NovelToon NovelToon
Riana'S Revenge

Riana'S Revenge

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Identitas Tersembunyi / Romansa / Fantasi Wanita / Transmigrasi / Bullying dan Balas Dendam / Tamat
Popularitas:256.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Yutantia 10

Lelah dibully, Riana membuat video pengakuan jati dirinya yang merupakan anak terbuang seorang pengusaha sekaligus saudara tiri aktris yang tengah naik daun.

Namun nahas, dia mengalami kecelakaan setelah video tersebut viral.

Tapi sepertinya, keberuntungan masih ada ditangan Riana. Dia terbangun dalam tubuh orang lain setelah dia mengalami kecelakaan. Seperti diberi kesempatan kedua, menggunakan tubuh Ananta, Riana membalas orang-orang yang telah jahat padanya.

Dengan bantuan bodyguardnya yang bernama Rayan, Riana membalas orang-orang yang telah menyakiti dia dan ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

Ananta mengompres pelan-pelan luka di wajah Rayan. Melakukan itu dengan air mata yang masih bercucuran. Jujur, dia tak tega melihat kondisi pria itu. Dia sampai ikut meringis saat Rayan meringis.

"Udah, jangan nangis terus," pinta Rayan. "Aku gak papa."

"Gak papa gimana, orang babak belur kayak gini," protes Ananta.

"Aku ini laki-laki, kuat, jadi gak perlu ditangisi." Rayan menyeka air mata Ananta. Melihat perban di kening Ananta, muncul rasa bersalah karena tak bisa melindungi gadis itu. "Maaf, gak bisa jaga kamu."

Ananta berdecak sambil menatap Rayan tajam. "Kenapa Abang yang minta maaf, aku yang salah."

"Apa sakit?" Mata Rayan masih terus intens menatap perban di kening Ananta.

"Enggak sama sekali," bohong Ananta. Jujur saja, sebenarnya masih terasa nyeri, nyut-nyutan, tapi akan sangat tak tahu diri jika dia mengeluhkan luka yang hanya sedikit itu disaat Rayan terluka cukup parah.

"Emang lo tadi kemana sih, Bang?" tanya Andi yang berdiri di dekat ranjang.

"Ada urusan bentar," sahut Rayan.

"Harusnya lo nyuruh gua jemput Nata kalau lo gak bisa."

"Iya, gue yang salah."

Ananta menggeleng cepat, "Abang gak salah, jadi jangan salahkan diri sendiri."

Bi Jul yang tadi sempat keluar, kembali lagi dengan sekotak p3k. Lagi-lagi, Ananta meminta apa yang dipegang Bi Jul, dia ingin mengobati Rayan untuk menebus kesalahannya.

Ananta membuka tutup salep untuk luka memar, lalu mengoleskan nya dibagian wajah Rayan yang mulai tampak merah kebiruan.

"Aww," Rayan meringis saat Ananta terlalu menekan lebam di dekat bibirnya.

"Maaf, aku akan lebih pelan lagi."

Kali ini, Ananta lebih hati-hati lagi saat mengoles obat, terlihat begitu telaten. Jarak wajah mereka lumayan dekat, sampai Bu Jul yang lihat ikut baper. Wanita baya itu menarik lengan Andi, memberi isyarat dengan tatapan mata agar meninggalkan dua orang tersebut.

"Apa kamu tahu, siapa yang menculikmu?" tanya Rayan.

Ananta menggeleng, "Aku tidak tahu."

Jawaban tersebut membuat Rayan sedikit kecewa, karena itu artinya, dia harus mencari tahu sendiri siapa pelakunya. Dia yakin, pelakunya sudah mengintai Ananta cukup lama, terbukti dengan mereka bergerak saat dia tidak ada.

"Tenang saja, aku akan mencari tahu. Tak akan aku biarkan siapapun menyakitimu, apalagi sampai mengancam nyawamu." Rayan menyentuh dagu Ananta, menatap dalam gadis itu.

Jantung Riana berdetak cepat. Tatapan penuh arti Rayan berhasil memporak porandakan perasaannya. Tidak, ini pasti bukan karena dia baper, sangkalnya. Ini jantung milik Ananta, sudah pasti akan bereaksi seperti ini saat ditatap oleh pria yang dia cintai. Tapi kalau boleh jujur, dia kagum pada cinta Rayan untuk Ananta. Sorot mata Rayan menunjukkan ketulusan, bersedia melakukan apapun, bahkan merasa bersalah saat Ananta terluka, padahal jelas-jelas, dia tak salah sama sekali.

"Oh iya, bagaimana dengan sample darahnya?" Ananta berusaha menepis gejolak di dadanya, dia harus menghentikan tatapan Rayan sebelum benar-benar baper.

"Maaf, aku... "

"Gagal ya?" tebaknya. "Tidak masalah, tidak apa-apa." Ananta menunjukkan senyum lebarnya, tak ingin Rayan merasa bersalah. Pria itu sudah babak belur karenanya, jangan sampai ditambah rasa bersalah karena gagal menjalankan misi.

"Aku berhasil."

Ananta terdiam beberapa saat, sampai mendengar Rayan kembali mengucapkan kalimat yang sama.

"Aku berhasil, Na, aku sudah mendapatkan sampel darah Bima."

Ananta mengigit bibir bawahnya, tak mau menangis karena saking bahagianya. Dia memeluk Rayan, memeluk pria didepannya itu erat sebagai bentuk rasa terimakasih nya. "Terimakasih, Bang, terimakasih." Dia terus saja mengucapkan kata terimakasih.

"Aww.... "

Ananta melepaskan pelukannya mendengar rintih kesakitan Rayan. "Ma-maaf, sakit ya?"

Rayan mengangguk sambil tersenyum. Pelukan Ananta membuat bagian memar ditubuhnya otomatis tertekan.

"Boleh aku lihat?" Ananta meminta izin sebelum melihat memar di tubuh Rayan. Setelah mendapatkan anggukan kepala, dia menyingkap kaos yang dikenakan pria itu keatas. Mulutnya terbuka lebar melihat lebam di perut dan dada Rayan. "Astaga, Bang! Pasti sakit sekali ya." Hanya melihat saja, Ananta sudah merinding, dia yakin pasti sakit sekali.

"Enggak, gak sakit." Rayan menurunkan kembali kaosnya.

"Gak usah bohong, itu pasti sakit."

"Aku itu kuat." Demi berpura-pura baik-baik saja, Rayan menunjukkan senyumnya yang lebar, tapi sial, hal itu justru membuat sudut bibirnya yang pecah terasa sangat perih. Reflek, dia mengaduh sambil mendesis, jarinya menyentuh sudut bibir.

"Makanya yak usah sok-sok an kuat." Ananta menyingkirkan tangan Rayan lalu meniup sudut bibir pria itu yang terluka.

Jantung Rayan berdegup kencang saat wajah Ananta berada sangat dekat dengan wajahnya. Dan bibir gadis itu, bisa dibilang hanya berjarak beberapa senti saja dari bibirnya. Hembusan nafas yang hangat, membuat darahnya berdesir.

Setelah beberapa saat, Ananta baru sadar jika posisinya bibir mereka sangatlah dekat. Dia mendongak, menatap Rayan yang ternyata juga sedang menatapnya. Tiba-tiba saja, sesuatu yang basah dan lembut, menyentuh bibirnya, meski tak melihat, dia tahu itu bibir Rayan. Bukannya mencoba menghindar, dia malah memejamkan mata, membalas ciuman Rayan.

1
Mama Gezkara
kak othor...karyamu bagus banget .. ceritanya gak bertele tele... tokohnya juga keren... romantis ..dan pokoknya aku sukaaaa bangeett
LENY
keren👍
LENY
NATA BNYK YANG SAYANG DAN CINTA. ARGA DAN RAYAN CINTA NATA.
LENY
RIANA INGAT PESAN NATA DIA TITIP KELUARGANYA
LENY
SEDIH 😥😥😥
LENY
DUH SEDIH NYA KL NANTA MENINGGAL 😥😥
LENY
RIANA SADAR
LENY
YA NATA PERGI RIANA SELAMAT SIUMAN 😥😥
LENY
MAMPUS KAMU BIMA SEKELUARGA IBLIS SEMUA😡
LENY
SATU KELUARGA IBLIS SEMUA BIMA SORAYA ANGEL. BPK IBU ANAK BENAR2 SETAN 😡
LENY
NAMA ANGEL KELAKUAN SETAN
LENY
TERIMALAH KARMA MU ANGEL IBLIS😡
LENY
BAPAK DAN ANAK SAMA2 IBLIS😡😡
LENY
WAH KASIHAN BENER KL RAYAN SAMOE DIUSIR DIPECAT KSN DIA LG DISURUH NANTA JALANIN PERINTAH NANTA🙈
LENY
SAATNYA BALAS DENDAM RIANA👍
Nova Silvia
angel punya saingan,,lest go peranini dl status lu skg buat jatohin angel
Nova Silvia
yo kita blas dendam dgn cantik
Nova Silvia
.rayan sengaja ga cukuran biar ga di ganggu ma ciwi²
Nova Silvia
waah kudu bales dendam ni mah
kriwil
balik kejiwa nya lagi kan bisa knp harus mati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!