(RATE18+)
📢 UPDATE : SENIN/RABU/JUMAT/MINGGU
Saat dua orang mengalami trauma dan rasa sakit dengan status hubungan, Friend With Benefit adalah salah satu opsi berbahaya yang bisa diambil agar tak terlalu merasa sepi. Tapi bagaimana jadinya jika hubungan tersebut justru menjerumuskan mu kedalam lubang hubungan paling berbahaya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maraa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
momy ell
Senyum puas tercetak dari bibir Eris saat wanita itu memeluk 3 boneka yang dimenangkan Mak im.
"pulang sekarang? " Leon berjalan disamping Eris, merangkul pinggang Eris yang masih terlihat ramping.
"Yuk. Gue juga udah cape ketawa terus."
Mak im disebelahnya juga mengangguk setuju, wajahnya yang sudah sedikit renta terlihat lelah.
Leon tersenyum, lalu mengangguk. Mengikuti Eris yang melepas rangkulannya lalu berjalan duluan kedalam mobil.
Jarak dari pasar malam ke apart Eris hanya tinggal beberapa menit lagi. Terlihat wanita itu sudah menahan kantuknya, berbeda dengan Mak im yang asyik melihat - lihat gedung tinggi disekitar jalan yang mereka lewati.
Hingga mobil Leon masuk ke basement apart Eris, wanita itu langsung segar dan bersiap.
Mak im terlihat celingukkan dan mengipaskan lengannya kedepan muka saat mereka keluar dari mobil.
"Panas pisan nya Jakarta teh. " Eris keluar duluan, membuka kan pintu untuk Mak im lalu menggandengnya berjalan kearah lift, diikuti Leon yang terus mengekor dibelakang mereka.
Eris terlihat senang hari ini, dan itu cukup menenangkan fikiran Leon untuk selanjutnya kembali berkutat dengan laporan - laporan pekerjaan yang dikirimkan Rey dan fikiran tentang nasib calon jagoannya.
Mak im memicingkan mata, mendekat kearah seseorang yang memeluk lututnya dan menenggelamkan wajah sambil bersandar didepan apartment Eris.
Membuat Leon langsung melirik Eris yang terlihat malas dan hendak kembali masuk kedalam lift.
"Ris?"
"Gue males ketemu dia. Minggir-"
"Eris. " Suara wanita yang terpaut tak jauh dibelakangnya membuat Eris mematung, perasaan benci dan kecewa timbul bersamaan menguasai perasaan senangnya hari ini.
"Mama kangen sama kamu. "
Leon mengangguk sopan pada El, lalu menahan tangan Eris saat wanita itu malah kembali berjalan kearah lift.
"Ngapain kesini? kalo mau ngobrol diluar aja, apart Eris berantakan. " Tanpa membalikkan badan, Eris menjawab El dengan nada bicara yang terdengar dingin, tapi dibalas senyum hangat oleh El.
"Udah dirapiin ko sama petugas sini. "
Leon yang ikut ikutan menjawab membuat Eris melotot lalu melapas cekalannya.
"ngapain kesini? " Eris mengulang pertanyaannya dengan badan yang akhirnya menghadap pada El yang terlihat lebih kecil dari satu tahun lalu saat mereka terakhir bertemu.
"Mama mau ngobrol, boleh, ya?"
Helaan nafas terdengar dari Eris, wanita itu berjalan duluan, memasukkan sidik jari dilayar kecil depan pintu apartment nya lalu masuk, mendapati ruangan apartment yang sudah rapi.
"Mak im ikut Eris yu, Mak istirahat dulu. Bobo dikamar Eris aja. " Eris tersenyum pada Mak im, membawakan tas dan mengantarnya ke kamar. Meninggalkan Leon dan El yang sama sama diam di sofa.
"Ohiya. Leon ,tante." Leon mengelurkan tangannya sambil mengangguk sopan pada El yang membalas uluran tangan Leon sambil tersenyum.
"Kamu kaya nya teman dekat Eris? Makasih, ya udah jagain anak saya. " El tersenyum pada Leon lalu menghela nafas, memikirkan anaknya yang berubah se dingin itu.
Eris duduk di sofa kecil setelah menyimpan jus dan air putih diatas meja didepan mereka. Pandangannya tak lepas dari cangkir dalam genggamannya yang berisi coklat panas, ia sama sekali tak berminat menatap siapapun sekarang.
"Ris, mama mau pindah. Kamu mau ga anterin mama cari apart sekitar sini? "
El menautkan tangannya, tersenyum pada Eris dan berharap anaknya mau menemaninya.
"Yaudah." Eris beranjak. Membuat kedua orang disebelahnya menautkan alis.
"lo yakin mau cari apart malem malem gini,Ris? Lo harus istirahat." Leon ikut berdiri, menghampiri Eris dan mengusap lengannya.
"Gue balik ya, masih banyak kerjaan. Besok gue anter cari apart. "
Leon tersenyum pada Eris lalu mengangguk pada El. Membuat Eris kembali menghela nafas saat Leon meninggalkan ruang.
"Istirahat di kamar Eris aja sama Mak im. Eris mau mandi dulu. "
"Kamu masih marah sama mama,Ris? soal kecelakaan papa-"
"Gausah bahas itu."
Eris mengalihkan pandangannya, beranjak kekamar untuk mengambil selimut dan bantalnya sendiri. Lalu kembali keruang tamu, langkahnya terhenti melihat El yang menundukkan kepalanya.
Rasa sakit hati Eris mengetahui mama nya selingkuh sampai sempat menjadi terdakwa atas kecelakaan papa nya membuat perasaan benci Eris kembali naik. Rasa rindu sekaligus sesak membuat udara di sekitarnya terasa pengap.
Eris mendongakkan kembali kepalanya yang ikut menunduk, lalu berjalan ke pantry, mengambil satu botol baileys dan meminumnya langsung. Acuh pada seseorang yang mengikutinya dan duduk dikursi sampingnya.
"Ris, mama dekat dengan laki - laki lain itu karna mama papa udah ga cocok, kamu pasti faham kan sekarang? "
"ga cocok? tapi kenapa kalian masih bertahan kalo emang ga cocok? harus mama selingkuh dan bikin papa kecelakaan? "
"Kita cerai udah lama, tapi kita sama sama sepakat buat tetap urus kamu bareng. Sampe kamu bisa ngerti.
Pernikahan itu rumit sayang. Tanggung jawabnya besar, apalagi kalo emosi kita masih belum stabil. Mama papa nikah karna- waktu itu mama.. "
El menundukkan kepalanya, membuat Eris mengerjapkan mata mengetahui alasan kenapa orang tuanya selalu cekcok.
***
Semalaman Eris tak bisa tidur karna perkataan mamanya selaras dengan apa yang dia alami.
Eris tau Leon belum siap memulai hubungan apalagi menjadi ayah. Dia pun begitu.
Bahkan Eris sampai meminum obat tidur agar dia bisa segera memejamkan mata, tapi obat itu seperti tak berpengaruh sama sekali padanya malam ini.
Eris melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 6 pagi, lalu menghela nafas sambil memejamkan matanya.
stay, go, stay, go. Dua pilihan yang semalaman membuat matanya tetap awas. Hingga dering ponselnya membuat Eris menghela nafas.
4 missed call
Leon
inco**ming call
Leon**
"halo Ris? Are you ok? // kamu baik baik aja? // "
"hm"
Leon mengerutkan alis mendengar lawan bicaranya.
"Gue otw bentar lagi, ya. "
"Terserah." Eris melihat jarum jam yang bergerak lambat. Lalu memejamkan matanya, mendengarkan ceramahan panjang Leon yang mengingatkannya ini dan itu.
"bye, hubyy. "
Leon menutup telfon sepihak, segera bersiap setelah mengetikkan beberapa pesan pada rekannya.
***
"Mak im, mau ikut ga cari apart buat mama. " Eris menyapa Mak im yang menyiapkan makanan di dapurnya.
"Boleh neng, Mak juga pingin ketemu si aa kasep // ganteng // "
Mak im terlihat berfikir sebentar sambil meyimpan piring dan satu mangkuk berisi sop, sedangkan El menata makanan yang sudah di masaknya di pantry.
"Neng, si aa kasep teh suami neng? Naha teu tidur di dieu? // kenapa ga tidur disini? //"
"uhuk. " El yang ikut bergabung tersedak minumannya dan langsung mengerjapkan mata.
"Ris? jadi yang semalem itu suami kamu? Kamu segitu benci nya sama mama sampe nikah gaada kabar? "
Eris ikut mengerjapkan mata. Diam sebentar mencari alibi bagaimana menjelaskannya pada El, dan Mak im yang terlanjur mendengar pembicaraannya dengan dokter.
"Dia- sebenernya bukan suami Eris. Belum sih, kita nikah 3 harian lagi."
Mak im mengangguk pelan, tak lagi banyak bertanya karna faham apa yang terjadi. Begitupun El yang masih tampak diam berfikir sambil menata makanan.
Leon ikut bergabung setelah memencet bel beberapa kali, lama menunggu sampai akhirnya memasukkan sendiri kata sandi yang sudah di beritahu oleh Eris.
"Ma, Mama di apart Leon aja."
"Uhuk, Yon! " Baru saja Eris menyendokkan nasi dan bersiap menyuap, Eris langsung tersedak saat Leon yang dengan entengnya menawarkan tempat tinggal.
"Gapapa. Gue mau balik kerumah Ris. Daripada apart kosong."
"Engga,Le. Mama mau cari apart deket sini aja." El tersenyum, menyimpan pertanyaannya melihat Eris yang menunjukkan muka sebalnya.
o...o...o...
maksudnya udah tamat apa blom😊😊🙏🏻🙏🏻🙏🏻
sumpah gereget tau,,,,
"HEY,,,,,,, LO LO LO NGGA TAU MASALAHNYA JADI NGGA USAH BANYAK B*COD,,,,, URUS AJAA HIDUP LO B*NGSRUD,,, "!!!
ini teh mereka saling suka apa gimana? pernah pacaran,,,?
sungguh membuatku bertanya sendiri,,,,, 🥴🥴
Kutunggu kedatanganmu.
Terima kasih