menjalani hidup sebagai seorang siswa dan sebagai istri di usia yang masih terbilang sangat muda ada lah pantangan tersendiri bagi Almira Larasati namun ia harus menjalankan walaupun hati kecilnya menolak namun karena ingin mendengarkan jantung nenek yang ada di tubuh orang yang akan di nikahi nya ia bersedia menikah muda
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qiang ifan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Natasha?
Amira meremas kuat dadanya, debaran jantung membuat dirinya sedikit memucat. Sementara Abi si pelaku, terlihat santai kelihatan seperti dirinya sudah biasa melakukan hal ini, fokus pada iPad di tangan entah apa yang sedang di lihatnya, berita kah?
Amira diam, menatap ke luar jendela, seperti habis melakukan hubungan gelap, yang nyaris terkuak, untung saja Amira menyadari kedatangan sopir.
Sepanjang perjalan Abi memegang tangan Amira, mengelus lembut, bahkan tak terhitung jadi berapa kali dirinya mencium tangan Amira. hingga memasuki halaman rumah.
Tepat setelah menepikan mobil di area parkiran, Abi menyuruh pak sopir tak perlu repot untuk membawakan barang barang Amira.
"Bapak langsung ke belangkang aja, barang Amira nanti saya yang urus." ucap Abi turun dari mobil
Dari pintu gerbang yang sama, mobil Renata menyusul parkir di samping mobil Abi.
"Ka Syarif." teriak Renata turun dari jok penumpang depan.
Menghambur di pelukan Abi, yang risih karena pelukan Renata terlalu kuat.
"Apa bawel." sahut Abi menjauhkan wajah Renata.
"Ihh rindu." sahut Renata memaksa pelukan nya.
"Hay Amira, weahh, wajah kamu makin glowing aja." puji Renata beralih memeluk Amira.
"Lupa kamu, kalau suaminya dokter." sahut Abi menurun kan barang dari bagasi.
"Perlu bantuan gak ka." sahut Rama yang keluar dari jok supir mobil Renata.
"Gak usah, ini barang istriku." ujar aybi cuek
"Gimana liburannya." tanya Renata mengajak Amira masuk.
What the duck! Liburan? Tolong kasih tahu Renata kalau itu perjalanan pengobatan, siapa yang mengajari anak ini kalau keluar negeri harus liburan!
Wajah Amira terlihat merona, tersenyum malu untuk mengatakan pada Renata. Namun, juga kesal.
Abi yang menenteng paper bag, dan juga koper. Amira menawarkan bantuan melihat tangan Abi yang penuh.
"Sini aku bantu pak." tawar Amira.
Bukanya memberikan, Abi malah berusaha menggandeng tangan Amira merasa, lalu mengajak nya masuk. Renata kesal di abaikan, memilih untuk masuk lebih dulu.
"Gak usah." tolak Abi memegang tangan Amira.
"Bapak, itu berat lho, tangan aku gak bakalan patah kali cuman bawa ginian." sahut Amira sedikit memaksa.
Keduanya terlihat begitu mesra karena masalah sepele, berdebat dengan sesuatu yang sangat sederhana, namun di menit berikutnya saat suara Renata berteriak. Teriakan itu membuat Abi terlihat tak peduli dengan Amira.
"Ka Natasha." teriakan suara Renata menggema hingga luar.
Semua barang di tangan Abi, jatuh, bahkan tangan Amira kembali menggantung. Abi meninggalkan Amira di depan pintu.
Abi berjalan mendekati, kerumunan orang yang ada di dalam ruangan, terlihat tengah asik bercanda.
"Natasha." sebut Abi tak percaya.
Mendengar nama nya di panggil, Natasha menatap ke arah suara, tersenyum lalu beranjak mendekati Abi dan memeluk mesra di sana.
"Aku kembali Syarif." peluk Natasha bersandar di dada Abi.
"Kamu kapan sampainya, kenapa gak ngasih tahu aku." protes Abi menatap wajah Natasha intens
"Aku mau kasih kamu kejutan." sahut Natasha ingin memeluk Abi kembali.
Keduanya terlihat saling mencurahkan rasa rindu yang dalam.
Renata menatap Amira di pintu yang tangah, memungut paper bag dan kopernya yang jatuh dari tangan Abi.
"Aku pengen kasih lihat kamu sesuatu." sahut Abi menarik tangan Natasha beranjak pergi.
Mereka berpapasan di mana, Natasha dan Abi bergandengan tangan menatap Amira, yang juga menatap mereka, dengan tatapan bingung. Abi hanya melirik Amira tanpa berniat untuk membantunya.
Masih terlalu kecil untuk Amira mengerti perasaan itu, pernikahan mereka masih sangat baru, dan Amira tak mengenal siapa Natasha.
Amira menatap bingung melihat keduanya, kali ini Abi terlihat membuka pintu untuk Natasha, seperti sudah biasa, sesak dada Amira melihatnya, tapi dirinya belum mengerti dengan apa yang terjadi, sama seperti raiderssss yang membaca ini, belum paham dengan tindakan Abi jadi ikuti saja alurnya sampe paham oke.
Ulang taun oma, sudah pasti semua anggota keluarga berkumpul, dan Andy anak dari Hartono juga menyaksikan kejadian itu. mengepalkan tinju dengan tatapan amarah.