NovelToon NovelToon
Our Love Story

Our Love Story

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Romansa-Teen school / Persahabatan / Romansa / Tamat
Popularitas:128.3k
Nilai: 5
Nama Author: Suci Aulia

Cinta, persahabatan, dan balas dendam, membawa Kairen dan Raizel ke dalam sebuah lingkaran kebimbangan untuk menuju sebuah kisah hidup yang sebenarnya. Cinta, persahabatan, atau balas dendam, hanya mereka yang menentukan.

"Gue akan temuin mereka dan bawa mereka kesini, hidup ataupun mati" ~Kairen Elashka Alexander

"Kalo harus ada yang yang disalahkan disini, maka itu adalah perasaan!!" ~Raizel Elashki Alexander

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suci Aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sakit

Hari berganti dengan hari, membawa serta manusia kepada masa yang berbeda di setiap waktunya. Kini, seluruh siswa SMA Garuda disibukkan dengan padatnya pelajaran dan juga latihan untuk mempersiapkan Ujian Akhir Semester yang akan dilangsungkan dua minggu lagi.

Semua sibuk memikirkan nilai ujian, tapi tidak dengan Kairen dkk. Lima cowok famous itu malah sibuk bermain basket di lapangan padahal di dalam kelas semua teman-teman mereka sedang sibuk mengerjakan kisi-kisi soal ujian.

"Entar pas ujian, ingetin gue buat pake baju berkancing ya guys!!. Kali aja gue lupa kalo baju gue ngga ada kancingnya" Noval berceloteh asal. Membuat teman-temannya mengerut kening bingung.

"Lah apa hubungannya Pea?!" tukas Boy yang merasa aneh dengan pola pemikiran temannya yang kadang enggak manusiawi. Maklum, virus cebongnya Kai sudah menyebar dan ikut bersarang di otak teman-temannya.

"Ya buat nyari jawaban lah. Kalo otak gue ngga sampek, kan bisa nyari jawaban pake cara ngitung kancing"

Kairen, Boy, Satya, dan Vero cuma bisa nahan gedeg dalam hati. Sambil nyebut nama Tuhan, mereka berharap mendapat tambahan kesabaran untuk menghadapi teman rasa iblis seperti Noval.

Kairen berlari kecil kearah ring sembari mendrible bola basket di tangan kanannya. Baju yang dia keluarkan dengan dasi yang dipakai asal menambah kesan urakan dalam diri cowok itu.

Langkah kakinya melebar untuk segera sampai di ring. Tangan cowok itu terangkat, bersiap melakukan shooting. Dan nice, lemparannya tepat sasaran sehingga mencetak satu skor.

"BONG, BOLEH GABUNG NGGAK?" Kimy yang baru datang bersama Rachel, Gabriel dan Elsa berseru dari pinggir lapangan.

Kai mengangguk kemudian melambaikan tangannya.

"Masuk!"

Kimy memekik senang. Gadis itu mengikat rambutnya tinggi-tinggi. Tak lupa dia membenahi tali sepatunya agar tidak terjatuh saat berlari.

"Gue juga pengen ikut" Satya yang melihat Kimy ikut pun berinisiatif untuk bergabung.

"Yeee caper amat lu bang sat!!" Kai berdesis sinis. Dia tau apa yang ada di balik akal bulus Satya untuk ikut bermain dalam tim ini. Sejak kecil selalu bersama-sama, sudah cukup membuatnya tau bagaimaba tabiat dari saudaranya itu. Apalagi kalau memiliki sebuah keinginan, Satya adalah tipikal orang yang gigih dan berpendirian kuat.

"Aku ikutan juga boleh nggak?" semua orang yang ada disana kompak menoleh kearah gadis cantik dengan rambut panjang berwarna cokelat itu. Ada yang menatapnya heran, mungkin dia tidak percaya kalau perempuan sekalem Rachel bisa bermain basket.

"Kalo ayang mah, ya pasti boleh dong. Boleh banget malah" Kai menyahut sambil memasang wajah genit. Membuat beberapa teman menatapnya jijik, merasa muak dengan Kai yang selalu jelalatan liat orang cantik.

"Kalo cewek cakep aja lo gercep, dasar CEBONG!!" hardik Elsa sambil memasang wajah sinis.

"Sahabatnya olaf diem aja deh!!" sahut Kai dengan acuh. Masa bodoh dengan sorakan teman minim akhlaknya, yang terpenting Bidadari Empang pujaannya sudah mukai membuka diri.

Kairen, Satya, Kimy, dan Rachel berkumpul di tengah lapangan, bersiap memulai pertandingan. Vero yang memegang andil sebagai wasit, berdiri di tengah lapangan sembari membawa sebuah bola.

Bola dilambungkan ke udara setelah hitungan ketiga. Kai menangkap bola itu paling pertama. Dia yang kebagian satu tim dengan Rachel tentunya sangat senang. Cowok itu berlari kecil, mendrible bolanya dengan teratur dan sesekali menghindari serangan yang diberikan Satya.

Kairen mengoper bolanya kepada Rachel. Tapi karena Kimy lebih lincah, gadis itu berhasil menangkap bola lebih dulu hingga membuat Kairen berdecak.

Kimy mendrible bolanya sembari memfokuskan pandangan kearah ring. Gadis itu berlari beberapa langkah ke depan untuk mengikis jarak. Saat di tengah langkahnya, Rachel berdiri mencoba menghalangi. Dia menghadang Kimy, sesekali tangannya mendayu bermaksud ingin merebut bola.

Tapi Kimy bukan lawan yang mudah terkecoh. Gadis itu berlari berkelok-kelok, berusaha memecah konsentrasi Rachel. Saat Rachel mencoba merebut bola, dia menghindar ke kiri dan berlari mejauh. Tanpa sadar, kakinya tidak sengaja menginjak tali sepatu Rachel. Gadis itu hilang keseimbangan dan nyaris terjatuh andai tidak ada sebuah lengan kekar yang menahan tubuhnya.

Mata teduh milik gadis bernama Rachelia itu menatap lekat kearah mata hitam pekat milik seseorang pemuda yang berjarak hanya beberapa senti dari wajahnya. Waktu seolah berhenti saat dia menatap manik mata itu denfan seksama. Wajah datar, rahang yang kokoh dengan dagu yang terbelah tengah membuat wajah seseorang yang nyaris sempurna ini sangat candu untuk dipandang.

"Lain kali kalo mau main basket tali sepatu dibenerin dulu. Sakitnya emang nggak seberapa, tapi malunya bisa kebawa sampek mimpi"

Ucapan itu, seakan menarik kembali kesadaran Rachel yang sempat hilang. Gadis itu buru-buru membenarkan posisi berdirinya dan menjauh dari pegangan Satya. Kejadian itu mengundan perhatian dari semua orang, tak terkecuali Kairen dan Kimy. Dua orang itu bahkan sampai menganga tidak percaya saking terkejutnya.

"Chel, lo gapapa kan?" tanya Gabriel yang langsung diangguki gadis itu disertai senyuman.

"Aku gapapa kok, untung tadi Satya nolongin" sahut Rachel. Dia kemudian beralih menatap kearah Satya yang sedang membenahi dasinya. Gadis itu berdehem sejenak, membuat atensi Satya teralihkan kepadanya.

"Makasih ya Satya, kamu udah nolongin aku" ucap Rachel dengan canggung. Meskipun sering bertemu, tapi dia tudak pernah berbicara eksklusif dengan Satya seperti sekarang. Apalagi menuritnya, Satya adalah tipikal orang yang cuek, jadi dia menahan dirinya untuk tidak mengusik.

"Santai aja" sahut pemuda itu dengan acuh. Dia kemudian menghampiri Kimy yang masih berdiri termenung bersama Kairen dipinggir lapangan.

"Ke kantin yuk beli minum, gue haus nih" ajak Satya pada Kimy. Gadis itu menatapnya bingung, otak ceteknya masih loading untuk merespon apa yang dia ucapkan.

"Kelamaan lo!!" tanpa menunggu jawaban dari si pemilik tubuh, Satya langsung saja merangkul bahu Kimy dan mengajak gadis itu pergi dari sana.

Kairen menatap punggung Satya dan Kimy yang mulai menjauh sebelum akhirnya dia menatap kepada Rachel yang berdiri termenung.

"Lo gapapa?" tanyanya. Gadis itu tersenyum kemudian mengangguk.

"Aku gapapa"

************

Sore itu, Kimy pulang sekolah bersama dengan Kairen. Bukan tanpa alasan, dia ada janji mentraktir makan bakso karena kalah main basket. Di atas boncengan motor ninja milik Kai, dua manusia berbeda jenis itu saling bertukar candaan receh. Tidak jarang pula mereka tertawa karena salah mendengar kosakata.

"Bawa motornya pelan-pelan beggo!!. Gue masih pengen hidup!!" Kimy menampol kepala Kairen yang berlapiskan helm dengan kesal hingga kepala cowok itu menjengkang ke depan.

"Lo hidup juga nggak guna-guna amat, mati pun juga kagak ada yang nyari" mulut minim akhlak milik Kai kembali beroperasi. Melontarkan ucapan yang terkadang membuat hati siapapun kisut karena pedasnya melebihi cabe diskonan.

"Lo mati duluan aja, entar gue yang bacain yasin palung kenceng!!" seloroh Kimy tak mau kalah.

"Emang lo bisa baca yasin?"

"Ya kagak sih"

Kimy menyengir anjing. Iqra' aja dia cuma mentok sampek Iqra' 3, apalagi baca yasin.

Candaan mereka terpaksa terhenti saat sebuah mobil sedan hitam berhenti menghadang. Kairen melepas helm-nya lalu turun dari motor, begitupun dengan Kimy. Pintu mobil bagian belakang terbuka, menampilkan sosok pria gagah yang berdiri dengan penuh wibawa di usianya yang sudah tidak muda.

Kimy mengalihkan pandangannya. Dia berdiri di belakang punggung Kai, seolah mencari perlindungan pada cowok bermarga Alexander itu.

"Om mau ngapain?" tanya Kai dengan wajah datar.

"Saya nggak ada urusan sama kamu, saya cuma ada urusan sama anak saya!!" Bagas menyahut tegas. Tatapannya beralih pada Kimy yang enggan menatapnya. Pria itu tersenyum sinis melihat tingkah putrinya yang seakan membenci dirinya.

"Ayo pulang!!" dua kata itu kembali terucap, membuat Kimy semakin muak melihat keadaan.

"Aku nggak mau" sahut Kimy singkat.

"Kamu anak Papa, kamu harus nurut sama Papa!!" Bagas berseru kencang, membuat Kimy menatap kearahnya dengan tajam. Kimy melangkah ke depan, kini giliran dia yang berdiri di depan Kai.

"Andai aku bisa milih, aku lebih milih nggak pernah terlahir di dunia daripada harus terlahir sebagai anak Papa!!"

"TUTUP MULUT KAMU!!"

Hujan diiringi guntur mendadak turun membasahi tubuh tiga orang yang tengah berada dalam lingkaran amarah. Sorot mata Kimy menajam tanpa menunjukkan rasa takut sama sekali. Seragam sekolah yang dia pakai sudah basah kuyub, begitupun dengan yang lain.

"Kenapa?!. Lebih baik emsng begitu. Toh selsma ini Papa nggak pernah peduli sama aku!!. Papa cuma peduli sama gensi, ambisi, dan ego papa sendiri!!" seru Kimy dengan lantang.

"Papa ngelakuin itu semua demi kebaikan kamu!!"

"Papa selalu pakek alesan itu. Alesan kalo itu buat kebaikan aku tapi Papa sendiri nggak tau apa yang bisa bikin aku bahagia!!. Aku tertekan Pah, aku juga pengen kayak anak-anak lain yang bisa ngelakuin hal-hal yang mereka mau tanpa perlu ada kekangan." tangis Kimy mulai pecah. Suaranya bergetar menyuarakan rasa kesalnya yang sudah lama terpendam. Dinginnya air hujan menusuk masuk ke dalam kulitnya hingga jari-jari gadis itu memutih.

"Aku capek, aku capek harus ngikutin kemauan Papa yang nggak ada habisnya. Apa salah?, apa salah kalo aku pengen bahagia sebentar aja di masa mudaku?!" amarah Kimy meledak-ledak. Kai cuma diam menyimak sambil mengusap wajahnya yang basar karena aur hujan. Dia sadar, dia cuma orang luar yang tidak berhak ikut campur dalam masalah bapak dan anak itu.

"Kamu nggak ngerti apa-apa tentang kehidupan Kim!!"

"Papa yang nggak ngerti apa-apa!!. Ini hidup aku. Nggak ada yang boleh ngatur hidup aku, termasuk Papa!!" Kimy berlari masuk ke dalam taksi yang berhenti diikuti dengan Kai. Masa bodoh dengan motornya yang tergeletak di pinggir jalan. Sedangkan Bagas cuma bisa melihat Kimy dari kejauhan, dia tau ini bukan saat yang tepat untuk mendekat.

**********

Kimy melihat keluar jendela dengan tatapan kosong. Kepalanya mendadak pusing. Suhu tubuhnya terasa panas, padahal dia sedang kedinginan. Sakit dihatinya melebihi dari apapun. Dan rasa sakit itulah yang memaksanya menjadi gadis yang tangguh seperti sekarang.

Kini pandangannya memburam. Dia benar-benar pusing. Hingga sebuah lengan menariknya untuk bersandar. Gadis itu cuma diam menurut sambil menahan rasa dingin.

"Cepet sembuh Kim"

1
kanaya
sangat suka novel ini karena ending yg berbeda dari novel yg lain
Erna Wati
auto mewek thor
kanaya
luka di kasih garem tambah lemon
kanaya
kenapa enggak jujur aja sih
•§͜¢•ⁿᵘᵐᴮ 🦢🍒hiatus
waduhhh KAI d teror siapa kah org nya !!!!
•§͜¢•ⁿᵘᵐᴮ 🦢🍒hiatus
Kimmy cuantik bngttt jadi anu deh
•§͜¢•ⁿᵘᵐᴮ 🦢🍒hiatus
yg d maksud Kimmy itu siapa
•§͜¢•ⁿᵘᵐᴮ 🦢🍒hiatus
wah kalah ganteng visualnya sama aku 🤭
•§͜¢•ⁿᵘᵐᴮ 🦢🍒hiatus
insyaallah kai akan berubah saat cinta masa kecil nya dtang
•§͜¢•ⁿᵘᵐᴮ 🦢🍒hiatus
bahagia bngtt punya ortu yg pengertian dan saling mendukung kpd anak2ny
•§͜¢•ⁿᵘᵐᴮ 🦢🍒hiatus
Rai km harus sembuh jngn sampai lumpuh kasian.
•§͜¢•ⁿᵘᵐᴮ 🦢🍒hiatus
kasian Rai sampai celaka siapa orng nya
•§͜¢•ⁿᵘᵐᴮ 🦢🍒hiatus
bismillahirrahmanirrahim
mampir dulu ka,awal baca aja udh bikin ketawa dan kesel 🤭🤭
🍁MulaiSukaSamaKamu(tyas)✅
kasian Kimmy semoga cepat kai ungkap perasaan nya apa tunggu itu cincin jadi baru mau ungkapkan perasaan nya 🤔
🍁MulaiSukaSamaKamu(tyas)✅
segera cari kebenaran agastha agar kau gk menyakiti hati orang lain
🍁MulaiSukaSamaKamu(tyas)✅
cari dulu kebenaran angatha baru kau bertindak gimana kedepannya
🍁MulaiSukaSamaKamu(tyas)✅
greget deh sama kai ini kalau ada rasa yg lain dari sahabat di hatimu ungkapkan saja ya
🍁MulaiSukaSamaKamu(tyas)✅
akhirnya kai tau juga penyakit Kimmy
🍁MulaiSukaSamaKamu(tyas)✅
semangat untuk sembuh Kimmy
🍁MulaiSukaSamaKamu(tyas)✅
wah sadis sama lawan itu bener kak KAI
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!