ini adalah kisah seorang gadis yang bernama Aura yang memiliki kemampuan luar biasa, ia memiliki anugrah yaitu bisa melihat dan berkomunikasi dengan mahluk lainnya... penasaran jangan lupa baca ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mitha Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian Dua Puluh Delapan..
Aura, Lola dan Abby pun berjalan menyusuri jalan yang memang sangat minim pencahayaannya itu. ketika mereka mau melewati pohon samar samar Aura mendengar suara dari atas pohon.
" selamat malam ustadz ganteng," sapa sosok berpakaian putih yang bertengger di atas pohon dengan rambut panjang aut autan.
Aura pun memperhatikan sosok itu..
" sejak kapan dia di situ, perasaan tadi waktu lewat sini gak ada deh," kata Aura bingung dan malah berhenti.
" ada apa Ra?," tanya Lola yang malah mepet ke arah Aura dan ia sedikit takut karena Aura yang seperti itu.
" itu La...ada mbak kunti yang nyapa om gua, katanya om gua ganteng La," kata Aura yang malah cekikikan.
" sudah Ra, gak usah di ladenin," kata Abby terus berjalan.
perkataan Abby tak Aura dengarkan dan ia malah berhenti dan menatap sosok mbak kun itu.
" sejak kapan lu bertengger di situ mbak, perasaan tadi gua lewat sini lu gak ada," kata Aura lantang.
Abby hanya menggeleng geleng kan kepalanya saja karena Aura malah meladeni sosok kunti itu, sedangkan Lola sama sekali tak berani melihatnya karena ia takut.
" suka suka dong... kan rumah saya, situ siapa memang," kata sosok kunti itu yang sedikit menyeramkan.
Lola pun memberanikan diri melihat ke atas ia benar benar terkejut ketika melihat sosok kunti yang berpakaian putih dan rambut panjang acak acakan dan juga menyeramkan bertengger di sana iya benar benar takut karena bisa melihat sosok itu.
" Astaghfirullah," kata Lola dan ia bersembunyi di punggung Abby,
Abby hanya tersenyum melihat ketakutan Lola dan ia menenangkannya.
" tenanglah tidak usah takut," kata Abby pelan.
" eh mbak kun, gak takut apa nanti di bakar sama ayat Alquran sama om gue. lu malah menyapanya lagi," kata Aura bingung.
" hihihihihihihi... takut sih, tapikan ustadz ganteng kaya ustadz Abby kan baik, tidak mungkin main bakar bakar kalo saya tak salah, lagi pula saya juga sudah kenal lama sama ustadz ganteng ini," kata mbak kun itu dengan nada ganjen nya.
dan anehnya Lola sama sekali tak mendengar perkataan mbak kun malah Lola hanya mendengar cekikikan nya saja...
" benar juga," kata Aura pelan.
" iiiih Ra...suara tawanya serem amat sih," kata Lola yang memejamkan matanya karena ia semakin ketakutan, dan sialnya Lola malah bisa melihat sosok kuntilanak ini, memang sosok kuntilanak ini sering menampakkan diri karena ia sering menakut-nakuti warga sini.
" tidak apa apa....jangan takut La, kan ada saya," kata Abby yang menenangkan Lola yang ketakutan.
" abis suara ketawanya serem banget kak," kata Lola pelan.
" jangan ganggu kami, kami hanya mau lewat saja," kata Abby pelan.
" saya tidak mengganggu, ustadz, saya hanya mau menyapa ustadz ganteng saja," kata mbak kun ganjen karena melihat Abby yang memang sangat tampan.
Aura yang mengetahui ternyata mbak kun ini mengagumi om nya hanya tertawa saja...
" hahahha...ya ampun mbak, mbak tahu saja kalo om gue ini memang ganteng," kata Aura tertawa.
" eh mbak... mbak gak bakalan di lirik sama om gue walaupun lu goda dia, yang manusia cantik aja banyak tuh yang gak di lirik sama om gue, apa lagi kaya mbak kun kaya gini," kata Aura lagi.
" memangnya kamu siapa?, kenapa memanggil ustadz, om seperti itu," tanya mbak kun penasaran.
" lu gak kenal sama gue mbak," kata Aura yang memang mengenal sosok kuntilanak yang sering bertengger di sana siang dan malam dan Aura juga tahu jika mbak kun ini sering menakut-nakuti warga desa di sini.
mbak kunti pun melayang ke arah Aura dan malah menelisik dengan matanya yang menyeramkan dan memperhatikan Aura entah ia mengenalnya atau tidak...
" Astaghfirullah Ra, kenapa dia malah mendekat sih," kata Lola yang semakin bersembunyi karena ketakutan.
mbak kunti itu pun melayang mendekati Aura dan memperhatikan dirinya. Aura pun menatap balik sosok itu tanpa takut sedikitpun.
" woalah...neng Aura ternyata," kata mbak kunti yang mengenal Aura, sosok gadis bertubuh murni yang di takuti para hantu di daerah sana dan hanya Aura saja yang berani menatapnya seperti itu.
sudah lama sekali mbak kun tak pernah bertemu dengan Aura lagi, dan saat terakhir bertemu dengan Aura mungkin ketika Aura masih kecil.
" lagi main neng?," tanya mbak kun lagi.
" iya nih mbak, biasa mumpung liburan sekolah," kata Aura pelan dan malah mengobrol santai dengan mbak kun.
" oalah kemana pengawal neng.seharunya neng jangan di biarkan sendirian kaya gini, di kampung ini kan masih banyak hantu hantu yang penasaran sama neng, biasanya selalu ngintil tuh pengawalnya," kata mbak kunti menanyakan pengawal Aura yaitu Aslan.
tiba tiba Aslan berdiri di hadapan mbak kun dan menghalangi pandangan mbak kun terhadap Aura. sontak mbak kun pun melayang ke belakang karena terkejut dengan kedatangan pengawal Aura yang tiba tiba.
" astaga, bikin kaget saja," kata mbak kun memegang dadanya karena terkejut bukan main.
" jangan mengganggu mereka," kata Aslan dengan tatapan tajam dan membuat nyali mbak kun menciut.
" saya tidak menganggu kok, saya hanya menyapa mereka saja," kata mbak kun yang memang sangat takut kepada sosok pengawal Aura yang terkenal kejam ini.
" sudah kan, sekarang pergilah, jika tidak ingin kau ku buat terluka," kata Aslan kejam dan membuat mbak kun kun dengan secepat kilat langsung melayang ke arah pohon miliknya lagi dan menghilang begitu saja.
Lola pun berusaha mengintip dari balik punggung Abby dan melihat sosok mbak kun kun masih ada atau sudah hilang
" syukurlah mbak kun kun nya sudah hilang," kata Lola merasa lega dan tenang.
" iya..untung ada sahabat Aura dan mengusirnya," kata Abby pelan.
" maksud kak Abby om Aslan?," tanya Lola dan Abby pun mengangguk.
" benarkah... syukurlah," ucap Lola lagi.
" ya sudah ini sudah malam... sebaiknya kita langsung pulang," kata Abby dan mengajak kedua gadis itu pulang.
" kamu kejam amat om Aslan, padahal kan mbak kun cuma mau menyapa om gue yang ganteng ini," kata Aura pelan dan sambil berjalan pulang.
Abby yang mendengar pembicaraan mereka berdua pun hanya tersenyum saja.
" maaf saya hanya di perintah mbah Karsa untuk menjemput kalian karena kalian terlalu lama," kata Aslan lagi.
" jadi tadi om Aslan sudah pulang duluan, gitu, gak bilang bilang lagi kalo pulang duluan," kata Aura kesal.
" maaf tadi saya di panggil mbak Karsa tiba tiba makanya tidak sempat bilang kepadamu," kata Aslan lagi.
" hmmm.... begitu," kata Aura pelan.
" oia... bagaimana kabar nenek?," tanya Aura lagi.
" Alhamdulillah baik, beliau meminta nanti kau untuk menemuinya," kata Aslan pelan.
" hmmm," hanya itu yang keluar dari mulut Aura.
tak lama mereka pun sampai di rumah mbah Karsa dan benar saja mbah Karsa menunggu mereka di luar..
" kakek," panggil Aura dan berlari ke arahnya.
" jangan lari lari nak, nanti jatuh" kata mbah Karsa pelan.
" kenapa lama sekali pulangnya kakek sampai cemas?" tanya mbah Karsa penasaran.