NovelToon NovelToon
Cintamu Menjadi Canduku

Cintamu Menjadi Canduku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: Nofiya Hayati

Allesya si Gadis muda polos nan cantik jelita namun sangat berisik dan apa adanya. Tergila-gila pada pria dewasa bernama Sean Willson yang merupakan cinta pertamanya.

Sean Willson, CEO muda dianugerahi muka tampan bak pahatan patung Dewa Yunani. Berganti-ganti pasangan guna mengalihkan hatinya yang belum bisa move on dari seorang wanita yang merupakan istri dari sahabatnya. Satu makhluk yang selalu dihindari Sean, yaitu Allesya.

Pada suatu hari, Sean menoreh luka yang mendalam di hati Allesya. Ketika si Gadis memilih menjauh, Sean justru datang membawa segudang cinta agar ia kembali.

Allesya :

"Aku rela menjadi manusia paling bodoh di dunia agar ada tempat bagiku di hatinya. Namun adakalanya aku terjatuh pada titik terlelah untuk mengejar cinta yang nyatanya tak mampu ku gapai."

Sean Willson:

"Aku baru merasakan sebuah kekosongan setelah ia menjauh. Sepertinya, cintanya menjadi candu untukku."

Bagaimanakah kisah manis cinta sepasang anak manusia tersebut?

Di simak yuk🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nofiya Hayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Keterkejutan menyerbu diri Allesya ketika melihat kehadiran sesosok wanita paruh baya yang sudah sangat ia rindu selama ini, Inggrid. Kalau saja Inggrid tidak langsung melempar sorot mata yang seolah menuntut Allesya agar tetap bungkam, mungkin ia sudah berhamburan ke dalam pelukan wanita berstatus ibu itu. Namun kenyataannya, ia kembali harus memendam hasrat rindu kepada sang Ibu yang tak pernah mangakui keberadaannya. Memaksa ia untuk tetap berdiri pada perannya seolah mereka tidak saling kenal.

Sama halnya dengan Allesya, dalam hati, Inggrid pun sangat terkejut ketika menyadari keberadaan Allesya di kediaman Willson. Pertemuan keduanya sungguh tak diduga.

"Kau?! Kau wanita jahat! Jahat..!" teriak histeris Sarah seketika menguar di kala menyadari keberadaan Inggrid yang sukses merangsang kembali kegejolakan jiwa dan perasaan Sarah yang sudah bertumpang tindih di dalam dada.

"Aahhkk! Sakit! Lepaskan tanganmu," pekik Inggrid ketika Sarah menarik kasar rambut sebahunya.

"Kau wanita jahat! Kembalikan suamiku! Kembalikan janinku!" Sarah terus meracau di bawah naungan emosi yang kian tak terkendali.

"Aahhkk! lepaskan!" Inggrid berkali-kali menjerit kesakitan karena sensasi tarikan kuat tangan Sarah pada rambutnya yang mungkin akan tercabut dari pori-pori kepala jika andai saja Erick tidak segera berusaha memisahkan mereka.

"Sarah.. aku mohon tenanglah," Erick mendekap erat tubuh Sarah. Menenggelamkan muka wanita itu di dalam dada bidangnya. Berharap tindakannya dapat menyurutkan gejolak jiwa yang terus terguncang.

"Dia wanita jahat! Hiks! Hiks! Jahat!"

"Erick, sebaiknya kau bawa wanita ini pergi dari sini," saran Henry kepada Erick agar segera membawa Inggrid pergi.

"Tapi Pa," Erick tampak tak rela meninggalkan Sarah dalam keadaan terguncang seperti itu.

"Keberadaan wanitamu itu semakin memperkeruh suasana Erick. Bawa dia pergi sekarang," pinta Henry dan akhirnya Erick pun menurutinya.

Erick menarik tangan Inggrid dan membawanya keluar dari mansion dengan langkah lebar. Terlihat Jelas langkah Inggrid sedikit terseot-seot karena sang Suami menyeretnya dengan kasar.

Sementara itu, Allesya masih setia pada mode membatunya. Pikirannya sibuk mencerna situasi yang sedang terjadi. Sedikit yang bisa dia petik dari peristiwa tersebut, yaitu Inggrid ada sangkut pautnya dalam penyebab penderitaan Sarah.

"Allesya, kenapa kamu malah melamun?" teguran Henry sukses menarik paksa pikiran Allesya dari lamunannya dan mulai menguasai situasi.

"Tante... Allesya mohon tenanglah, semua akan baik-baik saja. Berhentilah seperti ini. Kau membuatnya semuanya sedih," bujuk Allesya seraya memeluk tubuh Sarah yang masih bergetar akibat rasa marah, sedih, dan kecewa mengaduk-ngaduk jiwanya.

"Hiks! Hiks! Dia jahat! Suamiku, janinku, pergi karena dia!" Sarah terus meracau diikuti respon psikis yang ternyata berangsur-angsur tenang.

Henry menatap sendu Sarah yang sudah terlelap dalam tidurnya setelah diberi obat penenang. Namun ia juga merasa lega karena keberadaan Allesya cukup bisa membantunya dalam menangani Sarah.

Tidak seperti sebelumnya, dimana dia akan memaksa Sean untuk segera pulang ke rumah jika Sarah kembali kambuh karena hanya Sean yang mampu menenangkan Sarah.

"Allesya maaf ya, mau tidak mau kau harus menyaksikan peristiwa yang memalukan seperti tadi," ucap Henry menatap ke arah Allesya yang sedang duduk di bibir ranjang tempat Sarah terlelap.

Tersenyum simpul sembari melempar tatapan teduh. "Itu bukan masalah Kek," jeda Allesya lalu kembali melanjutkan kalimatnya. "Hmm, Kek, apakah wanita tadi..," ia tampak ragu melanjutkan kalimatnya.

"Wanita tadi adalah istri Erick yang sekarang. Tepatnya perebut kebahagiaan Sarah. Namanya Inggrid," sahut Henry yang seolah bisa membaca pikiran Allesya saat ini.

"Sarah juga harus kehilangan janinnya setelah bertengkar dengan Inggrid di kala itu. Sehingga membuatnya sangat terpukul. Sungguh putriku yang malang," lanjutnya.

Dua ujung alis Allesya tertaut, mewakili keterkejutannya. Sungguh, hatinya juga ikut terpukul mendengar kisah masa lalu Sarah yang begitu kelam.

"Bagaimana dengan Kak Sean Kek?"

"Tentu saja Sean juga tak kalah terpukul akibat badai masalah yang menerpa rumah tangga orang tuanya. Itulah sebabnya, hingga saat ini, Sean memendam kecewa teramat dalam kepada ayahnya, Erick. Dan dia juga sangat membenci wanita yang bernama Inggrid, tak terkecuali semua orang yang berhubungan dengannya termasuk adik tirinya, Arthur," beber Henry.

°°°

Sementara itu di sudut kota London yang lain.

"Apa kau sadar dengan perbuatanmu tadi Inggrid? Keberadaanmu di sana semakin membuat jiwa Sarah tersakiti. Sebenarnya apa tujuanmu datang menemui Sarah?" cerca Erick bernada tinggi.

"Tujuanku hanya ingin meminta maaf, bagaimanapun aku juga sama sepertimu. Aku juga menyesal Erick," jari-jari lentik bercat kuku merah itu menyapu sudut matanya yang basah. Kedua bahunya terguncang karena menangis.

Helaan napas kasar lolos dari mulut Erick. Mendengar ungkapan penyesalan Inggrid, membuatnya tak kuasa melanjutkan luapan segala emosi yang akhirnya memilih tertahan di dalam dada.

"Andai kalau bisa, aku juga ingin memperbaiki semuanya Erick. Mengembalikan kebahagiaan Sarah. Tapi tidak dengan melepasmu karena aku mencintaimu, aku tidak bisa hidup tanpamu," ungkap Inggrid masih berderai air mata yang tak diyakini apakah itu air mata ketulusan atau tak lebih dari drama palsu belaka.

"Maaf karena tadi sudah membentakmu," Erick kembali luluh melihat Inggrid berkata sembari terisak.

"Tidak apa-apa, memang akulah yang salah," Inggrid berhamburan ke pelukan Erick.

"Apa kau tadi melihat gadis muda yang berada di sana tadi?" tiba-tiba Erick teringat akan Allesya.

Perasaan gugup yang tiba-tiba mengusik membuat Inggrid melerai pelukannya. "Gadis yang mana? Sepertinya aku tidak menyadari keberadaannya," kilahnya menutupi kegugupannya.

"Allesya, namanya Allesya. Wajahnya mengingatkanku pada seseorang."

DEG!

°°°

Senja membias indah di ufuk barat cakrawala. Mengantar hari yang terang menuju gelapnya malam. Gadis cantik bersurai coklat tampak menduduki bangku kosong sisi trotoar. Ia tengah sibuk dengan kekalutan pikirannya.

Allesya tidak menyangka, bahwa sosok yang berperan besar dalam menoreh luka sehingga membuat jiwa seorang Sarah tergoncang luar biasa adalah ibunya sendiri yang berarti juga telah menyabet paksa kebahagiaan pria yang dia cintai, Sean.

Apakah mungkin Sean juga akan membenci dirinya jika tahu bahwa dia adalah anak dari wanita yang telah menjadi duri tajam di dalam kebahagiaan keluarganya? Apakah Sean akan memasang tembok besar sebagai penghalang cintanya. Apakah kenyataan yang baru ia ketahui itu akan menjadi tanjakan terjal menuju hati sang pujaan? Ketermenungan Allesya menutupi kecemasan hati yang tengah sibuk akan serentetan praduga tentang apa yang akan terjadi jika Sean mengetahui yang sebenarnya.

"Aahhk!" Allesya terlonjak karena sebuah sapuan hangat di pipinya. Menarik kembali pikiran yang sempat melayang.

"Kak Arthur..! Kau mengagetkanku!" Serunya seraya menyabet paper cup berisi minuman hangat yang tertodong di depan mukanya.

Arthur terkekeh lalu mengambil tempat di sebelah Allesya. "Sedang apa kau di sini?"

Alih-alih segera menjawab, gadis itu malah celingukan ke kanan dan ke kiri lalu balik bertanya. "Harusnya aku yang bertanya, kenapa Kak Arthur berada di sini?"

"Tadi aku tidak sengaja melihatmu sedang melamum di pinggir jalan. Apa kau sedang ada masalah?"

Allesya menatap mata teduh Arthur lalu menjawab. "Kak, tadi aku bertemu ibu," terangnya.

"Benarkah?" sahut Arthur terdengar biasa-biasa saja.

"Aku bertemu dengannya di kediaman Willson,"

"Apa?!" berbeda dari respon sebelumnya, kali ini Arthur sedikit terkejut. "Kenapa kau bisa bertemu dengan Ibu di sana?" lanjutnya.

"Karena aku bekerja di sana Kak," terang Allesya.

"Aku kasih saran, sebaiknya kau segera mencari pekerjaan yang lain. Atau kau tidak perlu kerja, biar aku yang menghidupimu."

Allesya menggelengkan kepalanya. "Tidak Kak, lagian kenapa aku harus keluar dari sana?"

"Karena Ibu..,"

"Kakak tidak perlu bercerita karena aku sudah mengetahuinya," tukas Allesya.

Bersambung~~

Para readers kesayangan.. Di mohon tekan gambar like setelah membaca setiap babnya ya.. Hukumnya wajib. Maaf kalau Nofi maksa🤣

1
Muna Junaidi
Tulah sean jangan jual mahal rasain kan
Mynovel
2 bab sebelumnya semangat bacanya,karna kata2nya pas sama latar belakang cerita,,,nah pas baca bab ini saya langsung ilfil sama nih novel,bahasanya gak nyambung sama latar belakang cerita yg kayaknya diluar negri,masak iya diluar negri ngerti Dangan kata2 pebinor😇
stop baca
Nofi Kahza: makasih kak..
total 1 replies
Erna Wati
⭐❤🌹🌺⭐
Harlina Mami
akhirnya Sean adduhai,, kykx nnti allsyax yg ketagihan deh..🤣🤣
Harlina Mami
jngn cumn gitu thor ,kasian Sean x doong,jngn cumnesyyax dong seanx jg perlu pelepasan hormon estrogen 🤣😁🤭
Nofi Kahza: nanti sean jg bakal keturutan kak.. berlipat2 ganda malahan🤣
total 1 replies
Harlina Mami
sungguh menarik ceritax Thor, good very2 good
Nofi Kahza: waah.
makasih ya kak harlina🥰
total 1 replies
Harlina Mami
waduh , kocaknya 🤣🤣🤣
Harlina Mami
gemmes
Nurhayatins Aqil
lucu thor samy sm alvin wkwkwkkw
Nofi Kahza: gk ada mereka gk rame kak😆
total 1 replies
Arara Yunda
hahhhhhh ,ga suka aku ! sebell knpa jalan ceritanya gni..
semangat trs buat author nya..
Bariahasnawisahari
rada ngk masul akal y thor cerita mu itu, scra ktny tu al bse beladiri malahan pelatih lg, kok bs ngk gunakn ilmu bela dirinya
Nofi Kahza: ada beberapa narasi yg menjelaskan bahwa Allesya ingin sekali membanting Reymundo tapi ia tiba2 merasa lemah karena ketakutan. Ketakutannya itu disebabkan oleh rasa trauma akan masa kecilnya yg kelam.
Apalagi Allesya belum selesai dr keterkejutan bahwa orang yg slama ini dianggap sdah meninggal ternyata masih hidup.

di salah satu bab sebelumnya jg sempat ada scene Allesya mimpi buruk tntang masa kecilnya kan? itu krn dia punya trauma.

tidak menutup kemungkinan kan rasa trauma itu merenggut semua kekuatannya?

Begitulah penjelasannya🤭
makasih ya kak dah mau baca karyaku🥰
total 1 replies
Susi Yati
😀😀😀sean km harus berterima kasih sm lily gara2 tontonan laknat yg mereka tonton skrg ada kemajuan sm allesya buat nyenengin hati mu😂😂👍lebih tepatnya nyenengin monas km
Susi Yati
👍👍👍👍god penantian panjang akhirnya terjadi jg si otong msih kuat g jamuran😂😂😂
Enaknya kan allesya ngerasain belut kk sean yg skrg bikin nagih😁😀
Susi Yati
allysa nnti klo dtang ke km nnti km marah kasian kk seannya. tp god bgt buat sean bs meredam hasrat nya. g kebayang di kmr mndi slma 3jam
lnjut kak q ykin psti hbs ini babnya pemersatu bangsa dan umat 🤣🤣🤣🤣👍👍👍
Susi Yati
nah yg kyak bgni yg di percya sm sean mngunci dengan ciuman 😂😂😂😂😂😂g bakal dia nolak.
kasian all pasti udh mau keluar tu bola matanya.
Susi Yati
allesya tidur kebo xvya😂🤣di perkosa lg g berasa🤦‍♀️🤦‍♀️
Susi Yati
Di blik sikap pedasnya sean ada sesuatu dan itu yg q suka. pasti sean yg nyari ginjal buat erlan dan emily sbnrnya udh lm suka sm emily🥺🥺🥺
Nofi Kahza: waah.. makasih ya kak Susi dah baca kisan Sean dan Allesya.. aku seneng baca komen2 antusiasnya kak..tp maaf gk bs balas satu2..tp aku baca kok🥰😍😍..makasih votenya jg ya kak.😘😘
total 1 replies
Susi Yati
sesuai tebakan ku klo yg nkh tu sean sama all. tp q penasaran kok bs, ters kmna si erlan.
Susi Yati
😂😂😂😂😂kakek g mau kalah saing sm cucu soal kemesraan, q jg ingin mual sean bc kelakuan kakek km.
Susi Yati
jngn bilng sean nyuruh mereka dtang untuk mendonorkan ginjal nya buat erlan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!