NovelToon NovelToon
Tentara Tampanku (Nial & Maudy)

Tentara Tampanku (Nial & Maudy)

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Tamat
Popularitas:113.2k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Sequel Tentara Tampanku

Menceritakan tentang perjalanan cinta Nial dan Maudy mulai dari pertemuan mereka dan perjuangan mereka berdua untuk tetap bersama hingga akhirnya mereka bisa bersatu, tapi apakah setelah mereka bersama mereka bisa hidup dengan tenang dan bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Paham Apa?

Hari ini Maudy sudah sehat dan memulai kembali hidupnya seperti semula. Ya, izin tiga harinya selesai dan keadaan Maudy pun semakin membaik.

Selama sakit, Nial yang mengurus Maudy bahkan semua biaya pun di tanggung Nial. Bukan hanya itu, saat Maudy akan keluar rumah sakit, Nial juga yang merapikan barang-barangnya dan mengantar Maudy dan Maudy tentu nya merasa berhutang Budi pada Nial.

Saat ini Maudy sudah bersiap untuk kembali mengajar, "Kamu mau berangkat Dy?" tanya Dena.

"Iya Mbak, Maudy berangkat dulu ya," ucap Maudy.

"Oh iya, di depan ada cowok yang kemarin," ucap Dena.

"Hah! cowok yang kemarin," ucap Maudy.

"Iya, coba deh kamu lihat," ucap Dena.

"Makasih ya Mbak," ucap Maudy dan diangguki Dena.

Maudy pun berjalan keluar rumah kos dan saat di luar ia lihat Nial yang duduk di kursi teras.

"Sersan Nial," panggil Maudy.

"Udah mau berangkat?" tanya Nial.

"Iya Sersan," ucap Maudy.

"Huh, jangan panggil Sersan," ucap Nial.

"Iya maaf Sersan eh maksud saya kak," ucap Maudy.

"Yaudah ayo," ajak Nial.

"Ayo kemana?" tanya Maudy.

"Ayo saya antar," ucap Nial.

"Tidak usah Kak, saya bisa berangkat sendiri," ucap Maudy.

"Gak ada penolakan, kamu ambil barang-barang kamu dan saya antar sekarang," ucap Nial.

Maudy pun akhirnya menurut dan mengambil tasnya lalu keluar rumah kos dan masuk ke dalam mobil Nial. Setelah Maudy masuk ke dalam mobil, Nial pun melajukan mobilnya menuju sekolah tempat Maudy mengajar.

"Udah makan?" tanya Nial yang masih fokus pada jalanan.

"Udah kak," ucap Maudy dan Nial menganggukkan kepalanya.

Beberapa saat kemudian, mereka berdua pun sampai di sekolah tempat Maudy mengajar. Tapi, Nial berhenti cukup jauh dari sekolah karena Maudy yang memintanya agar tidak ada yang curiga dan Nial hanya menurut saja.

"Makasih ya Kak," ucap Maudy.

"Iya sama-sama, oh iya ini ambil," ucap Nial dan mengambil sebuah kotak makanan lalu ia berikan pada Maudy.

"Gak usah Kak, tadi saya udah makan kok," ucap Maudy.

"Ambil aja ini dari Bunda," ucap Nial.

"Tapi, Kak...," cap Maudy.

"Ambil aja kasihan Bunda udah bikin ini," ucap Nial.

Akhirnya Maudy pun mengambil kotak makanan itu, "Makasih dan tolong bilang makasih juga ke Tante Rea Kak," ucap Maudy.

"Iya, jangan lupa minum obat," ucap Nial.

"Iya Kak, kalau gitu Maudy pergi dulu ya Kak," pamit Maudy.

"Iya, hati-hati," ucap Nial dan Maudy hanya tersenyum lalu keluar dari mobil.

Saat ia keluar dari mobil, mata Maudy tidak sengaja menatap seorang perempuan yang saat ini menatap tajam kearah Maudy serta ke mobil Nial.

Maudy yang menyadari hal itu pun langsung segera pergi dari mobil Nial dan hendak menghampiri perempuan tersebut. Tapi, perempuan tersebut justru pergi dan masuk ke dalam sekolah.

Perempuan tersebut adalah Daisy, ya Daisy yang tadi berangkat lebih pagi dan menyapa murid-murid nya di gerbang sekolah terkejut saya melihat mobil yang tak asing baginya yaitu mobil Nial bahkan ia dapat melihat Nial bersama seorang perempuan di dalam mobil meskipun tidak terlalu jelas.

Daisy tau jika yang di dalam adalah Nial karena tadi Nial juga pergi menggunakan mobil tersebut. Saat Daisy melihat Maudy keluar dari mobil tersebut ia cukup terkejut pasalnya Nial tidak pernah cerita apapun mengenai Maudy hingga ia tersadar dengan sikap Nial saya dirinya atau bunda Rea membahas mengenai Maudy.

'Apa mereka ada hubungan ya?' tanya Daisy dalam hati.

Daisy menatap Maudy dan mobil Nial secara bergantian hingga ia dan Maudy saling tatap, Daisy pun segera merubah ekspresi penasaran serta bertanya-tanya dan setelah itu ia memutuskan untuk pergi dari sana dan masuk ke dalam.

'Gue bakal tanya langsung di rumah, enak aja deket sama cewek gak ngasih tau gue,' ucap Daisy dalam hati.

Tiba-tiba saja ia merasa kesal karena Nial tidak memberitahukannya pada Daisy padahal Daisy selalu memberitahu semuanya pada Nial bahan hal sekecil apapun selalu ia ceritakan pada Nial.

Siang harinya Maudy yang akan makan siang dengan guru lainnya pun menuju kantin dan duduk di salah satu kursi, lagi-lagi Maudy bertemu dengan Daisy.

Maudy berusaha tersenyum saya Daisy menatapnya, tapi Maudy dapat melihat arah mata Daisy yaitu tertuju pada kotak makanan yang diberikan Nial padanya.

'Apa Bu Daisy tau kalau ini dari Kak Nial, pasti Bu Daisy marah,' ucap Maudy dalam hati.

Perasaannya semakin tidak tenang karena Daisy pergi dari kantin padahal makanannya belum habis, Maudy terus menyalahkan dirinya karena ia Daisy marah.

Maudy menutup kembali kotak makanan tersebut dan mengejar Daisy, ia tidak ingin menjadi penyebab masalah antara Daisy dan Nial.

"Bu Daisy," sanggup Maudy.

Daisy pun berhenti dan membalikkan tubuhnya menatap datar Maudy, "Bu Daisy salah paham," ucap Maudy.

"Salah paham apa?" tanya Daisy.

"Saya dan sersan Nial tidak memiliki hubungan apapun," ucap Maudy.

"Yakin?" tanya Daisy.

"Iya," ucap Maudy.

"Kalau tidak memiliki hubungan apapun kenapa sampe di kasih bekal segala?" tanya Daisy.

Maudy terdiam, ia tidak tau harus menjawab apa. 'Pasti Bu Daisy salah paham ini,' ucap Maudy dalam hati.

"Ini dari tante Rea karena beberapa hari yang lalu saya di rawat di rumah sakit dan mungkin tante Rea kasihan dengan saya makanya tante Rea membuatkan ini," ucap Maudy.

"Oke, sekarang saya yang tanya sama Bu Maudy. Bu Maudy ada hubungan apa sama kak Nial?" tanya Daisy.

"Saya tidak ada hubungan apapun," ucap Maudy.

"Tapi, kenapa sampe dianterin?" tanya Daisy.

"Semuanya karena kasihan, baik itu sersan Nial, tante Rea, om Alan sama Kak Lea itu semua hanya kasihan sama saya," ucap Maudy.

"Bu Maudy udah kenal sama semua keluarganya Kak Nial?" tanya Daisy.

"Iya, waktu saya di rawat mereka datang menjenguk," ucap Maudy.

"Wah! benar-benar ya mereka," ucap Daisy.

Tentu saja Daisy merasa kesal dan kecewa karena hanya dirinya yang tidak tau mengenai Maudy dan Nial.

"Gimana Bu Maudy kenapa dengan kak Nial?" tanya Daisy.

Maudy pun mulai menceritakan semuanya sama seperti yang pernah ia ceritakan pada Bunda Rea dan ayah akan serta Kak Lea.

"Oh, jadi gitu," ucap Daisy.

"Iya, jadi Bu Daisy tidak perlu salah paham," ucap Maudy.

"Siapa juga yang salah paham, gak ada yang salah paham kok," ucap Daisy.

"Syukurlah kalau Bu Daisy tidak salah paham antara saya dan sersan Nial," ucap Maudy.

"Kalau gitu saya permisi Bu Maudy dan jangan lupa dimakan masakannya bunda Rea. Gak bakal nyesel deh kalau nyobain masakannya Bunda Rea," ucap Daisy dan pergi meninggalkan Maudy.

'Bahkan Bu Daisy manggilnya Bunda Rea," gumam Maudy.

.

.

.

Tbc.

1
Hera sasuwe
👍
Sulistyowati
tetap semangat thor
Eko Sujatno
dah otw Thor,,,,
Steva Noviyanti Sipupu Walalangi
Luar biasa
Eko Sujatno
kok cuma glodak trus kelar to Thor,,,,,,cemengut sukses slalu,,,,,,
Rika Pulungan
kok ngak enak kali kak endingnya
elaretaa
Terimakasih semuanya yang sudah setia menunggu cerita Nial dan Maudy 😍
Eko Sujatno
lanjutken Thor,,,,,,
Nindya Nafilah
Lanjut lagi thor episodnya🤭🙏
Eko Sujatno
up yg banyak dunk Thor,,,,,,, lanjutken Thor,,,,,,,
dekk du
Thor kok nggk up up,,
Megaanindya Suyeta
ko lama up nya
Fitlin Maylee
saya sangat menyukai ceritanya👍👍👍😊😊😊😊😊😊
Marlin priyama Marlin
ayo donk next
Marlin priyama Marlin
lanjut donk
Marlin priyama Marlin
Biasa
Marlin priyama Marlin
lanjut donk. jgn bkin penasaran
Eko Sujatno
lanjutken Thor,,,,,
꧁༺Clemira_Ayumna༻꧂
first
Eko Sujatno
lanjutken Thor,,,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!