Icha Adeela, anak angkat dari keluarga Raffi Hamzah. Dia diperlakukan tidak adil, dijadikan sebagai penebus utang. Ayah angkatnya mempunyai banyak utang dan keluarga mereka terancam kehilangan rumah dan aset lainnya.
Dalam upaya menyelamatkan keluarga dan ibu angkatnya yang sekarat di rumah sakit, Icha dipaksa menikah dengan orang tua dan cacat.
Ternyata, Icha juga diperlakukan kasar oleh suaminya. Icha berusaha membayar utang agar terbebas dari belenggu suaminya.
Apakah Icha berhasil membebaskan dirinya dari situasi tersebut?
Ikuti jalan ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 Alula Meninggal
Icha akhirnya diperbolehkan istirahat di rumah. Demi kesehatan mental Icha, Dokter menyarankan agar Fairel dan Zaki untuk sementara tidak menemui Icha. Kehadiran mereka berdua membuka luka lama Icha.
Fairel dengan sangat amat terpaksa, melepaskan Icha untuk menjauh darinya. Putra juga merahasiakan tempat tinggalnya dengan alasan untuk kesembuhan Icha.
Bagaimana dengan Alula? Karena sering melakukan pengobatan kanker seperti kemoterapi dan radiasi, sumsum tulangnya mengalami kerusakan.
Kania dipanggil Dokter Eko ke ruangannya. Dengan berat hati Dokter Eko mengabarkan bahwa operasi Alula dibatalkan karena Icha tidak bisa mendonorkan sumsum tulangnya karena Icha dalam keadaan hamil. Dokter Eko sengaja berbohong.
Kania sungguh kaget mendengar Icha yang saat ini hamil. Kania sangat yakin, anak yang ada di dalam perut Icha bukan anak Fairel, melainkan anak Putra. Kania akan memberitahu Fairel secepatnya.
Dan bagaimana dengan Dokter Alex? Dokter Eko memberikan peringatan keras kepada Dokter Alex karena tidak menjalankan prosedur rumah sakit. Icha tidak seharusnya menjadi pendonor untuk Alula dikarenakan kondisi Icha yang tidak memenuhi syarat.
Ihsan sebagai penanam modal terbesar di rumah sakit tidak menginginkan kehadiran Dokter Alex di rumah sakitnya. Ihsan memecat Dokter Alex karena melanggar kode etik dokter.
Dokter Alex tidak terima. Semua ini bukan kesalahan Dokter Alex sepenuhnya. Ini karena Dokter Alex dijanjikan uang oleh orang tua pasien yang bernama Alula. Alula juga harus menanggung perbuatan ibunya.
Sebelum meninggalkan rumah sakit, Dokter Alex masuk ke dalam ruangan Alula. Dokter Alex memeriksa Alula. Denyut nadinya terlalu lemah. Untuk bertahan hidup, Alula dibantu dengan tabung oksigen.
"Halo Alula, kayaknya tubuhmu tidak sanggup lagi menerima segala macam pengobatan. Lihat lah tubuhmu yang tipis tinggal tulang. Rambutmu pun mulai rontok. Wajahmu tampak suram. Dokter bantu kamu biar gak merasakan sakit lagi."
Dokter Alex menyuntikkan sesuatu ke dalam cairan infus Alula. Dokter Alex segera meninggalkan ruangan Alula. Dokter Alex kembali masuk ke dalam ruangannya untuk mengambil barang-barang miliknya.
Dengan senyuman, Dokter Alex berpamitan kepada semua rekan dokter dan perawat yang selama ini berkerja sama dengannya. Dokter Alex segera mungkin meninggalkan rumah sakit.
Tiba-tiba saja, perawat dari ruangan Alula meminta bantuan kepada Dokter Alex. Tubuh Alula mengalami kejang-kejang. Dokter Alex menaruh barang-barangnya asal di lantai. Dokter Alex, teman dokternya dan beberapa perawat menuju ruangan Alula.
Dokter Alex dan teman dokternya memeriksa Alula. Mereka membantu Alula untuk kelangsungan hidupnya. Detak jantung Alula terlihat semakin melemah di layar monitor samping Alula.
Kania yang baru saja tiba kebingungan saat melihat banyak dokter dan perawat di ruangan Alula.
"Sus, ada apa? Kenapa banyak orang di dalam?" tanya Kania pada perawat yang baru saja keluar dari ruangan Alula.
"Anak ibu ...." Perawat itu tidak melanjutkan kalimatnya, dia sedikit berlari keluar dari ruangan Alula.
Kania hanya bisa menunggu di luar karena perawat melarangnya masuk. Kania yang selama ini jauh dari agama, melihat kondisi Alula terus memanjatkan doa di dalam hatinya. Kania mendengar suara nyaring panjang dari layar monitor.
"Alula, Alula!" Kania histeris setelah melihat Dokter Alex dan temannya menggelengkan kepala dan menutupi wajah Alula dengan selimut yang dipakainya.
Perawat membuka pintu. Kania masuk ke dalam. Kania membuka selimut yang menutupi Alula. Kania menjerit menangis. Kania memaksa Alula membuka matanya.
"Maaf Bu. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi, Tuhan berkehendak lain. Alula meninggal dunia," kata Dokter Alex.
"Apa ini semua karena Alula tidak langsung di operasi? tanya Kania.
"Iya," jawab Dokter Alex.
"Ini semua salah Anda! Kenapa waktu itu tidak langsung di operasi. Semua gara-gara Anda!"
"Ibu yang terhormat, karena Anda lah saya dipecat dari pekerjaan saya! Anda harus mencarikan saya pekerjaan!"
"Boleh! Tapi kembalikan anak saya! Kembalikan!" Kania berteriak di depan wajah Dokter Alex.
Kania dan Dokter Alex adu mulut di dalam ruangan Alula. Keributan mereka sampai tersebar ke media sosial. Ada yang menyebarkan dan dalam waktu singkat video Dokter Alex dan Kania banyak dishare dan mendapatkan komentar dari para netizen.
Ihsan dan Dokter Eko memanggil Kania dan Dokter Alex kembali ke ruangannya. Mereka meminta klarifikasi tentang berita yang tersebar luar di media sosial. Ihsan dan Dokter Eko ingin kekacauan ini segera berakhir karena bisa mempengaruhi citra 'Rumah Sakit Jati'.
...----------------...
🌑 Di kediaman Putra.
Icha yang santai duduk di pinggiran kolam renang terkejut melihat video yang lewat beranda media sosialnya. Dari Video itu Icha mendapat informasi Alula meninggal dunia. Ibu pasien mengamuk karena dokter yang merawat anaknya tidak melakukan operasi.
Dari keterangan dokter, tidak ditemukan pendonor yang cocok sehingga operasi tidak dapat dilakukan. Ibu pasien dan dokter diamankan oleh pihak rumah sakit.
""Innalillahi wa inna ilaihi rojiun," ucap Icha.
Walaupun Alula sangat jahat kepadanya, Icha berusaha melupakan dan memaafkan segala kesalahannya. Icha sebenarnya kasihan kepada Alula. Alula mungkin sedari kecil hidup dalam kesederhanaan, oleh karena itu setiap melihat benda-benda yang dianggapnya bagus, Alula akan mengambilnya.
Alula juga bertahun-tahun menjalani pengobatan. Icha pernah tanpa sengaja melihat kepalanya yang hampir botak. Alula selama ini menutupi kepalanya dengan wig. Tubuh Alula juga kurus dan pertumbuhannya kurang. Alula tidak setinggi Icha.
Dibalik kekurangannya itu lah, Alula iri melihat Icha yang dianggapnya memiliki segalanya. Icha mendapatkan kasih sayang Raffi yang Alula kira sebagai ayah kandungnya. Icha tinggal di rumah yang besar sedangkan dia tidak.
Alula juga sakit hati melihat teman-teman Icha banyak. Alula berhasil menjauhkan teman-teman Icha. Dan terakhir kali, Icha juga melihat Alula yang berusaha mendekati Fairel.
Dan sekarang Icha sangat mengingat Fairel. Icha ingat setiap perlakuannya. Icha akan membuat Fairel sakit hati. Icha ingat, Fairel pernah memohon meminta maaf kepadanya. Fairel ingin memperbaiki kesalahannya dan memulai hidup baru bersama Icha.
Icha sekarang bukanlah Icha yang dulu. Icha tidak ingin lagi disakiti. Icha juga ingin bahagia. Icha tidak ingin direndahkan, diinjak-injak karena dia tidak punya keluarga. Tapi sekarang, Icha mempunyai keluarga. Keluarga Icha bukan orang biasa.
Sewaktu di Negara H di kota Haluna, oma Vira dan opa Adam berjanji akan membantu Icha membalas sakit hati Icha.
"Cha, jangan suka melamun ntar kesambet lho," Putra duduk di samping Icha.
"Gimana Ayah Ka?" Icha menoleh ke arah Putra.
"Dia keracunan obat. Selama ini dia sering mengkonsumsi obat-obatan. Tanpa dia sadari obat itu perlahan merusak syaraf tubuhnya. Untung masih bisa diselamatkan. Om Ihsan mempunyai dokter-dokter yang dapat diandalkan."
"Baguslah Ka. Aku gak rela Ayah pergi secepat itu."
"Apa yang akan kamu lakukan?" Putra mengernyitkan keningnya.
"Aku akan menjadi anak yang baik," Icha memaksa tersenyum.
"Bagaimana dengan Fairel?"
"Aku akan membuatnya menceraikan aku."
"Baiklah, akan Kaka bantu."
Ayah, Tante Kania, Fairel, kalian lah yang membuat aku seperti ini. Jangan salahkan aku jika aku akan membalasnya, batin Icha.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...