NovelToon NovelToon
My Lovely Presdir From The Mars

My Lovely Presdir From The Mars

Status: tamat
Genre:CEO / Playboy / Pengantin Pengganti / Romansa / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Gadis cantik ber'dress bunga itu adalah Cut Aisyah Zahra Ananta, lulusan universitas keperawatan yang harus menerima takdir perjodohan akibat kelakuan absurd kakak keduanya. Dipertemukan di sebuah pusat perbelanjaan, membawa keluarga Zahra pada keputusan menjodohkannya dengan salah satu dari 2 orang saudara kembar seorang pengusaha ternama.
Siapa sangka, si kembar berbeda sifat ini adalah teman dan musuh kecilnya dulu. Lantas siapakah yang akan menjadi pendamping sejati Zahra.

"Abi, Umi! Zahra ngga mau sama dia! Yang tampilannya kaya alien dari Mars, kelakuannya minus kaya kacamata umi!"

"Cewek cerewet bin harimau, gembul gitu jauh dari tipe gue. Buat lu aja!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERI AKU KESEMPATAN

Mendadak batu ginjal pada keluar dari tubuh para penderitanya, virus-virus yang ada di dalem tabung reaksi juga mendadak joged caesar eaaaa----

Mungkin satu rumah sakit harusnya ngadain selametan pake nasi kuning pagi ini, karena untuk pertama kalinya seorang Sadewa menyatakan perasaannya pada perempuan, bukan hanya sekedar tembak menembak, tapi langsung mengajukan diri untuk jadi calon suami, sepertinya semalam Sang Kuasa telah meniupkan hidayahnya pada Dewa. Untung saja jenazah di kamar mayat ngga mendadak bangun lagi dari brangkar.

Perasaan Zahra kini campur sari, mirip jamu.. Ada rasa manis-manis hangat gula jahe, asem-asem kunyit asam, pahit-pahit brotowali, dan kecut ketir beras kencur. Jujur saja, sejenak hatinya berbunga bak tukang kembang waktu mau lebaran, wangi-wangi sedap malam. Mungkin karena ia sudah merasa nyaman, cocok dan jatuh hati pada Dewa, tapi saat mengingat Ganesha, keluarga Dewa, dan keluarganya hati Zahra mendadak layu.

"Kasih aku kesempatan, Ra. Biar aku yang ngomong sama keluargaku dan keluarga kamu..." mendengar orang sekitarnya disebutkan, Zahra tersentak dari lamunan.

"Kamu gila? Kamu mau ngacauin perjodohan aku sama Ganesha, apa kata mereka nanti, Wa? Ngga akan menutup kemungkinan kamu bakal dimarahin keluarga kamu sendiri,"

Dewa terkekeh garing, "udah biasa Ra,"

By the way, ini Dewa loh! Yang sehari-harinya dimarahi dan di amuk oleh momy Ica dan daddy Ji. Bahkan Dewa sudah kebal digeret dari tempat umum oleh bawahan ayahnya itu, sampe dilempar selop pun sering, bahkan punggungnya sudah tebal dan kapalan sepertinya akibat pendaratan dari sepatu hak tinggi mom Ica.

"Kamu ngga tau keluargaku, Wa. Abang-abangku, umi....Ganesha? Kamu ngga mikir gimana perasaan Ganesh?"

Dewa tersenyum miring, Ganesha ngga cinta kamu Ra, bahkan ngga ada usaha dia buat hapus Cyara dan menggantinya dengan kamu, dia memilih untuk tenggelam di dasar jurang ketimbang natap masa depan.

"Aku cuma mau perjuangin perasaan aku, terserah Ganesha suka apa engga! Aku, Sadewa---aku memang egois!" akui Dewa menatap Zahra dengan sorot mata meyakinkan.

"Justru aku pengen buktiin sama mereka, kalo aku sungguh-sungguh perjuangin kamu, entah nanti apa yang mau mereka lakuin, aku ngga peduli! Memendam rasa itu bikin hati sesek, Ra...susah makan susah kentut dan aku ngga suka itu. Aku cuma mau kamu merasa dicintai dan mencintai, seperti yang kamu bilang---hubungan kamu sama Ganesh ngga akan berhasil, hambar...kamu ngga cocok sama Ganesh, karena apa? Karena cuma aku yang cocok!" jelasnya yakin, pasti, dan begitu jumawa terkesan memaksa, tapi Dewa adalah manusia yang tak munafik, ia ingin memiliki Zahra.

"Kamu pemaksa," gerutu Zahra.

"Selama bisa dipaksa, kenapa engga? Bukannya cewek senengnya dipaksa?" jawab Dewa membuat Zahra melemparkan tatapan sinis, "cewek mana tuh?!"

"Kebanyakan. Bilangnya ngga mau tapi nanti ngambek. Bilangnya ngga apa-apa tapi ngamuk-ngamuk, ujungnya karena cewek maunya dipaksa!" cibir Dewa, Zahra menyipitkan matanya, mendadak hatinya kesal, "bener kata Ganesh, kamu banyak ceweknya!"

"Tapi baru kamu yang kuseriusin, bener-bener pake hati dan langsung kuajak nikah. Aku akuin apa yang dibilang Ganesh itu benar, dan ke-semuanya mereka yang mengejar aku, tanpa aku kasih balasan perasaan, tapi hal itu buatku belajar banyak hal....kalau wanita, makhluk paling ribet di dunia, dan sayangnya aku sayang wanita, aku pecinta wanita!"

Apa ini? Zahra kesal tapi ingin tertawa atas pengakuan Dewa, pernyataan cinta macam apa ini? Tapi ia suka pada si pemuda jujur ini, Dewa memang selalu bisa meramaikan suasana termasuk suasana hatinya sekarang, awalnya Zahra merasa galau dan bimbang, tapi sikap Dewa yang konyol begini, bisa membuatnya tertawa.

"Aku ngga minta yang lain-lain sama kamu, aku juga ngga suka basa-basi buang waktu. Aku cuma mau tanya sama kamu...kamu mau apa engga? Kamu suka aku apa engga, Ra? Jujur!" tatap Dewa kini serius, anggaplah kini ia beralih profesi jadi tukang todong dan saat ini ia sedang menodong gadis perawat di depannya, membuat Zahra ikut menghentikkan tawa kecilnya dan menampakkan raut wajah serius, apakah Dewa semacam tukang hipnotis?

Sepertinya pagi ini sarapan mereka akan batal, Zahra sudah kenyang dengan obrolan ini, sejak tadi pun ia berpuluh-puluh kali menelan salivanya.

"Cukup bilang iya, maka aku akan terus maju ngga akan mundur lagi?!" imbuh Dewa penuh penekanan.

Zahra memejamkan matanya memikirkan semua,

Umi sama abi cuma mau yang terbaik.

Setidaknya perasaan abi akan lega menitipkan kamu pada lelaki yang baik untuk menjaga anak gadis abi,

Si Gajah Mada terlalu cuek, niat nikah ngga sih? Adek gue kaya barang ngga laku!

Aku ingin jadi kandidat suami kamu, Ra.

"Ra... jangan tidur disini?!" ucap Dewa membuat Zahra memaksa untuk membuka matanya diantara kebingungan dan mendengus kesal.

"Orang lagi mikir, dikira tidur!" jawabnya ketus. Dewa tergelak, "kirain kamu tidur, meremnya lama amat." lebih tepatnya sih karena kedua manusia yang lagi dimabuk kembang ini ngalangin jalan orang.

"Semuanya tuh perlu dipikirin, Wa."

Zahra meloloskan nafas berat, seketika badannya lemas, apakah keputusannya sudah benar? Entahlah. Ia merasa seperti orang paling jahat karena telah menduakan hati, dalam sekali tarikan nafas Zahra mengucap bismillah, "iya, Wa."

Maafin Zahra, Nesh. Karena ternyata Zahra ngga bisa menjaga hati, aku jatuh cinta sama Dewa...

Dewa tersenyum senang, "mendadak sehat gue! Se-wadidaw ini ternyata diterima cewek, tadi aja pas ngajuin diri berasa jadi manusia paling boncel! Dahsyat---dahsyat, jatuh cinta emang kamvrett oyy!!" lelaki ini begitu jujur tak ada satu pun yang ia sembunyikan dari siapapun, tak peduli jika kejujurannya itu mampu membunuhnya.

Zahra tertawa melihat sikap Dewa, "kamu malu-maluin Wa, ih!" tak bisakah lelaki ini bersikap normal saja.

"Makasih, Ra. Kalo gitu aku mau maksa dokter buat kasih ijin pulang hari ini!" ucapnya.

Zahra mengangkat kedua alisnya, "mana boleh! Kamu ngga usah ngeyel, kamu belum sehat, Wa."

"Aku anter lagi ke kamar ya? Abis ini aku pulang dulu, ngga kuat ngantuk, cape. Nanti siang Ganesh ajak aku makan siang bareng tante Ica," kembali raut wajah Zahra kebingungan harus bicara apa nanti di depan tante Ica dan Ganesha.

"Kamu ngga usah bingung, biar aku yang beresin. Aku telfon Lendra dulu, biar Axel yang anter kamu pulang," Ucap Dewa.

Zahra menjatuhkan badan di atas kasur, ia sudah berada di kost'annya. Tubuhnya begitu lelah, tapi mata enggan terpejam, memikirkan reaksi orang sekitarnya jika tau ternyata ia dan Dewa ada main hati di belakang Ganesha. Jika sudah begini, siapa yang harus disalahkan?

Zahra memilih memakan nasi uduk yang barusan ia beli saat pulang, lalu kembali merebahkan badannya di atas kasur meski tak benar-benar bisa tidur nyenyak, hingga waktu menunjukkan pukul 11 siang.

Notifikasi ponselnya berbunyi, ada pesan dari umi, bang Fath dan grup chat suster ngesot. Ia membukanya satu persatu.

Umi ❤

*Gimana perkembangan kamu sama Ganesha? Jangan telat makan, jangan jajan sembarangan*.

Abang Fath👨‍✈️

*Dek Ra, dinas apa? Jangan lupa istirahat. Kalau ada waktu, hubungi abang*.

Dan ia tertawa kecil saat matanya membaca pesan dari grup suster ngesot yang isinya penuh dengan candaan dan gibahan, meskipun matanya bergerak bergantian ke arah lemari demi memilih pakaian yang akan dikenakan saat makan siang dengan tante Ica dan Ganesha.

.

.

.

.

1
Maritanias
😘😘😘😘😘
Dicky Sugandi
kereen
Sri Ariyanti
aku mampir lagi thor
Mini Amora
ucapan adalah doa loh Dewa...
istri yaaaa

nahhh zahra gak mau pnya kk ipar kayak dewa... lah nanti kan jadinya suami yaaaa😄😄😄
Mini Amora
ya Alloh author ku sayang... aku padamu bgtttttttt dehhhh... bener² yaaa kerennnnn lahhh mommy ica besanan sama umi salwa😍
Mini Amora
klan Ananta ini tuh justru saya bacanya dari Sagara dulu baru abi Zaky umi Salwa, lanjut al fath Fara trus Rayyan Eirene skrg si bontot Ananta dehhh de Zahra.... 😍
Ganendra Dimitri
iya bener mana ada perawat sampe segitunya. apalgi cuma pasien bpjs. urusan minum obat ya urusan keluarganya. mau pasien minum obat apa g perawat g ngurus. 😄
Nani Haryatiyati
astaga 🤣🤣🤣🤣🤣
Nayra Apriliani
ngarang lu ya bang...😆😆😆
Netiihsan
tes mental buat dewa🤣🤣
Hani Ekawati
Owh Panji disini masih di cebokin😂🤭 aku malah baca kisah Panji dulu yang sekarang masih on going. Berarti Zahra istrinya dewa itu tantenya Panji ya😁
Ida Hamidah
haddeuh cape iiih baca novel KA sin...ketawa terooss...😄😄
Diaz Nayla Az Zahra
itu hanya berlaku untuk RS eksklusif dan pasien VVIP,kalo perawat di RS tingkat kabupaten kok boro2 selembut dan seperhatian Zahra,nusukin jarum aja gak pake perasaan plus muka jutek bermasker
Triana Oktafiani
Terrrrr The Best 👍
Yuli wiji Rahayu
Luar biasa
Bunda Fiya
/Good//Good//Good//Good//Good/
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
itumah mau lu aja🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
🤣🤣🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
sabar ya om miki🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
astaghfirullah🤣🤣astaghfirullah🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!