NovelToon NovelToon
In Love

In Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:6.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: MeeGorjes

Bagaimana rasanya jatuh cinta pada lelaki yang belum bisa melepaskan masa lalunya?

Alexander Henry Salim seorang pria berusia 28 thn dan seorang pengusaha muda yang sukses menjadi seorang petualang wanita setelah dia dicampakkan oleh cinta pertama nya.

Nadia Wirahma adalah anak dari sahabat mama Alex, karena berhutang budi ia rela dijodohkan dengannya namun pada akhirnya Nadia jatuh cinta pada lelaki yang menjadi suaminya itu.

"Jangan katakan kamu jatuh cinta padaku, Nadia. Jangan melakukan hal yang bodoh" Ucap alex seraya menggelengkan kepalanya.

Nadia yang mendengar itu merasakan ngilu dalam hatinya. Ya Alex memang benar, untuk pertama kali dalam hidupnya sebagai wanita dewasa ia merasakan jatuh cinta. Bila oran lain yang sedang jatuh cinta di hiasi gelembung cinta berwarna merah muda 💗 karena euphoria rasa bahagia, maka gelembung miliknya adalah hitam pekat 🖤 karena sang lelaki tak memiliki rasa yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MeeGorjes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagi Tugas

Happy reading ❤️

"Aku gak akan pernah jatuh cinta sama kamu" ucap Nadia dengan penuh keyakinan.

"Ya.... itu sesuatu yang sangat bodoh dan gue gak akan bisa membalasnya. Dan ketika itu terjadi, seandainya lo punya perasaan lebih sama gue maka itu sama aja lo minta untuk gue lepasin." Jelas Alex. Matanya menatap tajam Nadia yang terdiam membisu.

"Its not a big deal," ( itu bukan suatu masalah ) jawab Nadia setelah beberapa saat terdiam. "Tak mungkin aku jatuh cinta pada lelaki sepertimu, walaupun kamu memang suamiku." batin Nadia.

"Baguslah kalau begitu, gue kira sekarang kita udah sepakat." Alex pun berdiri dari tempat duduknya dan bersiap pergi.

"Dan satu lagi ! kita harus pulang ke apartemen apapun yang terjadi, oke ?" Ucap Alex lagi sebelum ia benar-benar pergi. Nadia pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

"Malam ini yang cuci piring siapa ?" tanya Nadia dengan mengencangkan suara karena Alex mulai berjalan meninggalkan ia seorang diri.

"Lo aja dulu, atau mau lo seterusnya juga gak masalah" jawab Alex tanpa menolehkan kepalanya.

"Isssh, aku mau bikin jadwalnya." ucap Nadia dengan kesalnya. Ia tak mau Alex menindas dirinya.

"Terserah," jawab Alex. Ia pun menghilang di balik pintu kamarnya yang tertutup rapat.

Nadia membersihkan sampah dari paket yang telah ia buka dan memasukkannya pada sebuah kantong hitam yang besar dan membawanya ke dapur agar Alex bisa membuangnya besok.

Di tempat cuci piring, terlihat beberapa piring dan gelas kotor yang bertumpuk. Nadia pun mulai mencucinya dengan bibirnya yang menggerutu.

"Kita gak tahu berapa lama akan tinggal bersama, tapi selama itu berlangsung jangan pakai perasaan di dalamnya," Nadia menirukan apa yang Alex ucapkan.

"siapa juga yang bakalan jatuh cinta sama kamu ? mohon maaf yaa, memang aku gak punya pacar tapi di Korea sana pacar ku berjejer dengan rapi." kekeh Nadia seraya membayangkan beberapa aktor idolanya yang ia klaim sebagai pasangannya saat ini. "Dan percayalah... mereka jauh lebih uwuu darimu, Alex." kekeh Nadia.

Setelah beberapa waktu berlalu, Nadia pun mengelap tangannya yang basah dengan beberapa lembar tisu. Ia mengelap meja makan dan setelah menyelesaikan semua pekerjaannya, ia pun berjalan membawa bed cover yang baru saja Alex belikan.

Tersenyum puas ketika memandang tempat tidurnya yang kini terlihat jauh lebih nyaman dari sebelumnya.

Ia baru saja merebahkan tubuhnya ketika tiba-tiba teringat akan sesuatu. Nadia bangkit dan mengambil selembar kertas juga balpoin dan mulai menuliskan sesuatu di sana.

***

Di dalam kamarnya Alex terbaring dengan kedua tangan sebagai bantalannya. Ini malam kedua pernikahannya namun ia malah tidur sendirian sembari menatap langit-langit diatasnya.

Bagaimana hidup bisa selucu ini ? Dia mencintai seseorang hingga dicampakkan. Sakit hatinya Alex balaskan pada banyak wanita tapi kini setelah menikah malah ia tak bisa menikmati tubuh wanita manapun karena perjanjian dengan istrinya.

Perjanjian yang Alex buat adalah untuk membatasi hubungannya dengan Nadia. Ia tak mau menyakiti seseorang yang ibunya sayangi. Dirinya ingin ketika berpisah dengan istrinya nanti tak akan terasa berat karena tak ada hubungan yang emosional di dalamnya.

Tentang Nadia ? Tentu saja Alex tertarik padanya, bohong jika ia berkata tidak. Bagaimanapun ia adalah lelaki normal. Terlebih lagi semenjak mimpi basahnya beberapa minggu lalu, bibir Nadia selalu menjadi pusat perhatiannya ketika mereka berbicara. Tak hanya sekali, tapi mimpi itu datang lebih dari itu.

Alex sadar jika Nadia adalah wanita baik-baik, walaupun ia sendiri tak yakin jika Nadia masih virgiin mengingat sang istri pernah berpacaran dalam waktu lama dengan kekasihnya yang dulu. Meskipun begitu Nadia tetap bukan seseorang yang bisa diajak berci**a hanya untuk kesenangan semata. Yang kedua, Nadia kini akan menjadi teman hidupnya dalam waktu yang tak bisa ditentukan oleh karena itulah tak mungkin bagi seorang Alex untuk menyentuh wanita yang akan terus di temuinya setiap hari, itu akan merusak hubungan mereka.

"Ah Shiiit," maki Alex. Semakin ia memikirkan sang istri semakin bangkit hasrat lelakinya. Sebisa mungkin Alex memikirkan hal lain untuk meluluhkan sesuatu yang siap untuk bangun. Ia lebih memilih untuk memejamkan mata dan melupakan sejenak segala beban hidupnya termasuk Nadia.

Alex menelungkupkan badan agar bagian inti dari tubuhnya tetap tenang pada tempatnya. Kali ini ia membayangkan apapun selain wanita terutama Nadia. Ia berusaha keras untuk tidur dan melupakan semua.

***

"Pagi," sapa Nadia yang kini sedang memasak nasi goreng di dapur. Ia sudah terlihat cantik dengan pakaian kerjanya. Blazer hitam yang dipadukan kemeja berwarna abu-abu silver dan celana panjang pinsil yang membuat kakinya terlihat jenjang. Rambutnya yang panjang dan sedikit bergelombang ia biarkan tergerai begitu saja. Alex terpesona untuk sesaat.

"Kamu masak ?" tanya Alex seraya mendudukkan tubuhnya. Ia masih mengenakan celana pendek dan kaos hitam polos karena sesuai dengan kesepakatan kini ia harus berpakaian jika berada di dalam apartemen.

"Hu'um, tadi malam kamu yang siapkan makan maka paginya bagian aku yang menyiapkan." jawab Nadia seraya memberikan sepiring nasi goreng dengan potongan sosis di atasnya, juga segelas air putih yang berisikan potongan buah lemon.

Melihat segelas air yang Nadia berikan membuat Alex berdiri untuk pergi ke mini bar miliknya.

"Stop Alex ! mulai sekarang kamu harus kurangi minum itu semuanya. Suatu hari nanti aku memang akan menjadi seorang janda, tapi aku juga gak mau bila harus dalam waktu dekat," ucap Nadia sedikit menyindir, ia mencegah Alex untuk meminum minuman beralkohol sepagi ini.

Alex ingin protes tapi entah kenapa tubuhnya malah duduk kembali di kursi, ia patuh pada perkataan istrinya itu walaupun wajahnya ditekuk karena tak suka.

"Good boy," kata Nadia terkekeh seraya mengangkat kedua jempolnya.

Alex pun segera menikmati sepiring nasi goreng yang Nadia berikan. "Gimana rasanya ?" tanya Nadia pada Alex yang menyendokkan makanan itu kedalam mulut.

"Not bad, masih bisa dimakan," jawab Alex walaupun sebenarnya yang ia rasakan nasi goreng itu sangat enak. Tapi memuji istrinya itu pasti akan membuatnya besar kepala.

"Ck," decak Nadia kesal. Padahal menurutnya masakan buatannya itu cukup enak. Susah payah Nadia mencari dan mempelajari resep itu sedari subuh karena pada dasarnya Nadia belum mahir memasak. Keahliannya hanya sebatas memasak air dan mie instan.

Nadia pun duduk di hadapan suaminya dan menikmati sarapannya sendiri. "Ya Tuhan, ini sih makanan terenak yang pernah aku masak," batinnya dalam hati. Hampir saja ia menangis haru karena keberhasilannya.

Lagi-lagi Alex menatap takjub sang istri yang makan dengan lahapnya. Ini pertama kali ia berhadapan. dengan wanita tak repot menjaga imejnya. Alex tertawa samar ketika Nadia menghabiskannya secepat kilat.

"Bagian kamu yang mencuci piring dan membuang sampah, oke ?" Nadia pun berdiri dan meletakkan piring kotor di tempatnya. Ia segera meminum segelas air sebelum memutuskan untuk pergi ke kantor. Alex yang melihat itu segera berdiri mendekatinya.

"Tunggu, Nad" Alex mengambil selembar tisu dan me-lap mulut istrinya itu, membuat Nadia terkejut dan seketika dadanya berdebar.

"Nah, sekarang gak terlalu mengkilap. Tadi kaya abis minum minyak." kekeh Alex beralasan, ia pun tak sadar kenapa bisa melakukan hal itu. "Ah lagi-lagi bibirnya" kesal Alex pada dirinya sendiri.

"Hah ?" gumam Nadia.

"Lo tuh abis makan coba mulutnya di lap dulu sebelum pergi. Masa ngantor mulutnya mengkilap begini. Kelakuan masih kaya bocah aja," jawab Alex terkekeh penuh ledekkan. Padahal baru saja Nadia terpesona untuk sesaat.

"Ya Tuhan, pasti tadi aku salah menilaimu," gumam Nadia dengan kesalnya. "Aku emang akan melakukan itu, hanya kamu lebih cepat aja." elak Nadia.

"Apa kata orang-orang ngeliat istri gue kaya begini."

"Gak usah khawatir, di kantorku hanya Meta yang tahu kita sudah menikah tak ada yang lainnya." jawab Nadia memenangkan.

Alex tersadar jika mereka menikah diam-diam dan sedikit orang yang tahu saja. Seketika keadaan menjadi canggung di antara mereka.

"Aku pergi ya." Nadia menyambar tasnya dan pergi meninggalkan Alex dengan beberapa tugas yang harus dilakukannya.

Alex membaca satu persatu jadwal tugas yang Nadia tempelkan di kulkas. "Issshhh, seorang Alex harus cuci piring dan membuang sampah. What the f..," makinya kesal. Namun meksipun begitu ia melakukannya.

Di kantornya, Alex seseorang yang dingin dan berwibawa. Beberapa karyawan malah tak berani mengangkat wajahnya ketika mereka berbicara. Tapi sekarang ia harus mencuci piring dan membuang sampah karena di suruh istrinya.

"Ini kantong isinya apa sih ?" keluh Alex sembari membawa kantong hitam besar menuju tempat pembuangan sampah di apartemennya. Seorang wanita yang tinggal satu lantai dengannya melihat tak percaya pada Alex, karena biasanya lelaki itu selalu keluar dari apartemennya dengan tampilan sempurna tak seperti sekarang ini.

Alex yang sadar tengah diperhatikan, tersenyum canggung pada wanita itu dan memutuskan untuk segera pergi.

"Nadiaaaa," geram Alex. Ia harus terlihat konyol hanya karena menuruti perintah istrinya.

Visual alex dan Nadia versi otor yaaa

Alexander Henry Salim

Nadia Wirahma

Untuk Lola aku gak kasih visual ya kasihan tar suka di maki-maki wkwkkwkwkw. Tapi bolehlah bayangin wajah Lidia di film adu layangan 🤣

Bimo belum nemu pokonya kaya Alex lah indo2 gitu.

Makasih yang udah baca, like dan komen.. aku pada kalian gak ada obat pokonya 😘😘

Mumpung Senin vote yu 😍😍😍

Buat kalian yang baik hati dan ikhlas aja ya ❤️❤️❤️

.

1
Sulati Cus
🥰
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
wuuuu parasit gak tuh?
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
nah lohhhh...
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
sebenernya ada apa dg kamu lola.?
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
waww skakmat 👍👍👍
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
biar kenyang lex pakek nasi 🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
sumpah aku gak expert kalo bakalan mie loh 🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
wawww
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
wesss dalem cuy...
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
nah loh, jangan nyesel ya nanti.
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
mencurigakan...
Youleannaa
ceritanya bagus ,, 🥰😘
Youleannaa
ceritanya bagus ,, 🥰😘
Vlink Bataragunadi 👑
ah sebel aaaah! bbrp kali baca part ini sll aja mewek! /Sob//Sob//Sob//Sob/
💐Tari Nyonya Sibuea💐
oh kau nggk tau Alex wanita ahli sejarah🤣🤣kejaxian 10 thn lalu msh ingat koq ap lg yg menyakitkn na😅😅
kalea rizuky
toolol mau balikan ma laki yg belom selesai sama masa lalu nya
kalea rizuky
pergi nad minta cerai
Komang Diani
Luar biasa
Vitriani
👍
Renesme Kiky
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!