Sequel dari {Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda}
Diana Ayu Puspita, Wanita cantik dari desa itu, di lamar oleh seorang Preman, yang tidak dikenalnya.. dan Seolah takdir. mereka selalu bertemu, dan disetiap pertemuan. dia selalu dikejar oleh pria itu. untuk menerima lamarannya
Rafael Widjaya Alexandre. Pria tampan tapi seorang Preman. yang mempunyai suatu rahasia tiba-tiba melamar seorang gadis Desa.
Simak ceritanya, Bang Rafael yang berubah jadi Preman? Ada apakah dengannya ini!. Langsung baca ya gaes dan juga dukung karya ini🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aaswidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
Rafael dan Diana sedang duduk menyantap makanan yang sudah tadi Diana buat..
diam-diam Diana menatap Rafael, ingin melihat reaksi Rafael, ketika melihat omlet yang ada bentuk ❤️ nya itu..
dan reaksi
Rafael senyum senyum. lalu ia menatap balik ke Diana..
''Apa ini sayang?'' tanyanya sambil menunjuk telat di warna merah
''Itu tanda hati'' jawab Diana
''iya. Tapi artinya apa ini Ay?'' Rafael masih ingin Jawaban yang lain
''Apa ya?'' Diana pura-pura polos
''Masa gak tahu. kamu kan yang buat?''
''Em... tanda cinta mungkin'' kini Diana yang menampilkan wajah polos
''Cinta? kamu sudah cinta sama mas Ay?'' dengan ekspresi bahagia
Diana justru meng gidigkan bahunya ''entah'' jawabnya Begitu saja
''ntah? kok entah sih ay?''
''Ya gak tahu. orang aku tadi baru Lihat di tv. terus kebetulan ada yang buat kaya gini.. Jadi sepertinya aku juga ingin buat'' celetuk Diana
''Astaga ay.. aku kira....!''
''Kamu kira apa?'' masih pura-pura tak mengerti
''Ah sudahlah lupakan'' jutek Rafael mood nya sudah rusak
Diana sebenarnya sengaja dengan pura-pura tidak mengerti itu.. Kirana tidak se polos yang kalian pikirkan.. walau dia dari kampung.. Tapi memang benar dia pecinta televisi, sehingga dia suka melihat orang yang membuat makanan. dengan adanya tanda ❤️ itu artinya cinta . . !
Oh Diana kau berdosa. karena telah membuat suamimu kesal.....
...----------------...
Dua bulan kemudian..
Diana pagi ini mengalami morning sickness.. ia muntah Muntah,
Rafael tampak panik.
''Ya ampun. kamu kenapa Ay?'' ujar mas Alex kini ia memijit punggung Diana
''Hoekk hoekk....'' Diana masih muntah
''ay apa yang sakit?''
''mas. aku mual dan pusing'' keluh Diana lemas
''ya udah kita sekarang kerumah sakit'' Rafael langsung menggendong Diana .
Tibalah di rumah sakit. Diana segera di tangani Dokter..
''Dok. gimana dengan istri saya.?'' Tanya mas Alex khawatir
Dokter tersenyum.. ''Ibu Diana mengalami morning sickness itu hal biasa karena beliau sedang mengandung.. selamat ya pak. istri Anda sedang mengandung Delapan Minggu'' jelas Dokter
''Apa yang benar dokter.. istri saya sedang mengandung?'' Rafael ada bahagia juga masih tidak percaya
''iya Benar Pak.. lebih jelasnya silahkan lakukan USG'' Ucap dokter lagi
''Alhamdulillah Ay.. kita akan menjadi orang tua.. mas sangat bahagia'' Ucap mas Alex dengan berucap syukur juga ia sampai menitikkan air mata bahagia
''iya mas'' tersenyum
Diana juga ikut bahagia dan bersyukur atas diberinya anak di rahimnya itu.. Diana mengusap perut datarnya,
Waktu berlalu... Minggu pertama memang Diana mengalami morning sickness yang bisa di bilang begitu parah. Karena dia sampai harus dirawat, dan juga tubuhnya tidak bisa menerima makanan . karena setiap ia memakan sesuatu, pasti tak lama makanan itu juga akan ia muntah kan lagi..
Rafael yang baru mengalami hal seperti ini . merasa cemas dengan kondisi Diana,
Tapi untunglah karena selama ini. Momy Rafael Begitu menyayangi Diana, sehingga dia mau merawat Diana sang menantu..
Walau Rafael kadang merasa kasihan juga kesal. seperti saat ini.
Rafael, sudah begitu lama tidak mengunjungi tempat hangat obat dari rasa dingin dan rasa berat itu..
Rafael Begitu merindukan istrinya.. oh maksudnya kehangatan yang selalu Diana berikan..
Karena sudah lama mas Alex belum mengunjungi tempat itu.. karena kondisi Diana lah yang membuat Alex menunda keinginan itu.
Tapi rupanya sekarang ia. seperti sudah tidak bisa menahan lagi, bersamaan dengan itu. dia tak sengaja melihat sesuatu yang dirindukannya.
Rafael tak sengaja melihat Diana yang baru selesai mandi. dan masih hanya memakai handuk saja..
Rafael sampai kesusahan untuk menekan ludahnya sendiri. saking inginnya!
''Ay...'' Rafael mendekat
''Kenapa mas?-'' Diana masih belum peka
''Ay.. itu aku'' sampai terbata Alex berbicara nya
''Mas kamu kenapa? ada apa?'' takutnya Alex kenapa-napa gitu . pikir Diana
tanpa menjawab Rafael segera memeluk tubuh Diana. dan langsung menghirup aroma wangi dari tubuh sang istri yang dia rindukan ini
''Aduh mass'' Diana terpekik kaget karena Rafael memeluknya secara tiba-tiba
''Sayang aku kangen kamu'' bisik Rafael
belum sempat Diana menjawab tapi keburu dia merasa mual dan ''Hoek hoekk'' iya ingin muntah. Diana pun melepaskan pelukan Rafael dan kembali masuk closed
''Sayang kenapa?'' Rafael cemas
Diana menyetop Rafael dengan tangannya.. ''Mass mundur'' Ucap Diana
''Loh ada apa?'' tampak semakin kebingungan
''Mass kamu jangan dekat-dekat'' Ucap Diana sekarang ia menutup hidungnya dengan tangan
''Kamu ini kenapa sih.. mas itu kangen sama kamu, kok kamu seperti gak mau di deketin mas?'' Rafael sedikit tersinggung. karena biasanya Diana tidak pernah seperti ini. Diana tidak pernah menolaknya
''Mas maafkan aku.. Tapi aku mual mencium bau badan mu'' ujar Diana
''Apa?'' lalu Rafael mencium aroma tubuhnya sendiri. ''Ay tidak bau kok. ini aku wangi kaya biasanya nih coba kamu rasakan lagi'' Rafael ingin maju mendekati Diana lagi
''Mass stop.'' Pekik Diana . ''Tapi aku mual menciumnya'' keluh Diana
''Kenapa bisa sih Ay.. kamu jangan buat mas marah''
''Aku juga gak tahu.. kamu juga jangan salahkan aku.. aku gak tahu kenapa, tapi beneran mas kalau aku cium aroma parfum kamu . aku jadi mual dan pusing ingin muntah'' Diana sampai menangis karena seolah-olah Rafael menyebutnya bohong
Rafael jadi semakin pusing.. sudah keinginannya tak tersalurkan.. sekarang istrinya itu justru menangis,
Gini amat ya menghadapi ibu hamil.. ucap batin mas Alex.. Yang jadi serba salah...
''Ya sudah.. maafkan mas ya, tapi sekarang sudah Jangan menangis..'' Rafael membujuk
''iya..'' kata Diana pelan
Maafkan aku juga mas.. kamu pasti tersiksa kan?'' lanjut Diana dengan perasaan tidak enak
''iya tidak apa-apa sayang.. mungkin besok sudah bisa'' Rafael seperti menyemangati Dirinya sendiri.
''iya mas..''
''
Sekarang..
Lalu kini Rafael mengadakan acara Empat bulanan sang calon bayi.. tak lupa Mira sang adik juga mengundang sahabatnya yaitu Airin..
Airin datang bersama suaminya Erik juga ke dua anaknya. yaitu Salsa dan Arsenio....
Lalu acara ini juga sebagai rasa syukur nya Rafael. karena setelah melewati awal bulan kehamilan yang membuatnya takut kehilangan istrinya itu.. kini kondisi Diana sudah lebih baik.
Diana sudah tidak merasa mual lagi...
dan bahkan mereka sudah bisa melakukan hubungan suami istri.. hanya kata dokter Jangan terlalu sering...
''Selamat ya kak Rafael juga kak Diana'' ucap Airin menyalami tangan Rafael dan Diana
''iya Airin. selamat juga atas hadirnya bayi tampan ini'' kata Rafael yang kini menggendong Baby Arsen
''iya kak. Oh ya Mira mana? Airin menanyakan sang Sahabat. Yang belum juga menemuinya
''Tadi sih lagi sama Momy.. kamu coba cari di atas Rin'' kata Rafael
''oh gitu. yaudah tar aku cari deh'' sahut Airin