Menikah adalah suatu keinginan setiap orang tapi apa yang terjadi jika menikah dengan orang yang tidak di kenal.
Itulah yang kini dialami oleh seorang gadis bernama Adhiba Noora Yasmin.
Gadis berusia 18 tahun baru saja masuk kuliah semester pertama itu pun terpaksa menikah atas permintaan Ayahnya yang kini sedang sakit parah.
Tanpa di duga itu adalah permintaan terakhir sang Ayah karena setelah acara ijab kabul selesai sang Ayah pun menghembuskan napas terakhirnya membuat nya hatinya terpukul.
Kesedihan pun menyelimuti hatinya.
Apa yang harus dia lakukan nya sekarang?
Lalu apakah suami yang tidak di kenalnya itu akan menerimanya sebagai seorang istri ataukah sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Airina Nu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Wajah wanita berusia 50 tahun yang masih terlihat cantik itu mendadak marah saat melihat tempat tinggal menantunya setelah pergi dari apartemen.Kedua tangan nya mengepal seakan-akan ingin sekali membunuh putranya jika tidak berdosa.
Wanita itu pun terus melampiaskan kemarahannya kepada suaminya yang bisa terdiam mendengar kan nya.
Setelah beberapa saat kemudian, suasana pun mulai kembali tenang.
"Minum dulu My, pasti haus".ucap suaminya sambil memberikan segelas air putih kepada istrinya.
Tanpa berkata wanita itupun langsung menerimanya dan meneguk nya hingga tandas tak tersisa.Sesaat dia pun menyadari kalau marah-marah ternyata dapat menguras energi nya.
"Capek My? tanyanya sambil mengusap-usap punggung istrinya lembut.
" Iya capek".
"Kalau begitu marah-marah nya jangan lama-lama kan jadi begini jadinya".katanya menasehati dan istrinya pun langsung melihat kearah suaminya.
"Awalnya sih Mommy tidak ingin marah-marah Dad, tapi entah mengapa saat mengetahui nya hati Mommy ini rasanya ingin meledak saja karena tidak bisa menahan marah jadi untuk meluapkan emosi yang terpendam di dalam hati Mommy ini yaitu dengan marah-marah.Coba Daddy bayangkan bagaimana kalau kita di posisi menantu kita pasti kita tidak akan sanggup ".ungkapnya masih dengan napas yang tersengal-sengal sehabis marah-marah tadi.
Suaminya pun tersenyum sambil mengusap-usap punggung nya mencoba untuk membuat hati istrinya kembali tenang.
" Iya Daddy tau tapi bukankah Mommy marah-marahnya salah sasaran".ucapnya memberitahu.Istrinya pun mengerutkan keningnya karena bingung
"Maksud Daddy gimana sih,Mommy benar-benar nggak ngerti.Bisa ngga Daddy jelaskan biar Mommy mengerti".ucapnya dan suaminya pun menatap istrinya lalu dengan suara lembut nya dia pun mulai berbicara
"Maksud Daddy begini.Mommy kesel dan marah sama siapa? tanyanya ingin tau.
Wanita itupun langsung terdiam sejenak untuk berpikir lalu melihat sekelilingnya hanya dia, suaminya dan juga asisten putranya yang kini sedang duduk di depan.Mendadak wanita itupun tersadar karena sedari tadi dirinya marah-marah tapi orang yang menjadi sasarannya adalah suaminya.Dia pun cengengesan sungguh sikapnya yang benar-benar membuat diri nya malu.
" Itu".katanya akhirnya tersadar dari kesalahan nya yang salah sasaran.
"Sudah taukan kesalahan yang Mommy buat? tanyanya masih dengan suara lembut nya.
" Maaf Dad,Mommy emosi tadi jadi nggak sadar kalau marah-marah nya sama Daddy.Harusnya tuh Mommy marah-marah nya sama putra kita si Emir".ucapnya merasa bersalah karena sudah marah-marah kepada suaminya.
"Daddy maafkan".jawabnya dan entah mengapa dirinya tidak marah dengan ibu dari putranya itu.
" Lebih baik Mommy istirahat ini sudah malam".
"Baiklah".jawab istrinya menuruti perintah suaminya.
Di tempat lain
Dua orang kini sedang terdiam tanpa bicara.Sebenarnya Noora sedang ingin ke kamar mandi, sungguh sudah sedari tadi gadis menahan untuk buang air kecil.Tapi di ruang rawat hanya ada laki-laki yang menjadi suaminya.
Hatinya bimbang apakah meminta bantuan nya atau menunggu perawat tapi setelah beberapa menit menunggu perawat pun tidak yang datang.
Noora berbaring dengan gelisah membuat seseorang yang sadari masih duduk di kursi dekat brangkar pun akhirnya membuka suaranya
"Kamu kenapa?tanyanya saat melihat istrinya terlihat begitu gelisah.
Istrinya hanya menggeleng
" Apa kamu membutuhkan sesuatu? tanyanya lagi dan lagi istrinya pun menggelengkan kepala nya tanda tidak membutuhkan sesuatu.
"Tidurlah jika kamu tidak membutuhkan sesuatu".katanya sambil kembali melihat kearah ponselnya.
Hening
Tapi itu hanya sesaat laki-laki itu kembali melirik kearah istrinya, wajahnya sudah berubah menjadi sangat merah karena menahan sesuatu.Dia pun kembali meletakan ponselnya diatas nakas.
"Apa ada yang sakit? tanyanya sambil bangkit dari duduknya dan kini berdiri sambil terlihat cemas.
" Saya".
"Saya apa?Bicara yang jelas aku benar-benar tidak mengerti".ucapnya mulai dengan nada sedikit tinggi membuat gadis yang menjadi istrinya itu terdiam.
Emir pun akhirnya tersadar karena dia sudah berbicara dengan nada cukup tinggi dan membuat istrinya mungkin tersinggung.Dia pun akhirnya membuang napas kasar ke udara
"Maaf".
" Maaf karena sudah berbicara tinggi tadi."
Noora masih terdiam sambil meremas selimut nya.
"Bicaralah kamu mau apa? tanyanya akhirnya merubah nada bicara nya menjadi begitu lembut dan membuat gadis itupun langsung melihat kearah nya.
" Saya mau ke ke kamar mandi. Bisakah Anda memanggilkan perawat untuk membantu saya, saya sudah tidak bisa menahan nya".jawabnya membuat suaminya akhirnya langsung membuka selimut yang di pakai istrinya dan itu membuat gadis itupun langsung kembali menarik selimut nya.
"Anda mau apa?
Suaminya pun menatap nya.
"Bukankah kamu mau ke kamar mandi?
" Iya tapi Anda mau apa? tanyanya sedikit waspada.
Laki-laki itupun tertawa pelan.
"Aku ingin membantu mu begitu saja tidak mengerti".
" Tapi kenapa harus Anda,saya meminta Anda untuk memanggil perawat untuk membantu saya ".
Emir mengerutkan keningnya bingung dengan sikap istrinya.
" Memang kenapa dengan aku? tanyanya tapi istrinya hanya diam tak bisa menjawabnya lalu secara tiba-tiba laki-laki itu pun langsung menggendong tubuh istrinya dan langsung membawanya ke kamar mandi walaupun istrinya terus memberontak mencoba untuk melepaskan diri.
"Kamu mau jatuh?tanyanya dan membuat gadis itupun akhirnya tidak bergerak lagi.
Emir pun tersenyum penuh kemenangan, ternyata hanya dengan sedikit ancaman saja istrinya sudah takut.
Keduanya pun sudah berada di kamar mandi.Emir pun mendudukkan istrinya di atas closed tapi laki-laki masih berdiri di depan nya membuat Noora pun langsung melihat nya.
"Terima kasih Anda bisa keluar sekarang".
" Keluar? Apa kamu yakin bisa sendiri?
"Tentu saja. Lagi pula mana bisa saya pipis jika Anda masih di sini".jawabnya jujur karena diri nya merasa sedikit malu.
" Baiklah tapi aku tidak bisa meninggalkan mu, aku akan berbalik dan tidak akan melihat."katanya sambil berbalik membelakangi istrinya.
Noora pun akhirnya hanya pasrah jadi dengan malu-malu dia pun akhirnya mulai buang air kecil dengan di temani suaminya.Sungguh dalam hati kecilnya begitu merasa begitu bahagia karena perhatian kecil yang di berikan oleh laki-laki yang berstatus suami.
"Terima kasih Abang".ucapnya dalam hati.
" Apa sudah? tanya suaminya menyadarkan nya lamunan nya.
"Em.. iya".jawabnya lalu suaminya pun berbalik dan langsung kembali menggendong nya kembali ke ruang rawat.
Dengan hati-hati Emir langsung membaringkan tubuh istrinya ke atas brangkar dan menyelimuti nya.
" Tidurlah ".ucapnya lalu beranjak ke arah sofa untuk beristirahat.Sungguh tubuh nya begitu lelah karena belum beristirahat sedari pagi.
Noora melirik kearah sofa di mana suaminya kini sedang berbaring.
" Selamat malam Abang".
bersambung