“Menikahlah denganku, Jia.”
“Berhentilah memikirkan masa lalu!! Kita tidak hidup di sana!!”
“Jadi kamu menolakku?”
“Apa yang kamu harapkan?? Aku sudah menikah!!!!”
Liel terdiam, sama sekali tidak menunjukkan keterkejutan. Sorot matanya yang tajam itu kembali lagi. “Aku tahu kamu sudah bercerai. Pernikahan macam apa yang sehari setelah menikah sudah tidak tinggal satu atap?”
Sebelas tahun lebih, mereka memutuskan untuk menyerah dan melupakan satu sama lain. Namun, secara ajaib, mereka dipertemukan lagi melalui peristiwa tidak terduga.
Akan kah mereka merajut kembali tali cinta yang sudah kusut tak berbentuk, meski harus melawan Ravindra dan anaknya Kay, wanita yang penuh kekuasaan dan obsesi kepada Liel, atau justru memilih untuk menyerah akibat rasa trauma yang tidak pernah sirna.
Notes : Kalau bingung sama alurnya, bisa baca dari Season 1 dulu ya, Judulnya Beauty in the Struggle
Happy Reading ☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Avalee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Datang!
Liel berada di bandara, pukul 00.45 wib, sebab Tony memesan tiket penerbangan untuknya pada pukul 02.00, dini hari.
“Hanya karena aku meminta penerbangan pagi hari, bukan berarti sepagi ini juga!! Apa dia menyuruhku untuk tidak tidur ?!” Liel menguap sambil menutup mulutnya.
Ya, kantung matanya itu pertanda bahwa Liel benar-benar dalam kondisi mengantuk, tidak tertahankan. Meski begitu, dia tetap terlihat tampan dengan hanya memakai, “sneaker”, baju dan celana serba abu, di tutupi dengan blazer panjang berwarna hitam.
Kemudian, tampak seorang pria berotot melambaikan tangannya kepada Liel. Dia dengan wajah cerianya itu memakai kemeja rayon hitam dengan motif pohon kelapa, celana pendek hitam dan memakai kacamata, di atas kepalanya. Ya, dia Tony dengan outfit pantainya.
“Ada apa dengan wajah ceriamu itu? kamu ingin berlibur? Atau segera berenang bersama ubur-ubur? Ingatlah, kita hanya ada misi mencari Jia di sana?!” tutur Liel sambil mendengus kesal.
“Kita lakukan keduanya, tuan. Biasanya di sana banyak wanita cantik.”
“Yaa, dan pasanganmu akan segera m3mbunuhmu,” timpal Liel.
“Itu sebabnya aku tidak ingin menikah, tuan.” Tony menyodorkan kopi hangat untuk tuan mudanya.
“Huh, kamu dan Doris sama saja … hm, tetapi katanya dia ingin berubah, demi Nata.”
Tony cukup terkejut mendengar pernyataan tuannya, yang mengatakan tentang Doris. Dirinya bimbang apakah memilih harus percaya atau tidak.
Liel gelisah, “Hei Tony, apa menurutmu mereka akan bertemu?”
Tony berpikir, mencari jawaban terbaik untuk tuannya, “Kuharap tidak, tuan.”
...****************...
Ballroom - Safited Nusa Dua Beach Resort
Pertemuan Ilmiah Nasional Kesehatan Jiwa, Adiksi, dan Neurosains, yang diselengarakan oleh PDSKJI, berjalan dengan baik sebagaimana mestinya.
“Saya berharap, pertemuan ini dapat meningkatkan pengetahuan kita, mampu berkerjasama dan memiliki jejaring profesional untuk membangun masa depan kesehatan mental Indonesia, terima kasih.” Jia tersenyum kemudian menundukkan kepala menunjukkan rasa hormat, setelah menyampaikan kata-kata penutup dalam forum diskusi.
Setelah makan siang, acara ramah tamah dan sesi berfoto selesai di lakukan, Jia segera beranjak pergi, meninggalkan ballroom tersebut.
Dia meregangkan badannya, kemudian kembali berjalan anggun di loby hotel yang mewah dan megah. Kemudian matanya memandang ke luar jendela kaca.
“Pantai? Apa aku ke sana saja? Sepertinya seru.”
Langkahnya terhenti, kemudian berpikir kembali.
“Ah, tetapi aku tidak bisa berenang … bagaimana jika aku tenggelam dan di makan Megalodon? Hah, aku tidak bisa membayangkannya.” Jia menggeleng-gelengkan kepalanya.
*Megalodon adalah hiu purba yang sangat besar dengan panjang 24,3 Meter, yang ada di film The Meg dan Megalodon.
Setengah jam kemudian, Jia sudah berada di pantai, sendirian. Dia merasa rugi jika hanya mengurung diri di kamar hotelnya.
Perasaan hangat menyeruak ke dalam hatinya. Dia sangat senang bisa meluangkan waktunya untuk dirinya sendiri.
“Ini tidak terlalu buruk. Apa aku pindah saja ke sini? Lagipula aku sudah terlalu malu untuk kembali ke sana!”
Namun Jia segera mengelengkan kepalanya. Wajah kesal Nata melintas di benaknya jika dia tahu dirinya ingin pindah.
“Tidak, aku tidak lari dari masalah … aku hanya …”
“Ah, sudahlah,” lanjutnya lagi seraya membaringkan diri di atas pasir.
Suara ombak, matahari yang akan tenggelam dan langit yang berwarna orange kemerahan itu seketika menyihirnya. Dia tidak percaya, bahwa ada hal seindah ini di dunia, selain luka dan sakit hati.
Namun, di saat Jia sedang menikmati pemandangan yang menakjubkan, tiba-tiba ada seseorang berdiri tepat di hadapan Jia, menghalangi pandangannya terhadap matahari yang akan segera tenggelam.
apakah masih laku kalau di jual dipasar loak ?/Facepalm/
kak avalee apa ga bisa dicepetin mereka pacarannya kok muter2 sih ceritanya, jadi bosan.