Raihanun Park, Aspen Al Jordan dan saudara kembarnya Alaska Al Jordan, dikirim oleh keluarga mereka untuk masuk asrama di Swiss Karena kelakuan bar-bar mereka.
Raihanun yang biasa dipanggil Nyunyun, bertemu dengan Jonathan Chen, putra Sky Chen, triad Hongkong sahabat keluarga Pratomo. Jonathan benci sikap Gesrek Nyunyun tapi keduanya tidak bisa terpisahkan karena suatu hal.
Akito Shinoda, dokter keluarga Bianchi, jatuh cinta dengan Alaska Al Jordan. Namun gadis itu masih galau menerima dokter dingin itu atau tidak.
Aspen Al Jordan jatuh cinta dengan keponakan Raja Belanda. Gadis yang jago anggar bernama Mahira itu suka pada Aspen namun Aspen tahu diri bahwa latar belakangnya tidak cocok di kerajaan. Bagaimana Aspen menghadapi Mahira?
Generasi ke 7 klan Pratomo
Jangan plagiat karena jiwa Gesrek kita jauh chuy
follow my IG @hana_reeves_nt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Santet Perut
Apartemen Raihanun di Zurich Swiss
Jonathan menatap Raihanun dengan tatapan bingung. "Kamu bisa apa saja?"
"Bisa makan, bisa minum, bisa masak, bisa mandi sendiri..." ucap Raihanun sambil menghitung dengan jarinya sementara pria Hongkong itu menatapnya sebal.
"Salah pertanyaan !" gerutu Jonathan kesal.
Shinichi terbahak.
"Appa, tolong jelaskan..." kerling Raihanun.
"Jelaskan apa ?"
"Bagaimana aku bisa mengalahkan Shohei ..." senyum Raihanun.
"Shohei itu kalau akibat kena siku Ska, Nyun !"
"Tapi kan itu andil Nyunyun, Appa..."
Jonathan menggelengkan kepalanya karena semakin pusing dengan percakapan ayah dan anak yang dia sendiri tidak paham.
"Jonjon, itu pengawal kamu tidak apa-apa ditinggal lama?" tanya Shinichi sambil memperlihatkan CCTV di parkiran.
"Tidak apa-apa Oom Shinichi. Sudah biasa ..."
"Dekat sini ada cafe kok Appa. Biasanya mereka makan disana kalau Chen-ge bantu Nyun buat tugas ..."
Shinichi menatap tajam ke Jonathan. "Berarti kamu sering kesini kan, Jonjon?"
Jonathan hanya terdiam dan melirik judes ke Raihanun.
"Ooopppsss..." ucap Raihanun tanpa dosa.
***
Jonathan pun berpamitan ke Shinichi dan Raihanun setelah mendapatkan petuah unfaedah dari profesor fisika itu. Jonathan nyaris terbahak mendengar syarat dari Shinichi supaya boleh ke apartemen Raihanun.
Syarat pertama - Gantian masak, karena Nyunyun bukan chef rumah Jonathan.
Syarat kedua - Harus membantu Nyunyun membuat tugas karena penting bagi kelangsungan nusa dan bangsa.
Syarat ketiga - Tidak boleh menginap.
Syarat keempat - Tidak boleh protes syarat diatas.
***
"Sejujurnya Nyun, Appa lebih suka jika kamu ada pengawalnya..." ucap Shinichi yang memutuskan untuk menginap di apartemen putrinya daripada menginap di hotel yang sudah disediakan. Bagaimana pun dia masih kangen dengan putri sulungnya.
"Ada pengawal pun tidak boleh masuk kampus, Appa. Lagipula ada Triple J yang tidak ada hubungannya dengan Triple H yang atlet smackdown. Nyun udah punya tiga pengawal. Tenang saja..." jawab Raihanun.
"Keren lho triple J. Si Jeff anak senator kan?" tanya Shinichi.
"Yup. Jennie anak pengusaha di Jerman tapi nanti memilih akan bekerja di Koenigsegg... " jawab Raihanun.
"Bagaimana dengan Jonjon?"
"Paling Chen-ge akan kembali ke Hongkong meneruskan bisnisnya Oom Sky."
Shinichi mengangguk dan bersyukur putrinya memiliki teman-teman yang bisa dipercaya. Shinichi memang sudah menyelidiki siapa saja yang dekat dengan Raihanun dan berterima kasih triple J mencegah putrinya masuk sel... Lagi.
Perasaan aku jarang masuk sel tapi anakku kok seneng banget ya nginap di hotel prodeo?
Suara ponsel Shinichi berbunyi dan melihat siapa yang telpon. Pria yang masih menganggap paling imut di generasi keenam itu pun menerima panggilannya.
"Ya patung arca ?"
"Kungkaaaannggg ... Aku merasa tuaaaaa !" teriak Arkananta via panggilan video.
"Patung arca kan memang tua. Hanya kungkang yang awet imut !" cengir Shinichi.
"Reseh lu kampret ! Eh elu dimana?" tanya Arkananta.
"Apartemen Nyunyun. Kenapa ?"
"Yang ditonjok Nyunyun baik-baik saja ? Masih hidup ?" tanya Arkananta penasaran membuat Shinichi dan Raihanun terbahak.
"Masih Ooommmm ... Sayangnya pesanannya mbak Rania belum bisa aku penuhi" sahut Raihanun.
"Jangan bilang Rania minta ginjal setelah gagal ambil punya Alex Darling..." gelak Arkananta.
"Yoooiii."
"Ada apa patung arca kamu telepon?" tanya Shinichi.
"Nala ... Ada yang ingin ta'aruf... Duh kok ya udah Gedhe tho anakku..." keluh Arkananta. "Lu kapan ke Jakarta?"
"Memang buat apa aku ke Jakarta?" balas Shinichi bingung.
"Ikutan plonco si Rayyan."
"Mangkaaaattt !" seru Shinichi. "Eh tapi siapa Rayyan?"
"Itu anggota polisi detektif hantu yang bareng sama Dendeng dan Lachlan."
"Haaaahhh? Oom Arka mau ngerjain polisi? Oom nggak takut dituntut?" seru Raihanun.
"Lho salah polisinya nekad minta Ta'aruf Nala. Kan posisinya dia pengen jadi calon menantu jadi wajar dong kalau aku ngerjain... Aku kan bapaknya Nala ..." eyel Arkananta.
Raihanun menggelengkan kepalanya. Ternyata ada yang lebih kacau dari Appa.
"Aku di Zurich tiga hari habis itu aku ke Jakarta !" jawab Shinichi serius.
"Appa !" tegur Raihanun.
"Lho appa kan juga harus tahu apakah dia pantas masuk ke keluarga kita atau tidak ... Kalau Jonjon sih nggak usah diragukan. Sudah pasti boleh masuknya ..." balas Shinichi.
"Kok bawa-bawa Chen-ge?" gumam Raihanun bingung.
"Cowok kalau sudah sering kesini dan minta makan, berarti sudah kena santet perut ... Yakin sama appa pasti lama-lama dia bakalan nembak kamu."
Eh? Santet perut? Adakah?
***
Muenchen Jerman
Akito Shinoda baru saja menyelesaikan kuliah prakteknya di jurusan bedah lalu bergegas menuju museum Alte Pinakothek dimana Alaska sudah menunggu disana. Akito terpaksa harus mengambil studi lagi setahun di Muenchen University sebagai syarat agar bisa bekerja di Muenchen.
Pria itu memarkirkan mobilnya di tempat parkir dan berjalan masuk ke dalam museum. Wajahnya tampak senang saat melihat Alaska bersama Eugene, temannya yang tuna rungu. Keduanya tampak asyik mengobrol hingga mata coklat Alaska melihat Akito datang.
"Bang..." senyum Alaska.
Eugene yang melihat Akito datang pun tersenyum. Halo - sapanya dengan bahasa isyarat.
"Halo Eugene. Sudah lama?" tanya Akito.
"Biasa kok ... Malah tidak terasa karena tadi sama Eugene jalan-jalan keliling museum" jawab Alaska.
"Yuk pulang. Eugene, bareng dengan kita saja ..." ajak Akito.
Eugene mengangguk. Danke ( terima kasih ). Alaska lalu meraih lengan Akito dan merangkulnya sepanjang perjalan menuju parkiran.
Sementara pria yang tetap memperhatikan Alaska, tersenyum kecut. Sudah punya pacar rupanya. Tapi kan baru pacar jadi masih ada kans lah. Pria itu pun berjalan keluar dari museum untuk mengikuti Alaska.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaaaa gaeeesss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️