NovelToon NovelToon
TERKURUNG OBSESI SANG DOSEN

TERKURUNG OBSESI SANG DOSEN

Status: tamat
Genre:Obsesi / Lari Saat Hamil / Romansa / Tamat
Popularitas:36.6k
Nilai: 5
Nama Author: Regazz

"Apa kabar, istriku? I’m back, Sanaya Sastra."

Suara dingin pria dari balik telepon membuat tubuh Naya membeku.
Ilham Adinata.

Tangannya refleks menahan perut yang sedikit membuncit. Dosen muda yang dulu memaksa menikahinya, menghancurkan hidupnya, hingga membuatnya hamil… kini kembali setelah bebas dari penjara.

Padahal belum ada seumur jagung pria itu ditahan.

Naya tahu, pria itu tidak akan pernah berhenti. Ia bisa lari sejauh apa pun, tapi bayangan Ilham selalu menemukan jalannya.
Bagaimana ia melindungi dirinya… dan bayi yang belum lahir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Regazz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Kabur denganku

Tiga hari berlalu...

Sudah tiga hari Naya tinggal di apartemen milik Ilham. Perlakuan Ilham kini lebih baik pada Naya, ditambah ia juga sedang hamil anak dari Ilham. Naya bahkan tidak mengijinkan Naya untuk melakukan apapun. Ia hanya berada didalam apartemen ini.

Ilham memang baik dan perhatian. Tapi, Naya merasa bagaikan burung dalam sangkar. Jika Naya menolak, Ilham akan mulai mengamuk layaknya orang gila. Dan itu membuat Naya jadi takut.

Ia kadang berpikir, apakah Ilham ada pasien ruang sakit jiwa yang melarikan diri?

Bahkan saat makan malam seperti saat ini. Ilham tak henti-hentinya menatap wajah Naya. Dengan tatapan kagum dan sorot mata yang tajam.

Ini membuat Naya jadi risih.

Setelah selesai makan malam, seperti biasa Naya harus mencium Ilham.

"Istriku memang pintar." puji Ilham yang langsung mendudukkan Naya diatas pahanya dan mencium bahunya mesra.

Naya hanya bisa menahan napas.

"Besok aku mau kuliah, Ilham." ujar Naya.

"Apa?!" nada bicara Ilham langsung naik.

Ilham langsung memeluk Naya dengan erat, "tidak, kamu gak boleh pergi kemanapun, meski itu kuliah." tolaknya.

"Tapi, aku harus kuliah, Ilham." tegas Naya lagi.

Dengan gerakan cepat Ilham menarik kepal Naya mendekat padanya. "Denger ya, kamu gak boleh kemanapun. Kalau sampai kamu ketemu sama anak bodoh itu lagi gimana? Tidak, aku tidak mau kamu dibawa kabur olehnya."

"Tapi—"

"Akh!" meringis Naya saat rambutnya ditarik oleh Ilham dengan keras. Ilham kembali ke mode gilanya. Ini yang membuat Naya tidak betah dengan pria itu.

"Sakit, Ilham!" meringis Naya menahan rambutnya.

Namun, bukannya merasa iba. Ilham semakin menarik rambut Naya ke belakang, ia bahkan mengigit bahu Naya dengan kuat.

"AAAAAAA!!!" jerit Naya kesakitan sekali. Airmatanya bahkan sampai terjatuh.

Ilham berhenti dengan bekas gigitan di bahu sang istri. Ia tak peduli jika Naya merasa kesakitan saat ini.

"Sekali lagi kamu bilang mau keluar dari sini. Aku bikin habis keluargamu semuanya." ancam Ilham dengan suara datar dan dingin.

Ia sontak langsung melepaskan tarikan tangannya dari rambut Naya. Naya hanya bisa menangis sesenggukan. Ilham langsung menyingkirkan tubuh Naya dari pangkuannya, meski tidak keras namun Naya merasa hatinya perih.

•••

Di dalam wastafel, Naya melihat bahunya yang terdapat bekas gigitan Ilham. Bukan hanya satu tapi banyak. Jika Ilham tidak senang dengan ucapannya, pria itu akan mulai berlalu kasar. Dari dalam kamar mandi tersebut ia bisa melihat pemandangan kota Jakarta yang begitu banyak gedung di malam hari.

"Aku seperti burung dalam sangkar~"lirihnya menyentuh jendela kaca tersebut. Ia rindu rasanya berada di luar sana.

"Ibu aku rindu~" ujarnya lagi.

Ia bahkan tidak diijinkan untuk menghubungi keluarganya sama sekali. Ilham benar-benar kejam.

Naya langsung keluar, ia melirik jam yang sudah pukul 10 malam. Ia langsung bergegas masuk kedalam kamar. Di dalam kamar yang dipenuhi dengan fotonya tersebut, diatas ranjang terlihat Ilham yang sedang duduk.

"Kesini!" perintah Ilham.

Naya hanya menurut saja. Ia langsung duduk disamping Ilham.

"Nih minum susunya!" perintahnya lagi.

Naya meraih segelas susu hangat tersebut. Lalu, Ilham sibuk mengelus perutnya yang sudah jelas buncit dan mengecupnya singkat.

"Kenapa tidak diminum?" tanya Ilham lembut.

"Iya, aku minum." jawab Naya dengan tatapan takut.

"Istriku memang pinter. Pantesan kamu selalu juara di kampus." puji Ilham mengelus rambut Naya yang panjang.

Naya hanya diam saja, lalu ia memilih untuk berbaring. "Kamu udah ngantuk?" tanya Ilham.

"Iya." Balas Naya pelan membelakangi tubuh Naya, Ilham pun dengan sigap langsung menyelimuti istrinya tersebut.

Cup!

Ilham mengecup lembut pipi Naya dan memeluk wanita tersebut dari belakang.

"Tidur yang nyenyak istriku."bisik Naya.

Wanita itu hanya diam saja dengan airmata yang menetes jatuh tanpa bisa ia tahan.

"Ya Allah, kuatkan fisik dan hatiku menghadapi pria gila seperti dia." doanya dalam hati.

Hari berlalu dengan begitu cepatnya. Azzam begitu tidak tenang sekali. Sudah beberapa hari ini, ia sibuk mencari keberadaan Naya berada.

"Sudahlah, Azzam. Biarkan Naya dengan keputusannya, mungkin inilah jalan yang terbaik untuk kita semuanya." ujar Ibu Yanti.

"...Ibu juga tidak tega dengan apa yang terjadi dengan Yanti. Tapi, apalah daya kami ini hanyalah orang kecil. Ibu udah sangat berterimakasih dengan keluargamu karna sudah menolong kami selama ini."

Begitulah perkataan Ibu Yanti kemarin saat Azzam berkunjung datang ke kampung halaman Naya.

Azzam sibuk jalan mondar-mandir didalam kamarnya.

"Tenangkan dirimu, Zam. Pasti ada jalan keluarnya." ujar Kaif, Kakak iparnya.

"Gak bisa gini, Kak. Aku gak bisa biarin wanita yang aku cintai disiksa gitu aja sama orang gila macam Ilham." Azzam berkata dengan emosi meluap-luap.

Kini, mereka berdua sedang berada di dalam kamar Azzam. Seluruh anggota keluarganya sudah mengetahui masalah itu. Namun, mereka bisa apa. Ilham sama sekali tidak bisa disentuh oleh Hukum. Bahkan, Kaif yang punya segala koneksi saja susah sekali untuk menjangkaunya.

"Kalau kak Kaif gak bisa, biar aku saja yang melakukannya." Ujar Azzam yang seolah tidak takut untuk menerjang badai di depannya.

"Jangan gegabah, Zam. Resikonya terlalu berat." ujar Kaif.

"Tapi, Naya dalam bahaya. Kasihan dia, Kak."

"Tenang, Zam. Kita pikirkan lagi rencana yang lainnya dengan matang. Jangan gegabah!"

"Aku akan mencari kelemahan Ibu Novi. Pejabat dan pebisnis hebat seperti dia tidak mungkin tidak mempunyai musuh."

Azzam melirik Kaif dengan penuh harap. Sebuah harapan seolah muncul di depan matanya.

Disisi lain, Naya sedang duduk termenung menatap jendela besar di hadapannya. Ilham sedang mengajar hari ini. Dan ia hanya di apartemen tersebut dengan seluruh ruangan yang sudah diawasi oleh CCTV. Setiap gerak-geriknya bisa dilihat oleh Ilham dari kejauhan melalui ponselnya.

Naya menatap cctv tersebut dengan tatapan malas. Sedangkan jauh disana, Ilham sedang sibuk senyum-senyum melihat wajah Naya yang sedang merebut menatap benci ke arah CCTV.

"Bahkan saat dia kesal pun terlihat cantik di mataku." gumam Ilham menatap lekat kearah layar. Kini, ia sedang duduk di depan meja di hadapan para mahasiswa yang sedang mengerjakan kertas ulangan.

Kembali ke ruangan apartemen.

Naya yang sedang melamun, kini mendengar suara bel apartemen berbunyi.

Ia pun segera berjalan ke depan pintu apartemen.

Dan ia begitu kaget sekali dengan sosok yang ia lihat berdiri di hadapannya.

Azzam.

"Kamu ngapain disini, Zam?!" Panik Naya melihat kearah CCTV.

Ilham yang jauh disana melihat ponselnya dengan mata melotot tajam, rahang mengeras dan tangan yang mengepal kuat.

"Sial!" bisiknya.

Sontak beberapa mahasiswa melirik kearahnya dengan tatapan aneh dan bertanya-tanya.

"Saya permisi keluar sebentar!" ujar Ilham cengar cengir langsung pergi keluar.

Ia masih sibuk menatap layar ponselnya dengan wajah penuh amarah.

"Sial kenapa cecunguk itu bisa datang kesana?!"

Sedangkan didalam layar, Naya yang berusaha melepaskan cengkraman tangan Azzam dari tangannya.

"Lepasin, Zam. Ini bahaya, nanti kamu bisa terkena masalah dengan Ilham. Kamu kan tau sendiri dia orang gila." ujar Naya berusaha menasehati Azzam agar tidak lagi untuk ikut campur dalam masalahnya.

"Kamu tenang aja, Nay. Kamu lebih aman bersama aku daripada sama Dosen itu. Aku pergi denganku dan kabur dari tempat ini." ujar Azzam.

Naya terus saja memberontak.

"Tidak, Azzam!"

Tanpa menunggu persetujuan Naya. Tiba-tiba Azzam mengeluarkan sebuah sapu tangan dari saku jaketnya dan langsung membekap mulut Naya. Sontak wanita itu langsung pingsan.

"Maafin aku, Nay. Ini untuk kebaikan kamu juga. Aku gak mau kamu direbut sama orang gila seperti Ilham itu." Ujar Azzam langsung mengendong tubuh Naya.

Ilham yang melihat itu langsung menuju parkiran mobilnya.

"DASAR BRENGSEK!!" teriaknya didalam mobil.

To be continue..

1
justFlio
👍🏼👍🏼👍🏻
Elin Erliana
🙏🙏🙏🙏🙏🙏😍
Elin Erliana
pengen coment gaje teu ngarti
Regazz
begitulah 😁
terimakasih sudah membaca sampai habis☺️🙏
silvani riskasyahputri
gak berasa udh tamat aja 🥹
silvani riskasyahputri
/Heart/
silvani riskasyahputri
beda dr yg lain,..aku suka ceritanya. .. semangat thor😍👍
Regazz: terimakasih🙏
total 1 replies
Sri Sumarsih
Cerita Menegangkan, namun masih bisa diambil hikmahnya yaitu sebagai istri diharapkan dapat lemah lembut, tulus dan berbakti kepada suami. Kalau dari awal Naya tidak keras kepala perjalanan rumah tangga mereka tidak akan menggenaskan. Bisa romantis, saling menyayangi dan menghormati.
Nur Fitriani
kak regaz dirimu dmn ?
{A}lixn: kalau boleh tahu, di aplikasi apa
total 6 replies
Nun Inayah
Ceritanya menarik, bikin penasaran terus menerus...nggak sabar buat nunggu kelanjutannya lagi 😊🙏🏻
Nun Inayah
Lanjut thor
Kaila Nur Dianah
sangat seruu
Nur Fitriani
semoga kak regazz sehat 👍 aamiin
Annisa Henna
kak udah mau 2hari belum update
Anisa Ritonga
bagusss
Annisa Henna
Sabar ya Naya.. Ilham bukan sedang berusaha membuatmu jatuh cinta tapi dia sedang berusaha agar dia jatuh cinta padamu. dia sedang berusaha untuk menyadari itu.
Iyut Iyut ananta
lanjuut kak
Annisa Henna
Okeeee,,, makin seruuuuu saya suka saya suka🤭🤭 semoga Ilham beneran berusaha berubah demi Naya, 🥺 dan semoga semuanya ga terlambat ya Nay 💙
Nur Fitriani
semoga Ilham bisa berubah
Annisa Henna
Licik banget Ilham... kak regazz aku angkat tangan 😩 ga ekspek se licik itu masa iya gda sisi positif nya sama sekali ilham ini? kasian banget naya dan keluarganya🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!