Sepasang suami istri bahagia dan hidup dalam serba berkecukupan, mereka adalah Dani dan Melisa. Mereka bertemu di bangku perkuliahan, mereka saling jatuh cinta hingga akhirnya memutuskan untuk menikah. Dani bekerja di sebuah Perusahaan bergengsi milik negara, Kehidupan dia cukup sukses, selain itu dia juga memiliki istri yang sangat mendukung karir suaminya, dia adalah Melisa, dia tidak bekerja dan focus untuk menjaga anaknya. Kehidupan mereka tampak sangat bahagia dan serba berkecukupan hingga mereka tak sadar bahwa rumah tangga mereka di ujung tanduk karena kehadiran orang terdekat mereka. Mampukah mereka mempertahankan rumah tangganya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bel Bel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
Didalam mobil.
“Kamu lama banget sih?” Tanya Dimas
ke istrinya.
“Toiletnya antri mas sampai
berdesak-desakan.” Kata Alia.
“Fer aku tadi lihat karyawanmu
sudah pergi, dari tadi malah kenapa kamu juga lama banget sih.” Kata Dimas.
“Aku tadi beli kopi sebentar mas,
ngantuk parah soalnya.” Kata Ferdi.
“Oh gitu pantas saja lama, kita mau
kemana ini?” Tanya Dimas.
“Pulang saja mas, aku capek ingin
tidur.” Jawab Alia.
“Tumben jam segini ngantuk.” Kata
Dimas.
“Kecapekan sepertinya mas.” Jawab
Alia.
“Makan dulu yuk gimana?” Tanya
Dimas.
“Boleh bang, lapar banget aku
bang.” Kata Ferdi.
“Kita makan apa enaknya?” Tanya
Dimas.
“Nasi bebek malam-malam kayaknya
enak nih bang.” Kata Ferdi.
“Wah mantap banget, ok makan nasi
bebek.” Kata Dimas.
Setibanya di warung makan.
Mereka bertiga sangat lahap,
benar-benar seperti orang kelaparan yang lama tidak makan enak.
**
Setibanya dirumah.
Dimas meminta jatah ke istrinya.
“Sayang main yuk mumpung masih jam
segini.” Kata Dimas.
“Aku capek banget mas.” Kata Alia.
“Capek ngapain emangnya? Dosa loh
menolak permintaan suami.” Kata Dimas.
“Hmmmm Ferdi tadi mainnya brutal
banget lagi badan rasanya capek banget, eh sekarang ganti mas Dimas yang minta
main.” Kata Alia dalam hati.
Akhirnya Dimas dan Alia pun
berhubungan suami istri. Dimas sama sekali tidak ada curiga kepada istrinya. Dimas
sangat menikmati permainan tersebut namun Alia tampak kelelahan.
“Kamu tumben tidak seperti
biasanya? Kamu capek atau kamu sakit?” Tanya Dimas.
“Aku hanya capek saja mas, habis
ini langsung tidur saja ya biar besok kembali fit lagi.” Kata Alia.
Setelah berhubungan, mereka pun
tertidur lelap.
**
Satu bulan kemudian.
Dimas sedang melakukan perjalanan
dinas ke luar kota, ada kegiatan di sekolahnya sehingga dia tidak pulang karena
harus menginap 3 hari 2 malam. Dimas pergi berlibur ke Bali untuk perpisahan
muridnya. Sebenarnya Dimas berencana mengajak istrinya namun Alia tampak tidak
ingin ikut, akhirnya Dimas mencoba memaksa istrinya.
“Ikut yuk, guru-guru yang lain
banyak yang mengajak pasangannya loh. Hanya aku yang sendirian, ikut yuk.” Kata
Dimas.
Karena Alia tidak tega dengan
suaminya akhirnya dia terpaksa ikut.
“Baiklah kalau begitu mas.” Jawab Alia.
Dimas dan Alia segera berangkat ke
bandara di antar Ferdi.
Setibanya di bandara, Ferdi
mengajak Alia sebentar ke tempat yang jauh dari Dimas.
“Kamu berapa hari disana? Aku pasti
bakal kangen banget sama kamu.” Kata Ferdi.
“Aku sebenarnya tidak mau ikut tapi
aku tidak tega dengan suamiku, tolong mengerti aku ya.” Kata Alia.
“Aku selalu berusaha mengerti kamu
tapi kamu tidak pernah bisa mengerti aku.” Kata Ferdi kesal.
“Ini resiko kita, ini resiko kamu
jika kamu punya hubungan dengan istri orang.” Gerutu Alia.
“Apa aku menyusulmu saja ke Bali?”
Tanya Ferdi.
“Hah? Kamu yakin? Jangan aneh-aneh
nanti bisa ketahuan sama mas Dimas.” Kata Alia.
“Aman kok.” Kata Ferdi.
“Jangan deh, nanti saja sepulang
dari Bali kita pergi berdua kemana gitu.” Jawab Alia.
Alia tiba-tiba merasa mual.
“Huwek huwek.”
“Kamu kenapa? Kamu nggak enak badan
ya? Kamu sakit ya?” Tanya Ferdi.
“Nggak tau, perutku nggak enak. Aku
berangkat dulu ya.” Kata Alia.
“Kamuy akin gpp?” Tanya Ferdi.
“Nanti aku minum obat saja,
berangkat dulu ya.” Kata Alia, Ferdi pun langsung memeluk Alia.
ta cinta dari ferdi untuk Alia dihadapan Dimas