dan sejenisnya, tapi sekarang sudah kosong melompong. Para petugas telah memindahkan isinya di dalam gudang sehingga untuk beberapa waktu ke depan, area di sana luput dari pengawasan.

"Hoo- tidak kusangka malah mengantarkan nyawa dengan sendirinya. Apa kamu sudah pasrah kemudian hendak memohon padaku demi kematian yang mudah?" tanya Morvak seraya tergelak pendek, membuat rantai borgol pada kaki dan tangannya bergetar, sedikit menimbulkan kebisingan.

"Tidak." Ilyar menjawab dengan satu kaki agak tertekuk dan sepasang tangan terlipat di depan dada.

Pftt...

Raut wajah Morvak yang angkuh berubah jadi penuh kesarkasan setelah menangkap binar tanpa rasa takut terpancar dari sepasang mata abu-abu Ilyar.

"Apa kamu tahu kenapa aku memiliki pengekang dan kamu tidak?" Morvak sedikit mengangkat sepasang tangannya yang dijerat borgol.

Tentu saja Ilyar tahu. Itu karena Morvak termasuk tahanan berbahaya, tapi malah ditempatkan di penjara kelas tinggi. Borgol-borgol yang diperuntukkan narapidana seperti Morvak dibuat secara khusus dan memiliki fungsi menyegel kekuatan spiritual atau melemahkan sebagian kemampuan bawaan.

Jika dia seorang penyihir seperti Rubia atau makhluk magis macam Serpeis, borgol yang digunakan memiliki rune penyegel sehingga pemakainya tidak bisa menggunakan sihir dan semacamnya, jadi seperti makhluk biasa.

Sementara, orang macam Morvak diberikan borgol penekan kekuatan fisik. Borgolnya terbuat dari logam khusus dan campuran material yang tidak banyak diketahui orang biasa, kecuali ahli atau pembuatnya. Borgol tersebut mengurangi kekuatan fisik penggunanya sekitar 70-80 persen.

"Jawabannya hanya satu, yaitu karena keberadaanmu tidak mengancam, sementara aku terus diwaspadai karena berbahaya," lanjut Morvak.

Krak!

Suara retakan menyapa indera pendengar Ilyar.

Secepat kilat, mata abunya bergulir memandangi borgol yang menjerat sepasang tangan Morvak. Benda tersebut bergetar dan berderak bersamaan kedua tangan Morvak yang terkepal kuat di depan perut, sampai-sampai urat pada punggung tangannya timbul dan ketika tekanannya diperkuat, borgol rontok dari tangannya, teronggok di tanah begitu saja.

"B-bagaimana bisa itu hancur?" Ilyar terbata seiring wajah memucat.

Morvak tergelak puas, akhirnya bisa melihat ketakutan dan ketegangan menari-nari dalam sorot mata gadis tersebut. Borgol yang dia pakai selama ini tidak lebih dari logam hitam kualitas tinggi, tidak ada penekan kekuatan fisik di sana karena semua sudah direncanakan.

"Nah, kalau begitu biar kupecahkan kepalamu agar kamu bisa langsung ke surga," ujar Morvak bersamaan kepalan tangam terhunus cepat ke arah kepala Ilyar, tapi dalam seperkian detik gadis tersebut berhasil menghindar dengan merunduk sehingga tinju Morvak memukul ruang hampa.

"Apa itu kebetulan?" Mata Morvak bergulir ke bawah, menatap Ilyar yang membungkuk hingga sejajar dengan perutnya.

"Haruskah aku berterima kasih karena kamu mengasihaniku?" Ilyar bertanya agak kaku sebelum mengerahkan tinju dari bawah menuju dagu Morvak.

Sepasang mata Morvak terbelalak. Tinju dari tangan kecil itu meninggalkan sedikit rasa nyeri padahal si pesuruh bilang jika Ilyar tidak punya keahlian bertarung, jadi apa semua ini? Dia ditipu apa semua tadi hanya kebetulan dan sebuah keberuntungan?

"Aku hanya perlu memeriksanya," ucap Morvak dan detik berikutnya mulai melancarkan pukulan bertubi-tubi pada Ilyar.

Namun, dalam fokus dan ketenangan yang telah dipersiapkan sejak awal, Ilyar mampu menghindari serentetan pukulan bertubi-tubi yang kerahkan padanya. Serangan Morvak bergerak cepat dan penuh tenaga, tapi kecepatannya tidak sebanding saat berlatih tanding bersama Graven sehingga ia bisa berkelit, seolah mampu membaca pergerakan lawan.

"Sialan! Ini bukan kebetulan! Bocah ini mampu menghindari setiap seranganku!"

Morvak menarik diri lalu menyeringai. Bukan karena senang, melainkan jengkel karena Ilyar selalu menghindari serangannya seperti tikus kecil tanpa memberi serangan balasan. Membuat situasi menjadi sangat membosankan.

"Baiklah, cukup bermain-mainnya." Morvak meregangkan otot leher kemudian melesat cepat dengan tendangan yang sukses menyapa ulu hati Ilyar. Dalam sekedip, Ilyar terpelanting dan ambruk di atas tumpukan kotak kayu.

"Bangun!"

Morvak meraih kerah pakaian Ilyar, mengangkatnya hingga tidak menapak lalu menamparnya berulang kali hingga sudut bibir dan pelipis gadis itu sobek. Darah meleleh dari luka yang terbuka dan rambut merah yang semula terikat rapi kini tergerah hingga menutupi sebagian wajah yang lengket oleh keringat dan darah.

"Ternyata keahlianmu hanya berkelit, ya?

Sungguh membosankan padahal aku baru mulai."

Morvak mendengkus, raut wajahnya berubah masam seiring satu tangan yang dipakai menampar luruh. Terdapat noda darah Ilyar pada telapak tangannya.

Heidan melotot dan berusaha memanggil bantuan. Dia bergegas untuk pergi, tapi ketika putar balik, wajahnya malah menabrak dada bidang seseorang. Dia mendongak setelah meringis dan terkejut menyadari sosok yang kini ikut menyaksikan kejadian itu adalah Solomon.

"T-tuan."

"Ini baru saja dimulai. Ke mana kamu mau pergi, Nak?" Solomon menatap Heidan dingin lalu meletakkan tangan besarnya di puncak kepala sipir muda tersebut, memutarnya agak kasar agar perhatiannya kembali ke depan di mana Ilyar yang menggantung tidak berdaya di tangan kiri Morvak malah mengulas senyum.

"Aku juga baru mulai, jangan sedih begitu," jawab Ilyar yang kini telah membuat pergerakan di udara dan melilitkan sepasang kakinya seperti penjepit pada lengan kekar dan besar Morvak, seperti hendak memelintirnya.

1
Mila Sari
Thor upnya yg banyak donk,,
Iry: malam ya beb
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
Diam...mengamati...berakhir EKSEKUSI😐😐😐
𝐀⃝🥀Weny
ceritanya tambah seru aja thor..
Iry: hehehe iya beb
total 1 replies
Firniawati
ayo kak up lagi yg banyak 😍
Iry: sabar yahhhh, mungkin malam
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
intrik..ambisius & haus akan valisldasi disebuah kerajaan..memang sangat membagongkan..baik didunia nyata maupun cerita❤️❤️❤️❤️
Gesang
seruuuuu👍👍👍
Firniawati
sangat bagus ceritanya seru tidak monoton dan membosanka,,terus semangat ya kk othor 🥰
Iry: waaaahhh makasih banyak❤
total 1 replies
Firniawati
kak kapan update lagi?
Iry: aku update hari ini
total 1 replies
EL MARIA
kok sama kaya yg di fizo yaa.... yg di fizo udh tamat dari lama ini autor nya sama kah
CaH KangKung,
👣👣
𝐀⃝🥀Weny
lanjut lagi thor.. ceritamu yang ini tambah seru dan penuh tantangan😊
𝐀⃝🥀Weny: yeeey.. thanks thor❤️❤️❤️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!