PENULIS : NESC PL
ILUSTRASI : ABU SAMUEL ETO
SINOPSIS : Aku adalah seorang wanita yang memiliki Dua Kehidupan, Dua Wajah. Suatu hari aku bertemu dengan seorang pria yang lebih muda dariku. Aku terjatuh di atas tubuhnya saat memanjat dinding sekolah. Apakah hubungan di antara kami yang bermula dari kebencian bisa berubah menjadi cinta?
Bagaimana cinta itu bisa terjadi di saat aku kehilangan cinta pertamaku karena penghianatan. Pesona cowok berondong yang tampan dan menggoda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NESC PL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27 Film Horor
"Nonton film horor?".
"Film ini baru rilis di Bioskop.Aku ingin kamu menemaniku ke sana".
"Baiklah.Aku akan menemanimu".
"Kalau begitu aku akan mempersiapkan diri".
"Aku akan menjemputmu satu jam lagi".
"Iya".
"Naomi dari dulu tidak berubah.Suka nonton film horor tetapi tidak berani menonton sendiri".
Aku tertawa kecil dan menggelengkan kepala.
Satu jam telah berlalu.
Kami sudah berada di bioskop.
"Kamu tunggu aku di sini.Aku akan belikan tiket untukmu".
"Aku bosan kalau harus menunggumu.Bagaimana kalau aku beli popcorn dan soft drink".
"Kamu ini?".
Aku mengusap rambut Naomi.
Naomi memandangku dan tersenyum.
"Kalau begitu aku mau pergi membeli popcorn dan soft drink".
"Baiklah.Kita akan bertemu di sini".
Naomi mengangguk kepala.
Aku segera pergi mengantri untuk membeli tiket film yang di inginkan oleh Naomi.
Tiket sudah aku beli tetapi Naomi belum juga datang.
Aku menunggunya dan melihat jam di tanganku.
"Filmnya sudah akan di mulai".
Ekspresi wajah cemas mulai terlihat di wajahku.
Aku berlari untuk mencarinya.
Ada seorang pemuda mendekati Naomi.
Naomi terlihat ketakutan.
"Jangan ganggu dia!".
Aku berkata kepada pemuda itu dan memegang pundak kirinya dan berdiri tepat di belakangnya.
"Kamu itu siapa?.Melarang aku mendekati gadis ini".
Aku merasa geram dan memukul pipi sebelah kanan pemuda itu dengan keras.
"Dia adalah wanitaku.Pergi dari sini!".
Pemuda itu pergi meninggalkan kami.
Aku mendekati Naomi.
Tubuh Naomi bergetar ketakutan.
"Kamu jangan takut.Di sini ada aku yang bersamamu".
Aku memeluk tubuhnya dan berusaha untuk menenangkannya.
Naomi mulai tenang.
Aku melepaskan pelukanku.
"Apa kamu terluka?".
"Aku baik-baik saja".
"Kamu ingin aku mengantarkan pulang atau kamu masih ingin menonton film".
"Kita nonton film dulu".
"Baiklah kalau kamu ingin menonton film".
Aku dan Naomi masuk ke gedung bioskop.
Film horor di mulai.
Aku memakan popcorn.
Naomi memegang tanganku saat dia merasa takut melihat adegan horor yang keluar.
"Maaf?".
Naomi meminta maaf dan melepaskan pegangan tangannya.
Aku membalas perkataanya dengan tersenyum.
Naomi memalingkan wajahnya.
Aku dan Naomi menonton film itu kembali.
Film horor yang berdurasi waktu selama 1 jam 40 menit telah selesai.
"Ayo kita segera keluar".
Aku mengajak Naomi dan menggenggam tangannya.
Kami sudah keluar dari gedung bioskop.
"Bagaimana dengan filmnya?".
"Filmnya bagus dan menegangkan".
"Itu benar.Film ini memang bagus.Mengisahkan seorang lelaki yang baru saja kehilangan sang istri dalam kecelakaan mobil lalu pindah ke rumah baru bersama anaknya dan tengah berjuang memperbaiki hubungan mereka.Sayangnya, rumah yang ia tempati ternyata menyimpan misteri yang menakutkan.Sering terdengar suara aneh dan menyeramkan dari sebuah lemari yang ada di sana.Suara aneh dan suasana rumah itu membuatku takut sekaligus panas.
Aku tertawa kecil.
"Kenapa kamu tertawa?".
"Kamu takut dengan horor tetapi kamu suka menonton film horor".
"Aku memang takut dengan hantu tetapi aku senang dengan adegan filmnya".
"Kamu dari dulu tidak pernah berubah".
"Benarkah?".
"Aku masih ingat waktu kita kecil.Kamu selalu memintaku untuk menemanimu tidur setelah menonton film horor".
"Aku sampai kapanpun tidak akan pernah berubah begitupula kamu juga tidak akan pernah berubah".
"Itu benar.Aku tetaplah Heinry dan kamu tetaplah Naomi".
"Kamu harus janji kepadaku".
Naomi mendekatkan jari kelingkingnya kepadaku.
"Baiklah.Aku berjanji kepadamu".
Aku mendekatkan jari kelingkingku.
Jari kelingking kami saling terhubung.
"Aku senang bisa bertemu denganmu".
"Hari sudah semakin gelap.
dan sebaiknya kita pulang".
"Kamu benar".
Hujan turun deras.
Kami menaiki mobil.
Mobil melaju dengan kencang.
Sesampai di rumah mobil berhenti.
Aku turun dari mobil dan membukakan pintu.
Naomi keluar dari mobil.
Aku menemaninya berjalan dan menutupi tubuhnya dari hujan dengan jaket milikku.
Kami tiba di depan rumah Naomi.
"Ayo kita masuk ke dalam rumah".
Aku mengangguk kepala.
Kami masuk ke dalam rumah.
"Aku buatkan teh panas untukmu".
"Iya".
Naomi masuk ke dapur untuk membuatkan teh panas.
Aku tidak melihat ayah dan Ibunya Naomi.
Naomi keluar dari dapur membawa dua cangkir teh dan camilan.
"Ini teh panasnya".
"Terimakasih".
Kami berbincang sampai tengah malam.
"Tidak terasa hari sudah tengah malam".
"Iya".
"Kalau begitu aku mau pulang ke rumah".
Aku berjalan pulang.
"Tunggu!".
Naomi memegang tanganku.
"Maukah malam ini kamu menginap di rumahku?".
"Sepertinya tidak bisa karena besok pagi ada rapat".
"Ayah dan Ibuku tidak di rumah.
Mereka pergi ke Jepang karena ada keperluan kantor.Di rumah hanya ada aku.Aku takut sendirian di rumah setelah menonton film horor di bioskop.Di luar juga hujan turun sangat deras".
Aku teringat Naomi terlihat takut dan tubuh gemetar.
Naomi juga takut tidur sendirian.
Aku tersenyum kepada Naomi.
"Baiklah.Hari ini aku akan menginap di sini".
"Terimakasih.Akan aku siapkan kamarnya".
"Iya".
Naomi berjalan menuju ke kamar tamu dan membersihkannya dengan segera.
Aku kembali duduk.
Menikmati segelas teh panas dan makanan ringan"
Lima belas menit telah berlalu.
Naomi keluar dari kamar.
"Kamarnya sudah aku siapkan".
"Baik".
"Maukah kamu menemaniku dan berada di dekatku sampai aku tertidur?".
"Iya".
Aku menemani menyelimuti tubuhnya lalu duduk di sebelah tempat tidur Naomi dan membaca buku.
Tidak lama kemudian Naomi tertidur.
Setelah itu aku berdiri dari tempat duduk.
Aku meletakkan buku di meja dan berjalan menuju ke kamar tamu dan merebahkan tubuhku ke tempat tidur.
"Hari ini termasuk hari yang panjang".
Aku membuka handphoneku dan melihat daftar panggilan.
Tidak ada daftar panggilan di handphoneku.
Aku merasakan kantuk yang hebat lalu mulai tertidur.
"Tolong aku?. Lepaskan aku".
Ada suara teriakan Naomi.
Aku terbangun dan lari menuju ke kamar Naomi.
Naomi terbangun dari mimpinya.
Wajahnya terlihat sangat pucat.
Aku mendekatinya.
"Kamu mimpi buruk?".
"Aku bermimpi melihat kejadian kemarin yang aku alami".
Naomi memelukku.
"Aku takut".
Tubuh Naomi bergetar ketakutan.
Aku menepuk badannya bagian belakang.
"Itu hanya mimpi".
Aku berdiri dan berjalan ke luar.
"Kamu mau kemana?".
"Aku mau ke dapur membawakan segelas air putih untukmu".
"Iya".
Aku pergi ke dapur lalu menuju ke kamar setelah membawa air putih dari dapur.
"Ini minumlah".
Naomi meminumnya.
"Terimakasih".
"Aku akan menemanimu".
Aku menggunakan tikar untuk alas tempat tidur.
"Kamu mau tidur di kamar ini?".
"Iya benar".
Aku merapikan selimutnya.
"Tidurlah!".
Naomi memejamkan mata dan tertidur.
Aku menuju ke tikar.
"Hari ini aku tidak boleh tidur dan harus menjaganya".
Aku mendengarkan musik dan bermain game sampai pagi hari.
Naomi terbangun.
"Ini bubur untukmu".
"Kamu yang membuatnya".
"Iya".
"Aku baru tahu kamu bisa membuat bubur".
Heinry menggeleng kepala.
"Ini pertama kali aku membuatnya".
salam hangat dari CINTA DALAM LUKA...👍👍👍
lanjut nanti..
🌹🌹🌹
salam dari Gadis Tiga Karakter