Jika saja bisa memilih, Yasmine tidak ingin menjadi istri ke dua. Tapi bagaimana saat ia sendiri tak tahu kalau ternyata calon suaminya mengalami kecelakaan dan meninggal.
Yang akhirnya membuat sahabatnya-Alifa meminta pada suaminya-Alfin, untuk menggantikan calon suami Yasmine yang sudah pergi meninggalkannya untuk selamanya.
Ini adalah mimpi buruk bagi Yasmine.
Setelah dua kali gagal menjalani hubungan, ternyata ke tiga kalinya pun tak sampai ke pelaminan. Justru harus berkahir dengan orang yang tak ia inginkan.
Lalu, bagiamana kehidupan Yasmine selanjutnya? Apakah ia bisa menerima takdirnya yang menjadi madu dari Sahabatnya?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 028 # Pulang Ke Rumah Ibu
"Mbak, Yas! Di panggil makan malam," ucap Mbak Ina dari balik pintu.
Yasmine mengembuskan napas lega, ternyata bukan Alfin, melainkan Mbak Ina.
"Ya, nanti aku ke sana." Jawab Yasmine.
Yasmine segera mengusap wajah nya yang basah, ia lantas melepas mukenah dan menyimpan nya, mengambil jilbab panjang dan memakai nya. Tapi, percayalah hatinya masih saja kesal. Masih tersimpan rapi rasa cemburu di dalam sana, di dalam hatinya. Rasanya masih aneh dan belum siap melihat keduanya. Tapi, masak dia mau di kamar terus?! Tidak mungkin 'kan?!
Yasmine lantas membuka kunci dan pintu, menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkan nya perlahan. Memasang raut wajah biasa-biasa saja, agar tak ada yang curiga. Apa lagi sampai tahu kalau dirinya baru saja galau dan cemburu.
Yasmine lantas berjalan pelan menuju ruang makan.
"Yas," panggil Alifa dari kursinya.
Yasmine tersenyum, "maaf, lama ya?" Tanya Yasmine basa-basi. Ia lantas duduk di kursi di sebelah Alifa.
"Tidak, kita juga baru ke sini. Ya 'kan Mas?!" Ujar Alifa yang lantas bertanya pada sang suami. Alfin hanya mengangguk sebagai jawaban.
Alifa lantas berdiri dan mengambilkan nasi untuk sang suami.
Ada yang sedikit beda dari Yasmine, kali ini dia makan dengan diam. Sesekali hanya tersenyum kaku pada Alifa saat tak sengaja bertemu tatap.
Alifa merasa heran pada Yasmine, namun ia juga enggan bertanya. Akhirnya ia pun turut makan dalam diam.
Semua itu, tak luput dari pandangan Alfin. Ia pun heran pada Yasmine. Perasaan Alfin, tadi siang Yasmine masih biasa dan ceria, namun sekarang sudah kembali ke mode awal, diam.
Setelah selesai menghabiskan makanan nya, Yasmine menatap Alfin yang kebetulan tengah memperhatikan dirinya.
"Mmm, Al. Lif," ucap Yasmine pada Alfin fan Alifa.
"Kenapa, Yas?!" tanya Alfin.
"Iya, ada apa, Yas?!" tanya Alifa.
Yasmine menggaruk kepalanya yang tertutup jilbab. "Boleh, nggak? Aku ke rumah ibu? Aku pengin nginep di sana," ucap Yasmine akhirnya.
Alfin mengerutkan keningnya, "kenapa, memangnya?!"
"Ya, nggak kenapa-napa. Aku cuma pengin tidur di sana. Nggak boleh, memangnya?!"Jawab Yasmine yang akhirnya kesal.
Alfin mengembuskan napas kesalnya. "Bukan, tidak boleh. Hanya mau tahu saja, kenapa? Karena tiba-tiba pengin ke sana." Ujar Alfin mencoba sabar.
"Ya, sudah. Tidak apa-apa, Yas. Tapi, nanti di antar Mas Alfin ya?!" Ujar Alifa yang akhirnya menengahi.
"Nggak, usah deh! Aku sendiri saja." Ternyata untuk pura-pura biasa saja di depan keduanya sangatlah susah. Yasmine bahkan kini ingin sekali lari dan kabur dari ruang makan itu. Tidak ingin rasanya berada di antara Alfin dan Alifa.
"Aku, antar Yas. Kalau tidak, aku tidak mengizinkan kamu pergi." Kata Alfin dengan tegas.
Yasmine mengembuskan napas kesal dan mengangguk.
"Aku, beres-beres dulu." Ujar Yasmine.
Alifa langsung membesarkan kelopak matanya, "loh, kok beres-beres, Yas?!" Alifa langsung berdiri.
"Iya, masak aku nggk bawa baju yang buat ke Sekolah." Jawab Yasmine yang langsung membuat Alifa lega. Alifa pikir, Yasmine akan membawa semua baju-bajunya dan lama di rumah ibu Radiah.
Alifa mengangguk dan Yasmine pun berlalu dari sana.
Alifa menatap sang suami yang masih diam, "Mas?! Yasmine kenapa ya?" Alifa kembali duduk di kursinya.
"Rindu sama ibu, mungkin." Jawab Alfin. Karena Alfin sendiri tidak tahu, kenapa dengan istri keduanya itu.
"Kamu, nginap di sana juga ya Mas? Temani Yasmine!" Perintah Alifa.
"Tidak bisa begitu dong, Sayang." Ujar Alfin.
"Kenapa, Mas?!" Tanya Alifa.
"Yasmine pasti butuh waktu untuk bersama ibunya, biarkan saja dulu lah. Yang penting, nanti kalau Mas sama Yasmine sudah jalan, jangan lupa telpon ibu, kalau kita mau ke sana. Takutnya mereka kaget." Ujar Alfin.
Alifa mengangguk.
"Ayo!" Suara Yasmine mengagetkan Alfin dan Alifa.
Alfin mengembuskan napas kembali, huft ... menghadapi Yasmine benar-benar butuh banyak sabar.
"Aku, balik dulu ya Lif." Pamit Yasmine. Alifa lantas berdiri, "kalau ada apa-apa, jangan curhat ke ibu ya? Ceritakan saja sama aku, sama Mas Alfin." Ujar Alifa.
Yasmine mengangguk, lalu pergi dari sana.
"Mas, antar Yasmine dulu ya," ucap Alfin pada Alifa.
"Hati-hati, Mas." Alifa mencium tangan sang suami.
"Assalamu'alaikum," pamit Alfin.
"Wa'alaikumsallam." Jawab Alifa.
...***...
Di dalam mobil, Yasmine diam membisu. Ia menatap ke arah luar jendela. Ia tak mengatakan apapun sedari masuk ke dalam mobil. Membuat Alfin yang ada di sebelahnya heran.
"Kamu, kenapa, Yas?!" Tanya Alfin, akhirnya. Rasanya menunggu Yasmine bicara sangatlah membosankan.
"Nggak, kenapa-napa. Memangnya kalau pengin ke rumah ibu, nggak boleh ya?!" Sekilas Yasmine menoleh ke arah Alfin.
"Ya, boleh, Yas. Hanya saja, kenapa?!" Alfin masih fokus pada jalanan di depannya.
"Aku nggak terbiasa lama di rumah kamu, 'kan?! Jadi ya, ada rasa pengin pulang." Ujar Yasmine.
"Ya, 'kan harus di biasakan, Yas." Alfin menoleh sebentar ke arah Yasmine.
"Iya. Lagian cuma beberapa hari kok, di rumah ibu." Kata Yasmine lagi.
"Tidak beberapa hari, Yas. Besok dari sekolah kamu balik ke rumah." Ujar Alfin.
"Ck, masak sebentar banget. Ya, masih rindu lah aku sama Ibu." Rajuk Yasmine.
"Bahkan kalau aku tidak mengizinkan, kamu tidak boleh pergi loh Yas." Kata Alfin.
"Jadi, sebenarnya, di bolehin nggak sih?!"
Alfin benar-benar tidak tahu caranya menghadapi Yasmine. Ia hanya mengembuskan napas kesal. Dalam hatinya mengucap istighfar, agar sedikit saja ia bisa tenang menghadapi istri keduanya itu.
"Boleh, terserah kamu lah. Mau berapa hari di sana." Ujar Alfin datar.
Yasmine tak menjawab, ia malah mengerucut kan bibirnya kesal
Mobil, Alfin sampai di depan rumah Ayah Ilyas Hermawan. Ia memakirkan mobilnya dan bersiap turun.
"Kamu, nggak usah turun!" Cegah Yasmine.
Alfin kembali duduk dan menatap heran pada Yasmine. "Kenapa?"
"Kamu, langsung pulang saja. Kasian 'kan Alifa sendirian." Ujar Yasmine.
Baru saja Alfin akan menjawab, Yasmine keburu berbicara. "Nanti biar aku yang bilang sama Ayah dan ibu. Kamu langsung pulang saja!" Yasmine lantas turun dengan tasnya.
"Pak! Jangan di tutup, mobil Alfin mau keluar!" Teriak Yasmine pada Satpam rumah nya.
Pak Satpam pun kembali membuka pagar yang baru saja ia tutup.
Yasmine bahkan tidak salim ataupun mengucap salam pada Alfin. Langsung masuk begitu saja ke dalam rumah, bahkan untuk menengok saja tak Yasmine lakukan.
Membuat Alfin yang masih berada di dalam mobil menggelengkan kepalanya heran. Seperti itulah istri ke-dua nya. Berbanding terbalik dari istri pertamanya.
Alfin lantas menuruti keinginan, Yasmine. Ia pergi dari halaman rumah sang mertua tanpa masuk terlebih dahulu. Biarlah nanti dirinya mengatakan alasannya saat ada waktu untuk bertemu.
Karena mau seperti apapun, ia tak ingin ada salah paham.
selalu sehat dan selalu semangat up nya iya Thor 🙏💪💪💪