Hidupku yang sudah sulit ini,berubah menjadi lebih sulit karena menikah dengan seorang pria yang bahkan aku sendiri tidak tau laki_laki seperti apa,dia.
Pernikahan yang tidak aku harapkan.kurasa,ini juga pernikahan yang tidak di inginkan oleh laki_laki itu juga.
Mungkinkah aku harus menjalani kehidupan ini sebagai seorang istri? atau, hubungan ini akan berakhir dengan perceraian.itu artinya,aku akan menyandang gelar sebagai janda!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karinakarin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 28
Hari demi hari berlalu.sean memutuskan untuk bersikap sewajarnya terhadap anggun.tidak ingin terlalu baik,namun juga tidak terlalu cuek.
"Hai,ahirnya kita bertemu lagi!"
"Langsung saja,mau pesan apa?"
"Kalo pesan kamu saja,bisa tidak?"
"Jangan lancang!kamu ga lupa ,kan?aku istri dari teman dekatmu.aku bisa memberitahu Sean jika kamu tidak sopan padaku,"anggun menatap Dirga dengan tidak percaya.
Dirga tidak memikirkan perkataan anggun barusan.dirga berfikir jika anggun mengatakan pada Sean tentang sikapnya,itu akan percuma saja.toh Sean tidak mencintainya.sean juga tidak menginginkan dia.
Anggun tidak melayani pesanan dirga.anggun memilih pergi dan meminta waitress lain untuk datang ke mejanya.
Hari ini adalah hari dimana anggun gajian.anggun sengaja tidak ambil lembur karena akan ke rumah ibunya, untuk menyerahkan sebagian gajinya.dan seperti biasa,tidak lupa untuk mentraktir zova makan mie ayam langganan mereka.
Waktu menunjukan pukul lima sore.anggun segera berkemas untuk pulang.anggun juga tidak lupa untuk mengabari Sean,dan memberi tahu apa tujuannya.
Tidak lama,pesan anggun tersebut langsung Sean balas.sean mengatakan bahwa dirinya juga akan datang ke rumah ibunya agar bisa ikut makan mie ayam bersama.
Anggun tersenyum ketika membaca pesan dari suaminya.merasa puas karena sekarang, hubungan mereka tidak lagi hambar seperti sebelumnya.meski belum bisa di pastikan bahwa hubungan mereka akan baik-baik saja kedepanya.
"Anggun!"
Anggun menoleh ke arah suara yang terdengar tidak asing di telinganya.dan ternyata yang memanggilnya adalah pak Bagas,bapak kandungnya.anggun merasa heran,bagaimana bapaknya bisa tahu jika dirinya bekerja di sana.
"Berhentilah bekerja di tempat ini.bapak akan memberimu uang agar kamu bertemu banyak laki-laki yang datang disana,nak!"
"Jangan pedulikan pekerjaan ku.dari tempat inilah aku bisa mendapatkan uang untuk membantu ibu menyekolahkan putramu.dimana peran anda saat waktu itu di butuhkan?anda memilih hidup dengan wanita lain dan pergi meninggalkan hutang.dan sekarang,tiba- tiba anda datang meminta saya untuk berhenti bekerja!maaf sekali,tapi tulang dan bahu saya masih sangat kokoh untuk tetap berdiri di kaki sendiri.saya tidak butuh uang anda!"
"Anggun,apa yang harus bapak lakukan,agar kamu bisa memaafkan kesalahan bapak?"
"Tidak ada.sekalipun anda berlutut, kesalahan anda sudah tidak termaafkan lagi.luka yang anda berikan cukup menggores hati terlalu dalam."
Anggun lalu pergi,berjalan ke arah tempat dimana motornya terparkir.segera melajukan motornya,meninggalkan parkiran bar.
Anggun tiba di rumah ibunya lebih dulu sebelum Sean tiba.di sana,bu niam menceritakan pada anggun,jika dua hari lalu,ada seseorang yang datang dan mengetuk pintu rumahnya.saat Bu niam hendak membuka pintu ,Bu niam kembali menutup pintu rumahnya ketika melihat siapa yang berdiri di depan pintu rumahnya.
"Orang itu adalah bapak kamu!"
"Apa yang ibu lakukan sudah benar.jangan biarkan laki-laki itu masuk ke dalam rumah ini lagi!"
Anggun berfikir,apa tujuan bapaknya yang kembali datang menemui keluarga nya.jika memang untuk memperbaiki semuanya .itu tidak perlu.apa yang akan dia lakukan tidak akan merubah apapun. karena semuanya sudah terlanjur hancur.
pikiran anggun teralihkan saat mendengar suara mobil Sean yang baru saja tiba di rumah ibunya.tidak banyak membuang waktu.mereka segera berangkat ke warung mie ayam bersama-sama menggunakan mobil Sean.
"Mba!sebenarnya,bapak kita sudah meninggal atau belum?"ucap zova yang menatap anggun penuh tanya.
Anggun menoleh ke arah adiknya.heran dengan pertanyaannya yang tiba-tiba.sebelumnya ,zova tidak pernah bertanya apapun tentang bapaknya,karna yang dia tahu bapaknya sudah meninggal.tapi sekarang,kenapa dia menanyakannya.
"Kenapa ga di jawab mba?bapak memang sudah meninggal atau belum?"ucap zova kembali.
"Zova,bapak sudah meninggal saat kamu belum lahir,"anggun lalu menanyakan apa alasan adiknya bisa bertanya seperti itu.
"Kemarin,pas zova pulang sekolah.ada bapak-bapak yang datengin zova.dia bilang kalo dia itu bapaknya zova.tapi zova engga percaya.zova langsung pergi karna takut di culik."
"Iya,kamu benar.kamu ga boleh asal percaya sama orang yang tidak kamu kenal.jangan mau juga kalo di ajak pergi seseorang yang belum pernah ,kamu temui!"jawab anggun dengan yakin.
Lalu zova kembali mengatakan bahwa hari ini.saat dia pulang sekolah.bapak-bapak itu kembali mendatanginya.dia menyakinkan zova jika dirinya adalah bapaknya.
"Orang itu tau semua tentang ibu dan mba anggun.orang itu juga engga jahat kok.dia baik banget.zova di ajak makan di tempat yang besar banget.ada mainan banyak juga disana.zova makan sepuasnya.zova di beliin ice cream.di ajak seneng-seneng pokoknya,"jelas zova penuh ceria.
"Zova cukup!dia berbohong,kamu ga boleh percaya sama dia.kalo dia orang jahat gimana!"anggun meninggalkan suaranya.
"Anggun.zova hanya menceritakan keseruannya.ga seharusnya kamu bentak dia!"tegur Sean.
Di dalam mobil mendadak hening.tidak ada lagi yang bicara.saat sampai di warung mie ayam.suasana juga tidak seperti biasanya.selera makan anggun mendadak hilang, ketika mengingat cerita adiknya.
"Kok cuma di aduk-aduk sih mie-nya.di makan dong!nanti keburu dingin ga enak loh,"Sean mendekati anggun yang duduk lesehan di tikar.
"Udah,gausah terlalu di pikirin soal tadi.toh zova seneng-seneng aja,kan!"ucap Sean kembali setelah ucapanya tadi tidak di jawab oleh anggun.
"Aku ga bisa biarin ini semua.aku ga mau zova tahu kalo dia punya bapak be*at.zova ga perlu tahu cerita buruk apapun tentang bapaknya.cukuo aku saja yang trauma dengan hal buruk itu .biarlah zova tahu kalo bapaknya itu memang sudah ma*i.susah payah aku mendidiknya hidup mandiri tanpa sosok ayah.enak saja sekarang dia muncul begitu saja,"anggun meluapkan kekesalan hatinya tanpa sadar.
"Oh,jadi benar kalo bapak kamu itu masih hidup?"ujar Sean menatap anggun.
Anggun kemudian sadar dengan ucapannya tadi.mendadak lupa, seolah tidak tahu apa yang dia katakan barusan.
"Dia...dia memang sudah mati kok.aku saja yang salah bicara!"jawab anggun dengan asal.
"Anggun!"Sean menyentuh tangan anggun yang berada di atas meja.
"Tidak papa kalo kamu engga mau cerita.mungkin terlalu sakit untuk di ingat kembali.tapi,sampai kapan pun.ada darah bapak mu yang mengalir di dalam tubuh kamu.sebenci apapun kamu dengannya,tidak akan memutus ikatan bapak dan anak."Sean menatap anggun dengan serius.
"Apa sih,gausah khotbah deh,"anggun terlihat kesal saat Sean menasehatinya.
"Gantian lah.biasanya kan kamu yang khotbah .udah cepetan di makan tuh mie-nya.apa mau di suapin?"Sean menyodorkan garpu yang telah tergulung oleh mie ,di hadapan anggun.
Anggun terdiam sejenak, berfikir keras,antara yakin dan tidak yakin,Sean menawari dirinya mie ayam dengan garpu yang sama dengan yang dia gunakan.
"Ini kalo beneran dia nyuapin aku,apa ini bisa di katakan ciuman secara tidak langsung?"fikir anggun dalam pikirannya.
Tidak menunggu jawaban dari anggun.sean langsung saja memasukan mie yang tadi dia sodorkan itu ke mulut anggun.
Tidak lama, setelah mie yang di pesan itu habis.mereka kembali ke rumah untuk mengantarkan ibunya dan zova.lalu setelah itu,Sean dan anggun kembali ke rumah yang berada di graha candi golf .
Saat di mobil,ketika hanya ada mereka berdua di dalam sana.anggun mengatakan pada Sean jika sebenarnya,bapaknya memang masih hidup.tidak ada reaksi apapun dari Sean,karna memang sebelumnya,Sean sudah tahu hal itu.
"Kok dia biasa saja.mungkinkah karena hal ini tidak penting untuk nya?"fikir anggun masih melihat ke arah Sean.
Lalu Sean juga mengatakan pada anggun bahwa dirinya sudah tau mengenai bapaknya yang masih hidup.Sean juga menceritakan kalo beberapa hari lalu,dirinya sempat bertemu dengan pak Bagas dan ada sedikit perbincangan di antara mereka.
*mohon untuk selalu tinggalkan jejak like dan komen ya.like dan komen yang kalian berikan sangat berarti bagi author.terimakasih.*