NovelToon NovelToon
Wanita Yang Dicintai Suamiku

Wanita Yang Dicintai Suamiku

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:57.8k
Nilai: 5
Nama Author: aenyn unyu

Tatapannya hangat dan lembut, ku fikir dia mencintaiku, nyatanya tidak, ada wanita lain dihati suamiku, wanita yang merupakan cinta pertamanya, wanita yang dia kagumi sejak remaja yang tidak bisa dia miliki.

Entahlah aku ini dianggap apa, mungkin dijadikan sebagai pelampiasan rasa sakit hatinya, atau untuk memberitahu wanita itu kalau dia juga bisa menikah dan melanjutkan hidup meskipun bukan dengan wanita itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aenyn unyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Duka

Dan baik Budi atau abi Sholeh, tidak ada yang menggubris pertanyaan umi Warsih, dua orang itu sibuk dengan ketegangan masing-masing.

Umi Warsih yang tidak tahu duduk perkaranya dalam hati menerka-nerka permasalahan apa sieh yang terjadi sampai membuat suami dan putranya sampai bersitegang seperti ini, dan ini adalah untuk pertamakalinya hal ini terjadi, selama hidupnya, umi Warsih selalu melihat suami dan putranya akur.

"Pokoknya, abi tidak akan pernah mengizinkan kamu menceraikan Tari titik, abi tidak ingin gara-gara ulahmu persahabatam abi dan abinya Tari hancur." teriak abi Sholeh emosi, saat emosi seperti ini, dia merasakan dadanya terasa sesak yang membuatnya kesulitan untuk bernafas, abi shoheh memegang dadanya, wajahnya meringis menahan sakit, tidak disangka putra kebanggannya bisa membuatnya sekecewa ini.

"Aku tidak mencintai Tari abi, abi jangan egois donk hanya memikirkan diri abi sendiri, dan bagaimana mungkin aku bertahan dengan wanita yang tidak aku cintai, aku mencintai Fitri, dan aku sudah menikah dengannya, dengan dialah kebahagianku." jujur Budi, dia sudah kepalang basah, ya nyebur saja sekalian.

"Apa kamu bilang." abi Sholeh mendapatkan kejutan yang tidak pernah diduga-duga, ini benar-benar diluar prediksinya.

Umi Warsih tidak tahan lagi, meskipun dia mendengar ketegangan itu sebagian dan tahu duduk perkaranya, dia yang juga mulai was-was bertanya untuk memperjelas, "Sebenarnya apa yang terjadi, Budi, apa maksudmu dengan perkataanmu barusan, kamu lagi mabuk Budi, bicaramu jadi ngelantur."

"Aku ingin bercerai dengan Tari umi."

"Apa kamu bilang." murka umi Warsih.

Tidak ada yang memperhatikan abi Sholeh yang nafasnya sudah kembang kempis.

"Aku berhak bahagia umi dengan wanita yang aku cintai yaitu Fitri."

"Fitri." ulang umi Warsih penuh dengan penekanan, "Wanita yang dulu memilih laki-laki lain ketimbang kamu."

"Iya umi, dia adalah wanita yang dulu umi sukai dan umi sayangi, dia janda umi, dan aku...." Budi mengambil jeda, bukan untuk menciptakan efek dramatis, melainkan dia mengambil nafas terlebih dulu untuk memberitahukan hal yang sudah pasti akan membuat uminya akan marah besar seperti abinya.

"Dan kamu apa Budi, jangan bilang kalau kamu...." umi Warsih tidak melanjutkan kata-katanya, karna wajah putranya itu sudah lebih dari cukup untuk mendeskrifsikan apa yang dia fikirkan, "Jangan bilang kata-katamu barusan beneran, kamu sudah menikahi menikahi wanita itu."

Budi mengangguk, "Iya umi, aku dan Fitri sudah menikah."

 Mata umi Warsih langsung menyala begitu Budi menyebutkan nama Fitri, dulunya sampai sekarang dia tidak pernah membenci Fitri, dia malah suka sama Fitri karna anaknya baik dan sopan, dan meskipun Fitri memilih menikah dengan laki-laki lain ketimbang Budi, umi Warsih sama sekali tidak membenci Fitri, menurutnya kalau Fitri tidak mencintai putranya mana bisa dipaksakan, tapi mulai saat ini, mulai detik ini, rasa benci itu tumbuh begitu cepat begitu Budi mengatakan apa yang telah dia lakukan.

Dan Tanpa tedeng aling-aling, dengan langkah secepat kilat umi Warsih mendekati putranya sehingga hanya menyisakan sedikit ruang diantara mereka, umi Warsih memukul putranya dengan mengerahkan seluruh tenaga yang dia miliki, "Kamu benar-benar laki-laki brengsek Budi, tidak punya akhlak, umi dan abi tidak pernah mengajarkan kamu menjadi laki-laki brengsek seperti ini, bisa-bisanya kamu menyakiti Tari, wanita baik-baik dan sholehah, dimana letak otakmu Budi, kamu benar-benar sudah gila." umi Warsih benar-benar mengamuk, dia seperti mewakili Tari untuk memberikan pelajaran pada Budi, ada sesak dihati umi Warsih mengingat Tari yang masih terbaring lemah dirumah sakit, sementara Budi menikahi wanita lain, dia sangat menyayangi Tari, meskipun hanya menantu, tapi umi Warsih sudah menganggap Tari seperti anak kandungnya sendiri.

Budi hanya diam, tidak berusaha melindungi diri dari amukan uminya apalagi melawan, dia mengakui dirinya salah, dirinya hanya bisa pasrah dengan pukulan bertubi-tubi dan juga cacian yang keluar dari wanita yang telah melahirkannya itu.

"Bisa-bisanya kamu menikahi wanita yang telah meninggalkanmu, astagaaa, kamu benar-'benar mencoreng nama keluarga Budi, bagaimana kalau Tari tahu kamu menikah dengan wanita lain, kondisinya pasti akan semakin drop, apalagi saat ini ada bayimu yang ada dirahimnya."

Suara gdebuk yang cukup keras menghentikan umi Warsih memukul Budi, baik Budi dan umi Warsih menoleh ke arah sumber suara, dan ternyata, abi Sholeh sudah ambruk tidak sadarkan diri dilantai.

"Abiiiiii." umi Warsih histeris, dia mendekati tubuh suaminya dan mengguncang-guncang tubuh itu, "Abii, bangun bi."

"Abi." panik Budi juga mendekat.

"Umi, kita bawa abi ke rumah sakit sekarang."

"Ini semua gara-gara kamu Budi, gara-gara ulahmu penyakit jantung abimu kumat, kalau sampai terjadi apa-apa sama abimu, umi tidak pernah memaafkan kamu."

Budi menunduk pilu, dia lupa akan penyakit jantung yang dimiliki oleh abinya, padahal Biah saja tidak mengadukan perbuatannya karna takut penyakit sang abi akan kambuh, ehh dia malah memberitahukan sendiri.

"Umi, sekarang bukan saatnya untuk menyalahkan aku, sebaiknya kita bawa abi ke rumah sakit saja supaya secepatnya ditangani oleh dokter."

"Pak Rahmat, pak Rahmattttt." Budi berteriak memanggil sopir keluarganya.

Seorang laki-laki seumuran abinya datang dengan tergopoh-gopoh, "Astagfirullahhalajim, apa yang terjadi dengan bapak mas Budi."

"Nanti saya jelaskan pak, tapi tolong bawa saya membawa abi ke rumah sakit."

"Baik mas."

Umi Warsih hanya menangis, sungguh dia tidak pernah menyangka cobaan yang begitu berat akan datang bertubi-tubi seperti ini dalam satu waktu, kemarin Tari yang kritis, kemudian datanglah putranya dengan aib yang menggemparkan yang membuat suaminya jatuh terkapar tidak sadarkan diri.

*******

Suasana malam ini diselimuti oleh duka, suara tangis menghiasi ruangan berwarna putih khas rumah sakit itu, siapa yang menyangka kalau abi Sholeh akan pergi secepat ini dan mendadak.

"Abiiii hu hu, kenapa secepat ini engkau meninggalkan kami." tangis Biah pecah sambil memeluk jenazah ayahnya.

Umi Warsih juga tidak henti-hentinya menangis, padahal baru saja dia membuatkan suaminya kopi, dan sekarang suaminya sudah pergi jauh meninggalkannya, umur memang tidak bisa ditebak.

Budi juga berdiri didekat jenazah abinya, sungguh, dia diliputi rasa bersalah dan penyesalan yang teramat sangat, dia hanya bisa menyesali apa yang telah dia lakukan dan menangis dalam diam.

"Abi, maafkan aku bi."

Abi Abdullah dan umi Diah juga ada diruangan tersebut, saat tahu kalau besannya itu dilarikan ke rumah sakit yang sama dengan tempat Tari dirawat, pasangan pasutri itu bergegas untuk melihat kondisi abi Sholeh, sayangnya, sebelum sampai, abi Sholeh terlebih dahulu menghembuskan nafas terakhir.

Tentu saja, baik abi Abdullah dan umi Diah ikut merasakan kesedihan yang dialami oleh keluarga menantu mereka, apalagi abi Abdullah yang merupakan sahabat dari abi Sholeh, laki-laki itu sama sekali tidak bisa menyembunyikan kesedihannya, bahkan dari sudut matanya merembas buliran-buliran kristal yang dihapus dengan kasar oleh tangan kriputnya.

Abi Sholeh sempat sadar beberapa menit, tapi dia tidak mengatakan apa-apa, sampai kemudian jantungnya kembali kumat, rasa sakit yang tidak tertahankan akhirnya membuatnya menyerah dan memilih pulang ke sisi pangkuan yang maha kuasa.

********

1
Rismawati Damhoeri
baik sama bodoh itu beda tipis tari...
Rismawati Damhoeri
apaan sieh thor, penempatan siehnya bnyk nggak masuk thor..
Mar lina
Budi " waktu kamu sama Tari
hati& pikiran mu ke orang Lain...
giliran sudah menikah dengan Fitri
hati mu ke Tari...
penyesalan selalu datang belakangan an
lanjut Thor ceritanya di tunggu updatenya
Erna Waq
Oalah kak...q sukanya tari sama Asroni😓
Anonim
BUNUH WAE LAH
nining turtania
bagus sekali ceritanya
nining turtania
ceritanya bagus sekali
Baim Ibrahim
yang pasti pasti saja,sama ustadz Irwan boleh juga
Anonim
BUNUH SARAH
Anonim
TARI GOBLOK
Anonim
bunuh
Ma Em
Tari itu terlalu lemah tdk tegas sama Budi , lbh baik Tari jgn pedulikan lagi pada Budi karena Tari dan Budi kan sdh berpisah msh saja perhatian , lbh baik Budi yg suruh pulang bkn Asroni .
Anonim
LAH LU SIAPA TONG🖕
Anonim
Budi goblok 🖕
Ma Em
Tari kamu jgn sampai tertipu lagi sama Budi jgn mau lagi kalau diajak rujuk lbh baik cari lelaki lain saja daripada balikan sama Budi , biarkan si Budi dgn Fitri istri tercintanya pokoknya Tari tegas jgn iya2 saja si Budi itu pura2 dekatin Fatimah padahal sebenarnya mau kembali pada Tari .
Ma Em
Asroni aku doakan kamu berjodoh dgn janda beranak satu yaitu Tari 🤲🤲🤗😄
Ma Em
Jangan sampai Tari balikan sama Budi lbh baik Tari dgn Asroni saja , semoga Tari berjodoh dgn Asroni .
rian Away: kalau balikan author nya sakit
total 1 replies
TRI FAA
bguss🤣
Ma Em
Lagian Tari nya lembek banget itu mah bkn sabar tapi bodoh msh mau saja baik2 in Budi , mending galak kayak Marni tegas orang nya daripada Tari bikin sebel aja .
Ma Em
Lebih baik Tari setelah melahirkan nanti menikah saja dgn Asroni .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!