Wen Yu sedang berpetualangan dengan mendaki bukit seorang diri di sebuah tempat wisata alam. Lalu sebuah kebetulan, ia bertemu seekor kucing yang memiliki sepasang sayap. Tanpa rasa takut dan hanya memiliki rasa penasaran yang tinggi, Wen Yu mengikuti kucing itu dan berusaha menangkapnya. Alih-alih berhasil, ia malah terperosok pada sebuah goa di dalam tanah yang ternyata sedang mengalami peristiwa aneh. Cahaya kebiruan bersinar melingkar seperti sebuah pintu lorong waktu yang sering ia tonton di film-film fantasi. Tak lagi bisa mengelak, Wen Yu jatuh ke dalam lingkaran biru itu dan menghilang seketika. Dan tiba-tiba terbangun di dunia antah berantah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ulah Xiao Bai
Ulah Xiao Bai
Setelah debu dan asap dari pertempuran akhirnya hilang, Ze Kai berjalan dengan langkah yang mantap menuju Bunga Langit Emas yang bersinar dengan cahaya keemasan di tengah padang salju yang putih bersih. Setiap langkahnya membuat tanah bergetar lembut, seolah alam itu sendiri menyambut kedatangannya.
"Setelah semua yang kita lalui..." ucapnya lirih dengan suara penuh rasa syukur, mengulurkan tangan kanannya untuk memetik bunga yang indah dan bersinar. "Akhirnya kita bisa mendapatkan apa yang kita cari."
Namun tepat ketika jarinya hampir menyentuh kelopak bunga yang lembut, Xiao Bai tiba-tiba melompat dengan cepat. Tanpa memberikan sinyal sedikit pun, makhluk yang telah berubah menjadi kecil putih itu langsung melahap seluruh Bunga Langit Emas dan menelannya dengan cepat.
"Hup!"
Bahkan sebelum siapapun bisa bereaksi, tidak tersisa sedikit pun jejak bunga yang di perebutkan oleh para kultivator dari berbagai penjuru. Ia hanya menyisakan batang kosong yang masih sedikit bersinar dengan cahaya tipis.
Xiao Bai menjilat-jilat cakarnya dengan ekspresi yang tampak puas dan sedikit mengantuk.
Semua orang yang ada di sana termasuk guru Gao dan Yun Xi terpaku dengan mulut terbuka lebar, tidak bisa mempercayai apa yang dilihatnya. Suasana yang sebelumnya dipenuhi dengan kegembiraan dan rasa lega kini menjadi sangat sunyi, hanya dipecahkan oleh suara angin yang berhembus lembut di puncak gunung.
"APAKAH KAMU SADAR APA YANG KAMU LAKUKAN?!" teriak Yun Xi kesal, kemarahan, sekaligus sedih.
Matanya mulai berkaca-kaca karena harapan untuk penyembuhan ibunya kini sirna begitu saja. Ia mengangkat tangan seolah akan menyerang Xiao Bai. Energi udara pun mulai mengelilingi tubuhnya dengan pola yang tidak stabil. "Itu adalah satu-satunya harapanku untuk menyembuhkan ibuku! Bagaimana kau bisa begitu egois dan memakannya begitu saja?!"
Xiao Bai hanya mengangkat kepalanya dengan ekspresi yang tidak bersalah, bahkan sedikit menguap sebelum mendekat ke arah Ze Kai dengan langkah yang lambat.
Guru Gao berdiri dengan wajah yang penuh kebingungan, tidak tahu harus berkata apa atau mengambil sikap seperti apa dalam situasi yang tidak terduga ini.
Namun sebelum Yun Xi bisa melakukan sesuatu, Ze Kai dengan cepat menghampirinya dan merentangkan kedua tangannya untuk mencoba menahan amarah Yun Xi.
"Yun Xi, tunggu dulu," ujarnya dengan suara yang tenang, namun sebenarnya khawatir di dalam hatinya. "Jangan marah padanya. Aku yakin Xiao Bai memiliki alasan sendiri mengapa dia melakukan itu."
Mereka kemudian menoleh ke arah Xiao Bai yang sedang duduk dengan manis di tanah, mengeluarkan suara mengeong yang lembut.
Yun Xi tampak kesal, namun masih menahan serangannya.
Ze Kai mendekat dan mengusap kepalanya dengan lembut, tanpa sedikit pun menunjukkan rasa marah atau kesal.
"Kenapa kau melakukannya, Xiao Bai? Kau tahu betapa pentingnya bunga itu bagi kita semua, terutama bagi Yun Xi."
Xiao Bai melihatnya dengan mata yang lembut, kemudian mulai mengeluarkan suara yang bukan lagi suara kucing biasa, melainkan suara yang tenang dan jelas seperti manusia dewasa.
"Maafkan aku jika membuat kalian kecewa," ujarnya dengan nada yang penuh rasa kasihan. "Tapi Bunga Langit Emas bukanlah sesuatu yang bisa dipetik atau digunakan sembarangan oleh manusia. Ia tumbuh selama ratusan juta tahun hanya untuk satu tujuan, menjadi makanan bagi keturunan Singa Langit Salju untuk menjaga keseimbangan alam semesta."
Xiao Bai menjelaskan bahwa setiap seratus tahun, Bunga Langit Emas akan tumbuh sebagai makanan khusus untuk menjaga kekuatan dan kelangsungan hidup dari makhluk spiritual kuno seperti dirinya.
"Jika aku tidak memakannya, bunga itu akan segera layu dan hilang dengan sia-sia dalam waktu singkat. Selain itu, energi dari bunga itu terlalu kuat untuk langsung digunakan oleh manusia biasa. Jika Yun Xi memberikannya kepada ibunya tanpa pengolahan yang tepat, itu justru akan membahayakan nyawanya."
Yun Xi mendengarkan dengan mata yang masih penuh kesedihan, namun hatinya mulai sedikit terbuka. Meski baru mengetahui tentang kegunaan bunga itu, Ia tidak bisa menyangkal kata-kata Xiao Bai. Namun rasa kecewa karena harapan yang sirna masih sangat besar di hatinya, ia pun menangis, sedih.
"Maafkan aku, Yun Xi," ujar Ze Kai dengan tulus, melihat wajah wanita muda itu dengan pandangan prihatin dan perhatian. "Aku tahu seberapa pentingnya bunga itu bagimu dan ibumu. Namun aku berjanji padamu. Aku akan menggunakan semua kemampuan dan kekuatan yang aku miliki untuk menyembuhkan ibumu. Aku tidak akan pernah membiarkanmu kecewa atau menyendiri dalam menghadapi masalah ini."
Ze Kai berdiri di dekat Yun Xi. Ingin menyentuh bahu wanita itu untuk menenangkannya, tapi ragu karena merasa kurang sopan, sebab mereka lawan jenis. Namun ia tetap sabar menunggu reaksi wanita itu.
"Kita bisa segera pergi ke klanmu setelah aku sedikit pulih. Dengan kombinasi kekuatan Elemen Tanaman yang aku miliki dan ramuan-ramuan yang akan aku buat dari bahan langka yang ada di cincin ruangku, aku yakin kita bisa menyembuhkan ibumu dengan cara yang aman dan efektif."
Guru Gao juga perlahan mendekat.
"Ze Kai benar. Dia memiliki kemampuan pengobatan yang luar biasa. Bahkan aku sendiri yang telah hidup puluhan tahun belum pernah melihat seseorang yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit dengan cepat dan aman seperti dirinya. Percayalah padanya."
Xiao Bai mendekat ke arah Yun Xi dengan hati-hati, kemudian menyentuh tangan gadis itu dengan kepalanya yang kecil dan lembut.
"Aku juga akan membantu," ujarnya dengan suara yang lembut. "Setelah energi dari Bunga Langit Emas terserap sepenuhnya ke dalam tubuhku, kekuatan ku hampir pulih sepenuhnya. Aku bisa ikut membantu menyembuhkan ibumu dengan memberikan sedikit kekuatanku. Itu adalah cara aku untuk meminta maaf karena membuatmu kecewa."
Setelah beberapa saat, Yun Xi menghela napas panjang, menyeka air matanya dan mengangguk perlahan. Wajahnya masih menunjukkan rasa kecewa, namun sudah tidak lagi ada kemarahan yang meluap-luap seperti sebelumnya.
"Baiklah... aku akan mempercayaimu, Ze Kai. Aku tidak punya pilihan lain selain itu."
Ze Kai tersenyum lembut padanya.
"Kamu tidak akan menyesal mempercayai ku, Yun Xi. Kita akan menyembuhkan ibumu bersama-sama."
Sementara itu, Xiao Bai mulai menunjukkan tanda-tanda akan tidur. Energi dari Bunga Langit Emas yang ia makan mulai bekerja di dalam tubuhnya, membuatnya perlu waktu untuk menyerap dan mengolahnya dengan benar. Ze Kai dengan hati-hati membawanya ke dalam tasnya, kemudian mulai mempersiapkan segala sesuatunya untuk melanjutkan perjalanan ke klan Yun Xi.
Guru Gao melihat mereka dengan senyum yang penuh bangga. Meskipun awalnya mereka datang sebagai saingan, kini mereka telah menjadi teman yang saling mempercayai dan siap saling membantu dalam setiap kesulitan. Ia tahu bahwa perjalanan mereka belum selesai, namun dengan kekuatan dan persahabatan yang mereka miliki, tidak ada yang tidak bisa mereka atasi.
"Siapakah tahu," bisik Gao Feng dengan lembut sambil melihat ke arah langit yang mulai cerah. "Mungkin ini adalah jalan yang telah ditentukan oleh alam sendiri. Bahwa Bunga Langit Emas bukanlah untuk kita miliki, melainkan untuk menjaga kelangsungan hidup dari makhluk spiritual kuno yang menjadi penjaga kita semua."
Dengan hati yang penuh tekad dan rasa harapan yang baru muncul, ketiganya mulai mempersiapkan diri untuk meninggalkan Puncak Gunung Abadi dan melanjutkan perjalanan mereka ke klan Yun Xi. Tujuan mereka kini untuk menyembuhkan orang tersayang dan membuktikan bahwa kekuatan sejati bukanlah tentang apa yang kita dapatkan, namun tentang bagaimana kita membantu orang lain dengan apa yang kita miliki.
-
-
-
Bersambung...
Jangan lupa dukung Author dengan like dan komen ya, terima kasih 🙏😊
btw, jadi pengin bunga langit, biar bisa konsentrasi penuh