follow Ig ainunharahap12.
Kamar hotel yang terlihat sangat berantakan. Dengan pakaian yang berserakan di lantai dan ada sepasang insan yang berbaring di atas ranjang dengan tubuh polos yang tertutupi selimut.
Seorang pria dengan tangannya yang memeluk wanita di sampingnya itu yang lurus berbaring. Tiba-tiba wanita itu mengkerutkan dahinya dengan membuka matanya yang sangat berat. Wanita itu juga memijat kepalanya yang terasa sangat berat.
Wanita itu merasa berat pada perutnya yay membuatnya menoleh kesampingnya dan kaget melihat pria di sampingnya.
"What!' pekiknya dengan wajah kagetnya yang langsung menutup mulutnya dengan tangannya. Wanita itu langsung duduk dan melihat tubuhnya yang di balik selimut sudah polos.
"Bawa aku jalan-jalan ke surga. Sebelum aku kembali ke dalam Neraka," wanita itu menepuk jidatnya saat hanya mengingat sepenggal kata saat mabuk yang di ucapkannya pada pria yang tidak dikenalnya di sampingnya itu.
"Kau benar-benar keterlaluan Alea!" umpatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28 Alvian tau.
"Alhamdulilah jika kamu sudah mendengar mama. Apa kamu baik-baik saja nak?" tanya Adara yang masih mengkhawatirkan Alvian Alvian kembali menjawab dengan pelan. Hanya dengan anggukan kepala saja.
"Alhamdulillah. Papa senang mendengarnya. Untung saja kamu tidak apa-apa," sahut Arhan yang juga lega dengan keadaan Arhan.
"Alvian kami tidak tau apa yang terjadi. Tetapi untung sekali. Livia ada di lokasi kejadian dan dia membantu kamu. Livia menyelamatkan kamu dan membawa kamu kerumah sakit. Jika tidak ada Livia mungkin kamu tidak akan selamat," sahut Shandra yang memberikan penjelasan.
Livia memang datang bersama Bodyguard yang mencari Alea. Livia ingin ikut mencari Alea karena ingin memastikan kemana kakaknya itu pergi. Dan Livia juga melihat Alea yang memberi nafas buatan kepada Alvian. Setelah Alea pergi di bawa paksa. Barulah Livia menghampiri Alvian yang kembali tidak sadarkan diri dan livia membawa Alvian ke rumah sakit dan juga menghubungi keluarga Alvian.
"Jadi semua karena Livia, kamu harus berterima kasih pada Livia," lanjut Shandra. Alvian menoleh kearah Livia dengan Livia tersenyum pada Alvian.
Alvian jelas masih mengingat apa yang terjadi. Dia mengingat Alea yang mengeluarkannya dari dalam mobil dan membawanya ke daratan. Saat dia sempat sadar, dia juga melihat Alea yang dibawa paksa oleh orang-orang yang mengejar Alea.
Sekarang Livia mengakui dirinya yang menyelamatkan Alvian. Mana mungkin Alvian percaya. Namun Alvian tidak dapat menyangkal. Karena kondisinya juga masih sangat lemah dan untuk berbicara saja dia tidak mampu.
Jadi Alvian membiarkan saja. Jika Livia ingin mengakui dirinya yang menyelamatkan Alvian yang terpenting baginya, dia tau siapa yang menyelamatkannya.
"Adara. Ini adalah perkenalan pertama kamu dengan Livia dan sekarang kamu bisa tahu kan. Jika Livia ini anak yang baik dan Bahkan dia sudah menyelamatkan Alvian. Jadi kamu jangan meragukan Livia yang akan menjadi bagian dari keluarga kita," ucap Shandra yang mempromosikan Livia.
Adara menoleh ke arah Livia.
"Tante!" sapa Livia tersenyum manis.
"Terima kasih sudah menyelamatkan Alvian," ucap Adara dengan singkat. Adara tidak tahu apa yang terjadi. Tetapi wanita itu yang membawa Alvian ke rumah sakit. Jadi Adara tidak akan lupa untuk mengucapkan terimakasihnya.
"Livia mungkin sudah ditakdirkan untuk berjodoh dengan Alvian. Makanya langsung ada di saat Alvian membutuhkan bantuan. Hal ini sangat bertepatan bukan," sahut Shandra.
"Maaf Shandra. Ada sebaiknya tidak membicarakan hal itu dulu. Alvian masih lemas. Tidak baik untuk membahas hal yang lalu," sahut Arhan yang kurang suka dengan pembahasan masalah jodoh di saat putranya masih saja bernafas saja belum sempurna.
"Iya mah, sudahlah. Nanti saja kita bahas itu," sahut Ramon yang juga setuju dengan Arga.
"Iya maaf," sahut Shandra
"Alvian kami istirahatlah," ucap Adara. Alvian hanya menganggukkan kepalanya.
"Bagaimana keadaannya sekarang," batin Alvian yang kepikiran dengan Alea.
Ya dia tau Alea menumpang mobilnya untuk melarikan diri. Namun Alea harus tertangkap karena masih ingin menyelamatkan dirinya. Seharusnya Alea masih bisa kabur saat itu. Namun memilih untuk memberi pertolongan pertama kepada Alvian dan menyerahkan dirinya. Jadi Alvian mengkhawatirkan Alea yang sudah kembali tertangkap.
*********
Alvian sedikit sudah merasa lebih baik namun masih mendapatkan perawatan di rumah sakit. Fisya menemani Alvian dengan memotongkan buah dan memberi buah kepada kakaknya itu yang duduk di samping ranjang Alvian.
"Kak apa itu yang di maksud mama Shandra. Wanita itu yang bernama Livia calon istri kakak?" tanya Lucia. Alvian menganggukkan kepalanya dengan pelan.
"Kakak yakin mau nikah sama dia. Kak. Fisya bisa melihat dari wajahnya. Jika dia bukan wanita baik. Ada aura kejahatan. Seperti bermuka dua," ucap Fisya yang mengutarakan pendapatnya saat pertama kali bertemu dengan Livia. Meski Livia itu ramah kepada Fisya. Namun Fisya merasa Livia bukan orang baik.
"Bukan apa-apa ya kak. Fisya berhak berpendapat dan Fisya tidak melihat kebaikan darinya. Kalau ibaratnya ya mata Fisya ini punya Indra ke-6. Pasti Fisya melihatnya seperti menyerupai hewan," ucap Fisya.
Alvian hanya diam saja mendengarkan pendapat adiknya mengenai Livia.
"Kak Alvian dia bukan orang baik. Fisya yakin itu," lanjut Livia.
"Iya," sahut Alvian yang hanya menjawab ia dengan suara lemasnya.
"Iya apa? Dia bukan orang baik kan?" tanya Fisya.
"Diamlah Fisya, kakak tidak akan sembuh jika terus mendengarkan suara ocehan kamu," ucap Alvian.
"Issss apaan sih. Fisya itu sengaja mengajak Kakak mau ngobrol. Supaya Kakak itu semakin sembuh dan bukan malah sebaliknya," sahut Fisya dengan wajahnya yang cemberut.
"Walau dia yang menolong kakak. Aku tetap merasa. Jika dia bukan orang baik," lanjut Fisya.
Alvian hanya menghela nafas dan membiarkan adiknya mengoceh terus. Adiknya itu bahkan lupa memberinya potongan buah. Karena Fisya yang mengoceh sembari memakan buah yang dipotongnya sendiri.
Alvian hanya kembali memikirkan Alea. Dia masih teringat saat berada di dalam laut bagaimana Alea yang berusaha untuk menyelamatkannya. Alvian juga mengingat mendapatkan pertolongan pertama dari Alya sampai Alea di bawah pergi oleh orang suruhan Monica.
*********
Setelah satu hari mendapatkan perawatan di rumah sakit. Akhirnya Alvian sudah sembuh dan sudah boleh keluar dari rumah sakit. Alvian hari ikut ke lautan tempat kecelakaannya Alvian dan Alea. Alvian menyelidiki masalah mobilnya dan bergabung turun kelapangan bersama pihak berwajib untuk mengetahui apa yang terjadi pada mobilnya.
Alvian melihat mobilnya yang di derek dari dalam laut.
"Tuan Alvian!" sapa salah satu Polisi yang berdiri di depan Alvian.
"Kami akan menyelidiki selanjutnya permasalahan ini," ucap Polisi tersebut.
"Baiklah saya minta kabar baiknya dan mohon cepat selesai masalah ini," titah Alvian dengan ke-2 tangannya berada di sakunya.
"Pasti tuan!" sahut polisi tersebut.
Alvian merasa ada yang tidak beres dengan kecelakaannya. Karena sebelumnya Alvian merasa mobilnya baik-baik saja dan wajar jika Alvian harus melibatkan pihak polisi dalam hal ini.
Alvian melihat barang-barang yang di keluarkan dari dalam mobil itu yang di angkat salah satu petugas. Namun dia salfok pada salah satu hal. Yaitu bingkai photo. Alvian mengingat jika saat di mobil bersama Alea. Alvian sempat melihat Adara memegang photo tersebut.
"Sebentar!" ucap Alvian yang membuat petugas itu menghentikan langkahnya.
"Ada apa tuan?" tanya petugas.
"Saya bisa ambil ini?" tanya Alvian.
"Saya rasa ini tidak perlu dibawa," ucap Alvian.
"Baiklah kalau begitu," sahut petugas tersebut yang langsung memberikan bingkai foto tersebut kepada Alvian. Lalu petugas tersebut langsung pergi dan Alvian melihat photo cantik seorang wanita yang menggendong anak kecil berusia 3 tahun.
Tidak tau kenapa Alvian harus mengambil bingkai foto tersebut. Padahal itu bukan miliknya sama sekali. Alvian terus saja mengingat Alea yang menyelamatkannya.
"Aku mohon tolong selamatkan hidupku!" Alvian juga mengingat permohonan Alea saat mabuk yang ingin meminta di belas kasihani.
Pemikiran Alvian sangat susah ditebak dengan ekspresinya yang terlihat dingin. Entahlah apa yang dipikirkannya namun belakangan ini dia terus saja memikirkan Alea. Dan dia juga penasaran dengan kondisi Alea. Ada niat untuk menghubungi Alea tetapi tidak mungkin. Karena Ponsel Alea juga sudah rusak. Karena basah yang masih berada di dalam mobil.
Ya untungnya masih ada dan juga termasuk bingkai foto Alea dan ibunya yang masih ada.
Bersambung