NovelToon NovelToon
Alexandria

Alexandria

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Berondong / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: ayyona

Alexandria adalah seorang gadis berumur 30 tahun yang memiliki luka masa lalu. Rencana pesta pernikahannya gagal di hari H saat seorang wanita berbadan dua hasil perbuatan calon suaminya Mahesa datang.

Lima tahun berlalu sejak saat itu Alexa berusaha mengubur lukanya dengan menjadi pribadi yang dingin terhadap orang yang belum dekat terutama lawan jenis. Seorang workaholic dan mengisi hidup untuk mewujudkan isi bucket listnya.

Kehidupan baru Alexa terusik ketika dia harus menjadi mentor Devon putra bungsu pemilik Brahmana Corporation tempat dia dan Theo suami Arika sahabatnya bekerja. Devon pemuda berusia 22 tahun terkenal karena susah diatur, suka berfoya-foya dan tidak serius menyelesaikan kuliahnya.

Selain itu satu per satu masa lalu mulai menghampiri gadis itu kembali.

Apakah Alexa akan berjodoh dengan masa lalunya?

Ataukah dia menemukan kebahagian lain?

Apakah waktu bisa menyembuhkan luka hatinya?

Berisi lagu-lagu romantis yang sesuai dengan tema chapter.

IG:ayyona_18

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayyona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28 - Si Usil

Pagi itu terlihat Devon dan Alexa memasuki restaurant untuk sarapan. Bola mata Alexa menyapu sekeliling area yang sudah mulai ramai oleh tamu, mencari sosok Anthony yang mengirim pesan bahwa dia sudah berada di sana.

Lengkungan senyum terukir di bibirnya yang diolesi lipistik merah muda ketika menangkap sosok yang dicarinya. Alexa kemudian memberi isyarat kepada Devon menunjukan tempat adiknya berada. Alexa segera melangkah ke meja Anthony diikuti oleh Devon di belakangnya.

“Hei Nobita!" Dengan gemas Alexa mengacak rambut adiknya.

“Apa sih Mbak..pagi-pagi udah ngajak berantem," sungut Anthony sambil merapikan kembali rambutnya dan kemudian melihat ke arah Devon dan menyapa pria itu.

“Pagi Tuan Devon!" ucapnya dengan sopan.

“Pagi Anthony, so bagaimana pertemuannya?” tanya Devon mencoba menghilangkan kekakuan di antara mereka.

Sebelum Anthony menjawab terlihat seorang pelayan menawarkan kopi dan teh kepada Alexa dan Devon.

“Hari terakhir. Jadi harus semangat," jawab Anthony dengan wajah senang.

Devon pun melempar senyum sambil menyeruput kopi hitam di cangkir putih yang dipegangnya. Terlihat Alexa merobek gula sachet menaburkan ke dalam cangkir teh, mengaduk dan kemudian menyeruput pelan minuman yang masih hangat itu. Kemudian Devon berdiri untuk mengambil sarapan dari buffet makanan yang tersebar di beberapa area restaurant luas itu.

“Kelihatannya sih baik, tapi kayaknya sedikit pemberontak. Model model anak sultan gitu." Anthony mencoba menebak kepribadian Devon.

“Sok sok baca orang deh," bales Alexa sambil mencibir.

“Dia anak bosnya Mbak, sering ngeselin dari pada baiknya. Jadi.. dia dipaksa pulang dari Melbourne dan nerusin kuliah di Jakarta sambil magang di perusahaan keluarganya sendiri," jelas Alexa.

“Terus Mbak yang ngurusin dia di kantor? Jadi baby sitter nih ceritanya," tebak Anthony setengah mengejek, yang dijawab anggukan Alexa sambil menyeruput kembali tehnya yang tinggal separuh.

“Jadi baby sitter dengan imbalan perjalanan gratis ke kota Alexandria, why not. Mas Theo udah janji." Senyum Alexa mengembang mengingat salah satu isi bucket listnya itu.

“Wah hebat..jadi masih konsisten nih mewujudkan bucket list. Muay thai gimana? Lancar?” lanjut Anthony.

“Mau jadi samsak? Sini!" Alexa memperagakan kuda-kuda tangannya di depan Anthony.

Pada saat bersamaan Devon datang membawa dua piring makanan kemudian meletakannya di atas meja. Dia lalu menggeser piring yang berisi roti prata ke arah Alexa. Alexa melirik roti itu lalu kemudian mengalihkan pandangannya ke arah piring yang ada di dekat Devon

“Mau yang ini?” tanya Devon hendak menyodorkan piring berisi smoked beef, baked bean dan french bread.

Melihat makanan western itu akhirnya Alexa menggelengkan kepalanya.

“Ini aja. Thanks ya!" ucap Alexa sambil tersenyum ke arah Devon.

Tak lama kemudian seorang pelayan datang membawakan 2 porsi omelet dan 2 gelas susu segar. Anthony terlihat menyibukan diri menyantap makanannya.

Setelah selesai, Anthony pun pamit untuk meninggalkan restaurant itu karena seminar akan segera dimulai. Sambil berjalan berjalan Anthony mengetik pesan di group WA Setiady Family.

Anthony: So baby sitter.. kalo lagi ga ada majikan suka mengeksploitasi anak asuh ya.

Alexa: Apaan sih..Devon emang gitu, coba kalo lagi ngeselin lebih parah dari kamu Nobita.

Anthony: Ngeselin apa nyenengin uwuk uwuk

Alexa: Apaan sich gaje deh

Ibu: Ini pagi-pagi ribut lagi pada omongin apa?

Anthony: Ngomongin calon mantu Bu, love love

Alexa: Eh sembarangan, yang ada mbak ntar dikatain melet brondong.

Ayah: ????

Alexa: Tuh kan, komandan turun tangan.

Alexa: Lapor Ndan. Devon itu anak bos aku yang lagi aku mentorin. Dia seumuran Nobita. Tuaan dia 2 tahun.  Udah kayak ngemong Nobita aja akunya.

Anthony: Sapa yang ngemong siapa? Tau ga Bu, tadi sarapannya aja diambilin loh. Mungkin sekarang lagi disuapin tuh. Tadi pasti malu aja karna ada aku..weeekkk

Alexa: Ih ngarang..Nobita awas kamu ya

Anthony: Kaburrrr

Dengan kesel Alexa meletakan ponselnya tapi begitu melihat tatapan Devon dia kemudian mulai berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Gadis itu pun melanjutkan menikmati menu sarapan pagi yang telah dipilihkan oleh laki-laki yang duduk tenang di depannya.

“Mau nambah lagi?” selidik Devon melihat piring Alexa sudah bersih.

Alexa menggeleng, kemudian buru-buru Alexa meneguk susu segar yang masih tersisa. Mereka pun kemudian meninggalkan restaurant itu menuju lobby untuk menunggu taksi.

Devon menolak tawaran sopir dan kendaraan dari kakaknya, dia ingin lebih leluasa tanpa terikat dengan ketersediaan jadwal Pak Malik sopir pribadi Natasya itu.

Taksi itu melewati riverside yang memang dibuka untuk jalan umum ketika pagi hingga sore, sedangkan ketika malam area itu berubah menjadi tempat wisata kuliner dan hiburan. Sepasang anak manusia itu terlihat sama-sama melemparkan pandangannya keluar jendela mobil.

Mereka sepertinya larut dengan lamunan masing-masing. Memori Devon memutar kembali kejadian sepanjang jalan itu yang dia lewati bersama Alexa. Senyum terukir di wajahnya yang terlihat mulai ditumbuhi rambut halus di area rahang dan bibirnya.

Bagaimana bisa dia berjalan sambil menggenggam tangan dan merangkul gadis itu pikirnya.

Dia meraba pergelangan tangan kirinya. Gelang tali merah yang semalam dipasangkan oleh gadis di sebelahnya masih terikat di sana tertutup jam tangan dan lengan baju kemejanya.

Bola mata hitamnya kemudian melirik ke arah kaki Alexa mencoba memastikan apakah gelang yang sama masih terikat di sana.

Namun sayang Alexa memakai sepatu semi boot yang menutupi hingga lebih tinggi dari mata kakinya serta celana panjang sehingga Devon tidak bisa memuaskan keingintahuannya.

“Cari apa Dev? Ada yang hilang?” tanya Alexa yang sontak membuat Devon mengalihkan pandangannya ke sumber suara yang membuyarkan lamunannya.

“Tumben ga pake flat shoes."

Devon mengelak untuk berkata jujur menanyakan perihal gelang tali merah itu.

“Biar ga cebol, ntar kita dikira Marsha and The Bear," ujar Alexa sambil mengulum senyumnya mengingat perbedaan postur badan mereka yang kentara.

Lagian usil amat nanya-nanya soal sepatu, gumam Alexa.

“Itu.. tumben ga cukuran," balas Alexa baru menyadari ada yang berubah dari wajah anak asuhnya yang terlihat lebih gahar dengan mulai tumbuhnya jambang dan kumis halus di wajahnya.

“Beruang kan binatang berbulu," jawab Devon tidak kalah nyeleneh.

Mereka pun terlihat sama-sama tergelak dan kembali membuang pandangan ke luar jendela taksi yang hampir sampai di tujuan.

1
jawir
Rasanya pingin loncat2 aja bacany langsung ke part di mn devon udh jd suami alexa ,,hmmm tp penasaran y weslah pelan2 aj bcny 🤭😅
jawir
Makmur makmur amat ya manusia2 di dunua pernovelan ,aaah andai saja .......
jawir
Telat membaca sepertinya ,baiklah mari membaca marathon !!! semoga ceritanya ta membosankan heeee
💐Nie Surtian💐
Baru mulai baca... Menarik... bikin penasaran...
Etik Widarwati Dtt Wtda
kerennnnnnn ..semoga bisa menulis dengan cerita yg kerennnn semangat ..../Good//Good//Good//Good/
Etik Widarwati Dtt Wtda
buket lust sudah dilengkapi
Etik Widarwati Dtt Wtda
waktu terus berlalu umur semakin bertambah anak2 sudah beranjak remaja ...pa lagi selain menikmati dan bersyukur ..badai yg takhenti2 sudah dilalui
Etik Widarwati Dtt Wtda
50 th ...42
Etik Widarwati Dtt Wtda
momo dokter mujarab
Etik Widarwati Dtt Wtda
jgn devon ....
Etik Widarwati Dtt Wtda
raymundo itu lexa
Etik Widarwati Dtt Wtda
nobita sudah dewasa
Etik Widarwati Dtt Wtda
wah jadian athony jasmine
Etik Widarwati Dtt Wtda
udah jadian saja
Etik Widarwati Dtt Wtda
perasaan alexa kan kuat dan g gampang menyerah
Etik Widarwati Dtt Wtda
kasian adrian kena batu sendiri
Etik Widarwati Dtt Wtda
sedihhhhjj bahagia
Etik Widarwati Dtt Wtda
kena batu nya ..adik2nya g tau diri
Etik Widarwati Dtt Wtda
haduuhh sembrono ah alexa
Etik Widarwati Dtt Wtda
jgn2 adtian yg masuk rs
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!