NovelToon NovelToon
Kediaman Jenderal Jatuh Karena Berkhianat

Kediaman Jenderal Jatuh Karena Berkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyeberangan Dunia Lain / Fantasi Timur
Popularitas:40.8k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Di hari ulang tahun nyonya yang ke 35, kedatangan jenderal menjadi kabar yang sangat membahagiakan.

Siapa sangka, bukan hadiah yang dia dapatkan. Namun kedatangan seorang wanita muda seusia putra sulungnya. Dan bukan ucapan ulang tahun yang jenderal katakan pada nyonya, tapi keinginannya menjadikan wanita itu sebagai istri keduanya.

Tanpa jenderal sadari, nyonya yang selama ini menciptakan hal-hal luar biasa untuk membantunya naik pangkat dan disegani itu, sama sekali tidak berasal dari tempat ini. Dia datang dari masa depan, dan karena jenderal telah berkhianat, sesuai janji mereka ketika menikah dulu, nyonya akan pergi meninggalkan jenderal.

Nama besar yang diperoleh atas dukungan nyonya, tidak mungkin akan bertahan ketika sang nyonya meninggalkannya bukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4. Nyonya Tua

Jenderal Lu dan Shen Meiren kembali ke kediaman jenderal. Para pelayan menghidangkan makan siang yang begitu mewah dan banyak.

Jenderal yang melihat itu merasa kalau mereka semua terlalu boros.

"Siapa yang akan menghabiskan makanan sebanyak ini?" tanya jenderal.

"Jenderal, Meiren yang meminta pelayan menyiapkan semuanya. Lagipula bahan makanan di dapur sangat berlimpah. Kita sudah lama berada di perbatasan, Meiren ingin makan makanan lezat!"

Meiren merangkul manja lengan jenderal. Sesekali wanita genit itu mengusap perutnya, untuk menunjukkan pada jenderal Lu, kalau keinginannya itu juga adalah keinginan bayi dalam kandungannya.

Jenderal Lu akhirnya mengangguk setuju.

"Baiklah, makanlah yang banyak!"

**

Sementara itu di kediaman jenderal, seperti biasanya, Lu Yanzhi selalu minta dapur membuat dua lauk dan dua sayur. Bagi mereka itu sudah cukup. Namun ketika mereka tiba di meja makan, yang ada hanya satu lauk dari ayam, dan dua sayuran saja.

"Kenapa tidak memasak ikan?" tanya Lu Yanzhi membantu ibunya duduk.

Fu Mama maju sedikit, menundukkan kepalanya sedikit.

"Nona besar, semua ikan hari ini di ambil kediaman jenderal..."

"Mereka lagi!" kesal Lu Yanzhi.

"Yan'er, jangan marah di depan makanan. Sudahlah, kita makan saja. Fu Mama, besok minta pelayan bagian dapur untuk membeli ikan lebih banyak. Pastikan cukup untuk semua penghuni kediaman Jinxi!" kata Mei Huarin.

"Baik nyonya!"

"Sudah, Yan'er. Mari makan!" ajak Mei Huarin yang melihat putrinya masih tampak kesal.

"Ibu, wanita genit itu baru datang saja sudah membuat banyak masalah. Kediaman ini tidak lagi tenang sejak wanita genit itu masuk, aku kesal sekali!"

Mei Huarin menyentuh lengan putrinya perlahan.

"Yan'er, tidak perlu emosi menghadapi orang seperti itu. Akan lebih baik kalau anggap saja dia tidak ada. Jangan pernah terpancing amarah. Amarah tidak akan berakhir baik pada akhirnya!"

Lu Yanzhi mengangguk paham.

"Iya ibu, Yan'er akan ingat nasehat ibu!"

Keduanya makan dengan tenang. Selama beberapa hari, ada saja memang keributan yang dibuat oleh Shen Meiren di kediaman jenderal. Sayangnya, Mei Huarin tidak pernah terpancing emosi atau melakukan sesuatu yang salah. Dia juga tak pernah mendebat Shen Meiren. Mei Huarin selalu punya cara untuk mengakhiri perdebatan dengan membuat Shen Meiren kesal dengan cepat.

Hingga siang itu, dua kereta kuda datang ke kediaman. Kereta yang cukup mewah, kereta milik nyonya tua Wang. Ibu Lu Yansheng. Di belakangnya ada kereta putra sulung jenderal Lu Chengyan dan istrinya Xie Nianshuang.

Begitu tirai kereta di buka, seorang nyonya tua turun perlahan dengan bantuan tongkat kayu hitam di tangannya. Tubuhnya tampak ringkih dimakan usia, tetapi punggungnya tetap tegak, menyimpan wibawa yang tidak bisa diabaikan. Rambutnya yang memutih disanggul rapi dengan tusuk giok pucat, sementara jubah abu-abu gelap yang dikenakannya tampak sederhana, tanpa sulaman mewah seperti para bangsawan lain. Meski begitu, ada sesuatu dalam sorot matanya tajam, dingin, dan penuh perhitungan yang membuat para penjaga tanpa sadar menundukkan kepala.

"Salam nyonya tua!"

"Dimana semua orang! aku dengar anakku sudah pulang. Kenapa tidak datang menyambut ku?" tanya nyonya tua Wang.

"Sa... saya akan segera beritahu jenderal!" kata penjaga itu yang langsung berlari ke arah pintu samping, karena sebenarnya masuk dari sana lebih cepat ke kediaman jenderal yang ada di samping kediaman Jinxi.

Melihat penjaganya malah berlari ke pintu samping. Nyonya tua Wang tentu saja terkejut.

"Hei, kenapa malah lari kesana! panggil putraku!"

"Maaf nyonya tua, tapi tuan dan calon istrinya memang tinggal di kediaman jenderal, bukan di kediaman Jinxi" jelas pelayan yang ada di depan pintu gerbang kediaman Jinxi.

"Apa?"

Nyonya tua tampak terkejut, matanya melebar dengan kerutan yang semakin mengencang di sekitar pelipisnya.

Tongkat hitamnya di ketukkan ke tanah dengan keras.

Duk

"Apa ini ulah Mei Huarin?" tanya nyonya tua.

Para pelayan menunduk, mereka tidak berani bicara. Sebenarnya kalau disuruh memilih, antara menjadi pelayan Mei Huarin atau nyonya tua dan jenderal. Para pelayan lebih memilih menjadi pelayan nyonya Mei Huarin. Hidup mereka sangat sejahtera dan diperlakukan dengan sangat baik.

Mei Huarin kan berasal dari masa depan. Tidak ada yang namanya aturan harus membungkuk atau berlutut setiap bertemu, atau tidak ada aturan tidak boleh makan sebelum majikan makan. Kalau sudah waktunya makan, ya makan saja di tempat masing-masing. Tidak ada juga aturan memperlakukan pelayan sebagai budakk. Mei Huarin sangat menjunjung tinggi hak asasi manusia bahkan di jaman ini.

Melihat semua pelayan terdiam, Nyonya tua semakin marah.

"Nenek, kenapa belum masuk?" tanya Lu Chengyan yang menggandeng istrinya yang sedang hamil ke arah pintu masuk kediaman Jinxi.

"Ibumu itu, dia benar-benar kurang ajar. Pelayan! panggil nyonya ke ruangan utama!" katanya memerintah pelayan dan masuk bersama pelayan pribadinya ke kediaman Jinxi.

Di ruang belajar, Mei Huarin sedang mengajarkan cara menggambar cetak biru pembuatan senjata dan mesin yang akan mempermudah peperangan dan pertanian.

Namun pelayan dari depan, berlari terburu-buru ke arah ruang belajar itu.

"Xueyao, cepat panggil nyonya! Nyonya tua Wang sudah kembali bersama tuan muda. Nyonya tua Wang minta nyonya datang ke ruangan utama. Katanya diminta cepat!"

Xueyao yang berjaga di depan pintu pun mengangguk paham. Dia mengetuk pintu ruang kerja itu dan masuk ke dalamnya.

Mei Huarin segera melipat kertas yang sudah dia tunjukkan pada putrinya Lu Yanzhi.

"Nyonya jenderal! Yao Yao mengatakan kalau nyonya tua sudah kembali dan ingin cepat bertemu nyonya"

Mei Huarin tersenyum. Dia menatap Lu Yanzhi dan tersenyum pada putri bungsunya itu.

"Yan'er, ingat apa yang ibu ajarkan tadi kan? sekarang simpan kertas ini di tempat yang aman. Suatu saat, alat itu akan berguna. Jika keadaannya sudah mendesak, datanglah temui paman kaisar dengan membawa lencana ini!" Mei Huarin memberikan sebuah lencana giok berbentuk kotak dengan gambar naga emas di tengahnya.

"Ibu, ini..."

Lu Yanzhi terkejut, itu adalah lencana yang khusus dihadiahkan kaisar pada Mei Huarin. Melihat lencana itu sama seperti melihat kaisar.

"Sekarang jadi milikmu. Simpan dengan baik!"

Lu Yanzhi mengangguk perlahan. Tapi hatinya merasa sangat tidak tenang. Kenapa ibunya memberikan benda paling berharga itu padanya?

Mei Huarin bersama dengan Xueyao datang ke ruangan utama. Lu Yanzhi akan menyusul setelah menyimpan semua barang-barang itu.

Namun baru melangkah masuk ke dalam dari pintu. Langkah Mei Huarin terhenti.

Prangg

Sebuah cangkir terlempar tepat di lantai di jarak dua jengkal saja dari Mei Huarin.

"Nyonya, nyonya tidak apa-apa?" tanya Xueyao yang langsung berdiri di depan Mei Huarin untuk melindungi nyonya nya itu.

"Tidak!" jawab Mei Huarin dengan cepat.

"Keterlaluan!" pekik nyonya tua yang baru saja melemparkan cangkir giok ke arah Mei Huarin.

***

Bersambung...

1
Ria Adek
Beuuhhh.. Mantul, Kaisar keren abis.. 👏🏻👏🏻👏🏻
Lalat² seperti Perdana Menteri Xie emang harus di bersihkan dari istana..
Dan Lu Yansheng.. Jadi mantan perwira, itulah yg pantas untuk mu.. 😏
Noer: mungkin
total 3 replies
Ria Adek
Lu Chengyan baru tau jika ayah nya sungguh memalukan.. 🤭
Noer: terlaaaaluhh
total 1 replies
Ria Adek
Perdana Menteri kira mentang² Lu Yanzi perempuan, bisa di intimadasi dan di goblok²n seperti ayah nya si Lu Yansheng. 🤭
Noer: tidak bisa lah yaooo
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
maaf jenderal aku tersenyum bahagia melihat mu menderita seperti itu... laki-laki tidak tahu diri ya gini, merasa aku paling mampu... eh malah terlihat bodoh kan ujung2 nya
Noer: betul sekali
total 1 replies
awesome moment
tunggu bntar, jendral. acrylic hias sdg otw ke rumah. selamat dan sukses. telah mjd...kere tercepat dlm sejarah. dri jendral tingkat 1 melorot jd tongkat dlu auto terjun jd mantan perwira. sangat nyata hasil penyuka hal tdk sah, ingkar janji dan pembohong. kaisar sungguh bijaksana. melindungi yg benar dgn penuh tgg jwb.
Noer: makanya dia jadi kaisar ya
total 1 replies
Kholifah Tiara
rasain,,,,rasain,,,,🤣🤣
ttp semangat kak,,,💪
Noer: semangat semangat
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sama kayak kamu🤭
Noer: ehekk
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sudah jatuh dimaki maki anak sulungnya lagi🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: + cor²an 🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
mau nangis darah pun dah tak berguna mantan jenderal 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya, sekarang jadi rakyat jelata 🤭
total 2 replies
Lee Mba Young
🤣🤣🤣 selamat selamat pensiun masih punya gaji lah ini di pecat.
Noer: gak dapat pesangon pula
total 1 replies
sasa adzka
luar biasa jatuh nya sang jenderal.. sudah diturunkan ke tingkat 2 ehhhh malah jadi pengangguran.. wahhh selamat ya jenderal jadi miskin tanpa ibu nya lu yanzi
Noer: ho'oh
total 1 replies
Sekar
yah kasihan deh loh🤭🤭
Sekar: betul betul betul
total 2 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ luarrrr biasa raja sangat baik hati membuat jendral gak pusing lagi
Noer: iya kan ya
total 1 replies
vj'z tri
lu baru sadar bro bapak Lo iq nya jongkok tiarap 🤣🤣🤣
Noer: ngesottt
total 1 replies
awesome moment
wkkwkwk...bkn.nya dri dlu tu jendral mmg mokondo😄😄😄
Noer: iya juga lagi
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Lu chengyang jangan ngatain bapakmu, kamu sebelas dua belas sama dia🤭
Noer: eaaaaa
total 1 replies
sasa adzka
kak berarti ne cerita utk lu yanzi ya bukan ibu nya yg balik k zaman modern.. bagus kak .. semangat up trus ya... 😍😍😍
aku kira cerita ibu nya yanzi... tapi gak PP bagus ko ini.. asalkan tegas aja si lu yanzi nya kak😍😍😍😍
Noer: ho'oh ceritanya ya gitu 👉🏻👈🏻
total 1 replies
Sekar
🤣🤣emg enak
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Lee Mba Young
lanjutttt
Noer: yoooook
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
bapak anak sama aja bodoh+menantunya 🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!