NovelToon NovelToon
Because Of Alea

Because Of Alea

Status: sedang berlangsung
Genre:Badboy
Popularitas:439.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: irra

Malam itu Alea terbangun setelah menangis sepanjang hari karena Rey, sang kekasih yang tak datang ke acara pernikahan mereka. Alea berharap semuanya adalah mimpi buruk namun siapa sangka saat ia bangun dan membuka mata, itu lebih dari mimpi buruk

" Aku suamimu!" Begitu terkejutnya Alea dengan pria yang sedang duduk manis menampilkan senyum smirk yang menyebalkan untuk Alea, ia merasa kunang-kunang berputar dikepalanya

Bagaimana bisa presdir baru ditempatnya bekerja kini menjadi suaminya? Apa yang harus Alea lakukan dengan pria yang pernah menjadi cinta satu malamnya itu?




Ikuti kisahnya ➡️

Jangan tinggalkan jejak, like, rate dan vote

Salam hangat Author 🌞

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon irra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

First night?

🍃🍃🍃🍃

Alea spontan memejamkan mata ketika Danish memiringkan kepalanya. Ia pikir pria itu akan mencium bibir Alea namun ternyata Danish hanya menjilat lelehan desert disudut bibir Alea

" Apa yang kau pikirkan?" tanya Danish mencubit pipi Alea dengan pelan, bibir pria itu tersenyum lucu memandangi Alea dari jarak dekat. Alea benar-benar malu saat ini, ia bahkan tak berani membuka matanya. Jilatan lidah itu begitu terasa membuat darahnya berdesir lagi, perasaan aneh meminta hal yang lebih Alea rasakan

" Sudah kubilang aku tidak akan menidurimu disini." Alea membuka kedua matanya sehingga bertemu dengan kedua mata Danish, untuk sesaat keduanya saling memandang

Kemudian Danish menjauhkan dirinya." Habiskan dessertmu!" perintah Danish pada sepiring cake coklat yang tinggal setengah lagi didepan Alea

" I'm full." Saut Alea pelan. Bagaimana tidak kenyang, keduanya benar-benar makan banyak malam ini, semua hidangan hampir Danish pesan dari makanan pembuka hingga penutup untuk Alea, ia sengaja memberi makan Alea yang banyak agar tenaga wanita itu kuat untuk nanti malam

Akhirnya Danish yang mengalah, ia menghabiskan cake coklat itu dengan sekali lahap. Setelahnya mereka memutuskan untuk pulang, Danish menyerahkan pembayarannya pada Benny sementara dirinya dan Alea lebih dulu menuju mobil

Alea meraih jemari Danish menautkan dengan jemarinya. Dulu saat berpacaran dengan Rey, biasanya pria itu tak pernah melepaskan genggaman tangannya. Alea pikir Danish memanglah bukan tipe pria yang sangat romantis seperti Rey, pria itu terlalu kaku untuk Alea sehingga dirinyalah yang akan berinisiatif lebih dulu. Hubungan mereka sudah sah, Danish kini suaminya, bukankah hal wajar bila Alea melakukan itu?

Danish langsung menarik tubuh itu kedalam mobil ketika mereka sampai disana. Danish tak menyia-nyiakan waktu, sambil menunggu Benny ia mencummbu lagi bibir Alea, Danish pikir ini pemanasan untuk dirinya dan Alea

Suara decap bibir yang saling bertaut itu akhirnya berhenti ketika Benny membuka pintu mobil depan. Sebenarnya jika dipergoki Benny pun Danish tak masalah, tapi Alea? wanita itu yang pasti tidak mau karena pemalu. Spontan Danish menurunkan Alea dari pangkuannya, Benny hanya mengulum senyum dibalik kemudi, memperhatikan nafas Alea yang terengah-engah bahkan Benny bisa melihat bibir keduanya masih basah

" Apa yang kau tunggu?" Danish tampak geram karena Benny malah diam, pria itu tidak tahu bahwa Danish sudah tak tahan untuk menenggelamkan juniornya dalam kehangatan tubuh Alea

" Baik Boss!" saut Benny langsung menginjak gas sekuat mungkin

Benny sangat pengertian pada Danish, pria itu mengebut hingga waktu mereka diperjalanan menyusut dan mereka tiba dengan cepat

" Pulanglah!" Danish mengusir Benny begitu pria itu membuka pintu untuknya

" Ada satu lagi pekerjaan bos!"

" Besok saja!" Saut Danish menarik Alea keluar dari mobil

" Jangan menggangguku malam ini!" Bisik Danish mengancam menaikan telunjuknya lalu menarik Alea dengan cara memegang pergelangan tangannya

Keduanya masuk kedalam gedung menuju lift. Tepat didepan Lift Alea memekik." Pak!" Karena Danish tiba-tiba membopongnya ala bridal

" Sudah kubilang jangan memanggilku begitu saat kita berdua."

"Uhhmm aku!"

" Atau aku akan menghukummu!"

Alea menggelengkan kepala, kedua tangannya meronta meminta diturunkan

" Turunkan aku, aku malu!"

" Tidak ada siapapun disini." Saut Danish, ia hendak meraup bibir Alea namun ditahan kedua tangannya, Alea menggelengkan kepala

Danish tersenyum manis memandangi Alea yang malu-malu kucing seperti ini

Ting

Ia bergegas keluar ketika lift terbuka, jalannya tergesa-gesa menuju rumah mereka. Alea membantu pria itu menekan angka passcode rumah mereka. Danish langsung menendang pintu itu hingga terbuka kemudian masuk kedalam dan Alea yang menutup pintu itu kembali

Alea memperhatikan Danish dalam diam sembari mengalungkan kedua tangannya. Begitupun Danish yang sesekali melihat Alea dan jalan

Tapi semakin mendekati kamar jantung Alea kian bergemuruh, sejujurnya Alea sangat gugup. Ini pertama kalinya lagi ia dan Danish akan melakukan itu. Danish membawa Alea ketengah ranjang dan ia kurung tubuh mungil itu dengan tubuhnya yang besar

" I want you!" bisik Danish mesra dengan kedua mata fokus menatap Alea. Alea tidak tahu harus menjawab apa, yang bisa dilakukan wanita itu hanya mengangkat wajah untuk mengecup bibir Danish sebagai tanda ia mengijinkan pria itu menjamah tubuhnya malam ini

Kepala Danish mulai turun lalu memiring, ia berhasil mendaratkan bibirnya lagi dibibir Alea. Danish tak menyia-nyiakan kesempatan, bibirnya mulai lihat dalam menghanyutkan Alea, menghisap bibir merah chery itu sangat kiat hingga Alea melenguh karenanya dan gelenyar aneh menjalari tubuh Alea setiap ia dan Danish berciuman panas seperti saat ini

Cap

Danish melepaskan ciuman itu secara sepihak hingga bersuara. Pria itu menjaraki Alea, menatap wanita itu dengan satu tangan yang terhimpit punggung Alea mulai menjalar kepundak dan turun kebagian dada, Danish menyentuh kancing kemeja blous kuning Alea

Nafas memburu pria itu Alea rasakan. Wanita menangkup wajah Danish dan sekali lagi memberi kecupan dalamnya dibibir Danish. Pria itu tersenyum dengan satu tangan mulai melepaskan kancing baju Alea

" Firsh night?" Tanya Danish

Alea mengangguk pelan dengan wajah memerah malu ketika jemari itu berhasil melepaskan semua kancing baju Alea, tatapan pria itu tertuju kebawah dan jemarinya mengelus pelan dada Alea yang menyembul dari balik bra, tubuh Ales menggeliyat karena sentuhan itu

" Sangat indah Alea." Puji Danish menatap kedua mata Alea lagi

" Bolehkah aku melihatnya dengan jelas?"

Alea mengangguk pelan, ia seperti tersihir dengan kedua mata Danish

" Nice!" saut Danish lalu menyusupkan jemarinya kepunggung halus Alea, membuka pengait bra hingga gunung kembar yang memiliki ukuran cukup besar itu tumpah, Danish tersenyum melihat itu lalu menaikan bra Alea keatas

" Uhhmm." Alea menahan suara ketika jari telunjuk Danish nakal menyentuh puncak buah dadanya yang merah muda

" Bagaimana rasanya?" tanya Danish, rasanya senang melihat wajah Alea yang memerah

" Geli?" Tanya Danish yang Alea pikir memalukan, jari telunjuk itu memutarnya dengan gerakan sensual

" Enak?" Alea menggigit bibir bawah lalu memalingkan wajah, ia sangat malu karena Danish yang terus menggodanya

" Aaahhkk!" Alea tak bisa menahan suaranya lagi saat Danish tiba-tiba mengulum didalam mulutnya, juga mulai meremmas kedua buah dadanya

Hisapan-hisapan itu terasa kuat, kian membuat Alea tak tahan. Tubuhnya terus menggeliyat-geliyat, jemarinya sendiri ia gigit menahan rasa nikmat atas permainan Danish pada buah dadanya

" Danish." Kedua tangan Alea mulai tak diam menjalar dipundak Danish. Kedua mata Alea sayu tak mengedip memperhatikan sang suami yang sedang menikmati kedua bukit kembarnya, pria itu terus menghisapnya seperti bayi. Tak hanya puncak dada, semua bagian itu tak lolos dari bibir dan lidahnya. Hingga dada itu kini mulai ternoda oleh kissmarknya

Alea memejamkan kedua mata, bibirnya menganga lebar ketika pria itu melepaskan puttingnya dengan kasar

" Nikmat bukan?" Tanya Danish, suara pria itu sudah sangat serak disertai nafas memburunya. Satu jemari Danish kembali meremmas satu buah dada Alea dengan kasar lalu ia membenamkan wajahnya di leher Alea, leher itu kini yang menjadi sasaran empuk lidah dan bibirnya

" Uuuhhhm Ahhh, Dan!" Alea sudah membuang rasa malunya, bibirnnya terus mengeluarkan desaahan pelan. Seluruh tubuh Alea terasa melayang, kedua kakinya menggeliya. Bahkan hanya pemanasan seperti itu saja Alea klimmmaks

" Aahhk!" Danish bisa merasakan tubuh Alea bergetar hebat, kedua jemari itu mencengkram pundaknya dengan kuat. Danish mengangkat wajah dan mentertawakan Alea

" Sayang aku bahkan belum melakukan apapun." Ucap Danish cekikikan menatapi nafas Alea yang terengah

" Aku bahkan belum menyentuhnya!" Danish melirik kearea bawah

Tiba-tiba Alea mendorong Danish menjauh saat merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya

" Dan!" Alea menarik selimut dibawah kakinya untuk menutupi buah dadanya yang terekspos sempurna

" No, kita sudah sepakat!"

" Bukan itu!" saut Alea. Danish mencoba menarik selimut itu dengan pelan namun pegangan kedua tangan Alea sangat kuat

" Aku ingin kekamar mandi!"

" Untuk apa?"

" Aku ingin pipis." Saut Alea cepat

" Itu bukan pipis, itu klimmaks sayang." Sekali lagi Danish menarik selimut itu dan tidak berhasil

" Kumohon!" Akhirnya Danish menyerah dengan wajah memelas itu, ia membiarkan Alea pergi kekamar mandi. Wanita itu menggulung tubuh bagian atasnya dengan selimut putih

" Aku sudah melihatnya Alea." Ucap Danish tapi Alea tak menjawab, ia bergegas menuju kamar mandi diikuti Danish

" 5 menit waktumu!"

" Hmm." Saut Alea lalu masuk kedalam kamar mandi. Danish menunggu Alea berdiri didepan pintu

Tak lama pintu itu terbuka lagi membuat Danish tersenyum

" Dan aku!" Ucap Alea pelan

" Alea, aku sudah tidak tahan. Bisakah kau tidak terus banyak alasan!" Danish tampak sangat kesal

" Aku tidak bisa malam ini!" Danish membuang nafasnya kasar

" Dan aku akan memaksamu apapun yang terjadi!" saut Danish tambah kesal

" Aku tidak bisa karena mentruasi, baru saja datang." Saut Alea dengan suara pelan

" Aaapppa!!!!!" Teriak Danish menggelegar

-

-

1
Muhammad Bagus
baca cerita kaya gini yg dikorbankan selalu si perempuan.

bener2 lho. nasib perempuan dibuat rendah banget di novel. hanya dijadikan istri yg tersakiti. capedeee

terinspirasi ikan terbang banget blm lagi penuh dgn pelakor. seakan masalah rumahtangga selalu peremuan terobsesi.
Rynda
idih..kepedean si irene
Rynda
ISS....jijik, gampangan banget burungnya
Rynda
Luar biasa
Titin Nur
romantis😍😍👍👍👍
dhe styles
karyawan atuh bukan kariawan nga sekalian sariawan🤪🤣🤣🤣
Sandisalbiah
Hiatussssss..
Yuen
Ishhh laki kotor
Yuen
Menjijikan hoekkkk gak setia smg kena hiv
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "ketika suami ku mendua" makasih kak
total 1 replies
Yuen
Aduh lakinya masih suka masuk lobang lain apa ga hiv nanti si alea? Kasian bgt 😓
Yuen
Kukira setelah menikah akan baik tetapi malah menjijikan 😝 sama siapa aja mau iyuihhh najis
Yuen
Cemburunya anti mainstream langsung srudukkkk aje 😆😆😆
Yuen
Kok tokoh utamanya gak kuat cantiknya thor hahaha
Uswatun Fidayati
apa kabar author knp gk up lg
Ariani Syahfitri
kok lama 😪🤧🤧🤧
enungdedy
koq gk lanjut
Rois Farzan El-FarizQy
kpn update lginya ka udan lma bgt ditungguin blm update 2 aja
Esa Sugi Yanti
biuh updatenya lama sekali dan satu bab saja
Naufal Ardhian
so sweeetttt
🌻Ruby Kejora
Halo kak
Aku mampir
Salam kenal 💐❤️
Sunrise🌞: iya hallo
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!