NovelToon NovelToon
Sistem Masuk Perjalanan

Sistem Masuk Perjalanan

Status: tamat
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Riizer13

Ryzel Dicky, seorang pria yang menyebrang ke dunia paralel dengan penyebab yang konyol.

Dunia paralel ini tidak berbeda sedikit pun dengan Bumi.

Disebabkan dirinya jenuh dengan pekerjaan, ia mendapatkan sebuah sistem yang mengharuskannya melakukan perjalanan menuju ke suatu tempat.

Namun, perjalanan yang ia lalui tidak semudah itu, banyak sekali cerita yang tidak terduga terjadi.

[Berhasil Masuk di Paris! Dapatkan 50% Saham Dureks dan + 9 cm Panjang Adik Kecil!]

[Berhasil Masuk di Tokyo! Dapatkan Afinitas Binatang!]

[Berhasil Masuk di Moskow! Dapatkan Istri Setia dan Cantik, 70% Saham Foksconn, dan Mansion Senilai 90 Triliun!]

Tanpa disadari dirinya telah menjadi orang terkaya dan tertampan di dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riizer13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Malam yang Mengejutkan

Suara wanita yang ada di sebelahnya sangat mirip dengan suara wanita yang pernah dikenalnya.

Dengan rasa penasaran dan keingintahuan yang besar, Ryzel menoleh ke kanan untuk melihat sepasang kekasih tersebut.

Di bidang penglihatan mata Ryzel, terdapat wanita dan pria yang duduk berdekatan layaknya pasangan, tetapi pandangan Ryzel terkunci pada wanita ini.

Dari belakang wanita ini tampak cantik dengan tubuh bagian atas yang proposional, baju lengan lengan pendek pink dan celana pendek yang berjenis hot pants hitam, rambut panjang tergerai ke belakang, memakai topi hitam di atasnya.

Sosok ini mengingatkan Ryzel kepada seorang wanita, yaitu Salsa.

Namun, ia tidak sepenuhnya yakin dengan dugaannya, sebab wajah dari wanita belum dilihat oleh Ryzel.

Ryzel menarik kembali pandangannya dan merenung sambil berpikir di dalam hatinya, “Apakah itu dirinya? Dari sosoknya sangat mirip, tetapi aku ragu.“

Melihat Ryzel yang terdiam dan menunduk, Rina dan Rani menyadari ada yang salah dengan pria tampan ini.

Sejak Ryzel bergerak untuk melihat sepasang kekasih di sebelahnya mereka barusan, itu disaksikan oleh Rina dan Rani.

Mereka berdua ikut menoleh dan melihat sepasang kekasih yang menurut mereka tidak ada yang salah, pasangan yang normal.

Anehnya, Ryzel berekspresi berbeda selepas memandang pasangan ini, mereka menduga-duga bahwa ada sesuatu dari Ryzel.

“Ryzel, kamu kenapa? Mengapa diam terus?“ Rina menyentuh lutut Ryzel dan bertanya dengan nada yang lembut.

Suara Rina membuat Ryzel pulih dari pikirannya, kemudian ia menatap Rina dan tersenyum. “Aku tidak apa-apa, cuma ada sesuatu pikiran yang singgah di kepalaku.“

“Benaran, kan? Kalau kamu lelah, lebih baik kamu pulang ke hotel dan segera istirahat. Mau kita antarkan?“ Rina sangat peduli dengan Ryzel, terlihat jelas dari sorot pandangan Rina yang begitu khawatir.

“Aku tidak lelah, Rina. Terima kasih perhatiannya,” Ryzel menggelengkan kepalanya sambil tangannya yang besar mengusap kepala Rina dengan pelan dan lembut.

“Baik, aku mengerti~ ….”

Rina tersenyum malu dan menundukkan kepalanya, ia tidak menyangka Ryzel berani membelai kepalanya, sentuhan Ryzel yang penuh kelembutan membuat Rina menjadi kecanduan.

Bahkan ketika Ryzel menarik tangannya, Rina merasa enggan dan ingin diusap lagi oleh Ryzel, sayangnya ia terlalu malu untuk meminta Ryzel mengusap lagi kepadanya.

Ryzel masih penasaran dengan wanita yang ada di sebelahnya, tetapi ia masih belum berani bergerak untuk melihat wajah dari wanita ini, ia menunggu kedua pasangan ini beranjak pergi, kemungkinan besar mereka akan menghadapkan wajahnya ke arah Ryzel dan wanita kembar.

Setelah mereka bertiga mengobrol sambil memakan camilan khas Bandung, yaitu Cimol dan serta kawan-kawannya selama 2 jam.

Pasangan yang agak jorok obrolannya ini akhirnya berdiri dan hendak pergi.

Merasakan pasangan tersebut bergerak dan bangun dari posisi duduk, Ryzel dan wanita kembar ini menoleh untuk melihat.

Berikutnya, Ryzel bisa melihat wajah dari wanita ini dengan jelas walaupun sedikit remang-remang karena sudah malam, wajah Ryzel berubah dan matanya membulat seperti orang yang takut oleh sesuatu.

Benar dengan dugaannya, wanita ini adalah Salsa, mantan pacar Ryzel.

Ryzel ingin menyapa Salsa, tetapi tenggorokannya seakan tersangkut dan ia tidak bisa berbicara, terlebih memanggil.

Sementara itu, wanita ini pun menatap wajah Ryzel yang tanpa mengenakan masker, ia terkejut karena wajah tampan Ryzel membuat jantungnya berdetak cepat.

Salsa belhm mengenal Ryzel setelah wajahnya ditingkatkan.

Mereka berdua saling memandang untuk waktu yang singkat, hingga akhirnya Ryzel menundukkan kepalanya dan memalingkan pandangannya.

Ia tidak tahan untuk melihat wajah Salsa lebih lama lagi, ingatannya beberapa hari yang lalu muncul kembali di kepalanya, itu membuat Ryzel tidak nyaman.

“Ayo, Baby. Aku sudah memesan hotel.“ Pria di samping Salsa menarik tangan Salsa dan membawanya pergi dari Alun-alun Kota Bogor.

Pria Salsa tidak melihat mereka berdua saling bertatapan, sebab ia sedang sibuk memesan hotel.

Mendengar langkah kaki mereka makin menjauh, Ryzel menghembuskan napas dan memijat pelipisnya.

Hampir saja ia kelepasan, emosinya tiba-tiba memuncak begitu mendengar ucapan Pria di samping Salsa, tetapi ia tahan karena tidak etis apabila ribut di sini di tempat khalayak umum.

Berbagai emosi tersimpan di dalam tubuh Ryzel, ia sedih, kesal, senang, dan marah muncul secara bersamaan pada saat ini.

Kenangan dahulu teringat kembali membuatnya sedih, ia kesal dan sekaligus marah mendengar ucapan pacar Salsa saat ini, itu terdengar seperti seorang pasangan suami-istri, padahal mereka berdua belum menikah, perasaan senang muncul karena ia berpikir bahwa ia beruntung tidak melanjutkan hubungan dengan Salsa.

Wajah Salsa ketika dilihat langsung sedikit berbeda dengan yang ada di layar ponsel, penampilan aslinya tidak cantik seperti yang Ryzel lihat melalui ponsel.

Tubuh Ryzel bergetar, ia sedang menahan emosi yang dirasakan saat ini.

“Ran, bukannya pria tadi adalah pacarnya teman kamu?!“

Suara Rina tiba-tiba terdengar di telinga Ryzel. Tubuh Ryzel menjadi stagnan untuk sementara waktu, kemudian dengan cepat ia mengangkat kepalanya.

“Kemungkinan besar itu pacarnya Resti!” Rani yang biasanya diam pun menjawab dengan wajah yang tercengang.

“Coba kamu tanya dia, apa pacarnya sedang pergi atau tidak,” Rina mendesak Rani untuk memberi tahu temannya tentang ini.

Dengan cekatan, Rani mengetik pesan dan langsung mengirimkan ke temannya.

Teman Rani ialah teman yang sempat saling mengirim pesan dengan Rani di rumah makan sebelumnya.

Tidak kurang dari setengah menit, pesan Rani dibalas dan ia segera membaca isi pesan dari temannnya, “Dia bilang pacarnya memang sedang pergi bersama teman-temannya, tidak ada seorang wanita yang ikut pergi.“

“Eh? Berarti … pacar temanmu tadi sedang selingkuh!“ Rina berkata dengan mata yang melebar.

Rani pun satu pikiran dengan saudarinya. “Jadi, apa aku harus memberitahukan kejadian tadi kepada dia?“

“Jangan,” celetuk Ryzel tiba-tiba, “jangan diberi tahu, takutnya hubungan kamu dan dia menjadi renggang. Kamu tidak memotret keduanya tadi, kan?“

“Umm, iya.“ Rani mengangguk.

“Tidak ada bukti, nanti kamu disangka yang tidak-tidak oleh temanmu sendiri, bisa jadi kamu dianggap ingin memecahkan hubungan antara temanmu dan pacarnya.“

“Aku setuju, jangan beri tahu dahulu, biarkan Resti mengetahui faktanya sendiri, aku tidak ingin kamu dituduh yang aneh-aneh di kampus,” tambah Rina yang setuju dengan pendapat Ryzel.

“Benar, juga. Baiklah, aku akan mengikuti perkataan kalian berdua,” jawab Rani yang memutuskan mendengarkan ucapan Ryzel dan saudarinya.

Setelah itu, Rani kembali melanjutkan bermain ponsel dan kembali seperti semula.

Sementara Ryzel sedang menyiapkan peralatan untuk siaran langsung, ia malas memikirkan tentang hubungan Salsa.

Karma memang pasti ada, Ryzel bahkan mengetahuinya lebih dahulu.

Ryzel sudah menduga pacar Salsa bukanlah pria yang baik, dari perilaku dan kebiasaannya saja sudah bisa ditebak sifatnya.

Salsa mendapatkan seorang pria yang adalah tukang selingkuh dan juga memiliki wanita yang lain, kebetulan wanitanya adalah temannya Rani.

Ryzel bertanya-tanya seputar pacarnya teman Rani sambil mempersiapkan siaran langsung malam ini, Rani bilang pacar dari temannya ini adalah seorang pria matre, temannya bernama Resti ini sering memberikan uang kepada pacaranya ini.

Bahkan ketika mereka sedang kencan, biasanya yang membayar semua makanan adalah Resti seorang, prianya ini akan selalu melontarkan ribuan alasan supaya tidak dibayarkan makanannya.

Informasi ini makin membuat Ryzel kasihan sekaligus senang, Salsa mendapatkan pria kaya yang palsu dan Ryzel senang, orang jahat memang pantas untuk mendapatkan akibatnya.

Di sisi lain Ryzel kasiha karena uang pria tersebut kemungkinan besar dari Resti, teman Rani.

Ryzel berharap Resti putus dengan pria ini dan segera mengetahui sifat busuk dari pacarnya.

Melihat Ryzel yang memegang gimbal beserta ponsel, Rina bertanya, “Kamu mau siaran langsung?“

“Iya, kamu mau tampil di siaran langsung aku?“ Ryzel menjawab sambil menawarkan..

“Tidak-tidak, wajahku pasti jelek di malam hari seperti ini, terlebih sudah terkena banyak polusi dan debu,” Rina menolak dan menggelengkan kepalanya dengan cepat. “Kalau kamu mau siaran langsung, aku sarankan untuk pergi ke tempat lain, di sini terlalu ramai dan berisik.“

“Ke mana?“

“Ke tempat jajanan yang lain di sekitar alun-alun.“

“Boleh, mau sekarang perginya?“

“Ayo! Mumpung masih ada waktu sebelum aku dan Rani pulang.“

“Ya, ayo pergi ….“

Merekaa bertiga meninggalkan Alun-alun Kota Bandung dan mengunjungi tempat jajanan yang ada di sekeliling alun-alun.

Ryzel tidak lupa untuk berinteraksi sambil mengenalkan jajan khas Kota Bandung.

Siaran langsung malam ini cukup cepat, dikarenakan hari sudah sangat malam, sedangkan Rina dan Rani harus segera pulang.

Sama seperti wanita yang ditemui Ryzel, ia perlakuan dengan baik dan jentelmen, untuk cepat sampai ke asrama, sebuah mobil Gokar Ryzel pesankan untuk mereka berdua.

Setelah melihat mobil yang Rina dan Rani tumpangi melesat pergi, Ryzel berjalan untuk pulang ke hotel sambil siaran langsung.

Ia menutup ruang siaran langsung ketika ingin tiba di hotel.

Di dalam hotel, Ryzel bergegas mencuci tubuh. Setelahnya, ia berganti baju dan menyerahkan pakaian yang kotor tadi ke layanan hotel, kemudian Ryzel melompat ke atas kasur dan berbaring.

Ryzel menatap langit-langit kamar hotel dan mengeluarkan napas panjang. “Hari yang mengejutkan, aku tidak mengira semuanya akan terungkap di malam ini."

1
Night Watcher
2018 tahun lalu sdh ada ponsel 😂😂😂
Night Watcher
ganti kulit (nelungsumi), kyk ular..🤭
Night Watcher
laki2, tangannya ramping? jangan bilang gayanya lembut & menye2.. 🤭
Yan aga
sangking ramahnya bisa buat kawan pensi 🤣🤣🤣
Erlang Shen
wah bogor ga tuh.. tempat tinggal gw juga
Jaromw
de hel bro, udah GK masuk akal
Jaromw
kok jadi novel kultivasi sih
Jaromw
de hel si bro membuat harem🤭
Jaromw
dehel udah melenceng jauh nih
Jaromw
MC nya kelamaan bertindak
Jaromw
hiks gini mulu deh author nya jangan dong
Robby Tom
tamatnya agak aneh ya, tapi ceritanya bagus. Tetap semangat Thor /Good/
Sebut Saja Chikal
bangke ni author daritadi pikiran nya absurd banger 🤣🤣🤣
Sebut Saja Chikal
wkwkwk ngakak cok
Sebut Saja Chikal
duar
Sebut Saja Chikal
wkwkwkwk author imajinasinya liar bnget keren keren/Joyful/
bakpao
/Good//Good/
Oka Derza
lebih bagus setiap lokasi atau objek disertai foto Thor

jdi kita para readers merasakannya jg
Oka Derza
stepen ganti nama Thor?
Oka Derza: bukan Jena Thor, stepani
total 1 replies
Oka Derza
mereka ada kaitannya dengan ryzel Thor?

kok kaget dia yahh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!