Seorang istri yang merasa lelah dengan tingkah suami serta keluarganya. Hatinya begitu sakit melihat sang suami lebih menyayangi keponakannya di banding anaknya sendiri. Arumi layaknya seorang pembantu di dalam rumah mertuanya sendiri.
Suatu hari tanpa sengaja iya melihat putri kecilnya terjatuh karena didorong oleh keponakannya ingin meminta pertolongan, namun siapa sangka malah suaminya memilih membantu dan mengendong keponakannya tersebut. Puncak dari semua, ketika suami Arumi datang. kerumah membawa Siska pulang kerumah dan mengenalkannya sebagai calon istri Nico.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvazkha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 28
Arumi merasa lega karena ternyata kelurganya sangat mendukung apapun keputusan dari Arumi. Mereka jujur, mereka sangat kecewa dengan Nicholas. Padahal dulu dia berjanji akan selalu memberikan yang terbaik untuk Arumi. Tapi, setelah apa yang di inginkannya tercapai, dia lalu mencampakkan Arumi dan putri mereka.
"Sebenarnya laki laki macam apa yang kamu nikahi Arumi. Kenapa yang ada di dalam otaknya hanya harta saja. Padahal sejak awal kalian menikah kamu sudah banyak berkorban untuk kelurga nya. Tapi kenapa dia masih belum puas juga, lalu restoran milikmu itu. Jika saja Kaka ipar kamu tidak meminta Jonathan membeli resto tersebut. Entah bagaimana nasib resto itu di tangan orang lain." omel pak Yudha pada putri nya.
"sejak kapan kakak di perlakuan seperti ini?" tanya si bungsu Fernando.
"sejak keponakan kamu ini lahir. Sejak saat itu, Nicholas memang dengan terang terangan tidak menyukai atau tidak mengharapkan kehadiran Michelle. Padahal, sebelum Michelle di ketahui jenis kelaminnya. Nicholas masih baik baik saja. Tapi saat kami mengetahui jika anak yang kakak kandung perempuan, dia mulai memperlihatkan sikap buruknya pada kakak. Di tambah, dia yang suka mengambil uang kakak secara diam diam. Tidak memberikan nafkah yang benar. Di tambah dia itu selingkuh pula. Padahal dia bisa bekerja di perusahaan cabang milik kak Jo, juga berkat aku. Tapi lagaknya seperti dia bisa berjuang sendiri tanpa bantuan dari kakak!" jelas Arumi pada Fernando.
"apa kamu sudah memasukkan surat gugatan cerai kamu nak?" tanya Bu Yohana pada Arumi.
"Sudah ma. Kemarin, saat di rumah kak Jo dan kak Mika. Sesaat sebelum kalian ada. Aku sudah minta pengacara untuk mengurus segalanya. Aku juga sudah memiliki bukti yang cukup kuat untuk menyelesaikan semua tanpa adanya drama nantinya. Apalagi saat di bantu oleh suster Neni saat mencari bukti saat di mall!" jelas Arumi yang mengingat kejadian saat di mall.
"apa kamu pernah bertemu dengan selingkuhan Nicholas dek?" tanya Mikaila.
"sudah beberapa kali. Bahkan dia jga sudah sempat di ajak ke rumah kok. Mereka beralasan jika perempuan itu saudara jauh mereka. Tanpa mereka sadari, jika sebenarnya aku sudah mengetahui semua. Sempat juga bertemu di Mall, dan dia berbuat ulah dengan sengaja menjatuhkan minuman yang telah aku pesan. Dengah alasan tidak sengaja. Yasudah aku kerjain baiklah. Jadi malah dianya yang jadi tontonan semua orang!" ujar Arumi menceritakan secara singkat pertemuannya dengan pelak0r tersebut.
"kak, apa Michelle tahu kalau kalian akan berpisah? Maksud aku, apa Michelle bisa menerima perpisahan antara mamanya dan papanya,?" tanya Fernando membuat Arumi kembali berfikir.
"aku yakin dia bisa mengerti apa yang aku lakukan saat ini Nando. Aku hanya ingin memastikan semua baik tanpa papanya. Toh, meskipun ada Nicholas dalam hidup kita juga tidak menjamin kebahagiaan datang menghampiri kami. Yang ada malah, kesedihan dan juga kekecewaan karena janji janji saja yang dia katakan!" jelas Arumi menyakinkan semua orang yang ada di sana.
"kamu tenang saja dek. Apapun keputusan kamu sekarang akan selalu kami dukung. Apalagi ini demi kebahagiaan kamu dan Michelle. Jika saja kamu masih tetap bertahan dengan keluarga Nicholas. Tidak menutup kemungkinan jika semua barang dan apapun yang di miliki oleh Michelle akan di ambil oleh Bella. Dan hal itu akan menjadi luka hati yang mungkin suatu saat akan berubah menjadi benci jika tidak di hentikan!" ucap Mikaila sangat menyetujui keputusan adik iparnya itu.
"Makasih kak, makasih mama, papa dan kamu dek. Kalian semua sudah penyemangat untuk kami. Aku yakin, meskipun dia akan kehilangan sosok ayah. Tapi aku yakin dia tidak akan kekurangan kasih sayang dari keluarga." jawab Arumi terharu karena seluruh kelurganya mendukung setiap keputusan yang di ambilnya.