NovelToon NovelToon
Love On The Air

Love On The Air

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:264.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: imoet_enra

Danisha Almanita, dara 19 tahun seorang mahasiswi jurusan ilmu komunikasi di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya. Gadis yang cerdas, penyayang dan periang ini selain mahasiswi, ia juga seorang penyiar radio part time di salah satu radio swasta di kota itu.

Menjalin persahabatan dengan tiga orang temannya sejak di bangku SMP dan SMA, Distha, Saka dan Prasta. Tanpa Danisha sadari, salah satu dari mereka diam-diam menaruh hati padanya.

Saat Saka sang sahabat menyatakan perasaannya, Mas Rendra, sang Manager Radio tempatnya bekerja pun menyatakan perasaan yang sama pada Danisha.

Dan sebuah kenyataan pahit harus ia hadapi. Ia harus berjuang mengalahkan penyakit yang dideritanya.

Pada siapakah Danisha akan melabuhkan hatinya ? Dan penyakit apa yang diderita Danisha ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon imoet_enra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 28 Ingin Sendiri

Jam 9 pagi saat ini. Saka sudah rapi, memakai celana jeans belel soft blue dan kaos warna putih dipadu dengan jaket varsity perpaduan warna navy dan grey. Ia akan pergi ke kantor Kak Sandra untuk membuat laporan pekerjaannya kemarin.

Sesuai rencananya, setelah laporannya beres, ia akan segera mengambil cuti. Dan Kak Sandra sudah memberikan ijin cuti buat dirinya selama 3 hari.

" Pagi Ma, " Saka menyapa Mamanya yang sedang membereskan meja makan. Ia duduk di kursi di hadapan sang Mama.

" Ini udah lebih dari pagi Ka.. udah jam 9 lewat. Kamu ga ke kampus ? " ujar Bu Dinda.

" Hehehe.. hari ini Saka ga ke kampus. Ini mau ke kantor Kak Sandra sebentar. Papa udah berangkat ya ? " ucap Saka sambil terkekeh pelan. Ia mengambil selembar roti tawar dan mengolesnya dengan selai kacang kesukaannya.

" Papa barusan aja berangkat. Kenapa ? "

" Ya udah, pamit ke Mama aja kalo gitu. Tolong nanti sampaikan ke Papa ya Ma. Uumm.. Hari ini Saka mau pergi ke luar kota, yaa kira-kira 2 - 3 harian, " tutur Saka sambil melahap roti tawar selai nya.

Bu Dinda mengernyitkan dahinya mendengar penuturan Saka. Ia menghentikan aktivitasnya dan duduk di sebelah putra bungsunya.

" Ke luar kota ? kemana ? urusan kerjaan atau urusan kampus ? " cecar Bu Dinda.

" Mama ih, tanyanya kek gerbong kereta..! Saka mau hunting foto sekalian refreshing. Udah lama ga main kamera dengan alam bebas. Tolong sampaikan ke Papa ya Ma, " jelas Saka.

" Sama Prasta ? " tanya Bu Dinda lagi.

Saka meraih segelas orange juice yang sudah tersedia di meja makan dan meneguknya hingga setengah gelas.

" Prasta sibuk, Saka pergi sendiri. Saka berangkat ya Ma, " Saka mengulurkan tangannya hendak mencium tangan sang Mama.

Bu Dinda terdiam, lalu menatap putranya dan berkata, " Kalo kamu ada masalah, jangan pernah lari. Hadapi dan selesaikan. Kamu laki-laki dan sudah dewasa. Mama dan Papa tidak mendidik kamu untuk menjadi seorang pengecut dan tidak bertanggung jawab, " tutur Bu Dinda sambil mengusap pundak sang anak.

Seketika Saka terdiam, lalu memeluk sang Mama. Bu Dinda pun membalas pelukan sang anak dan mengusap punggung anak lelakinya dengan penuh kasih sayang. Sebagai seorang ibu, ia sangat memahami sifat dan karakter anak-anaknya. Walaupun sang anak tak menceritakan segalanya, ia paham akan gelagat anaknya beberapa hari ini.

Untuk beberapa saat, Saka menikmati hangatnya berada dalam pelukan sang Mama tercinta. Lalu ia melerai pelukannya, menghela napasnya perlahan sambil menunduk.

" Saka... Saka tak akan jadi pengecut, Ma.. " sedikit terbata, Saka mulai berbicara. Ia menegakkan kepalanya menatap wanita paruh baya di hadapannya. Kemudian ia melanjutkan bicaranya.

" Saka minta maaf jika selama ini Saka banyak membuat Mama sedih bahkan mungkin kecewa. Bukan Saka ga mau bercerita sama Mama. Saka hanya tak ingin membuat Mama jadi banyak pikiran. "

" Hey, anak Mama.. yang namanya orang tua tidak ada yang tidak memikirkan anak-anaknya. Anak adalah prioritas utama orang tua. Apapun dan bagaimanapun kondisi sang anak, orang tua tetap akan selalu paham dan mengerti tanpa mereka memberitahu ataupun meminta. Orang tua dan anak itu, tidak bisa dipisahkan secara naluriah, " tutur Bu Dinda sambil menggenggam kedua tangan putranya.

Saka tersenyum menatap sang Mama. Ia mengangguk dan berkata, " Saka janji, Saka bakalan cerita ke Mama, tapi tidak sekarang. Saat ini Saka hanya ingin sendiri, Mama ga perlu khawatir. Saka baik-baik aja kok. Saka akan selalu hubungi Mama nanti. Terima kasih banyak Ma, love you more and more. "

Saka kembali memeluk sang Mama dan berpamitan sekali lagi, " Saka berangkat ya Ma, tolong sampaikan ke Papa juga. "

Bu Dinda pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya, ia usap puncak kepala putranya dan mencium kedua pipinya. Kemudian ia berpesan pada putra bungsunya.

" Jadilah langit yang tetap berdiri walau turun hujan sekalipun. "

Saka mengangguk dan tersenyum sumringah mendengar pesan dari sang Mama.

" Pasti, Ma. Saka berangkat, assalamualaikum.." pamit Saka sambil meraih tas ransel di sebelahnya.

" Waalaikumsalam, jangan lupa telepon Mama yaa.. " jawab Bu Dinda melepas kepergian putra bungsunya.

******

Sudah 4 hari Danisha dirawat di rumah sakit. Kondisinya masih belum sepenuhnya membaik. Ia masih sering merasakan nyeri di kepalanya, hingga terkadang tidurnya tak bisa nyenyak.

Mas Rendra tidak pergi ke kantor hari ini. Ia ingin bertemu dokter untuk menanyakan perkembangan kondisi Danisha. Entah, seperti ada sesuatu yang sangat membuatnya khawatir.

Sementara Bunda tidak dapat menemani Danisha hari ini karena ada pesanan kue dan puding dari pelanggan tetapnya. Bunda sudah pergi ke toko kuenya dari jam 7 pagi setelah membantu Danisha membersihkan diri.

" Ayo sayang.. ini tinggal dikit aja lho masa ga dihabisin, " bujuk Mas Rendra pada Danisha yang enggan menghabiskan sarapannya karena perutnya terasa mual.

" Udah, Mas. Nanti aja yaa.. perutku mual nih.." rengek Danisha.

Mas Rendra menghela napasnya. Lalu meletakkan piring sarapan di atas meja.

" Aku mau pulang aja, Mas. Bosen disini, " rengek Danisha lagi.

Mas Rendra tersenyum kemudian menatap kekasih hatinya dengan penuh cinta.

" Sayang, kemarin aku udah bicara sama Dokter Andra. Kemungkinan akan dilakukan beberapa tes kesehatan untuk mengetahui kondisi kamu, " kata Mas Rendra sambil menggenggam lembut tangan kekasihnya.

" Tes ? Tes apa ? Kan aku cuma anemia aja Mas. Check darah lengkap kan udah, tes kesehatan apalagi ? " cecar Danisha meminta penjelasan pada kekasihnya.

" Hey hey.. sayang.. liat aku. Nanti dokter Andra akan menjelaskan semuanya. Lebih baik kita ikuti semua instruksi dokter, sayang.. ya.. ? " Mas Rendra menangkupkan kedua telapak tangannya pada wajah Danisha, mencoba memberikan pengertian demi kebaikan kekasihnya.

Danisha memegang kedua tangan Mas Rendra yang masih belum beranjak dari wajahnya, lalu menggenggamnya.

" Udah lah Mas, aku ga papa.. gara-gara aku disini, Mas Rendra jadi repot. Jarang ke kantor dan pulang ke rumah. Aku udah banyak merepotkan orang. Terutama Mas Rendra dan Bunda, " ucap Danisha serius.

" Hey, kamu ngomong apa sih.. soal kantor, aku sudah minta ijin pada Pak Andre, ga ada masalah. Soal pulang ke rumah, aku tinggal sendiri sayang.. sepi kalo pun aku pulang. Mending aku temani kamu disini, hatiku tenang bersamamu, " tutur Mas Rendra lembut dan mencium tangan gadisnya penuh cinta.

Danisha pun luluh, ia selalu saja tak bisa menolak apa pun perkataan laki-laki yang sudah memiliki hatinya ini.

" Baiklah. Tapi aku takut, " ujar Danisha lirih.

" Please, jangan takut. Ada aku yang selalu bersamamu. Apapun yang terjadi, kumohon bertahanlah. Aku yakin kamu kuat, kita akan berjuang bersama. Ok ? " Mas Rendra berusaha menguatkan Danisha.

Tok tok tok..

Suara pintu kamar diketuk, lalu perlahan pintu itu terbuka dan masuklah Dokter Andra serta seorang perawat.

" Permisi.. apa kabar nona Danisha ? " sapa Dokter Andra.

" Silahkan Dok, " jawab Mas Rendra mempersilahkan.

" Alhamdulillah, Dokter, " jawab Danisha

" Ok, tadi pagi sudah diukur tekanan darahnya, sudah mulai naik meskipun belum normal. Suhu tubuh sudah beranjak normal juga. Apa masih pusing dan sakit kepalanya ? " tanya Dokter Andra.

" Masih Dok, " jawab Danisha singkat.

" Dia juga mengeluh kurang bisa tidur nyenyak, Dok, " timpal Mas Rendra.

" Begitu ya... baiklah, seperti yang saya bilang kemarin ke saudara Rendra. Kita perlu melakukan beberapa tes dan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kondisi kesehatan nona Danisha sesungguhnya. Apa bisa dimulai hari ini untuk tes nya ? " jelas Dokter Andra.

" Maaf, Dok. Boleh saya tahu tes kesehatan ini tes seperti apa dan untuk apa ya ? Apa sebenarnya diagnosis sakit saya Dok ? " tanya Danisha ingin penjelasan lebih detil dari Dokter Andra.

" Begini.. jadi sejak 2 hari yang lalu, setelah hasil check darah lengkap keluar hingga kemarin. Saya memutuskan untuk berkonsultasi dengan Dokter Bedah Syaraf mengenai keluhan anda. Dan beliau menyarankan untuk dilakukan beberapa tes dan pemeriksaan kesehatan agar kita bisa jelas dan pasti mengenai diagnosis penyakit anda, " jelas Dokter Andra.

" Tunggu, Dok. Jadi untuk saat ini apa diagnosis penyakit saya ? " tanya Danisha lebih lanjut.

Mas Rendra yang berdiri di samping ranjang Danisha seketika menyadari situasi saat itu. Danisha terlihat panik dan emosinya sedikit naik.

" Sayang.. tenanglah. Kita ikuti apa yang dikatakan Dokter ya.. " Mas Rendra menggenggam tangan Danisha berusaha menenangkannya.

" Tunggu, Mas. Aku hanya ingin tahu apa diagnosis penyakitku saat ini setelah hasil check darah lengkap, " sahut Danisha.

" Untuk saat ini, berdasarkan keluhan anda, kami menduga ada sesuatu di jaringan otak anda. Karena itu untuk memastikan diagnosis kami, kami menyarankan untuk dilakukan beberapa tes pemeriksaan pendengaran dan penglihatan serta pemeriksaan keseimbangan dan koordinasi tubuh. Selanjutnya, perlu juga dilakukan CT Scan dan MRI otak, " jelas Dokter Andra.

" Tumor otak maksud Dokter ? " tanya Danisha ragu-ragu. Digenggamnya erat tangan Mas Rendra.

" Benar, tapi itu masih diagnosis awal kami. Semuanya belum bisa kami pastikan sebelum semua tes dan pemeriksaan itu dilakukan. Sebenarnya yang lebih berhak menjelaskan semua ini adalah Dokter Aldi selaku Dokter Bedah Syaraf disini. Karena saat ini Dokter Aldi sedang dinas luar, atas ijin beliau saya yang menyampaikan hal ini " jawab Dokter Andra.

" Bagaimana ? Kapan bisa dilakukan tes dan pemeriksaannya ? Lebih cepat lebih baik, " ucap Dokter Andra.

Danisha nampak termenung. Ia tak tahu harus bicara apalagi. Tumor otak. Dua kata itu yang ada di benaknya.

Mas Rendra yang menyadari keterkejutan Danisha segera angkat bicara.

" Terima kasih untuk penjelasannya Dok. Maaf, kami minta waktu untuk membicarakannya dengan kedua orang tua Danisha, " sahut Mas Rendra.

" Oh ya, baiklah. Memang sebaiknya begitu. Kami tunggu keputusannya segera, karena lebih cepat lebih baik. Ok, kami permisi.. " kata Dokter Andra berpamitan.

" Baik Dok, terima kasih, " ucap Mas Rendra.

*******

Sesuai rencana, setelah laporan pada Kak Sandra beres, ia langsung berangkat ke luar kota. Peralatan memotretnya pun tak pernah ketinggalan untuk dibawanya. Ia juga telah membawa beberapa pakaian ganti. Sesungguhnya, ia belum tahu pasti tujuan kepergiannya.

Saat ini, ia sedang berada di rest area. Ketika memasuki jalan tol, ia merasa mengantuk. Karenanya ia berhenti di rest area untuk membeli kopi.

Setelah memarkirkan mobilnya, ia pun keluar dan berjalan memasuki SB cafe. Lalu ia memesan hot espresso dan tuna tomato wrap untuk mengusir kantuknya serta mengisi perutnya. Ia pun mengambil tempat duduk di pojok cafe.

Tak lama, seorang pelayan membawakan pesanannya.

" Thank you, " ucap Saka.

Sambil menunggu kopi nya menghangat, Saka membuka ponselnya. Beberapa panggilan tak terjawab dari Distha dan Prasta. Tak ingin membuat sahabatnya khawatir, ia pun menelpon Prasta.

" Hallo, Bro. Kamu dimana ? Kamu baik-baik kan ? " suara Prasta terdengar khawatir di seberang sana.

" Hi Brader. I'm fine, no worries, " jawab Saka.

" Kamu dimana ? "

" Somewhere. "

" Ayolah, Ka. Ga kangen sama kita ? "

Saka terkekeh.

" Udah dulu ya, brader. I have to go. Salam buat semuanya. "

" Danisha nanyain kamu, Ka. "

Kata Prasta cepat.

Saka mengurungkan menutup teleponnya. Ia terdiam sejenak.

" Katakan aku baik-baik aja. See you, Pras. "

Saka mengakhiri panggilan teleponnya. Ia menghela napasnya panjang. Lalu menikmati espresso dan tuna tomato wrap yang dipesannya tadi. Pikirannya melayang pada Danisha. Gadis yang saat ini sedang terbaring sakit di rumah sakit.

Saka menatap layar ponselnya. Ingin hati menelepon gadis kesayangannya. Namun ia ragu. Lalu ia masukkan ponselnya ke saku celananya. Kembali ia melahap makanan pesanannya dan menghabiskan kopinya. Setelah dirasa cukup mengisi perut dan mengusir rasa kantuknya, ia pun beranjak dari tempat itu menuju mobilnya.

Baru saja ia masuk ke dalam mobil dan meletakkan ponsel di dekat hand rem , ponselnya berdering. Segera diambilnya ponselnya, panggilan dari Danisha ?? Sejenak Saka terdiam, ia pandangi ponselnya yang terus berdering. Namun kemudian ia letakkan kembali di tempat semula. Ia acuhkan telepon dari Danisha.

Maafkan aku, Danish

Untuk saat ini aku masih belum siap

Tak seharusnya aku menjauh

Tak seharusnya aku mengacuhkanmu

Semua kulakukan karena aku menyayangi dan mencintaimu

Kulakukan karena aku tak mau melukaimu

Biarkan sesaat aku sendiri

Aku akan kembali

Biarkan aku kembali dan mencintaimu dengan caraku

Kembali untukmu

Menjagamu, Melindungimu

Aku ada untukmu selamanya

Selamanya akan ada aku di sisimu

Saka melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang di jalan tol. Ia putar musik melalui USB nya. Melantunlah lagu dari Yovie & The Nuno, Menjaga Hati

🎶🎶🎶

Masih tertinggal bayanganmu

Yang telah membekas di relung hatiku

Hujan tanpa henti seolah pertanda

Cinta tak di sini lagi, kau telah berpaling

Biarkan aku menjaga perasaan ini

Menjaga segenap cinta yang telah kau beri

Engkau pergi, aku takkan pergi

Kau menjauh, aku takkan jauh

Sebenarnya diriku masih mengharapkanmu

Masih adakah cahaya rindumu

Yang dulu selalu cerminkan hatimu

Aku takkan bisa menghapus dirimu

Meski kulihat kini kau di seberang sana

Biarkan aku menjaga perasaan ini

Menjaga segenap cinta yang telah kau beri

Engkau pergi, aku takkan pergi

Kau menjauh, aku takkan jauh

Sebenarnya diriku masih mengharapkanmu

Andai akhirnya kau tak juga kembali

Aku tetap sendiri menjaga hati.....

🎶🎶🎶

Tbc

**Hellooww LOTA Lovers 💞💞

Saka ingin menyendiri, ah kali ini Bu Dinda bikin melted deh !

Danisha terkejut denger diagnosis dokter

Wow.. begini dan segini aja eps kali ini.

Authornya lagi-lagi butuh istirahat 😁🤧

Semoga masih enjoy dan happy membacanya.

Stay safe & healthy as always all LOTA Lovers. 🤗😘💞💞**

1
Jumiati
prastanya ganteng bgt thorrr...harusnya visual saka diganti sama Prasta lebih cocok sih menurut aku
@gung (HIATUS),🙏🙏🙏🙏
ditunggu extra part'nya kak imoet....kangen banget sama 4 sekawan😊😊😊
Intan Amalia
ka... aplikasi sebelahnya apa?
Azka Tary Tary
lanjut doang kak extra part dansa🤗kangen nie sama saka n danisha kak..sukses slalu kak🥰
imoet_enra: makasih, Kak. mohon sabar menunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Nur Sipa
seru
fa _azzahra
terimakasih sdh menyajikan karya yg sangat bagus.diantara kebosanan membaca novel yg terkesan monoton saat2 ini
fa_zhra
part2 cengeng😥😥
fa_zhra
nangis boleh??
fa_zhra
saat pernah merasa akan kehilangan,serasa diberi kesempatan kedua untuk berbuat lebih baik lagi
fa _azzahra
serasa aku yg jadi danisha😁😁jedug!! ternyata aku kejedot lg berkhayal😂😂
fa _azzahra: satu lagi tetep harus pke masker,biar bibir ga nyosor sembarangan😂😂
total 2 replies
Murtianingsih
aduh aku jadi bingung mau pilih yang mana? Saka atau Rendra? hiiiiii...tentukan pilihanmu Danish🤭🤔
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 M⃟3💋👏
semangat terus mbak Rita,,, 🥰🥰🥰
Rosiana MoMz
kenapa ya pd pindah lapak
Yulia Cahyono
apa nama aplikasinya ini..cluenya aja deh
Nisaul
terima kasih kk rit.udh menyajikan cerita yg bgtu sweet.
Wilda Fitri
t
'nd
keren kakak....sopan bny teladannya 👍
KARISMA ROJANAH
makasih thor dari awal udah mantengin novelmu yang bgs ini dan happy ending
so happy
thank you
◦•●◉✿miamustofa✿◉●•◦
aaahh.. romantis & dewasanya saka 😍😍
boleh minta sisain 1 yg modelan saka
bukan buat suami, buat jd mantu aja deh.. 😘
suami mah cukup Terima yg sdh ada saja, tinggal jalani, syukuri & nikmati 😍😍
imoet_enra: hai Kak, semoga mendapatkan mantu kek Saka ya, aq pun mau mantu kek dia ihiiiyyy 🤭

makasih udah baca n support di sini
sehat2 slalu yaa 🤗
total 1 replies
◦•●◉✿miamustofa✿◉●•◦
barokalloh fii umrik kaka author..
semangat terus berkarya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!