Ini adalah spin off dari novel Jangan Bedakan Aku.
Akibat kenangan masa lalu yang sangat buruk membuat Salsa trauma menikah dengan pria kaya.
Setiap lamaran yang datang dari orang kaya, pasti dia akan menolaknya dengan alasan trauma. Hingga datanglah lamaran dari seorang pria sederhana yang merupakan tukang ojek offline, Salsa pun langsung menerimanya meski dengan mahar yang kecil.
Berbagai cibiran datang dari para tetangga yang menyayangkan dirinya menikahi pria miskin. Namun begitu, dia tetap bahagia, karena meski serba kekurangan, sang suami sangat mencintainya.
Bagaimana kisahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masih Julid
Reza dan Salsa pun akhirnya sampai di rumah kedua orang tua Salsa. Jelas sekali kedatangan mereka membuat para tetangga yang suka julid pun heboh.
Sementara Bu Asih terlihat begitu gembira dengan kedatangan Salsa. Dia memeluknya berkali-kali karena ingin melepas kerinduan.
"Sa, Ibu kangen banget sama kamu." Bu Asih mengusap pipi Salsa dengan lembut.
"Aku juga kangen sama ibu dan semua.....tetangga." Salsa hanya tersenyum cengengesan.
"Eh, Sa, kamu baru berkunjung? Gimana di tempat tinggal baru kamu?" tanya beberapa tetangga yang mendatanginya untuk menanyakan kabarnya. Salah satunya adalah Bu Rina, ibunya Siti.
"Alhamdulillah, kami betah tinggal di sana, Bu," sahutnya sambil tersenyum.
Mereka pun sama-sama duduk di teras karena Salsa harus menunggu ayah dan ibunya pulang dari toko. Tadi Ramli langsung menjemput istrinya yang masih ada di toko. Sepertinya Dewi lupa kalau anaknya akan datang. Sementara ponselnya ketinggalan sehingga Ramli berinisiatif menjemputnya.
"Jadi bener sekarang Adit kerja jadi cleaning servis?"
"Hah? Siapa yang bilang, Bu? Dia masih jadi tukang ojek, kok."
"Oh, gitu. Hahaha, kirain. Soalnya beberapa waktu lalu, anak Ibu yang kerja di perusahaan besar nggak sengaja liat Reza di sana. Kirain dia ngelamar kerja jadi cleaning service?"
"Hah? Perusahaan? PT FA? Iya, Mas?" Kini Salsa menoleh ke arah sang suami demi mendapatkan jawaban. Tergambar jelas raut wajah penasarannya. Untuk apa Reza datang ke perusahaan itu?
"Oh, itu. Kan Mas nganterin penumpang yang kerja di situ. Tapi, hpnya jatuh pas dia buru-buru masuk ke dalam. Jadi Mas nganterin hp-nya ke dalam. Makanya anaknya Bu Reni ngeliat."
"Oh gitu? Kirain kamu melamar kerja jadi cleaning service di sana? Anak ibu si Mia kan kerja di sana sebagai manager," ujar wanita yang bernama Reni itu. Anaknya memang tinggal di kost dekat perusahaan agar lebih dekat. Bu Reni selalu mengaku bahwa anaknya adalah seorang manager di perusahaan itu.
"Mia? Bukannya dia office girl, ya?" ujar Reza dengan tatapan heran.
"Hah? Eh, ya engg...gak lah, mana mungkin anak saya kerja sebagai office girl. Percuma dong kuliah tinggi kalau nggak bisa jadi manager." Bu Reni menepis. Namun wajahnya tidak membuat mereka yakin bahwa dia jujur.
"Mas, kamu tahu dari mana si Mia kerja jadi OG?" tanya Salsa heran.
"Oh, soalnya waktu itu aku ngeliat Mia. Dia lagi bawa kopi. Aku tanda sama namanya sih. MIA aja kan?"
"Eh, mungkin aja waktu itu Mia lagi disuruh sama atasannya."
"Oh, gitu, ya, Bu? Tapi, manager mana yang yang pake seragam office girl?"
"Eh, udah dulu, ya, saya mau angkat jemuran, kayaknya udah banyak yang kering." Bu Reni pun buru-buru pulang ke rumahnya hingga membuat teman-temannya heran.
"Oh, ya, kalian tinggal dimana?" tanya Bu Rina.
Salsa terlihat enggan menjawabnya. Namun, Reza dengan cepat menjawab. "Di kota xxx."
"Hah? Itukan kota yang sama dengan anak saya si Siti? Kamu pernah ketemu, nggak, Sa? Ituloh, suami dia kan manager." Bu Rina terlihat membanggakan menantunya.
"Iya, eh, beruntung banget si Siti dapat suami manager. Mana suaminya ganteng lagi." Teman Bu Rina pun menanggapi.
"Ya iya, dong. Si Siti walaupun cuma tamatan SMA, tapi dia bisa cari suami yang mapan dan ganteng. Nggak kayak si Salsa ini. Aduh, kalian itu masih muda dan baru menikah. Belum ngerasain gimana nanti pas punya anak tapi susu dan popok habis." Bu Rina tertawa kecil.
"Nggak papa, Bu. Insyaallah saya bisa memenuhi kebutuhan Salsa. Nggak perlu jadi manager. Asal saya mau berusaha mencari nafkah, pasti Allah akan mempermudah jalan saya." Reza tersenyum kecil. Namun dia kasihan melihat Bu Rina yang dibohongi anaknya selama ini.
sungguh mantap sekali
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘