NovelToon NovelToon
My Enemy Is My Love

My Enemy Is My Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: seizy kurniawan

Tak ada yang menyangka jika orang yang dianggap musuh ternyata orang yang dikirim Tuhan untuk menjadi orang yang berarti dalam hidupnya.

Walau banyak sekali rintangan untuk mengucap janji suci. Tapi jika Tuhan sudah berkehendak rintangan seberat apapun tidak akan mengalahkan tekadnya.

Gama Alexander berubah menjadi posesif ketika sudah menjadi suami Elata. Tegas dan mempunyai karismatik yang menawan. Sehingga tak banyak yang kagum pada sesosok pengusaha muda tersebut.

Elata wanita yang dari dulu sangat dicintai dan diinginkan Gama. Siapa yang tidak kenal dengan wanita jutek itu. Tapi, setelah menikah dengan Gama, Elata berubah menjadi sosok yang ramah. Berbeda jika pada saat dengan Gama, wanita cantik itu akan berubah 180 derajat. Tingkah absurdnya akan kembali.

Apakah Gama dan Elata akan tetap bertahan dengan pernikahannya seperti waktu mereka pacaran dulu dengan cobaan yang akan datang menimpa pernikahan mereka. Ataukah akan sebaliknya?

Simak di MEIML

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seizy kurniawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kapten Futsal vs Kapten Basket

Waktu cepat berlalu tinggal hari esok menuju hari H. Dimana acara ulang tahun akan di adakan secara meriah. Tamu undangan dari mulai undangan untuk KepSek setiap sekolahnya. Kepala yayasan dan tak lupa pemilik yayasan. Banyak lagi tamu kehormatan yang akan datang.

Setiap murid yang ikut berpatisifasi dalam di gelar nya acara, sangat di buat sibuk untuk latihat agar menampilkan yang terbaik. Apa lagi dengan anggota OSiS yang wajib sibuk untuk mengatur setiap acara. Pak Farel selaku ketua penyelanggara juga ikut di buat sibuk.

"Loe beneran gak bakal nampilin bakat loe, El?" Flora yang kini tengah menikmati cemilan di kantin bersama Elata. Hanya berdua saja. Karna yang lainnya sibuk memanfaatkan waktu istirahat untuk latihan. Flora sendiri hanya akan membacakan Puisi saja. Jadi dia sangat santuy karna puisi nya sudah ada, hanya tinggal membacakan saja di atas panggung nanti. Sementara Elata yang memang kurang suka, tak menanggapi. Walau Pak Farel sendiri menyuruh gadis itu untuk ikut memeriahkan acara. Tapi Elata menolaknya.

"Enggak." selalu seperti itu jika Elata akan menjawab pertanyaan. Kadang Flora sendiri di buat bingung dengan temannya yang satu ini.

"Padahal Loe pinter dance dan suara loe bagus. Kenapa loe, gak tampilin bakat ke dua loe itu?" Elata hanya menggeleng. Mengacuhkan saran Flora.

"El...." seseorang berlari ke arah meja Elata dengan nafas yang tersengal.

"Kenapa loe, kaya di kejar setan aja!" ucap Flora. Elata sendiri tak menyaut, hanya mendongakan kepalanya saja. Melihat siapa yang mendatanginya.

"El, Gama sama Marcell" ucapnya masih dengan nafas tersengal.

"Kenapa?" jawab Elata santai

"Mereka lagi berantem di ruang ekskul musik" jawabnya lagi

"Kenapa, loe malah manggil gue? Loe lapor aja sama guru BK?" Elata masih santai. Tanpa memandang lawan bicaranya.

"Tapi mereka ributin Loe, El. Mereka ributin loe buat duet nyanyi bareng, Loe."

"Gak peduli, gue"

"El, loe santuy banget sih. Kalau mereka sampai adu jotos gimana? Loe, mau di salahin sama orang lain?" Flora seakan memberi nasehat pada Elata. Elata bagai berfikir. Kemudian berdiri dari duduknya.

****

"Loe ber dua ributin apa?" suara Elata menggema di setiap penjuru ruangan. Membuat seisi dalam ruangan itu menjadi hening. Mereka memberi jalan pada Elata dari kerumuyan.

"Datang juga, loe kesini." ucap Ariska lantang.

Elata hanya diam. Tak menggubris perkataan Ariska. Percuma saja bukan?

"Sekarang mending loe tanya sama Elata. Dia bakal duet sama gue atau loe?!" kini Marcel yang membuka suara. Gama melirik ke arah Elata. Seakan bertanya.

"Udah gue bilang. Gue, gak bakal ikut acara." Elata masih dengan pendiriannya.

"Loe, gak usah muna deh, El. Seneng banget bikin orang lain ribut." Ariska masih memancing emosi Elata.

"Terserah." Elata berlalu begitu saja meninggalkan Gama dan Marcel juga kerumuyan. Flora dan Cindy ikut menyusul Elata.

"Gue, tantang loe main basket pulang sekolah" Marcel memberi tantangan pada Gama. Tangannya menunjuk wajah Gama.

"Kalau gue menang, loe harus jauhi Elata. Dan Elata bakal duet bareng gue" Gama hanya tersenyum sinis

"Loe jadiin Elata bahan taruhan?" tanya Askan. "Woy... Elata tu bukan barang. Enak bener loe main tarohin anak orang" emosi Askan sudah tak bisa di tahan lagi.

"Gue, terima" sontak semua teman-teman Gama membulat kan mata mereka tak percaya. Memang Gama bisa ngalahin Marcel? Main basket aja jarang kan? Marcel kan jago banget, apa lagi dia kapten tim basket. Begitulah yang ada dalam pikiran teman-teman Gama.

"Gam" Abram menyela

"Pulang sekolah gue tunggu loe di lapangan.!" Marcel berlalu meninggalkan Gama keluar dari ruangan eksul musik.

"Gam, loe yakin? Emang loe bisa ngalahin Marcel?" Andra menepuk bahu Gama, seolah jangan.

Gama tak menggubrisnya. Kemudian berlalu meninggalkan mereka.

****

Jam pulang sekolah pun tiba. Semua murid datang ke lapangan basket setelah mengetahui kabar bahwa kapten basket dan kapten futsal akan duel. Tapi itu tak menjadikan Elata berubah dengan pendiriannya yang tak akan mengikuti acara.

Tak peduli siapa yang akan menang, Elata selalu dengan menjaga ucapannya. Saat Elata akan membuk pintu mobilnya, Flora dan Cindy memanggilnya. Sehingga Elata mengurungkan niatnya. Dan kembali menutup pintu mobil kemudi.

"Loe, gak lihat duel Gama?" Flora bertanya saat sudah ada di hadapan Elata.

"Buat apa?"

"Buat tau siapa yang akan duet sama, loe" ucap Flora lagi. Cindy hanya mengangguk.

"Gak ada yang nyuruh mereka untuk duel bukan? Lagian gue bukan barang yang bisa mereka rebutkan! Gak penting buat gue siapa yang akan menang." Elata membuka pintu kemudi lalu masuk mengacuhkan dua temannya. Flora dan Cindy sendiri kembali ke lapangan basket untuk mendukung Gama.

****

Di lapangan anak-anak sudah di hebohkan dengan ke dua kapten yang berbeda ini. Ini sangat jarang sekali, pertandingan antara satu lawan satu. Askan panik sendiri takut-takut kalau Gama akan kalah. Andra dan Abram sangat tenang mendukung temannya itu. Abram yakin Gama akan bisa mengalahkan Marcell. Soal menyangkut Elata Gama pasti akan berusaha. Begitu pikirnya.

"Cind, Elata mana?" tanya Abram pada Cindy yang sudah duduk di antara yang lainnya.

"Pergi" jawabnya

"Kok pergi? Emangnya Elata gak bakal kasih suport buat Gama?"

"Katanya gak penting siapa yang akan menang" jawabnya Cindy lagi.

"Kalau Gama sampe kalah, Gama harus jauhin Elata!" Cindy tercengang. Tak percaya. Dan Cindy benar-benar di buat takut jika sampai Gama kalah. Bukan hanya Cindy tapi Flora dan yang lainnya.

"Terus gimana? Gama emang bisa ngalahin Marcell? Dia kan kapten basket. Sedangkan Gama?" Cindy dan Flora jadi was-was sendiri.

****

Di lapangan permainan sudah di mulai. Gama dengan kaos orangenya, dan Marcell sendiri memakai kaos berwarna putih.

Sementara Marcell yang memimpin poin, Gama sendiri tertinggal. Walau hanya beberapa poin saja. Marsel tak memberikan celah sedikit pun pada Gama. Gama sendiri berusaha merebut bola dari Marcell. Dalam hitungan detik Gama berhasil merebut bola dari tangan Marcell.

Tatapan Gama sangat tajam. Dia tidak akan membiarkan dirinya kalah, dan memberikan Elata begitu saja pada Marcell. Tak butuh waktu lama, Gama bisa menyamakan poin nya dengan Marcell. Tak ada yang menyangka jika permainan Gama sangat bagus. Padahal yang mereka tau Gama sangat jarang bermain basket.

Sorakan dan teriakan para siswa yang menonton menambah keramaian pertunjukan Gama dan Marcell.

Ariska yang menonton di bangku jajaran terdepan sangat geram. Dia mengepalkan tangannya, tidak di sangka jika Gama memang sangat pandai dalam segala hal. Pikirnya pasti Gama akan kalah, dengan itu Gama bisa menjauhi Elata. Dan dirinya akan masuk dalam kehidupan Gama.

Di detik-detik terakhir yang sangat menegangkan. Karna tak tau siapa yang akan menang dengan poin yang saat ini sama.

Di sisi penjuru lain, seseorang sedang memperhatikan permainan Gama dan Marcell.

"Gue, gak yangka loe masih hebat dalam bermain basket, Gam" ucapnya lirih. Senyuman di wajahnya ia terbitkan.

Dan tak butuh waktu lagi Gama berhasil memenangkan pertandingan satu lawan satu itu. Gama mendatangi Marcell, Marcell sendiri merasa sial. Kok bisa Gama sehebat itu? Padahal Marcell sengaja mengajaknya berduel, karna Marcell yakin Gama tak akan bisa mengalahkannya. Tapi sayang, itu hanya pikiran Marcell saja.

"Loe, tepatin janji loe! Loe gak bakal ganggu gue dan Elata lagi.!" ucapnya penuh dengan penekanan. Kemudian berlalu meninggalkan Marcell dan keluar lapangan.

"Gam, loe bikin gue senam jantung tau" ucap Askan setelah Gama keluar dari lapangan. Dan menuju parkiran.

Gama tak menggubrisnya, hanya tersenyum bangga.

"Kok loe, hebat banget mainnya, Gam?" tanya Andra. Dan lagi, Gama hanya tersenyum.

Gama tiba-tiba mengambil ponsel yang ada di dalam tas nya. Menscroll nama kontak yang ada di ponselnya. Setelah mendapatkan kontak itu, Gama mencoba menghubungi kontak tersebut.

"Gue, menang!" ucapnya saat sudah tersambung.

"Gak peduli" jawab di sebrang sana

Tak ada banyak kata yang di sampai kan Gama. Hanya itu saja, setelah itu menutup sambungan telponnya.

****

"Gue tau loe pasti bisa ngalahin Marcell. Gak mungkin loe nyerah gitu saja, Gam. Gue sedikit meyakinkan hati gue, kalau loe gak bakal nyesel dengan perasaan yang loe miliki terhadap gue." ucap Elata pasti. Memegang handphone nya, kemudian memasukannya ke dalam saku jaket yang ia pakai.

Ternyata Elata tidak benar-benar pegi, tapi dia hanya memarkirkan mobilnya saja ke depan gerbang sekolah, setelah itu ia kembali ke dalam sekolah. Sebelum Gama bermain dengan Marcell? Elata sempat mengirimnya pesan lebih dulu.

Bohong jika Elata tidak peduli dengan Gama. Hanya gengsinya saja yang mungkin masih tidak bisa hilang di hadapan teman-taman nya.

Itu lah Elata Rasya. Seorang cewe yang terkenal jutek. Tapi sumpah demi apapun Elata sangat peduli dengan Gama.

TBC

1
Indah Sari
kmmmnuygrfeeĺllllllhkrdfxc, hcdnnikno p frsvtr
I’m Aylaa
Lumayan untuk bab pertama..
Suci Narala Lendra
aku suka cerita ini, selain alurnya mengasyikan partnya banyak2 lagi, trima kasih kk thor👍
Suci Narala Lendra: Sma2 kk thor, thank ceritanya👍👍👍
Good luck
total 3 replies
PENGEPUL MAMAH MUDA
gamalama 🤣🤣🤣
dewi deshita
ih nyebelin ngeselin banget, airmata aku udah se ember kirain elata meninggal huhuhu
dewi deshita
mssa meninggal sih jadi males deh
Angun Elok
huhfhhttt kirain bneran ninggl tor
Angun Elok
ini beneran mati elatax ... g suka ... 😭😭😭😭😭😭
Angun Elok
qg gama gitu ... beda dari suami yg laen... biasax law usg kan antusias
Angun Elok
hamil paling elata .. dr nya aja yg bego
Angun Elok
cintax awet semua ... dri SMA smpe pelaminan semua.. indah ya g px mntan
Angun Elok
pinjm kt" x diln 2
Angun Elok
wah kirain marsel dah tewas tor
Angun Elok
bener kata elata .. g mo jd milia klo akhirx di tingglin
Morta Pangaribuan
wom keren
Ichy
nggak asyik de masa elata meninggalkan 😭
faradilla aulia azzahra
thor jngan bnyak² dong ngsih bawang nya kan perih😭😭😭😭😭
Karina Hilya Ajibah
jangan di gantung dong thor😫😫
Agus Sohe
ggpppp
Morta Pangaribuan
baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!