NovelToon NovelToon
Serumah Dengan Mertua

Serumah Dengan Mertua

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: Amie.H

menginjak usia pernikahan ke tahun ke lima. aku dan suamiku masih tinggal dirumah orang tua dari suamiku.
bersama dengan dua saudara ipar yang setiap hari tiada henti nya merengek pada suamiku untuk memenuhi gaya hidup mereka.
padahal mereka tau suami ku hanya seorang buruh pabrik yang gajinya tidak seberapa, bahkan uang dapurpun aku hanya diberi separuh dari gajinya. itu pun masih untuk jajan anak anak kami juga untuk membeli listrik.
mau tau gimana kelanjutannya, ikutin terus ceritanya yaa .
terus dukung outhornya dengan like dan komen ya readers😋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amie.H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 28

Sejak malam itu, rumah tanggaku dan mas Radit terasa dingin. mas Radit masih dengan kesalah fahamannya terhadapku, begitu pun ibu mertua yang masih tak ingin pulang kerumahnya sendiri. hari ini weekend dimana semua orang pasti menikmati hari libur bersama keluarganya.

hari ini aku berencana mengunjungi orangtuaku dikampung selama beberapa hari, sudah lama semenjak permasalahan aku dan ibu mertua semakin memanas aku tidak menemui orangtuaku.

"mas, aku mau izin pulang kampung kerumah orangtuaku ya"

"yaa, silahkan"

mas Radit menjawab dengan datar apa yang aku sampaikan, aku pun tak memperpanjang. setelah selesai sarapan aku segera mengemasi pakaian yang akan aku bawa untuk pulang kampung. setelah itu, kembali keluar kamar dan berpamitan pada mas Radit juga ibu mertua.

"aku berangkat mas" kataku sambil menyalami punggung tangan mas Radit dilanjut dengan ibu mertua.

"Hem" mas Radit menyahut dengan deheman. ntahlah sikap mas Radit semakin aneh saja semakin kesini.

dengan menggandeng Aska dan tangan sebelah lagi membawa koper kecil berisi pakaianku dan Aska, kami berjalan keluar menuju halaman untuk menunggu taksi online yang sudah aku pesan untuk menuju ke stasiun. lima menit kemudian taksi online yang aku pesan datang, aku dan Aska memasuki mobil dengan wajah sendu. mas Radit dan ibu mertua sama sekali tak mengiringi kepergian kami, aku merasa seperti istri yang diusir oleh suami nya sendiri, hihihi.

setelah menempuh perjalanan empat puluh lima menit, aku dan Aska sampai distasiun. aku segera menukarkan tiket yang sudah aku beli secara online ke bagian pembelian tiket. setelah tiket didapat, aku pun harus menunggu selama dua puluh menit menjelang kereta yang aku naiki tiba.

dua puluh menit kemudian kereta pun tiba, aku dan Aska memasuki gerbong kereta mencari kursi sesuai dengan yang tertera pada tiket. perjalanan dari kota menuju kampung ku kurang lebih menempuh perjalanan selama tiga jam. setelah kereta jalan, aku dan Aska memilih untuk mengistirahatkan badan. lumayan waktu tiga jam untuk istirahat.

dua jam kemudian aku sudah terbangun, masih ada waktu satu jam hingga aku sampai distasiun dikampung halamanku. aku mengecek ponsel, tak ada sama sekali panggilan ataupun telpon dari mas Radit. aku berusaha tak menghiraukan.

satu jam kemudian aku telah tiba distasiun, masih sekitar lima belas menit lagi untukku sampai dirumah ibu dan bapak. menggunakan taksi online aku menuju rumah bapak dan ibu, kebetulan jalanan rumah bapak dan ibu meskipun dikampung tetapi sudah bagus dan rapi jadi sudah mudah untuk motor ataupun mobil masuk kearea itu.

tak lama mobil pun berhenti didepan halaman rumah kedua orang tuaku, mataku berkaca-kaca menatap bangunan yang sedikit-sedikit sudah banyak perubahan. ku langkahkan kaki mengetuk pintu rumah.

tok,, tok,, tok

"assalamualaikum"

tok,, tok,, tok

"assalamualaikum"

dua kali ketukan pintu belum juga ada yang membuka pintu rumah, aku kemudian mencoba yang ketiga kalinya. tetapi sebelum tangan ini menyentuh pintu ada tetangga bapak yang aku kenal menyapaku dan Aska.

"sari ya?" tanyanya

"iyaa paman yudi, ini sari" jawabku

"masyaallah sari, apa kabar? kamu gimana atuh kok baru main kesini lagi?" tanya paman yudi.

"iyaa paman, kebetulan kemarin lagi ada kendala. ibu sama bapak kemana ya paman?" tanyaku pada paman yudi.

"bapak sama ibu kamu ya masih di sawah atuh, nanti pulangnya palingan setelah azan Zuhur. mending kamu dirumah paman dulu nanti pas azan kita baru kesini lagi, atau kamu mau langsung samperin bapak sama ibu kamu disawah?" kata paman yudi.

"eemm biar sari sama anak sari samperin bapak sama ibu aja kesawah paman, Aska kamu mau kan?" tanyaku pada Aska yang sejak tadi masih diam dan melihat-lihat sekeliling rumah kakek dan neneknya.

"iyaa ma Aska mau kok" jawab Aska dengan wajah sumringah, aku tau Aska mulai suka berada disini. aku pun begitu selalu rindu dengan kampung halaman yang masih asri ini.

"yasudah Ayuk atuh paman antar, tapi sebentar ya paman mau ambil kopi dulu ya dirumah" kata paman yudi yang langsung berjalan tanpa mendengarkan jawabku terlebih dahulu.

aku dan Aska pun duduk didepan halaman rumah bapak dan ibu yang tersedia bale-bale panjang.

"ma, disini seger banget ya. padahal udah hampir siang tapi suasananya masih sejuk" kata Aska, aku melihat binar kebahagian dimatanya berbeda ketika dirumah kami yang ada dikota. disini Aska seperti melihat tempat baru, yaa memang selama menikah dengan mas Radit aku jarang sekali bisa pulang kerumah orangtuaku kadang malah lebih sering orangtuaku yang mengunjungi ku dirumah ibu mertua.

"sari, ayok" ajak paman yudi yang sudah kembali dari mengambil kopi, aku menganggukan kepala dan mengajak Aska mengikuti paman yudi.

"panas sepertinya kampung ini banyak berubah ya?" tanyaku pada paman yudi.

"ya beginilah sar, semenjak ada yang ingin membangun desa kita keasrian desa jadi berkurang walaupun memang masih ada udara segarnya" jawab paman yudi.

"ohya, bukan bagus paman desa kita bisa semakin maju dengan adanya sektor pembangunan itu?" tanyaku.

"iyaa memang kamu sangat bersyukur sar, tapi itulah kami jadi harus memikirkan usaha apa yang akan kami kelola kedepannya untuk menyambung keuangan kami sementara jika uang penggusuran itu cair otomatis akan terpakai dan pasti akan berkurang. tapi mau bagaimana lagi, mungkin nanti kami akan meminta lahan untuk berjualan diarea rekreasi tersebut jika sudah selesai dibangun" jawab paman yudi, aku hanya menganggukan kepala.

selama perjalanan menuju sawah aku dan paman yudi membahas soal pembangunan desa yang akan dijadikan tempat rekreasi oleh sebuah perusahaan. banyak lahan yang dibeli oleh perusahaan tersebut, termasuk milik kedua orangtuaku.

lima belas menit kemudian aku, Aska dan paman yudi sampai disawah kedua orang tuaku.

"nah, itu bapak dan ibu kamu sar" kata paman yudi, aku mengalihkan pandangan ketempat yang ditunjuk paman yudi. aku pun tersenyum melihat kedua orangtuaku yang masih berjibaku dengan lumpur.

"ibuuuu, bapaaaaakkk" kataku berteriak, seketika semua orang yang berada disawah melihat kearahku. aku tak peduli, aku terus berjalan menghampiri bapak dan ibu bersama paman yudi dan Aska.

"assalamualaikum, Bu, pak" kataku setelah sampai dihadapan bapak dan ibu.

"waalaikumsalam sari, yaampun kamu pulang nak?" kata ibu dengan mata berkaca-kaca.

"iyaa Bu, Aska salam dulu sama kakek sama nenek ya" kataku pada Aska. askapun menuruti perkataanku, menyalami tangan bapak dan ibu dengan takjim.

"yaampun cucu kakek sama nenek udah besar, Sholeh" kata bapak memeluk Aska melepaskan kerinduannya, begitupun dengan ibu.

1
Castello96
bab 1 gedek,,memang ga enak tinggal serumah ma mertua plus ipar tuh,🥲🥲🥲,Mangat Thor❤️
Castello96
❤️👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!