Sebagai Putri Changle, seharusnya ia menikmati kemewahan dan cinta. Namun, gadis modern ini justru terperangkap dalam tubuh seorang putri kuno dengan masa lalu yang mengerikan: dikhianati oleh kekasihnya sendiri, disiksa tanpa ampun, dan meregang nyawa dalam kesengsaraan. Takdir memberinya kesempatan kedua. Dengan Sistem Poin dan Ruang Ajaib sebagai senjatanya, Putri Changle bangkit dari kematian untuk menuntut balas.
Setiap poin yang dikumpulkan adalah langkah menuju pembalasan. Setiap level yang diraih adalah tameng untuk melindungi diri dari musuh-musuh yang mengintai. Namun, semakin dekat ia dengan tujuannya, semakin dalam ia terjerat dalam labirin rahasia kelam yang mengubur masa lalunya dan asal-usul Sistem itu sendiri.
Mampukah Putri Changle mewujudkan dendamnya, ataukah ia hanya pion dalam permainan yang jauh lebih besar dan berbahaya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itsme AnH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencelakai Putri Daerah
Seorang pelayan dengan seragam biru muda mendekati Guan Shiqing yang masih terduduk di tanah. "Nyonya Muda, sesuai perintah, saya telah menemukan tiga pelanggan rumah bordil dengan reputasi paling bejat. Mereka sudah menunggu arahan Anda."
Guan Shiqing menghela napas panjang dan mengembuskannya dengan kasar. Di balik riasan yang luntur karena air mata palsu, tatapannya memancarkan kebencian dan amarah yang membara, kontras dengan kesederhanaan yang dulu menjadi ciri khasnya sebagai seorang pelayan.
Dengan gerakan kasar, ia meraih kantong uang yang tadi dilemparkan oleh pengawal, lalu bangkit berdiri dengan bantuan pelayan itu. Sentuhan Xiao Gui membuat Guan Shiqing jijik, seolah dia tidak pernah menjadi seorang pelayan.
Xiao Gui menunduk ketakutan, menyadari aura berbahaya yang terpancar dari Guan Shiqing.
Bibir Guan Shiqing menyunggingkan senyum licik yang dingin. "Bagus sekali," katanya dengan suara yang lebih mirip desisan. "Ini hadiah untukmu." Ia melemparkan kantong uang di tangannya pada Xiao Gui.
Xiao Gui tersenyum sumringah, matanya berbinar serakah. Ia menerima pemberian Guan Shiqing yang murah hati itu dengan gerakan cepat, menyembunyikannya di balik lipatan pakaiannya seolah takut akan ditarik kembali.
"Nyonya, mari, ikut saya berganti pakaian," kata Xiao Gui, dengan nada menjilat. "Arak obat sudah disiapkan, tinggal menunggu untuk diminum oleh Putri Daerah."
Guan Shiqing tersenyum licik, membayangkan pembalasan yang akan datang. Ia mengangguk dan mengikuti langkah Xiao Gui yang gesit.
Baru dua langkah berjalan, ia berhenti mendadak. Dengan gerakan anggun namun penuh perhitungan, ia memutar tubuhnya sedikit untuk menatap gerbang Kediaman Pangeran Qin. Sekujur tubuhnya dikelilingi aura jahat. "Song Zhiwan," bisiknya dengan suara yang sarat akan janji siksaan, "saat ini aku hanya membuatmu lengah. Pertunjukan yang sebenarnya akan segera dimulai. Tunggu saja dan nikmati."
Guan Shiqing kembali berjalan, langkahnya ringan dan penuh percaya diri. Senyum jahat terus menghiasi wajahnya, pertanda badai yang akan segera menerjang Kediaman Pangeran Qin.
Guan Shiqing, menyamar dengan seragam pelayan yang identik dengan Xiao Gui, menyembunyikan wajahnya di balik cadar. Dengan hati-hati, ia membawa dua gelas anggur kecil, mengikuti Xiao Gui yang membawa teko arak, memasuki ruang istirahat Song Zhiwan.
Dengan sikap hormat dan sopan, Xiao Gui membuka percakapan, "Putri, kami membawakan anggur persembahan sebelum upacara pertunangan dimulai."
Song Zhiwan mengerutkan keningnya, kebingungan terpancar jelas di wajahnya. "Kenapa aku tidak pernah mendengar tentang upacara ini sebelumnya?"
"Lapor Putri, kami berdua adalah pelayan dari Kediaman Pangeran Chu," kata Xiao Gui dengan nada meyakinkan.
Di balik cadarnya, Guan Shiqing menyembunyikan seringai licik yang bertolak belakang dengan kata-kata Xiao Gui.
"Upacara ini adalah pengaturan dari Pangeran Chu sendiri," lanjut Xiao Gui, matanya menghindari tatapan Song Zhiwan. "Mungkin beliau terlalu sibuk, sehingga tidak sempat memberitahu Putri sebelumnya."
Guan Shiqing melangkah maju, menyerahkan nampan di tangannya ke hadapan Song Zhiwan. "Ini adalah anggur baru yang disiapkan khusus untuk pernikahan. Setelah meminum anggur persembahan ini, acara pertunangan akan berjalan dengan lancar, dan tidak ada lagi halangan setelah menikah ... kebahagiaan dan kepuasan akan menyertai Putri."
"Aku tidak pandai minum anggur," kata Song Zhiwan, mencoba mengulur waktu. Sebagai jiwa yang baru menghuni tubuh Song Zhiwan, Lulu tidak tahu apakah pemilik asli tubuh ini memiliki toleransi yang sama terhadap alkohol. Padahal, dirinya sendiri bisa minum sebanyak apa pun tanpa merasa efeknya.
Karena dirinya tidak yakin apakah tubuh yang kini ia huni mampu bertahan, Lulu tidak ingin mengambil resiko.
"Jika minum sekarang, aku pasti akan mabuk. Bagaimana dengan acara pertunangannya?" Song Zhiwan berbohong dengan mata terbuka, berharap kebohongannya cukup meyakinkan.
Guan Shiqing menatap Xiao Gui dengan tatapan penuh arti, mereka saling bertukar pandang. Keduanya bahkan dengan serentak berlutut dengan ketakutan yang dibuat-buat. "Putri, jangan mempersulit kami," kata Guan Shiqing dengan nada memelas, hampir mengeluarkan air mata buaya. "Jika anggur tidak diminum, upacara belum selesai. Kami akan dipukuli saat kembali."
Song Zhiwan terdiam cukup lama, pikirannya berputar mencari jalan keluar. Xiao Gui dan Guan Shiqing menunggu dengan gugup, jantung mereka berdebar kencang.
"Baiklah, aku minum," kata Song Zhiwan akhirnya, menyerah pada tekanan. Tidak masalah minum sedikit, dia yakin pemilik tubuh asli pasti memiliki toleransi alkohol yang lebih baik darinya.
Guan Shiqing dan Xiao Gui mengangkat pandangan mereka, diam-diam senang atas keputusan bodoh Song Zhiwan. Keduanya berdiri dengan gerakan cepat, Guan Shiqing meletakkan nampan ke atas meja dengan hati-hati, sementara Xiao Gui menuangkan arak ke dalam gelas. Song Zhiwan menatap mereka dengan seksama, mencoba mencari petunjuk tersembunyi.
Setelah selesai, Xiao Gui mundur bersama Guan Shiqing, menanti Song Zhiwan meminum anggur itu.
Song Zhiwan mengambil salah satu gelas, memutar-mutarnya di antara jari-jarinya. Cairan berwarna merah delima itu tampak menggoda, namun juga menyimpan bahaya yang tak terlihat.
'Song Zhiwan, penampilanmu hari ini sangat cantik dan menawan. Tunggu obat di dalam anggur ini bekerja, seluruh tubuhmu akan terasa lemas tak berdaya. Pasti sangat disukai tiga tikus tua itu,' batin Guan Shiqing dengan senyum licik yang tersembunyi di balik cadar.
Song Zhiwan mendekatkan gelas anggur ke bibirnya, aroma manis yang memabukkan memenuhi indranya, tetapi kemudian ia menjauhkannya di detik berikutnya. "Anggur ini tidak mungkin ada racunnya, kan?" tanyanya penuh selidik, matanya menyorot tajam ke arah kedua pelayan.
Xiao Gui dan Guan Shiqing panik, tetapi berusaha sekuat tenaga untuk tetap tenang. "Mana mungkin," kata Guan Shiqing dengan nada meyakinkan. "Kami adalah pelayan dari Kediaman Pangeran Chu, jika kami berani meracuni Putri Daerah, Pangeran Chu pasti akan membuat kami hidup lebih buruk dari mati."
"Benar, mana mungkin kami berani meracuni Putri Daerah," timpal Xiao Gui dengan cepat, disertai anggukan kepala yang berlebihan.
"Benarkah?" tanya Song Zhiwan, tatapannya masih penuh keraguan. "Tapi jika aku dibunuh, apa gunanya menghukum kalian hidup lebih buruk daripada mati?"
Song Zhiwan kembali meletakkan gelas anggur di tangannya ke atas meja dengan gerakan perlahan. "Begini saja, kamu minum satu cangkir. Dengan begitu, aku bisa tenang."
'Untungnya aku sudah menandai salah satu cangkir,' gumam Guan Shiqing dengan licik dalam hati, merasa bangga karena bisa memprediksi bahwa Song Zhiwan akan curiga dan waspada.
"Baiklah, saya akan minum," kata Guan Shiqing, dengan cepat mengambil salah satu gelas dan meminumnya tanpa ragu. Song Zhiwan menyaksikan setiap gerakannya dalam diam, mencoba mencari tanda-tanda kebohongan.
"Sekarang Putri Daerah bisa tenang, kan?" tanya Guan Shiqing lembut, menyembunyikan seringai kemenangan di balik cadarnya.
"Kamu sangat patuh," puji Song Zhiwan sambil mengambil gelas anggur di atas meja. "Setelah aku menikah, aku pasti akan membiarkanmu bekerja di sisiku."
Tanpa ragu, dia mengangkat gelas itu dan meminum isinya hingga tandas.
Suasana mendebarkan memenuhi ruangan, setiap detik terasa seperti berabad-abad.
Xiao Gui dan Guan Shiqing menatapnya dengan tatapan jahat yang tak lagi bisa disembunyikan.
Setelah minum, Song Zhiwan menatap Guan Shiqing dengan tatapan menyelidik. "Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanyanya dengan nada curiga.
Guan Shiqing mendengus sinis, dia membuka cadarnya dengan gerakan lembut, memperlihatkan wajahnya yang penuh kemenangan. Xiao Gui juga membuka cadarnya, memperlihatkan seringai licik yang sama. Song Zhiwan terkejut, matanya membulat tak percaya.
"Song Zhiwan ... Song Zhiwan, kau masih saja seperti dulu, begitu mudah ditipu," kata Guan Shiqing dengan nada mengejek.
"Guan Shiqing, kau... kau meracuni anggurku?" tanya Song Zhiwan dengan suara bergetar, menyadari kebodohannya.
"Kalau tidak?" Guan Shiqing bertanya balik dengan nada meremehkan. "Kau pikir aku benar-benar pelayan dari Kediaman Pangeran Chu?"
Song Zhiwan sudah mulai merasakan efek racun itu. Kepalanya terasa berat, pandangannya mulai kabur, dan tubuhnya terasa lemas tak berdaya.
"Kau ingin aku bekerja di sisimu setelah kamu menikah?" Guan Shiqing tertawa mencemooh, suaranya menggema di seluruh ruangan. "Song Zhiwan, kenapa kau masih begitu kekanak-kanakan?"
"Guan Shiqing, kau pantas mati!" Song Zhiwan berusaha untuk berdiri, namun tubuhnya menolak untuk bekerja sama. Dunia di sekelilingnya terasa berputar, pandangannya semakin kabur, dan nafasnya tersengal-sengal.
Guan Shiqing mencubit dagu Song Zhiwan yang menunduk dengan kasar, mengangkat wajahnya hingga tatapan mereka bertemu. "Song Zhiwan, kau sangat cantik hari ini. Aku ingat, kau juga berpenampilan seperti ini saat kau akan bertunangan dengan Xie Zhan."
"Sayangnya, dia akhirnya menikahiku," Guan Shiqing berkata dengan nada kemenangan yang menusuk hati.
"Mencelakai Putri Daerah, merusak pernikahan kerajaan... apakah kau tidak takut hukuman dari Kaisar?" tanya Song Zhiwan dengan suara lemah, mencoba mencari celah untuk melawan.
Guan Shiqing dengan kasar menghempas wajah Song Zhiwan, membuatnya terhuyung ke belakang. "Aku sangat takut," jawabnya dengan nada sinis.
"Sayang sekali, setelah hari ini, kau bukan lagi seorang putri ... kau hanya akan menjadi sampah yang tak berguna."
Thor aku stop baca critanya ya..
diawal crita seru, sekarang SDH seperti crita Indosiar yg terus bersambung..
udah bosan dgn drama guan shiqing..
kok ceritanya ne guan shiqing yg jadi pemeran utama...?
kmana nih momo....... gunakan sistem dong.....
sistem apa? greget bgt.. masalah nya cuma berputar2 di sini aja ga selesai- selesai. trs kelebihan putri cangle apa? masa lemah bgt. mudah di tindas, mau di skip tp penasaran. wkwkwk 🤣🤣🤣🤣
bagusan pemeran perempuan pas novel perempuan beracun kesayangan pangeran lebih cerdas & keren😄
semangat nulisnya😍😍😍